
"Aduhh... Capek banget gue. Rasanya pinggang gue mau patah. Malah kerjaan gue belum selesai lagi. Baru nikah berapa hari sama muka tembok,gue udah tersiksa. Gimana kedepannya.Bisa mati muda gue" keluhnya.
"Udah deh, gue capek mau istirahat. Nanti aja gue lanjutin bersih-bersihnya." Rissa meninggalkan pekerjaannya sementara.
Sampai di meja kerjanya, Rissa langsung lemas dan menjatuhkan dirinya ke kursi. Teman-temannya yang melihat Rissa, langsung heran.
"Lo kemana aja sih Rissa? Nih juga lo kenapa kayaknya lemes banget?" tanya Cintya kepo.
"Huftt.. Bentar gue nafas dulu." Rissa menarik nafasnya panjang.
"Gue lagi dihukum sama muka tembok gara-gara gue telat tadi," jelasnya.
"Trus, lo disuruh ngapain sampe capek dan ngos-ngosan gini?" tanya Fina.
"Gue disuruh bersihin seluruh ruangan di kantor ini," jawabnya.
"Itu juga kerjaan gue belum selesai. Gue tunda dulu, rasanya pinggang gue mau patah. Dan gue harus menyelesaikan pekerjaan gue bersihin semua ruangan kantor dalam sehari," jelas Rissa.
"Whatt?? Gila ya si bos. Tega banget hukum lo bersihin seluruh ruangan kantor dalam sehari," ucap Cintya.
"Gue capek banget," rengek Rissa.
"Yaudah kalau gitu kita beliin lo makanan ya, gak tega gue liat lo kecapean," ucap Fina dan Rissa hanya mengangguk.
Setelah teman-temannya pergi untuk membelikan makanan, Rissa memejamkan matanya sejenak. Tiba-tiba ia terusik karena ada seseorang yang menepuk pelan pipinya. Saat ia membuka mata, ternyata itu adalah Aldo.
"Kamu kenapa Ris?" tanya Aldo khawatir. Aldo lebih suka memanggilnya Ris, karena baginya itu adalah panggilan khusus untuk Rissa.
"Aku gak papa kok," Jawab Rissa.
"Kamu jangan bohong Ris," ucap Aldo.
"Iya deh.. Tadi aku telat masuk kantor, trus aku dihukum sama pak Andi untuk bersihin semua ruangan kantor," jelas Rissa.
"Kasian banget sih kamu," ucap Aldo sambil mencubit pipi Rissa gemas.
"Aww. Sakit Aldo." Rissa meringis akibat pipinya di cubit
"Iya iya maaf. Sekarang kamu makan siang dulu ya, kamu pasti belum makan kan," ucap Aldo sambil menyuapi Rissa.
Rissa dengan senang hati menerima suapan dari Aldo. Bahkan ia sangat merasa bahagia dan rasanya semua rasa lelahnya hilang
"Wah.. Baru ditinggal sebentar beli makanan, tau-tau udah berduaan aja nih," ucap Cintya tiba-tiba datang.
"Udah deh... Kita gak usah gangguin mereka, entar kita jadi nyamuk lagi," ucap Fina.
"Kita cuma makan siang bareng kok. Iyakan Ris?" tanya Aldo ke Rissa dan ia hanya mengangguk.
__ADS_1
"Kalau kalian mau makan bareng juga boleh, kan pasti lebih seru dan rame," ucap Rissa.
"Iya, ayo sini gabung sama kita," ajak Aldo.
"Yaudah deh.. demi permintaan kedua sahabat gue ini, kita mau gabung makan siang bareng," ucap Fina.
Mereka berempat akhirnya makan siang bareng sambil bercanda tawa bersama hingga waktu menunjukkan pukul dua siang.
"Gue cabut duluan ya, mau lanjutin kerjaan gue," ucap Rissa.
"Mau aku bantuin gak?" tawar Aldo.
"Gak usah, aku bisa sendiri kok. Lagian kerjaan aku tinggal dikit lagi." ucap Rissa.
"Bener nih?" tanya Aldo lagi.
"Iya, Aldo," jawab Rissa yakin.
Aldo tersenyum sambil mengacak rambut Rissa, "Yaudah... Semangat ya, Ris."
Rissa segera pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya. Lebih tepatnya, hukumannya.
Hampir seharian Rissa bekerja membersihkan seluruh ruangan kantor ini. Hingga hari mulai gelap, Rissa masih melanjutkan pekerjaannya. Jika tidak, Andi akan menambah hukumannya nanti.
Kejam banget ya si muka tembok.
Akhirnya pekerjaannya selesai tepat pukul delapan malam. Karena merasa sangat lelah, Rissa memutuskan pulang. Padahal waktu belum menujukkan jam pulang kantor. Saat diperjalanan, Rissa merasa kepalanya pusing dan badannya lemas. Ia berusaha menguatkan dirinya agar sampai dirumah dengan selamat.
"Huacimm" *bersin.
"Ini semua gara-gara muka tembok. Huacimm"
Kantor Andi
"Rissa kemana ya? Kok dari tadi gak ada laporan keruangan saya?" gumamnya.
Karena merasa penasaran, Andi keluar dari ruangannya untuk mencari Rissa. Sampai ia beralih ke meja kerja Rissa untuk menanyakan temannya.
"Apa kalian melihat Rissa?" tanyanya.
"Maaf Pak, kami gak liat," jawab Cintya.
Kemana dia sebenarnya? batin Andi
Andi mencari Rissa ke semua ruangan, tapi hasilnya nihil, Rissa tidak ada. Andi mencoba menghubungi nomornya tapi tidak diangkat. Karena panik, Andi segera menuju parkiran, ia mencari mobil Rissa ternyata tidak ada.
"Berarti dia sudah pulang duluan." gumamnya.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, Andi pun segera bergegas pulang untuk memastikan bahwa Rissa memang sudah pulang duluan ke rumah.
Sampai dirumah, ia segera berlari ke kamarnya. Saat sampai dikamar, ia merasa lega ternyata Rissa sedang tidur.
Awalnya Andi ingin memarahi Rissa karena membuatnya khawatir. Tetapi saat ia mendekat, Andi melihat Rissa sedang menggigil kedinginan.
"Rissa, kamu kenapa?" tanyanya panik. Andi memegang dahi Rissa,dan dahinya terasa panas.
"Kamu demam Rissa. Sebentar ya, Saya ambilkan air untuk kamu," ucapnya sambil menarik selimut agar Rissa tidak kedinginan.
Andi segera turun ke bawah dengan tergesa-gesa dan kembali membawa sebaskom air. Ia segera mengompres Rissa, berharap demamnya turun.
"Apa saya terlalu keras sama kamu sampai kamu sakit seperti ini. Maafin saya Rissa, maaf," ucapnya sambil memegang erat tangan istrinya lalu menciumnya.
"Cepat sembuh ya Rissa, maafin saya," ucapnya sambil mencium kening istrinya dengan lembut.
Sepanjang malam, Andi selalu menjaga Rissa dengan baik, sampai-sampai ia rela tidak tidur.
Keesokannya, Rissa terbangun dengan badan masih lemas dan kepalanya pusing. Hal yang pertama ia lihat adalah Andi yang sedang tidur sambil memegang tangan Rissa.
Rissa langsung menarik tangannya karena ia masih kesal dengan Andi. Tiba-tiba Andi terbangun dari tidurnya dan melihat Rissa.
"Rissa, kamu sudah baikan?" tanya Andi, tetapi Rissa hanya diam.
"Atau ada yang sakit?" tanyanya sedangkan Rissa hanya memalingkan wajahnya tidak mau melihat Andi.
"Rissa, kamu marah sama saya?" tanyanya lagi, tapi Rissa tetap diam.
"Maafin saya ya, saya benar-benar minta maaf sama kamu karena saya terlalu keras sama kamu," ucapnya tulus.
Karena tidak ada jawaban dari Rissa, Andi menghubungi maid nya.
"Tolong kamu bawakan sarapan bubur untuk istri saya."
"Baik tuan."
Andi memutuskan panggilannya dan beberapa menit kemudian, maid nya datang membawa bubur, susu dan air hangat.
"Sekarang kamu makan ya, Saya suapin," ucap Andi.
"Saya bisa makan sendiri," ucap Rissa datar.
"Rissa saya mohon. Sebagai permintaan maaf saya, tolong biarkan saya yg menyuapi kamu," ucap Andi.
Sebenarnya Rissa tidak tega melihat wajah khawatir Andi dan tulus meminta maaf padanya. Akhirnya Rissa mau menerima suapan dari Andi dan Andi tersenyum bahagia. Tetapi disisi lain, Rissa membayangkan kalau yang menyuapinya sekarang adalah Aldo.
To be continued...
__ADS_1
Silahkan memberikan kritik dan saran. Jangan sungkan untuk komen di setiap selesai membaca.
Like dan voment ya!