
Acara pernikahan hari ini berjalan dengan lancar. Rombongan keluarga akan pulang. Rissa dibawa pulang langsung ke rumah Andi karena itu keinginan Andi langsung.
Biarin aja la.. Iya kan aja biar cepat. Kalo gak, bisa panjang urusannya. Padahal mamanya sudah menghiasi rumah dan kamar Rissa seperti toko bunga. Ternyata Andi memutuskan untuk langsung membawa istrinya kerumahnya. Andi mah bebas.
"Rissa, ingat pesan mama ya." Mamanya mengingatkan Rissa agar menjadi istri yg baik.
"Iya ma," lalu Rissa beralih ke papanya.
"Hati-hati dijalan ya, Papa sayang banget sama kamu," Peluk papanya
"Rissa juga sayang sama papa. Sama kalian semua juga"
Papanya tersenyum dan mengecup kepala putrinya.
"Andi, jaga istri kamu baik-baik ya."
"Iya Pa, Pasti Rissa akan saya jaga baik-baik," ucap Andi tersenyum.
Kalo didepan keluarga aja senyum, tapi kalo sama gue, cueknya minta ampun. dasar tembok bermuka dua, batin Rissa.
Daripada memikirkannya, Rissa beralih ke abang kesayangannya, Tio "Bang, Rissa Pamit ya... Abang jangan kangen sama Rissa," candanya
"Yee... Siapa juga yg kangen sama lo? Malah gue seneng," iseng abangnya
"Tuh kan... Abang jahat," rengek nya
"Hehehe... Becanda adikku sayang, kalo kamu kangen sama abang, mama, papa datang aja ke rumah oke," ucapnya sambil mengacak rambut adiknya.
"Yaudah.. Kalo gitu kita berangkat ya, semua. Assalamu'alaikum," ucap Andi.
"Waalaikumsalam," balas mereka.
Rissa dan Andi naik ke mobil berwarna putih. Selama diperjalanan Rissa hanya diam karena disatu sisi ia sedih meninggalkan keluarganya,dan disisi lain ia sedang memikirkan cara balas dendam untuk Andi gara-gara alis miring sebelah.
Mobil mereka berhenti di sebuah rumah besar dan mewah, dari luar saja sudah keliatan. Halamannya luas dan dipenuhi tanaman dan bunga. Andi turun diikuti Rissa dibelakangnya.
Rissa kagum melihat isi rumahnya yang rapi dan elegan. Andi memang tipe orang yang rapi dan bersih jadi tidak heran kalau rumahnya ini sangat bersih.
"Selamat datang tuan dan nyonya," ucap para maid rumah Andi yang menyambut kedatangan majikannya.
Andi hanya mengangguk menanggapi sapaan mereka. Kalau ini jangan heran juga, karena gak dirumah dan kantor sama aja, beginilah respon Andu.
"Ini Rissa, istri saya. Saya harap kalian melayani dan memenuhi semua kebutuhannya dengan baik. Mengerti," ucap Andi tegas seperti kepala polisi yang sedang memberi arahan pada bawahannya.
__ADS_1
"Mengerti tuan," ucap mereka.
"Bagus, sekarang kalian boleh bubar dan pastikan semua bagian rumah ini bersih," tegas Andi.
"Baik tuan."
Mereka semua patuh banget ya sama muka tembok. Kalo gue sih gak mau, gue aja kerja di kantor dia kadang streamingan nikmatin wifi, batin Rissa.
Setelah selesai membubarkan pasukannya, Andi langsung pergi begitu saja naik ke atas tanpa mengajak Rissa.
Nih orang gak sopan banget ya main ninggalin gue gitu aja, berasa kayak anak tiri deh gue, batinnya.
Akhirnya Rissa berjalan menyusul suaminya yang tidak tau diri dan nyebelin. Sampai di depan pintu kamar, Andi melakukan sidik jari dan secara otomatis pintu kamarnya terbuka.
Buset dah, buka pintu kamar aja pake sidik jari. Gaya amat sih, batinnya.
Rissa kagum melihat isi kamar Andi.
Wow.. Mewah banget kamarnya, batinnya yang kagum dengan kemewahan kamar Andi.
Andi melihat reaksi kagum Rissa, "Biasa aja kali kamu ngeliatinnya."
"Kamu mandi dulu sana. Saya gak mau tidur sama orang yang bau," ucap Andi yang menusuk sampai ke hati yang paling dalam.
Daripada menanggapi ucapan pedas dan nyinyir Andi, Rissa masuk saja ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai melalukan ritual mandinya, Rissa keluar dari kamar mandi. Ia melihat Andi sedang duduk disofa sambil memegang handphone.
"Pakaian kamu ada dilemari, semua sudah disiapkan. Udah, saya mau mandi dulu." Andi pun masuk ke kamarnya mandi.
Rissa benar-benar tidak mau bicara pada Andi. Satu, karena Andi tadi membohonginya, kedua, Andi tadi pergi meninggalkannya begitu saja, dan ketiga Andi bilang kalau Rissa itu bau. Kejam amat ya ni orang. Harus banyak sabar emang ngadepin Andi.
Rissaberjalan menuju lemari, ia ingin membuka lemarinya tapi ia bingung, karena lemarinya memakai kode, bukan kunci lemari.
"Duh.. Kodenya apa ya? Nih orang juga gaya banget sih pake kode-kodean segala. Ribet amat," gumamnya kesal.
Rissa memutuskan untuk menunggu Andi selesai mandi, dan duduk di sofa sambil menonton TV. Sambil menunggu Andi selesai mandi, mulutnya tak berhenti berkomat-kamit karena saking kesalnya.
Ceklek!
Andi akhirnya keluar dari kamar mandi, "Kamu kenapa belum ganti baju?" tanyanya.
"Gimana saya mau ganti baju, lemarinya aja pake kode," kesalnya
__ADS_1
"Salah kamu sendiri kenapa tadi gak nanya," jawab Andi santai.
Emang ya ni orang, dikit-dikit gue yang salah, batinnya.
"Kodenya tanggal pernikahan kita" jawab Andi sambil menekan kode tersebut. Terbukalah secara otomatis pintu lemarinya, sama seperti pintu kamar tadi. Jangan-jangan semua bagian rumah ini pake kode lagi.
"Gak nanya. ehh... Tapi jangan deh, gue kan butuh. Masa iya gue tidur pake baju yg tadi. Entar gue dibilangin bau lagi sama muka tembok," gumamnya pelan.
"Hmm... Iya Pak," ucapnya sambil berjalan menuju lemari mengambil baju tidur. Semua baju yang ada didalam lemari tersusun rapi.
"Kamu tau kan, kalau saya gak suka kotor dan berantakan. Jadi saya harap kamu menjaga kebersihan dan kerapihan rumah ini. Kalau gak, saya gak akan segan-segan untuk menghukum kamu. Ngerti?"
"Iya Pak," balas Rissa.
Gak usah lo kasih tau juga, gue udah tau, batinnya.
Malam semakin larut, mereka berdua memutuskan untuk beristirahat dan satu ranjang. Awalnya Rissa ogah-ogahan, tapi ia juga tidak mau harus tidur di sofa.
"Ini batas wilayah kita," ucap Rissa sambil meletakkan guling ditengah mereka.
"Kalau sampai bapak ngelewatin batas ini saya akan--" Rissa menggantungkan ucapannya karena bingung kelanjutannya.
"Akan apa?" tanya Andi.
"Ssa-saya bakal tendang bapak," mendengar hal itu, Andi hanya tersenyum sinis.
"Siapa juga yang bakal ngapa-ngapain kamu? Kamu itu bukan tipe saya, liat body kamu aja saya gak selera." Andi merebahkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya.
"Bagus deh. Udah... Saya mau tidur, capek,"
Capek berdebat sama lo, batinnya.
Sekitar jam dua malam, Rissa mulai rusuh saat tidur. Mulai dari geser kanan geser kiri bolak-balik, meluk-meluk Andi yang dia pikir adalah guling. Sampai-sampai membuat Andi terbangun dari tidurnya.
Ni anak gak bisa tenang apa kalo tidur, batinnya.
Andi melanjutkan tidurnya, tak lama kemudian, Rissa tiba-tiba menendang Andi hingga terjatuh dari tempat tidur.
"Aduhh, Ni anak manusia apa bukan sih?" ucapnya sambil memegang bokongnya yang sakit akibat ditendang Rissa dan jatuh dari tempat tidur.
Akhirnya Andi memutuskan untuk tidur disofa, daripada tidur disebelah Rissa. Bisa-bisa ditendang lagi dia.
To be continued...
Silahkan memberikan kritik dan saran. Jangan sungkan untuk komen di setiap selesai membaca.
__ADS_1
Like dan voment ya!