Cita Cita Ku Bukan Khayalan

Cita Cita Ku Bukan Khayalan
Bab 8 Hijrah


__ADS_3

Hari ini Fira bangun agak siang, karena ini hari Minggu dia masih ingin bermalas malasan ditambah lagi ada ibunya.


"Fira," panaggil ibunya


"Iya Bu," sambil menoleh


"Ibu mau bicara." kata ibunya lagi


kemudian Fira bangun dan duduk sambil bersila dihadapan ibunya. sambil matanya menatap ibunya.


"Begini, atas kejadian ini membuat ibu tidak ingin meninggalkan kamu disini, kamu ikut ibu ya, kita bisa pindah sekolah di kota," kata Ibu.


"Bagaimana menurut mu?" tanya ibu lagi


Sejenak aku terdiam, sejujurnya aku berat untuk meninggalkan sekolah ini, aku suka sekolah ini, disini aku sudah mengukir prestasi yang bagus, aku enggan untuk beradaptasi lagi di sekolah yang baru.


"Kok diam, bagaimana menurut kamu?" tanya ibu lagi


"Pindah sekolah Bu,!" tanyaku


"Iya" jawab ibu


"Tapi Bu, Fira sudah enak disini, " jawabku


"Kamu disini sendiri Fira, ibu jadi tidak tenang nanti bekerja disana. Sesudah kejadian itu ibu jadi takut kamu sendirian di sini." kata ibu coba menjelaskan kekhawatiran beliau.


Aku masih diam, belum tahu mau jawab apa.


"Tapi nanggung Bu, aku sudah klas dua semester akhir, tinggal satu tahun lagi, rasanya berat untuk adaptasi sekolah baru" ucapku.


"Atau gimana kalau kamu nggak usah kost, kamu tinggal dirumah paman saja, biar ada yang jagain kamu" usul ibuku


Tinggal dirumah paman, Ya Allah tidak ibu jangan tinggalkan aku dirumah paman, rumah paman seperti neraka buat aku, sudah cukup selama SMP aku tinggal dirumah paman. Ibu tidak tahu kalau perlakuan keluarga mereka terhadap ku tidak baik. Kalau dihadapan Ibu mereka sangat baik dan menyayangiku, tapi kalau Ibu sudah berangkat lagi ke kota, mereka akan memperlakukan aku dengan buruk.


Tapi ibu tidak pernah tahu itu. Itulah kenapa aku senang saat aku diterima sekolah yang jauh dari rumah Paman. Membuat alasan jauh sehingga aku bisa tinggal di kost.


"Hey, kok malah melamun" kejut ibuku.


Dengan berjingkat aku menoleh ke ibu.


"Bu, rumah Paman ke sekolah sangat jauh, butuh tiga kali naik kendaraan umum untuk sampai di sekolah, itu akan agak menyulitkan aku untuk sampai di sekolah."kataku menjelaskan.

__ADS_1


"Terus maumu gimana?"tanya ibu


"Sudah aku disini saja tidak apa apa, ada Allah yang menjagaku aku pasti baik baik saja," kataku.


Kemudian ibuku diam seperti berfikir," terus dengan kejadian itu gimana?" tanya ibuku


"Ibu, aku tidak trauma, mungkin aku akan belajar ilmu bela diri, lagi pula Bang Zul sudah dipenjara," kataku.


"Mungkin Zul ini sudah dipenjara, tapi tidak menutup kemungkinan masih ada Zul Zul yang lain diluar sana" kata beliau lagi.


"Ibu tenang saja, aku baik baik saja, lagi pula tinggal setahun lagi sekolah ku Bu, kalau harus pindah rasanya berat." kataku lagi mencoba menjelaskan kepada ibuku.


Sesaat ibu terdiam, beliau tahu anaknya keras kepala, sama keras kepalanya seperti dirinya, bahkan saat dulu diminta kedua orangtuanya untuk tidak menikah dengan suaminya yang pecandu Alkohol dan judi, notabene ayahnya Fira pun, tidak mendengarkan.


"Hmmmm, gimana kalau kamu berhijrah?" usul ibuku


"Hijrah?" tanyaku


"Iya hijrah, kamu ganti semua pakaianmu dengan pakaian muslim, Rok panjang kemeja panjang dan kerudung?" Usul ibuku.


Aku mengeryitkan dahi sambil mulutku komat kamit, "hijrah, hijrah, hijrah, ahhhhh iya hijrah, boleh juga usul ibu." kataku.


"Aku hijrah, in syaa Allah Allah akan melindungi aku, asalkan aku berusaha juga" kataku melanjutkan.


"Baiklah Bu, saya akan lakukan, "ucapku


"Kalau begitu ayo kita kepasar, kita harus menggati baju bajumu yang kurang bahan itu" kata ibu lagi sambil bercanda.


aku cuma terkekeh sambil merangkul ibuku.


Sebelumnya memang aku memakai rok pendek dan kemeja sekolah pendek khas anak anak Zaman itu.


Pada saat itu memang Rok sekolah pendek dan kemeja pendek masih mendominasi anak sekolah, hampir 99[% anak anak sekolah memakai itu.


Akhirnya aku sama Ibu pergi kepasar dengan naik angkot 2 kali, kami sampai di pasar yang dituju. Lama kita jalan jalan sambil sesekali melihat - lihat pakaian yang panjang di toko toko.


Setelah melewati beberapa lorong kami menemukan toko seragam sekolah, kami coba cari cari tetapi ternyata yang kami cari belum dapat.


Rok sekolah panjang, baik yang Abu-abu ataupun yang pramuka tidak tersedia di toko itu, memang pakaian muslim belum banyak yang memakainya jadi agak susah untuk mencarinya, kami berkeliling satu pasar yang memiliki dua lantai itu. Sampai akhirnya kami ketemu dengan toko yang agak kurang terlihat, letaknya memang di pojok pasar dan menghadap ke jalan belakang yang membuat toko itu kurang terlihat dari kejauhan. Yang kami cari ada disitu sepasang seragam sekolah muslim dan perlengkapanya termasuk kerudung dan atribut.


Ibuku langsung memilih dua setel sekaligus seragam sekolah, kaos kaki dan kerudung.

__ADS_1


Tidak lupa ibu membeli kan aku kaos panjang, celana panjang, kulot, rok, dan beberapa gamis panjang. dan tak lupa satu lusin kerudung untuk aku pakai sehari hari, menggantikan semua pakaian aku yang pendek.


"Alhamdulillah sudah selesai belanjanya" sudah dapet semua nya ya" tanya ibuku


Sambil memikir sejenak, aku berkata " kayaknya ada satu yang belum deh Bu,"


"Apa?" ibu menjawab dengan cepat?


"Itu, Bakso yang ada di pojok pasar belum!" kataku sambil terkekeh.


"Huhhh dasar, kamu lapar ya?" kata ibuku


Aku cuma mengangguk, tanpa pikir panjang aku menggandeng tangan ibuku, ke pojok pasar ada bakso enak disana, sambil tangan satu lagi menenteng kantong belanjaan yang besar.


"Ayo Bu" ajakku


"Pelanlah jalannya, " pinta ibuku.


Ibuku memang masih muda sehingga masih gesit, usia 20 tahun melahirkan aku jadi disaat aku SMA ibuku masih seperti kakakku jika jalan bersama.


Kami melahap bakso yang kami pesan. terjadi obrolan hangat antara ibu dan anak.


Usai SMA kamu mau melanjutkan kemana? tanya ibuku


"Aku pengen masuk fakultas kedokteran Bu," ucapku


"Ohhh, belajar yang rajin ya" lanjut ibuku


Ya Allah, bagaimana cara aku cari biayanya, Masuk fakultas kedokteran kan pasti butuh biaya mahal, otakku berpikir keras. Tapi sebagai ibu aku tidak mau mengecewakan anak semata wayangku, aku harus berusaha sekuat tenaga untuk mengusahakannya. Aku sebagai orangtua sudah gagal memberikan keluarga yang bahagia buat anakku, sekarang aku tidak boleh mengecewakan nya dengan memutuskan cita-citanya.


"Bu, Ibu , Ibu, !" panggilku


"Ehhh apa kenapa teriak" tanya ibuku


"Habis aku lihat ibu melamun dari tadi, ada apa Bu? apa majikan ibu marah ibu pulang sekarang?" tanyaku.


"Tidak, majikan ibu tidak marah, malah majikan ibu menyuruh ibu membawa kamu kesana, sekolah disana" sambung ibuku.


"Tapi kamu menolak," kata ibuku lagi


"Bukan menolak Bu, tapi bener aku nanggung kalau harus pindah sekolah, semoga nanti pas sudah kuliah bisa dapat Kampus yang sekota dengan Ibu" ucapku lagi.

__ADS_1


Ya Allah, begitu besar harapan anaku untuk bisa kuliah, mampukan aku Ya Allah, untuk mengabulkan keinginan anakku, bisikku perih di dalam hati.


__ADS_2