COLD CEO IS MY HUSBAND

COLD CEO IS MY HUSBAND
Tantangan


__ADS_3

Setelah Andi pergi dari tenda Rissa, ia kembali ke tendanya juga yang berada di sebelah. Tapi saat mau masuk, Andi melihat Aldo yang sedang duduk sendirian sambil menghangatkan tubuhnya di dekat api unggun. Ia pun langsung menghampiri Aldo dan ikut duduk di sebelahnya.


"Kamu gak tidur?" tanya Andi basa-basi.


"Sebentar lagi pak," jawab Aldo.


Andi menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah itu tidak ada percakapan diantara keduanya, hanya diam dan menikmati malam. Suasana sunyi, canggung dan ditambah lagi cuacanya yang sangat dingin, membuat keduanya hanya bisa saling membisu.


"Bapak ada hubungan apa sama Rissa?" tanya Aldo memecah kecanggungan.


"Maksud kamu?" tanya Andi bingung.


"Bapak suka sama Rissa kan?" ucap Aldo to the point


"Kalau iya kenapa, dan kalau enggak kenapa? Emang ada hubungannya sama kamu?" Andi merasa keberatan dengan pertanyaan yang Aldo ajukan.


"Tentu ada pak, karena saya udah lama suka sama Rissa dan saya juga sudah lama mengenal dia, bahkan jauh sebelum bapak," ucap Aldo.


Andi yang mendengar pernyataan dari Aldo, cukup terkejut dan membuatnya sedikit kesal. Menurutnya, Aldo itu menganggapnya sepele karena mentang-mentang dia sudah lama mengenal Rissa.


"Apa kamu pernah pacaran sama Rissa?" tanya Andi.


Aldo menggeleng "Belum pernah."


"Kenapa kamu gak ungkapin perasaan kamu ke Rissa?" tanya Andi.


"Saya belum berani," jawab Aldo.


"Kenapa? Bukannya kamu bilang, kalau kamu suka sama Rissa dan jauh lebih mengenal dia?" tanya Andi lagi.


Aldo tersenyum tipis "Saya harus memastikan kalau saya adalah laki-laki sejati yang cocok dan mampu untuk membuat orang yang saya cintai bahagia dan selalu tersenyum. Karena kebahagiaannya adalah yang paling utama bagi saya," jelas Aldo.


Andi cukup senang mendengar jawaban dari Aldo. Rasa cintanya ke Rissa memang besar tapi sayang, karena orang yang Aldo cintai sekarang sudah menjadi istri dan miliknya selamanya.


Untuk membuktikan kalau Aldo adalah laki-laki sejati dan gentleman, ia menantang Aldo untuk mendapatkan perhatian dan hati Rissa. Apa yang ia lakukan ini semata-mata hanya untuk mengetahui sebesar mana usahanya mendapatkan orang terkasih.


"Saya mau menantang kamu untuk membuktikan siapa laki-laki sebenarnya dan pantas untuk Rissa. Apa kamu sanggup dan mau menerima tantangan dari saya?" tanya Andi menantang.


Aldo langsung menatap Andi, "Oke, saya mau menerima tantangan dari bapak. Tapi siapa yang kalah, harus menjauhi Rissa dan tidak boleh berdekatan dengannya sampai kapan pun. Kecuali urusan pekerjaan, karena bapak adalah bosnya. Gimana, bapak setuju?" ucap Aldo sambil mengulurkan tangannya satu untuk bersalaman.


"Oke, saya setuju," balas Andi dan mereka berdua saling bersalaman.


"Deal," ucap mereka bersamaan.


Mau sekuat apapun kamu berusaha, itu akan sia-sia karena sekarang Rissa adalah istri sah saya. Tapi saya mau melihat sejauh mana kemampuan kamu sebagai seorang lelaki, batin Andi.


Setelah selesai bersalaman, mereka berdua masuk ke dalam tenda untuk beristirahat. Di dalam tenda sudah ada Robi, pacar Cintya yang tidur duluan. Setiap tenda memang berisikan minimal tiga orang.


Ini pertama kalinya bagi Andi tidur di alam terbuka dan itu membuat ia tidak terbiasa. Biasanya dirumah pakai AC listrik, tapi disini hanya ada AC alam. Belum lagi ditambah dengan nyamuk yang membuatnya terganggu dan tidak bisa tidur.


Lebih baik saya ditendang pas lagi sama Rissa, daripada gak bisa tidur sama sekali dan digigit nyamuk kayak gini, batinnya.


Sampai besok pagi pun, Andi masih terjaga karena ia tidak bisa tidur semalaman dan ditambah lagi dengan nyamuk yang terus menggigit nya sampai kulitnya bentol-bentol kemerahan.


Ia langsung keluar dari tendanya karena tidak tahan lagi berada di dalam. Dan saat di luar, ia melihat teman-teman Rissa yang sedang duduk di luar.


"Rissa ada dimana?" tanyanya ke teman-teman Rissa..


"Ada didalam tenda pak," jawab mereka.

__ADS_1


Andi mengangguk dan segera masuk ke dalam tenda. Saat didalam, ia melihat istrinya sedang melipat selimut. Oke, sekarang saatnya bermanja sekaligus mengadu seperti anak kecil pada ibunya.


"Rissa," ucapnya dan langsung memeluk istrinya yang ia rindukan seperti gak jumpa setahun.


"Loh, bapak kok ada disini?" tanya Rissa heran.


"Saya gak bisa tidur semalaman," ucap Andi manja.


"Kenapa?" tanya Rissa dan Andi melepas pelukannya.


"Ini juga kenapa muka bapak bentol-bentol?" tanyanya khawatir.


"Saya bener-bener gak bisa tidur karena digigit nyamuk." Andi mengerucutkan bibirnya dan siapapun yang melihat ini, pasti merasa geram menggemaskan.


"Ya ampun, kenapa bapak gak pake lotion anti nyamuk?" tanya Rissa.


"Mana saya tau Rissa, ini kan pertama kalinya saya kemping. Udah kulit saya putih, malah digigit nyamuk lagi," keluh Andi.


"Yaudah, saya ambilin obatnya ya biar gak gatal dan bentol lagi." Rissa mengambil obat lotion untuk Andi di dalam tasnya.


"Sini saya pakein," ucapnya dan memakaikan lotion tersebut ke Andi.


"Tapi bukan ini obat yang sebenarnya Rissa," ucap Andi.


Rissa mengernyitkan dahinya, "Trus apa obatnya?"


"Kiss me," ucap Andi tersenyum jahil.


Rissa ternganga mendengarnya. Disaat gini masih aja sempat menggodanya, malah gak liat situasi lagi.


"Bapak tuh apaan sih?" ucap Rissa sedikit kesal.


"Iya tapikan---


"Kamu yang cium saya, atau saya yang cium kamu?" tantang Andi.


Rissa hanya bisa pasrah melihat kelakuan Andi dan mau tidak mau ia harus menerimanya. Rissa mendekatkan wajahnya dan mencium pipi kanan Andi.


*CUP


Andi tersenyum kemenangan. Ternyata ada hikmahnya juga ya karena digigit nyamuk.


"Ini lagi." pinta Andi menunjuk pipi sebelah kirinya.


*CUP


Rissa mencium pipi sebelah kiri Andi.


"Ini lagi." Andi menunjuk dahinya.


*CUP


Satu kecupan lagi mendarat didahi Andi.


"One more" Andi menunjuk bibirnya.


Rissa langsung melotot dan memukul lengan Andi. Sementara Andi yang dipukul, hanya tertawa.


"Saya cuma becanda kok," ucapnya sambil memeluk Rissa dan mencium pipi istrinya.

__ADS_1


Rissa tersenyum senang saat bersama Andi. Tapi ia merasa kasian juga melihat wajah Andi yang digigit nyamuk karena menuruti permintaannya untuk kemping.


Siang harinya, mereka semua pergi untuk melihat air terjun sekaligus untuk foto-foto disana. Selain sekedar kemping bersama, mereka juga tidak mau ketinggalan untuk menjelajahi tempat indah di sekitar sini. Saat akan sampai, mereka harus menuruni tangga yg cukup licin.


"Ris, sini pegang tangan aku biar kamu gak jatuh," ucap Aldo mengulurkan tangannya.


Rissa mengangguk dan menerima uluran tangan Aldo. Mereka mulai menuruni tangga dengan hati-hati, ditambah dengan Aldo yang menggenggam erat tangan Rissa. Andi juga tidak mau kalah dari Aldo dan sengaja menyenggol Aldo sampai hampir terjatuh.


"Kamu itu gimana sih? kalau tadi kamu jatuh, Rissa pasti bakalan jatuh juga," ucap Andi sok marah padahal dia lah pelaku sebenarnya.


"Aldo, kamu gapapa?" tanya Rissa.


"Aku gapapa kok, tuan putri," jawab Aldo sambil tersenyum.


Rissa tertawa karena Aldo masih aja sempat-sempatnya bercanda. Sementaral Andi melihat mereka tertawa, merasa rencananya gagal. Tapi tenang, karena ia belum menyerah dan masih punya cara lain.


Akhirnya mereka semua sampai di air terjun. Ada yang sedang foto-foto, ada juga yang langsung berenang. Andi sendiri tidak tertarik untuk melakukan apapun disini karena baginya, istrinya lah yang paling penting. Hanya saja, disini ada saingannya dan saat ini mungkin statusnya berubah menjadi musuh.


"Ris, kita foto bareng yuk!" ajak Aldo.


"Eh Rissa, kayaknya disini kurang bagus deh tempatnya. Kita kesana aja yuk!" ucap Andi dan menarik tangan Rissa.


Aldo hanya menghela nafasnya dan mengikuti Andi dibelakang. Ia juga tidak mau kalah dengan bosnya ini, apalagi kalau soal menyangkut wanita yang ia cintai.


"Tuan putri, kamu harus pakai jaket supaya gak kedinginan," ucap Aldo dan memberikan jaketnya.


"Kamu harus pakai syal juga Rissa," ucap Andi tak mau kalah.


"Sekarang kamu minum dulu ya," ucap Aldo.


"Kita duduk disana aja yuk Rissa," ucap Andi.


"Kita ke air terjun itu yuk!" ajak Aldo.


"Jangan Rissa, nanti kamu kedinginan loh," ucap Andi.


"Kalau gitu kita duduk dipinggir batu itu aja yuk!" ajak Aldo.


"Jangan, nanti kamu kepleset lagi. Udah sini aja sama saya," ucap Andi memegang tangan Rissa.


"Udah kamu ikut aku aja." ucap Aldo memegang tangan Rissa juga.


"Gak, pokoknya Rissa harus sama saya," ucap Andi menarik tangan Rissa.


"Sama aku aja." Ucap Aldo menarik tangan Rissa juga.


"Sama saya aja."


"Aku aja."


"Sama saya."


"Sama aku."


Ini gue kenapa ditarik-tarik gini sih kayak tarik tambang? Ini dua orang juga kenapa dari tadi ribut mulu karena rebutan mau sama gue? batin Rissa bingung.


To be continued...


Silahkan memberikan kritik dan saran. Jangan sungkan untuk komen di setiap selesai membaca.

__ADS_1


Like, fav dan voment ya!


__ADS_2