
Andi selalu menjaga dan memperhatikan Rissa dengan baik. Apapun yang Rissa minta, Andi pasti akan menurutinya. Tapi satu hal yang ia tidak suka yaitu Andi melarangnya untuk bekerja. Rissa langsung cemberut dan ngambek ke Andi. Dan Andi sendiri pun harus ekstra sabar menghadapi sikap istrinya yang manja ini.
"Rissa, besok kamu gak usah kerja dulu ya." ucap Andi.
"Gak mau, pokoknya besok aku mau kerja," ucap Rissa kekeuh.
"Tapi kaki kamu masih sakit Rissa." Andi tidak mau kalau nanti ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Aku udah baikan kok. Nih liat ya." Rissa berdiri dan melompat-lompat didepan Andi untuk meyakinkan kalau ia tidak sakit.
"Gimana? Aku udah gak sakit lagi kan?" tanyanya.
Andi menghela nafasnya. Ia tidak punya pilihan lain, selain mengizinkan istrinya ini untuk bekerja di kantor besok. Kalau tidak, Rissa pasti akan marah padanya.
"Yaudah, besok kamu boleh kerja," ucap Andi dan langsung membuat Rissa berbinar.
Rissa juga langsung berlari ke arah Andi dan memeluknya."Yeayy... Makasih mas Andi yang baik."
"Iya... Tapi lepasin dulu pelukan kamu. Aku gak bisa napas nih," ucap Andi yang merasa tercekik karena Andi terlalu erat memeluknya.
"Hehehe... Maaf mas," ucap Rissa sambil cengir.
Andi menggelengkan kepalanya, "kamu ini ya... Udah mulai berani sama suaminya." Andi gemas dan mencubit hidung mancung milik istrinya.
"Aww... Sakit mas," ucap Rissa dan akhirnya Andi melepasnya lalu mencium kening Rissa.
"Mas, temenin aku kebawah yuk." ajak Rissa.
"Ngapain?" tanya Andi.
"Mau ngambil es krim di dapur," ucap Rissa.
"Yaudah yuk," saat Andi hendak berdiri, Rissa memanggilnya.
"Mas, aku maunya di gendong belakang lagi kayak tadi," ucap Rissa dan berdiri di kursi, karena Andi itu tinggi, jadi ia harus naik ke kursi.
Andi pun menghampiri istrinya agar naik ke punggungnya. Tentu Rissa sangat merasa senang karena di gendong oleh suaminya yang berhati mulia.
Sampai di dapur, Rissa tidak mau turun dari gendongan suaminya. Entah karena efek kenyamanan atau mungkin memang lagi mager mau turun.
"Katanya mau ngambil es krim, tapi kok kamu gak turun?" tanya Andi.
"Gak mau, maunya mas aja yang ngambil es krim nya," jawab Rissa dengan nada manja.
Terpaksa Andi harus menuruti keinginan istrinya yang manja ini. Setelah mengambil es krim nya, Rissa meminta Andi membawanya ke ruang tamu, untuk memakan es krim sambil menonton TV. Rissa memakan es krim dengan lahap sambil bersandar di dada suaminya.
"Mas mau es krim juga nggak?" tanya Rissa dan diangguki Andi.
Awalnya Rissa mau menyuapi Andi, tapi ia malah menjahilinya. Bukannya memasukkan es krim ke mulut Andi, malah memasukkan es krim ke mulutnya sendiri. Karena merasa kesal telah dipermainkan, Andi langsung mengambil semua es krim dari tangan Rissa.
"Ihh... Kok mas ambil semua sih es krim aku?" kesal Rissa.
"Salah kamu sendiri, siapa suruh tadi berani ngerjain aku," ucap Andi dan memakan es krim didepan Rissa.
"Balikin nggak es krim aku?" protes Rissa.
"Gak mau," ucap Andi jahil.
Rissa hendak mengambil es krim nya dari tangan Andi, tapi Andi menghindar dengan cepat sambil mengejek Rissa seperti anak kecil.
__ADS_1
"Ambil dong kalau bisa," goda Andi.
"Mas Andi nyebelin." Rissa kembali duduk disofa sambil melipat kedua tangannya. Sedangkan Andi hanya terkekeh dengan sikap istrinya yang seperti anak kecil.
"Mulai deh ngambeknya." Andi mendekati Rissa yang sedang mengerucutkan bibirnya.
"Kamu marah sama aku?" Tanya Andi.
"Gak tau," jawab Rissa ketus.
Andi tersenyum "Yaudah... Ini es krim aku balikin lagi. Jangan ngambek dong, tadikan aku cuma becanda," bujuk Andi
"Rissa?" panggil Andi lembut tapi Rissa tidak menyautnya.
"My wife?" panggil Andinlagi tapi Rissa masih tidak menyautnya.
"Sayang?" ucap Andi dan membuat Rissa terkejut. Ia langsung menatap Andi yang sedang tersenyum manis karena memanggilnya sayang.
"Kok pipi kamu jadi merah? Kamu pake apa tadi?" goda Andi, padahal ia tau kalau pipi istrinya merah karena merasa malu.
"Mas Andi nyebelin," ucap Rissa dan membelakangi Andi.
"Aku juga cinta sama kamu sayang," ucap Andi dibelakang Rissa.
Rissa langsung berbalik dan memukul lengan Andi, lalu Andi menarik Rissa dalam pelukannya.
"Jangan ngambek lagi ya sayang," ucap Andi dan mencium pipi istrinya.
"Besok kamu pergi ke kantor sama aku," ucap Andi dan Rissa langsung menatapnya.
"Tapi---
"Yaudah... Besok aku pergi ke kantor sama mas Andi," ucap Rissa pasrah.
"Good. Sekarang kamu habiskan ya es krim nya. Setelah itu kita tidur," perintah Andi.
Rissa menghabiskan es krim nya dengan tenang tanpa ada gangguan lagi dari Andi. Setelah es krim nya benar-benar habis, Andi menggendong Rissa ala bridal style ke kamarnya dan membaringkan di ranjang king size.
"Mimpi yang indah ya. Good night my wife." Andi dan mencium kening Rissa lembut
Rissa benar-benar merasa beruntung mempunyai suami yang baik dan sangat menyayanginya. Rasa cintanya ke Andi pun selalu bertambah. Akhirnya mereka berdua tertidur bersama dan bersiap untuk bekerja besok.
Pagi harinya setelah mereka bersiap-siap untuk turun kebawah dan sarapan, sebelum itu Andi meminta Rissa untuk memakaikan dasi dan jasnya.
"Rissa, pakein aku dasi dong," pinta Andi.
"Tumben banget hari ini mau dipakein dasi sama aku?" ucap Rissa sambil berjalan kearah Andi dan memakaikan dasinya.
"Gapapa dong... Biar romantis aja," alasan Andi.
"Udah selesai, sekarang tinggal pakai Jasnya." Rissa mengambil jas dilemari dan langsung memakaikannya ke Andi.
"Makasih ya sayang," ucap Andi dan mencium pipi Rissa sekilas.
"Iya mas Andi," balas Rissa dengan nada becanda.
"Aku gak dicium juga nih?" goda Andi.
"Enggak. Gak ada cium-cium," ucap Rissa dan langsung menarik Andi untuk turun ke bawah.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, sesuai perintah Andi kalau hari ini Rissa akan pergi ke kantor satu mobil dengannya. Kalau tidak, Rissa gak boleh pergi ke kantor sama sekali. Pagi ini mereka berangkat lebih awal, supaya tidak ada karyawan yang melihat mereka datang bersama.
"Semangat kerjanya ya sayang. Ingat, jangan terlalu capek. Kaki kamu kan masih sakit," nasehat Andi lalu mencium kening istrinya.
"Iya mas Andi," ucap Rissa dan keluar dari mobil.
Rissa memang sengaja keluar duluan dari mobil, supaya tidak ada karyawan yang curiga terhadapnya. Saat Rissa kearah meja kerjanya, ia berjalan dengan sedikit pincang dan itu dilihat oleh kedua sahabatnya yang kepo dan tukang gosip ini.
"Wihh... Kenapa lo jalannya gitu? Habis belah duren ya?" ejek Cintya.
"Belah duren pala lo. Kaki gue itu sakit gara-gara joging semalam," jelas Rissa.
"Hehehe... Maaf deh, gue kan gak tau," ucap Cintya sambil cengir.
"Trus, kenapa lo gak istirahat aja sih di rumah?" tanya Fina.
"Males ah, entar gue gak bisa dong ketemu sama kalian. Lagian kalau gue di rumah, rasanya itu bosan banget," jelas Rissa.
"Iya deh... Terserah lo aja," ucap Fina.
Setelah itu, mereka semua fokus untuk mengerjakan pekerjaan masing-masing. Sampai tiba-tiba, handphone Rissa bergetar tanda pesan masuk.
My Husband
Keruangan ku sekarang Aku tunggu
Itulah isi pesan singkat yang dikirim Andi. Rissa juga mengganti nama kontaknya yang awalnya Muka Tembok, jadi My Husband. Rissa langsung pergi keruangan Andi sesuai perintahnya tadi, yaitu sekarang.
Tok! Tok! Tok!
"Permisi pak," ucap Rissa dan berjalan dengan hati-hati, karena kakinya masih sakit.
"Masih sakit kakinya?" tanya Andi dan menghampiri Rissa
Rissa mengangguk, dan Andi langsung menggendong Rissa ke sofa. Lalu ia berjalan ke mejanya mengambil minyak khusus untuk mengurangi rasa sakit yang ia pesan tadi.
"Aku pijatin kaki kamu ya, supaya gak sakit lagi," ucap Andi sambil menuangkan minyak itu ditangannya.
"Eh, jangan mas. Aku gak mau mas sentuh kakiku," ucap Rissa sungkan.
"Kenapa?" tanya Andi.
"Aku jadi gak enak dan merasa gak sopan, kalau mas pijatin kakiku," ucap Rissa merasa tidak enak.
Andi tersenyum "Gapapa kok. Aku ini kan suami kamu, jadi kamu gak usah sungkan kalau sama aku. Lagipula, aku ikhlas kok," ucap Andi dan mulai memijat kaki Rissa.
Rissa benar-benar merasa senang sekaligus terharu, karena Andi sangat baik padanya. Biasanya kalau ia sakit, abangnya lah yang selalu merawatnya dengan baik.
"Rissa, kenapa kamu nangis?" tanya Andi.
"Gapapa, aku cuma teringat sama bang Tio aja. Biasanya kalau aku sakit, dia yang selalu pijatin kakiku. Makanya aku jadi teringat sama dia sekarang," ucap Rissa sedih.
"Aku itu paling suka gangguin dia kalau lagi nyuci mobil. Apalagi waktu dia lagi nyiram mobilnya, aku bakal matiin airnya dan hidupin lagi. Jadinya muka dia basah, setelah itu dia pasti teriak dan ngejar aku," lanjutnya.
Andi mendekati Rissa "Mulai sekarang, kamu bisa anggap aku sebagai teman kamu, sahabat kamu, ataupun abang kamu sendiri. Karena aku gak mau liat kamu sedih kayak gini lagi. Paham kan?" ucap Andi sambil mengelus kepala Rissa, dan memeluknya sayang.
To be continued...
Silahkan memberikan kritik dan saran. Jangan sungkan untuk komen di setiap selesai membaca.
__ADS_1
Like, fav dan voment ya!