
Usai dari pasar, aku seperti biasa melanjutkan pekerjaanku di rumah Bu Darjo, mencuci piring, menyapu halaman, pel lantai dan pekerjaan Rumah tangga yang lain. Yang biasa aku kerjakan paling lama empat jam.
Sementara ibuku di tempat kost istirahat menungguku, beliau kalau pulang memang selalu nginep di kost aku.
Pulang kerja, aku dipanggil Ibu
"Fira, makan ibu sudah siapkan makan tadi ibu masak ayam goreng," kata beliau
"Iya Bu," jawabku
Di kost ini selain kamar juga disiapkan dapur umum untuk penghuninya masak, ini adalah rumah kost khusus putri yang didominasi anak anak sekolah yang jauh rumahnya dari sekolah seperti diriku. Jadi kami seperti keluarga disini.
"Fira," panggil ibuku sambil kita makan
"Iya Bu" jawabku sambil terus melahap makananku
"Pelan - pelan, kamu seperti sudah sebulan tidak makan" kata beliau lagi.
"Aku kangen masakan ibu" jawabku Sekenanya
"Maaf kan ibu ya Nak" ibuku tertunduk sedih
"Ehhh tidak, maksudku masakannya enak jadi Aku lahap makannya" jawabku menjelaskan
Pasti ibuku sedih dan merasa bersalah karena telah meninggal kan aku sendiri disini tidak bisa memdampingi aku disini.
"Tadi ibu mau bicara apa?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Gini, mbok kamu itu fokus sekolah saja tidak usah bekerja" kata beliau.
"Ah tidak apa apa ibu, aku bekerja untuk mengisi waktu, biasa di rumah Paman dulu juga melakuan segala pekerjaan rumah,, kan sama saja aku tidak keberatan, justru kalau aku tidak kerja aku lebih banyak waktu luang yang terbuang sia-sia, belajar aku bisa pulang sekolah atau waktu malam, lagi pula cuma sore hari itupun tidak lama" jelasku
Ibuku sambil menggelengkan kepala
"sudahlah Berdebat denganmu tidak akan membuat ibu menang" kata ibuku sambil mencubit hidungku.
"Yang penting kamu tahu waktu ya, kalau capek jangan memaksa untuk kerja" lanjut ibuku
"Iya ibuku sayang" jawabku.
__ADS_1
Selesai makan aku mencuci piring, kemudian aku memulai aktivitas ku belajar, dan menyiapkan buku buku pelajaran buat besok pagi. jam sembilan malam aku sudah selasai belajar. Aku lihat ibu sibuk membereskan baju baju ku yang tadi kita beli, kemudian menyusun di dalam lemari kecil yang ada disamping kasur ku.
"Sudah selesai belajarnya?" tanya ibuku.
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Ya sudah kita istirahat, karena besok kamu akan sekolah dengan penampilan baru jadi istirahat lah supaya besok bisa segar" kata ibuku lagi.
Tanpa berkata kata lagi aku rebahan tubuhku disam ping ibuku, menutup mata pelan karena aku memang lelah.
Ibuku pun mencoba untuk istirahat, beliau pun juga lelah.
Jam Sudah menunjukan pukul 5 pagi, sebetulnya ini sudah terlambat aku yang biasanya bangun sebelum adzan subuh.
Aku langsung sholat subuh, mandi dan sarapan, karena ada ibuku jadi tidak melakuan aktivitas apapun, Aku dimanja banget, sehingga aku merasakan kasih sayang yang tulus dari ibuku.
"Gimana Bu, penampilan Fira?" tanya ku sesudah memakai pakaian seragam sekolah baru plus dengan kerudungnya.
"Ma syaa Allah, anak ibu cantik banget, dengan hijab itu," Puji ibuku.
"Aku memandang ke cermin lagi, aku memang nampak berbeda dengan kerudung ini membuat aku lebih nyaman, Rok panjang semata kaki, Kemeja Putih panjang dan kerudung putih yang menutup kepala, tidak tampak lagi rambut yang acak - acakan, ditambah alis yang tebal, membuat aku terlihat agak berbeda.
"Sudah ayo sarapan," panggil ibuku
"Iya Bu". jawabku.
Selesai sarapan aku berjalan beriringan dengan Ibu, Ibu juga pergi ke sekolah untuk memenuhin panggilan ibu Mila, Ibu kepala Sekolah.
Sesampainya di gerbang sekolah semua mata mandangku sinis,. Gadis sudah mengkonfirmasi semua kesalahannya, dengan menenpelkan permintaan maaf ya di MaDing, tapi mungkin karena kemarin hari minggu dan tidak semua siswa suka membaca MaDing sehingga tidak semua tahu kalau itu hanya kesalahan.
Tapi biar lah aku tidak mau membuang buang energi untuk menjelaskan. Aku tidak mau punya cacat sikap di sekolah ini, walaupun banyak fitnah dan cacian tapi aku tetap fokus untuk belajar, prestasi ku yang sudah bagus tidak mau aku nodai dengan meladeni omongan anak anak yang tidak suka, itu akan membuat nama baikku tercemar, pikir ku.
Biar lah segala cacian mereka aku balas dengan berbagai prestasi ku. Pikir ku.
Ada yang nyeletuk
"Wow habis maksiat tobat ya sekarang, dasar sok suci"
Tidak terkecuali Ana yang melihatku dari kejauhan langsung membelalakkan mata, dan menghampiriku.
__ADS_1
"Kamu pikir kamu sudah menang, lihat saja nanti, aku akan membuat perhitungan dengamu" ancamnya.
Aku cuma bisa menunduk , jangan ditanya sedihnya aku mendengar semua itu, menjelaskan pun sudah tidak ada gunanya, Cuma Ibuku yang geram ingin menjawab, tapi aku cegah. karena aku tidak mau membuat keributan.
Ibu aku antar ke ruang tunggu depan Ruang kepala sekolah yang menghadap ke taman belakang. Setelah itu aku ke lapangan untuk mengikuti upacara bendera seperti biasa yang diadakan setiap hari senin pagi.
Semua mata memandangku tidak terkecuali dewan Guru, tapi tekadku sudah bulat, Bismilah semoga ini jalan terbaik untuk memperbaiki penampilan ku,
Pasti banyak ujian semoga aku kuat. Pikir ku.
Tubuhku yang tidak terlalu tinggi, sehingga aku berada di barisan belakang, itu menguntungkanku setidaknya tidak banyak terlihat dari depan.
Selesai Upacara seperti biasa kita langsung masuk kelas untuk memulai pelajaran.
Sementara itu di ruang kepala Sekolah, ibuku sedang bertemu dengan Ibu Mila, Sang kepala Sekolah.
***
"Pagi Bu Mila," sapa Bu Ratih dengan hormat
"Selamat Pagi Bu Ratih, mari silahkan masuk , sapa Bu Mila.
"Silakan duduk Bu Ratih" lanjut Bu Mila
"Begini Bu Ratih, ada hal yang hendak saya bicara kan, ini mengenal Elfira, Ibu mungkin sudah mendengar cerita nya dari Fira, soal apa yang terjadi pada Fira, kami juga sudah mengantarkan Fira untuk melaporkan kejadian ini pada Polisi, dan yang besangkutan pun juga sudah dalam penahanan Polisi sekarang." jelas Bu Mila
"Saya melihat perubahan pakaian Fira itu Bagus Bu Ratih" Puji Bu Mila.
Ibu mengangguk angguk kan kepala mendengarkan penjelasan Bu Mila.
"Iya Bu Mila, saya juga bingung Fira saya ajak ke kota juga tidak mau Bu, katanya nanggung sebentar lagi lulus sekolahnya." sambung ibuku.
"Betul itu Bu, apalagi Fira anaknya cerdas, ini musibah semoga ini bisa menjadi perhatian untuk semua pihak. "kata Bu Mila lagi.
"Saya ucapkan Terimakasih karena sudah memdamoingi Fira saat menjalani proses di Kantor Polisi Bu Mila." ucap Bu Ratih
"Sama sama Bu, itu sudah tugas kami karena Fira adalah pelajar disini jadi tugas kami untuk memberikan pendampingan." jawab Bu Mila.
Setelah selesai pertemuan dengan Bu Mila, Bu Ratih langsung kembali ke Kost Fira, untuk menunggu Fira pulang sekolah.
__ADS_1