
Sepanjang lorong ke Ruang Kepala Sekolah, kepala ku tidak berhenti berpikir,
Berbagai macam dugaan terlintas silih berganti, membuat aku takut dan gelisah.
"Seperti nya masalah ku sangat serius" gumamku dalam hati
"Bismillah Ya Allah, apapun yang terjadi lindungi aku dan kuatkan aku" Bisikku dalam doa.
Akhirnya aku sampai juga diruangan yang aku tuju.
Disana sudah ada Ibu Kepala Sekolah Ibu Mila Bapak Wakil kepala Sekolah Pak Rudi, dan Guru BP Bu Nur.
Deg, jantungku berdegup kencang, mengetuk pintu dan memasuki ruangan yang tidak tertutup pintunya.
Semua mata memandangku penuh selidik.
Sejurus kemudian Ibu Mila memulai percakapan.
"Fira," Sambil menghela nafas pelan.
"Duduklah, Ibu ingin kamu menjelaskan semua ini," sambil menyodorkan HP, dan memutar Vidio,
Aku melihat dengan seksama Vidio itu, "Astaghfirullah," mulutku aku tutup dengan tangan, sambil menggeleng kan kepala, bulir-bulir air mata jatuh dari pelupuk mataku.
"Ini tidak seperti itu Ibu, saya bisa jelaskan, saya tidak melakukan seperti yang di Vidio itu." ucapku terbata-bata sambil terisak.
"Sudah Bu, keluarkan saja dia dari sekolah ini, bikin malu sekolah saja, pelajar berprestasi tapi kelakuan tidak terpuji" kata Pak Rudi.
"Tidak Ibu, saya bisa jelaskan, saya tidak melakukan itu" ucapku
"Tapi ini bukti Fira, kamu tidak bisa mengelak lagi" Ucap Bapak Rudi, masih dengan nada marah dan menunjuk aku.
"Tolong Pak, beri kesempatan Fira untuk menjelaskan," timpal Ibu Mila.
"Sebetulnya, kejadian seperti ini Bu" sambil terisak mengalir cerita yang terjadi siang yang penuh dengan kejadian menegangkan itu, hari yang amat aku sesalkan seumur hidupku, dan yang paling membuat aku muak membayangkan orang yang jahat itu.
Isak tangisku makin menjadi, saat Ibu Nur, guru BP menaruh iba kepadaku, beliau mengusap kepalaku lembut, ada sedikit simpati di usapannya.
Tetapi tidak buat Pak Rudi, beliau masih tetap bersikeras menuduhku dengan lantangnya,
"Fira, kamu jangan mengarang cerita, sudah bersalah tapi tetap mengarang cerita untuk mencari kebenaran" kata Beliau.
"Tidak Pak, saya bisa buktikan semua apa yang saya katakan adalah benar" sangkal aku dengan sedikit berapi-api, aku merasa harus membela diri, walaupun dihadapan beliau-beliau yang terhormat, tapi aku tidak boleh lemah, aku harus membela diri.
"Baiklah, apa bukti ucapanmu" kata Bu Mila.
__ADS_1
"Rinto yang sudah menolong saya, Rinto yang sudah menyelamatkan saya dari kejadian keji itu, Saya akan buktikan, saya akan panggil Rinto" ucapku sambil akan berlari untuk memanggil Rinto.
"Tunggu, duduklah" cegah Ibu Kepala Sekolah.
"Biar ibu yang panggil", Ibu Mila menelpon seseorang, perkiraan ku itu adalah Guru yang saat ini mengajar dikelas Rinto, dan benar tidak sampai 10 menit Rinto datang.
10 menit menunggu Rinto rasanya seperti setahun, aku pilin-pilin ujung Kemeja sekolahku, aku gugup dan takut sambil terus menangis tidak terbayangkan perasaanku waktu itu, seperti pesakitan yang menunggu pengadilan, antara hidup dan mati, itulah yang ada dipikiran ku.
Akhirnya yang ditunggu datang juga.
Kudian ibu Mila, membuka pembicaraan dan menyerahkan Vidio yang dibawa Ibu Mila ke Rinto,
"Rinto tolong kamu bisa jelaskan semua ini" Kata Ibu Kepala Sekolah.
Rinto melihat dengan seksama, "Ini memang Fira Bu, dan lelakinya ini memang Zul, tapi kejadiannya tidak seperti yang tpak diVidio. Kemudian Rinto menjelaskan apa yang dia lihat dan dia lakukan.
"Saya datang saat Fira sudah di pojokan Zul, tetapi saat itu saya tidak tahu kalau itu adalah Fira, saya hanya melihat seorang anak gadis yang dalam bahaya, sendirian dalam keadaan terpojok. Spontan saya turun dari mobil untuk menolongnya, setelah saya mengalahkan Zul, saya baru tahu kalau itu adalah Fira, jadi Vidio itu benar Bu tapi tidak seperti kelihatannya, Zul hendak memperkosa Fira, Saya saksi yang bisa dipertanggungjawabkan." Jelas Rinto.
Kemudian Ibu Mila terdiam sesaat.
Kemudian beliau menoleh kepada Pak Rudi.
"Bagaimana pendapat Bu Nur?" tanya Bu Mila.
"Baiklah" kata Bu Mila, sambil mengangguk anggukan kepala.
Dan Pak Rudi juga membawa Ana sang pemilik Hp, sekaligus yang merekam kejadian itu
Ana agak sedikit ketakutan,
"Ana, apa kamu pemilik Hp ini?" tanya Bu Mila
"Iya Bu" jawab Ana gugup
"Kalau begitu kamu yang merekam kejadian yang dialami Fira di Vidio ini?" lanjut Bu Mila
"eee iya Bu" jawab Ana
"Apa betul Vidio ini direkam sampai selesai?" tanya Bu Mila terus mencecar Ana.
"eehhh" gugup Ana
"Jawab dengan jelas,." Bu Mila agak mengeraskan suara nya.
"Sebetulnya begini Bu, saya tahu kejadian yang sebenarnya, saya merekam kejadian itu tapi sebelum kejadian itu berakhir baterai Hp saya langsung habis." jelasnya.
__ADS_1
"Jadi kamu tahu kalau Fira hampir diperkosa dan Rinto datang menolong?" tanya Bu Mila lagi
"Iya Bu, " jawab Ana
"Kalau begitu siapa yang menyebarkan berita kalau Fira berbuat tidak senonoh itu?" tanya Bu Mila sambil membelalakkan matanya ke semua yang hadir.
"Pak Rudi, mohon jelaskan, bukankan Bapak yang pertama melihat dan mendapatkan laporan Vidio ini?" lanjut Bu Mila.
"Maaf Bu, sahut Ana, sebetulnya Gadis yang menginginkan cerita di Vidio ini seperti ini, Gadis yang ingin agar ceritanya berubah seperti ini."
Bu Mila mengernyitkan dahi sambil memandang Pak Rudi.
"Pak Rudi, bagaimana ini?" apa betul Pak laporan Ana?"
"Eee saya akan mengurus Gadis Bu" jawab Pak Rudi, karena Gadis adalah anak kesayangan nya.
Gadis dipanggil juga keruang kepala Sekolah.
"Gadis apa betul kamu yang menyebarkan berita bohong ini?" tanya Bu Mila
Gadis kaget mendapatkan pertanyaan ini dari Bu Mila,
matanya celingukan memandang Pak Rudi, kemudian beralih ke Ana.
Dengan gugup dia menjawab.
"Maafkan saya Bu, saya salah," kata Gadis
"Baiklah karena kamu sudah menyebarkan berita bohong, maka sebagai hukumannya kamu di skor.dari sekolah selama 3 hari. Dan juga kamu harus membersihkan nama Fira."
"Tapi Bu, siapapun yang melihat Vidio itu pasti menyimpulkan hal yang sama"
"Apa Ana tidak memberitahu kejadian yang sebenarnya?" tanya Bu Mila lagi .
"Iya Bu, ana sudah memberitahu,"
"Nah itu berarti kamu kan sudah mengetahui kebenaran nya tetapi kamu sengaja merubah cerita nya, Baik keputusan saya sudah final, untuk Gadis"
Pak Rudi tertunduk malu dengan kelakuan putrinya, dia tidak menyangka ternyata putrinya sendiri yang akan mendapatkan hukuman ini.
Sementara Gadis menggelayut merajuk kepada Ayahnya.
"Sudahlah terima saja kamu memang salah" nasehat pak Rudi.
"Untuk Fira sebaiknya melapor kan kejadian ini ke Polisi, Bu Nur tolong dampingi Fira untuk melaporkan kejadian ini dengan adanya Video dengan saksi Rinto dan Ana, dan juga antarkan Fira ke RS untuk di visum dari beberapa lebam yang ada ditubuhnya karena perlawanannya kemarin." Permintaan Bu Mila.
__ADS_1