COLD CEO IS MY HUSBAND

COLD CEO IS MY HUSBAND
Baikan


__ADS_3

Semenjak kejadian beberapa menit lalu, Rissa takut untuk masuk ke kamar, padahal ia sudah di depan pintu kamarnya. Karena ia tau kalau Andi saat ini sedang marah dan mungkin benci padanya. Rissa pun memutuskan untuk tidur disofa ruang tamu saja.


Sementara Andi, walaupun marah pada istrinya, tapi ia belum bisa tidur karena Rissa tidak ada disampingnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul satu malam. Ia pun memutuskan untuk keluar dan turun ke bawah. Saat sampai dibawah, ia melihat istrinya sedang tertidur pulas. Ada rasa sedih juga yang dirasakan Andi saat melihat ini. Lalu ia menggendong istrinya ala bridal style ke kamar.


Sampai di kamar, Andi meletakkan istrinya dengan hati-hati karena takut tidurnya akan terganggu dan terbangun nantinya. Andi melihat istrinya sambil mengelus kepala Rissa lembut. Setelah itu, Andi berbaring di sebelah istrinya, barulah ia bisa tidur nyenyak.


Keesokannya, seperti biasa Rissa bangun lebih awal dan melihat Andi masih tertidur di sebelahnya. Tapi pagi ini, Rissa tidak menyiapkan apapun untuk Andi dan langsung pergi saja ke kantor.


Andi yang sudah bangun dan sudah rapi dengan pakaian kerjanya, langsung turun ke bawah dan melihat maid nya sedang menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi tuan," Sapa maid itu.


Andi hanya mengangguk, "Rissa mana?" tanyanya.


"Nyonya sudah pergi dari tadi tuan," jawab maid itu.


"Apa dia sudah sarapan?" tanya Andi lagi.


"Belum tuan, nyonya tadi langsung pergi saja, katanya takut terlambat dan sarapan di kantor saja nanti." jelas maid itu.


Andi hanya diam setelah maid itu menjelaskannya. Ia merasa bersalah, juga karena semalam sudah marah pada istrinya. Apa yang terjadi semalam semata-mata hanya karena ia khawatir tapi saking khawatirnya, ia jadi terbawa emosi.


Setelah selesai sarapan, Andi segera berangkat ke kantor. Pagi ini Andi sedikit terlambat datang ke kantornya.


Saat sampai di kantor, ia melihat istrinya sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.


"Eh Rissa, pak Andi tadi liatin lo terus tuh," ucap Cintya.


"Dia baru datang?" tanya Rissa.


"Iya, trus dia tadi langsung ngeliat ke arah lo. Setelah itu, pak Andi pergi ke ruangannya," jelas Cintya.


Rissa sendiri tidak terlalu memikirkannya, ia hanya fokus pada pekerjaannya saja. Setelah itu, ia harus menyerahkan laporannya kepada Andi.


"Gue ke ruangan pak Andi dulu ya,.soalnya gue mau nyerahin laporan ini," ucap Rissa.


"Oke, semangat ya, Rissa... Tapi ingat, kalian berdua jangan pacaran ya," ucap Fina.


"Enggak lah, buat apa juga gue pacaran sama dia di kantor," ucap Rissa.


"Yaa... Siapa tau aja kalian mau berduaan terus," ucap Cintya.


"Enggak kok. Udah deh, gue langsung ke ruangannya aja ya," ucap Rissa dan langsung pergi ke ruangan Andi.


Tok! Tok! Tok!


Andi mengambil laporan yang Rissa bawa, lalu memeriksanya dengan teliti. Sesekali juga ia melirik istrinya, namun Rissa hanya menunduk dan tidak mau menatap Andi.

__ADS_1


"Bagus, saya senang melihat laporan kamu hari ini. Tolong dipertahankan ya, kalau bisa lebih baik lagi," ucap Andi.


"Baik Pak, kalau gitu saya permisi mau lanjut kerja lagi," ucap Rissa tanpa ekpresi. Biasanya saat Andi memujinya, ia langsung tersenyum senang. Tapi kali ini Rissa hanya memasang muka datarnya dan keluar begitu saja dari ruangan Andi.


Andi sendiri juga heran dengan sikap Rissa yang tidak seperti biasanya.. Mungkin Rissa masih takut karena ia memarahinya semalam.


Saat makan siang pun, Rissa hanya mengaduk-aduk makanannya sambil melamun. Ia benar-benar tidak berselera sama sekali dengan makanan yang ada di hadapannya.


"Rissa, kok lo melamun sih? Dimakan dong makanannya, jangan diaduk-aduk terus," tegur Cintya.


"Iya nih, lo kenapa lagi sih Rissa? Apa lo semalam dimarahin sama pak Andi ya karena pulang malam?" tanya Fina.


"Gue gapapa kok," jawab Rissa tidak semangat.


"Kita tau, lo pasti ada masalah kan sekarang? Kalau lo ada masalah sama pak Andi, bicarakan baik-baik. Dan kalau lo ada salah sama pak Andi, lo harus minta maaf," ucap Cintya.


"Bener tuh kata Cintya, memang setiap rumah tangga pasti ada yang namanya masalah. Tapi kalian harus menyelesaikannya dengan baik, bukan diam-diam aja," tambah Fina.


Bener juga sih kata mereka. Gue emang salah dan gue harus minta maaf sama pak Andi, batin Rissa.


"Makasih ya, kalian udah nasehatin gue. Gue janji, nanti gue bakalan minta maaf sama pak Andi," ucap Rissa tersenyum.


"Nah, gitu dong. Sekarang lo makan ya, kasian loh makanannya di cuekin," ucap Cintya.


Rissa pun memakan makanannya dengan lahap dan sampai habis. Walaupun masih ada perasaan sedih yang ia rasakan dan juga ragu, apakah nanti Andi mau memaafkannya atau tidak.


Setelah sampai dirumah, ia langsung masuk ke kamarnya dan melihat Andi sedang sibuk dengan laptopnya diatas ranjang king size. Rissa memutuskan untuk mandi dulu sebelum berbicara dengan Andi. Setelah selesai mandi, ia berjalan mendekati suaminya itu.


"Pak," panggilnya tapi Andi tidak meliriknya sama sekali..


"Saya mau minta maaf," ucap Rissa tulus tapi Andi masih saja tidak mengubrisnya.


"Bapak boleh marah sama saya dan ambil semua fasilitas yang bapak kasih. Tapi saya mohon bapak jangan diamin saya, ngomong sama saya." ucap Rissa sambil memegang tangan Andi dan air matanya pun mengalir.


Andi yang melihat istrinya menangis, langsung memeluk dan mengelus rambut Rissa. Ini pertama kalinya Rissa menangis gara-gara dirinya sendiri. Baginya, air mata istrinya adalah sebuah luka yang mengayat hatinya.


"Hiks... Hiks... Maafin saya pak. Saya salah dan udah buat bapak khawatir," ucap Rissa lirih.


"Ssttt... Udah jangan nangis lagi," bujuk Andi.


"Maafin saya pak, Maaf, hiks... hiks..." Rissa terus mengucapkan maaf ke Andi berharap kalau Andi mau memaafkannya..


"Iya... Saya maafin kamu kok," ucap Andi dan melepas pelukannya sejenak.


"Maafin saya juga ya, karena saya udah marah sama kamu," ucap Andi sambil menghapus air mata yang membasahi pipi mulus istrinya.


"Jadi bapak maafin saya?" tanya Rissa.

__ADS_1


Andi mengangguk "Iya, saya udah maafin kamu."


"Bapak udah gak marah lagi kan sama saya?" tanyanya lagi.


Andi tersenyum "Enggak, saya gak marah lagi kok sama kamu," ucapnya dan mencium kening Rissa, lalu memeluknya lagi.


Rissa masih menangis dalam pelukan Andi, dan Andi merasa bersalah karena dia lah penyebab Rissa menangis. Ia terus mengusap lembut rambut Rissa dan menciumnya sayang.


"Udah... Jangan nangis lagi dong. Entar cantiknya hilang loh," ucap Andi.


"Lebih baik saya kehilangan kecantikan saya, daripada harus kehilangan bapak," ucap Rissa.


"Saya gak akan kemana-mana. Saya akan selalu ada untuk kamu, dan dekat dihatimu," ucap Andi.


Rissa melepas pelukannya dan menatap Andi yang sedang tersenyum kepadanya sambil mengelus pipinya.


"Sekarang kamu bilang sama saya, kenapa kamu bisa pulang sampai larut malam kemarin, hm?" tanya Andi lembut.


"Kemarin, saya diajak sama temen-temen saya pergi ke mall. Niat mereka cuma mau menghibur saya supaya gak sedih lagi. Tapi karena saya terlalu senang, saya sampai lupa untuk ngabarin bapak dan saya bener-bener gak bermaksud buat bapak khawatir," jelas Rissa.


"Saya gak melarang kamu untuk pergi jalan-jalan sama temen-temen kamu. Tapi lain kali kasih tau sama saya, supaya saya gak khawatir dan ketakutan. Kamu ngerti kan," nasehat Andi.


Rissa mengangguk dan kembali memeluk Andi. Rasanya sangat nyaman saat berada di pelukan suaminya ini.


"Sstt... Udah, jangan sedih lagi ya. Masa istri saya yang cantik ini jadi cengeng," canda Andi.


"Sini liat saya." Ucap Andi dan Rissa langsung menatapnya.


"Saya itu sayang sekali sama kamu. Dan satu hal lagi yang mau saya bilang... I love you," ucap Andi dan membuat Rissa terkejut karena secara tiba-tiba Andi mengungkapkan rasa cintanya.


"I love you my wife." Andi mencium kedua kelopak mata istrinya lembut, lalu mencium seluruh wajahnya mulai dari kening, pipi, hidung, dagu dan yang terakhir bibir Rissa.


*CUP


Satu kecupan mendarat dibibir Rissa dan membuatnya langsung terdiam karena itu adalah first kiss nya, begitu pula dengan Andi.


"First kiss?" tanya Andi dan Rissa hanya mengangguk.


Andi tersenyum "Me too," lalu Andi membawa Rissa ke pelukannya dan berbaring di ranjang.


Akhirnya Andi dan Rissa berbaikan.


To be continued...


Silahkan memberikan kritik dan saran. Jangan sungkan untuk komen di setiap selesai membaca.


Like, fav dan voment ya!

__ADS_1


__ADS_2