
Setelah selesai makan malam, Semuanya kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Sementara, Rissa masih kepikiran tentang sikap papanya yang mencurigakan tadi dan hal ini membuatnya tidak bisa tidur. Ia pun memutuskan untuk nonton drakor kesayangannya sampai puas.
Keesokan harinya, Rissa dan keluarganya berkumpul di ruang tamu untuk membahas yang kemarin malam.
"Rissa, kamu punya pacar nggak?" tanya papanya.
Rissa menggeleng "Gak ada pa, memangnya kenapa?"
Papanya tersenyum "Baguslah. Kalau gitu nanti malam kamu ikut ya, untuk makan malam sama keluarga teman papa dan jangan lupa dandan yang cantik," ucap papanya.
"Iya. Kamu tenang aja, Mama udah siapin pakaian yang cantik kok untuk kamu," ucap Mamanya.
Pernyataan papa dan mamanya benar-benar membuat Rissa bingung, sebenernya apa yang sedang direncanakan oleh mereka?
Malam pun tiba, Rissa sedang bersiap siap dan berdandan yang cantik dengan gaun berwarna pink. Setelah selesai, Rissa segera bergegas untuk turun ke bawah. Mereka pergi dengan mobil berwarna hitam menuju sebuah Restoran mewah Bintang lima.
"Hai, akhirnya kalian datang juga," ucap seorang pria paruh baya.
"Maaf ya kalian nunggu lama, Biasa deh... Namanya juga perempuan pasti dandannya lama. Oh iya, Rissa kenalin ini sahabat papa namanya om Aryan," ucap Papa Rissa.
Rissa menyalami pria paruh baya tersebut, hingga akhirnya ia tertuju pada wanita yang seumuran dengan mamanya.
"Oh.. Jadi ini yang namanya Rissa. Cantik sekali, kayaknya kita emang gak salah pilih deh. Kenalkan nama tante Mariska," ucapnya tersenyum.
"Ayo silahkan duduk semua," ucap om Aryan
"Oh iya, anak kamu mana? Kok dari tadi gak keliatan?" tanya Papa Rissa.
"Dia tadi permisi sebentar karena ada telepon dari kliennya." Jawab Om Aryan.
"Wahh... Kayaknya anak kamu orangnya sibuk ya," ucap Papa Rissa dengan nada bercanda.
"Iya dong kayak papanya... Hahaha." balas Om Aryan.
Mereka semua tertawa bahagia karena candaan dari papa Rissa dan om Aryan. Tetapi, Rissa sama sekali tidak tertawa karena ia semakin merasa bingung dengan semua ini. Lama-lama Rissa merasa bosan juga dan rasanya ia ingin pulang sekarang juga.
Huh, kalo tau gini... Mending gue gak usah ikut tadi. Lebih baik gue nonton drakor dan streaming oppa oppa, batinnya.
"Maaf semuanya saya terlambat," ucap seseorang dengan suara berat di belakang Rissa.
Kayaknya gue gak asing deh sama suara ini, batinnya.
__ADS_1
Karena merasa penasaran dengan suara orang tersebut, Rissa langsung membalikkan badannya. Saat ia berbalik, betapa terkejutnya ia melihat siapa yang ada di belakangnya tadi. la benar-benar tidak percaya dengan yang dilihat sekarang. Apa ini semua hanya mimpi atau yang di depannya ini adalah makhluk jelmaan?
"Pak Andi," ucapnya sambil melotot.
Sedangkan Andi hanya memasang muka datarnya saat menatap Rissa. Andi sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun. Sepertinya memang gak salah, Rissa menyebut Andi dengan muka tembok.
"Papa, Kok pak Andi bisa ada disini?" tanya Rissa sedikit kesal.
"Jadi kamu kenal sama Andi"? tanya papanya yang merasa sedikit terkejut juga.
"Iya Pa, dia itu bosnya Rissa di kantor." jawab Rissa.
"Waah... Bagus dong, kalau gitu papa gak perlu repot-repot lagi mengenalkan kamu sama calon suami kamu," ucap papanya santai sementara Rissa terkejut bukan main.
"Apa? Calon suami? Maksud papa gimana sih?" tanya Rissa bingung.
"Jadi gini, Papa sama om Aryan sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan Andi," jelas, Papanya.
Sontak Rissa sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa papanya akan menjerumuskan anaknya ini ke dalam neraka bersama Andi.
"Rissa boleh bicara sebentar sama pak Andi?" tanya Rissa untuk meminta izin dari papanya.
"Yaudah gapapa, tapi jangan lama-lama ya," Jawab Papanya memberi izin ke Rissa.
Apa yang harus Rissa lakukan sekarang? Kenapa takdirnya sangat buruk apalagi harus di jodohkan dengan makhluk paling menyebalkan di dunia?
"Kenapa tadi bapak sama sekali gak terkejut dengan pernyataan papa saya?" tanya Rissa.
Andi mengernyitkan dahinya, "Maksud kamu?"
"Maksud saya, kenapa bapak mukanya biasa aja dan gak ada ekspresinya sedikit pun saat mendengar kalau kita dijodohin? Tunggu apa jangan-jangan, bapak udah tau kalo kita bakalan dijodohin?" tanya Rissa dengan ekspresi curiga.
"Ya gitu deh." Jawab Andi santai
Ni orang enteng banget jawabannya. Gue buang juga ni orang kampret ke laut sekarang, batinnya.
"Trus, bapak menerima perjodohan ini?" tanya Rissa lagi.
"Hmm." Andi hanya berdehem.
Lama-lama gue cakar juga muka ni orang kampret sekarang. Dari tadi ngomongnya irit banget, Batinnya kesal.
__ADS_1
"Kenapa bapak menerima perjodohan ini?" Rissa benar-benar tidak terima kalau ia dijodohkan dengan bos killer nya.
"Sebenarnya saya juga gak mau dijodohin, apalagi dijodohin sama cewek bar bar kayak kamu," jawab Andi dan membuat Rissa langsung melototkan matanya.
Wahhh. Songong banget ni orang, enak aja bilangin gue cewek bar bar. Gue cantik kayak orang Korea gini. Daripada dia mukanya datar kayak tembok, batinnya.
"Maksud bapak apa bilangin saya cewek bar bar," protes Rissa.
"Ya iyalah, di kantor kerjaan kamu ngerumpi mulu sama temen-temen kamu, tapi kalo didepan saya kalian pura-pura sibuk bekerja. Kamu pikir saya gak tau apa," jelas Andi.
Kok dia bisa tau sih? Jangan- jangan dia sering mata-matain gue lagi, batinnya.
"Saya menerima perjodohan ini karena saya sayang sama orang tua saya dan sebagai tanda bakti saya kepada mereka. Jadi kamu jangan kegeeran kalo saya itu cinta sama kamu," ucap Andi.
"Ihh, siapa juga yang kegeeran, saya juga gak berharap bapak cinta sama saya," ucap Rissa tak mau kalah.
"Bagus deh," balas Andi dengan santai.
Ni orang nyebelin banget sih, lama-lama gue santet juga lo," batin Rissa kesal.
"Tapi saya gak mau dijodohin pak. Saya itu udah punya pacar," ucap Rissa sedikit merengek.
"Itukan urusan kamu bukan urusan saya, lagi pula kalau kamu mau membatalkan perjodohan ini ya silahkan. Paling kamu nanti dicoret dari kartu keluarga." Andi menjawab pertanyaan Rissa dengan santai tanpa pikir pusing.
"Ihh, nyebelin banget sih, udah ah saya capek ngomong sama bapak." Rissa sangat jengkel dengan Andi.
"Saya nggak tuh," Balas Andi.
Karena saking kesalnya Rissa kepada Andi si muka tembok, ia pun langsung pergi meninggalkan Andi. Bukannya menemukan solusi agar ia tidak dijodohkan, malah semakin rumit jadinya. Sekarang, keputusan satu-satunya adalah pada Rissa sendiri.
"Akhirnya kalian datang juga, lama banget sih ngobrolnya. Jadi gimana Rissa, kamu mau kan menerima perjodohan ini?" tanya papanya.
Awalnya Rissa mau menolak, tapi ia tidak tega melihat wajah melas papanya yang berharap agar ia menerima perjodohan ini dan mengingat kata-kata Andi tadi. Rissa sempat terdiam beberapa menit sambil memikirkan keputusannya matang-matang karena semua ini menyangkut masa depannya juga.
"Iya Pa, Rissa mau menerima perjodohan ini." jawab Rissa terpaksa.
Semua keluarga pun langsung tersenyum bahagia kecuali Rissa dan Andi. Andi sendiri hanya tersenyum remeh mendengar Jawaban dari Rissa tadi. Sudah Andi duga kalau perkataannya tadi akan membuat Rissa takut.
Kalau bukan karena Papa, gue gak bakalan mau nerima perjodohan ini. Ya Allah berilah hambamu kekuatan untuk menghadapi nasib hamba bersama iblis didepan hamba, batinnya pasrah.
To be continued...
__ADS_1
Silahkan memberikan kritik dan saran. Jangan sungkan untuk komen di setiap selesai membaca.
Like dan voment ya!