COLD CEO IS MY HUSBAND

COLD CEO IS MY HUSBAND
Boss killer


__ADS_3

Setelah Rissa selesai memperbaiki laporan yang lebih tepatnya diperbaiki oleh Aldo, ia segera membawa laporan tersebut kepada bos tercinta... Tapi bo'ong.


Sebelum mengetuk pintu, Rissa menarik napasnya dalam-dalam dan berdoa supaya ia diberi kesabaran untuk menghadapi Andi apalagi mendengar ceramahnya nanti. Setelah siap lahir dan batin, barulah ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu tersebut.


Tok! Tok! Tok!


"Permisi pak, ini laporannya sudah saya perbaiki," Ucapnya sopan walau terpaksa.


Hmmm... taruh aja di meja," balas Andi dengan muka datarnya.


Rissa meletakkan laporannya di meja sesuai dengan perintah dari Andi. Sesekali juga ia melirik muka Andi yang datar persis kayak tembok, makanya ia selalu menjuluki bosnya dengan sebutan muka tembok.


"Ada lagi gak pak yang bisa saya kerjakan sekarang? tanya Rissa.


"Gak," jawab Andi singkat, padat dan jelas.


"Yaudah kalau gitu, saya ya permisi pak," pamit Rissa.


"Yaudah sana kamu keluar," ucap Andi tanpa melirik Ayana sama sekali dan lebih fokus ke laptopnya.


Buset dah nih bos kampret, bukannya bilang makasih malah cuma dibalas hmmm. Dasar sok cool, Batinnya.


"Iya Pak permisi," ucapnya dengan senyum paksa.


Rissa keluar dengan kaki dihentak-hentakkan karena saking kesalnya dengan si muka tembok. Memang beginilah resiko yang harus diterima dan ditanggung kalau bekerja di perusahaan milik keluarga Andi. Apalagi kalau sudah berurusan dengan Andi, harus banyak-banyak bersabar dan beristighfar.


"Wihh. Kenapa lo jalannya gitu? Kayaknya lo lagi bahagia, ejek Cintya. Sepertinya sahabatnya yang satu ini sangat senang melihat Rissa menderita.


"Bahagia pala lo, gue lagi kesel kampret," ucapnya ketus.


"Ketus amat sih, biasa aja dong." ucap Cintya.


"Gimana gue bisa biasa aja. Masa nih ya, gue udah ngomong baik-baik dan menyelesaikan laporan tepat waktu, dia cuma bilang hmm doang. Kan kampret," jelas Rissa dengan ekpresi wajah ditekuk.


"Yaelah, kayak gak tau aja lo si bos itu gimana orangnya," balas Fina.


"Yaa tapikan gue udah capek ngerjainnya," keluh Rissa.


"Helloo... Apa lo bilang? Lo yang ngerjain? Eh lo kira kita gak tau kalo yang ngerjain tadi Aldo, hah," ketus Cintya.

__ADS_1


"Hehehe lya lya maaf," ucap Rissa sambil cengir.


Mereka kembali melakukan tugas masing masing. Di kantor, mereka lebih sering ngerumpi daripada kerja. Tapi kalau didepan bosnya, mereka pura pura sibuk dan rajin bekerja.


Waktu semakin berjalan dan jarum pendek menunjukkan pukul tujuh malam yang berarti jam kantor selesai. Hari ini semua karyawan sedang lembur makanya pulangnya agak kemalaman. Semua karyawan pun beres-beres untuk bersiap pulang ke rumah masing-masing.


"Iya nih. Gue juga udah Capek banget seharian kerja," sahut Fina.


"Yaudah deh, kalau gitu see you tomorrow guys," ucap Rissa kepada kedua sahabatnya.


"See you beb," balas mereka.


Rissa berjalan keluar kantor dan menuju ke parkiran mobil. Saat di parkiran, Rissa tidak sengaja bertemu dengan bosnya. Mau tidak mau ia harus menyapanya. Ya, itung-itung caper lah sama bosnya.


"Malam pak," sapanya dengan senyum manis tapi Andi hanya melirik dengan muka datarnya yang persis kayak tembok.


Tanpa membalas sapaan dari Rissa. Andi langsung masuk saja ke dalam mobilnya dan meninggalkan Rissa diparkiran.


"Ni orang lagi diet ngomong kali ya? Dasar muka tembok kampret, nyesel gue nyapa dia tadi," gumamnya dengan perasaan kesal.


Daripada memikirkan sikap bosnya yang sok cool tadi, lebih baik ia pulang dan bersiap untuk nonton drakor sepuasnya. Rissa memang pecinta Korea dari dulu. Mulai dari oppa oppa yang ganteng-ganteng, lagu-lagu Korea, sampai drama Korea yang romantis.


Setelah beberapa menit di perjalanan, akhirnya ia sampai dirumahnya yang bercat putih dengan halaman yang lumayan luas.


"Woy, berisik lo kampret," ucap Tio, abang kesayangannya yang terkadang menyebalkan. Rissa adalah anak kedua dari dua bersaudara.


"Gue kira tadi gak ada orang ternyata ada makhluk misterius yang duduk disofa," ucap Rissa dengan nada mengejek.


"Kampret nih anak, gue balikin lagi lo nanti ke dalam perutnya mama," ucap Tio kesal karena adik satu-satunya ini selalu mengejeknya.


"Coba aja kalo bisa. Wlee, ejek Rissa dan menjulurkan lidahnya.


"Kampret lo emang, sini lo Rissa. Dasar adek durhaka lo." Tio berusaha mengejar Rissa seperti kucing dan tikus yang sedang bertengkar dan saling mengejar persis kartun Tom and Jerry.


"Duh. Ini pada kenapa sih, berisik banget. Kalian ini kerjanya tiap hari berantem mulu." ucap Mama Siska yang tiba-tiba datang karena kedua anaknya ini sedang bertengkar.


Yaa memang begitulah kehidupan Rissa dan Tio yang setiap harinya selalu bertengkar dan saling mengejek satu sama lain. Tapi kalau udah pisah, pasti Rissa akan menangis karena merindukan sosok abangnya yang menyebalkan itu tapi sangat berarti baginya.


Rissa dan Tio yang melihat mamanya tiba-tiba datang, langsung berhenti kejar-kejaran dan tersenyum manis ke arah mamanya seakan tidak ada kejadian apapun.

__ADS_1


"Siapa yang berantem sih ma, kita cuma lagi belajar akting kok," alasan Tio demi menghindari amukan dari mamanya.


"Akting, akting. Emangnya kamu itu pemain film apa?" tanya Mamanya ketus.


"Hehehe... Calon ma, masa muka Tio yang ganteng dan tampan sedunia ini gak bisa jadi pemain film," pedenya tingkat dewa.


"Udah deh, kamu itu halu aja," ucap Mamanya yang pusing melihat kelakuan putra satu-satunya


"Oh iya, Papa mana ma?" tanya Rissa.


"Belum pulang, Palingan sebentar lagi juga nongol," jawab Mamanya.


Tak lama kemudian, terdengar suara mobil datang sambil meng klakson menandakan papanya sudah pulang.


"Assalamu'alaikum," ucap papanya saat masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam. Wah.. papa panjang umur nih, baru aja kita ngomongin papa," ucap Mamanya


"Oh ya, jadi kalian gosipin papa gitu?" tanya papanya dengan nada bercanda,


"Bukan gosipin pa, tadi Rissa cuma nanya aja sama mama, papa udah pulang apa belum," jelas Rissa.


"Oh. Kirain apa. Yaudah yuk kita makan malam, papa udah laper banget nih. Udah rindu sama masakan mama tercinta." goda papanya.


"Papa ini gombal aja, yaudah yuk kita makan malam," ajak Mamanya.


Mereka semua mengangguk dan berjalan ke arah meja makan untuk makan malam bersama. Sebenarnya jarang-jarang mereka semua bisa makan malam bersama seperti sekarang ini, karena memiliki kesibukan pekerjaan masing-masing.


Keluarga Rissa adalah keluarga yang harmonis dan bahagia. Keluarga mereka juga merupakan keluarga yang sederhana dan tidak mau terlihat mewah. Dalam keluarga mereka, bagi mereka yang paling penting adalah saling menyayangi.


"Oh iya Rissa, ada sesuatu yang ingin papa bilang sama kamu," ucap Papanya.


Rissa mengernyitkan dahinya, "Bilang apa, pa?" tanyanya.


"Besok kamu akan tau," balas papanya sambil tersenyum.


Kok perasaan gue tiba-tiba gak enak? Kayaknya ada sesuatu yang papa sembunyikan dari gue, batinnya.


To be continued...

__ADS_1


Silahkan memberikan kritik dan saran. Jangan sungkan untuk komen di setiap selesai membaca.


Like dan voment ya!


__ADS_2