COLD CEO IS MY HUSBAND

COLD CEO IS MY HUSBAND
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Sesampai di kantor pun, Rissa terus saja tersenyum sambil berjalan ke arah meja kerjanya. Sampai-sampai kedua sahabat di kantornya merasa heran. Sepertinya ada yang gak beres dengan Rissa saat ini.


"Selamat pagi semuanya," ucapnya sedikit berteriak.


"Kesambet setan apaan lo? Tadi lo datang senyum-senyum, sekarang lo teriak teriak. Udah gak waras lo?" ucap Cintya.


"Enak aja lo, gue masih waras seratus persen. Gue hari ini bahagia banget." ucap Rissa.


"Bahagia kenapa?" tanya Fina.


"Oh gue tau, lo pasti bahagia karena efek jalan-jalan sama Aldo semalam kan?" tanya Cintya.


"Yap. Betul sekali, seratus buat lo." jawab Rissa.


"Lah... Trus pak Andi lo kemanain?" tanya Fina yang mulai menggoda Rissa dengan menjodoh-jodohkannya dengan Andi si muka tembok.


"Kampret lo, mood gue jadi ancur gara-gara denger nama tuh orang," ucap Rissa kesal.


"Hahaha... Jangan marah dong, kita kan cuma becanda," ucap Fina.


Rumah keluarga Andi


Saat ini, Andi dan kedua orang tuanya sedang sarapan bersama. Memang seperti inilah yang terjadi setiap hari dirumah keluarga Andi yaitu selalu makan bertiga di meja makan. Makanya kedua orang tuanya menjodohkan dan mendesak agar Andi segera menikah dengan Rissa. Alasannya supaya suasana rumah ini menjadi baru dan ada yang mengurus Andi dengan baik nantinya.


"Andi, kamu ingat kan bentar lagi kamu mau nikah?" tanya Mama Andi.


"Hmmm." Andi hanya berdehem.


"Ck, kamu ini. Dengar ya Andi, kamu itu sebentar lagi udah mau nikah tapi masih aja sifat kamu itu dingin." tegur Papanya.


"Sifat Andi kan emang gini pa," ucap Andi membela dirinya sendiri.


"Tapi papa gak suka Andi," ucap Papanya


"Trus Andi harus gimana pa?" Tanya Andi.


"Papa mau kamu ubah sifat dingin kamu itu, kalau kamu kayak gini sama istri kamu, dia pasti gak akan betah sama kamu. Ngerti kamu?" Protes papanya.


"Iya pa... Andi ngerti," ucapnya pasrah


"Papa sendiri gak ngerti sifat dingin kamu ini keturunan dari siapa," ucap Papanya.


Kalo ada Rissa disini, pasti ia gak akan berhenti tertawa. Karena ia memang senang melihat Andi dimarahi orang tuanya.. Hahaha


Andi memilih melanjutkan sarapannya yang tertunda karena sempat berdebat dengan Papanya. Setelah selesai sarapan, Andi segera bersiap untuk berangkat ke kantor.


"Andi berangkat dulu ya pa, ma," pamitnya sambil menyalami Papa Mamanya.

__ADS_1


"Iya, kamu hati-hati ya," Ucap Mamanya.


"Iya ma, Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Andi berjalan keluar rumah menuju parkiran mobilnya. Andi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan setelah beberapa menit kemudian, ia pun Sampai di kantornya. Para karyawan yang melihat Andi datang, langsung berdiri untuk menyambut kedatangan bosnya.


"Selamat pagi pak," Sapa para karyawannya.


Andi hanya melirik dan menganggukkan kepalanya tanpa membalas sapaan mereka. Itu bukan hal biasa bagi para karyawannya, karena mereka sudah terbiasa dengan sifat dingin bosnya yang killer. Tapi kalau Andi sudah marah, dia akan terus mengoceh seperti emak-emak dan mengancam akan memotong gaji karyawannya.


Yaa... Begitulah Andi, sifatnya tidak bisa ditebak. Kadang dingin, cuek, kadang cerewet. Ditambah lagi dengan peraturan aneh di kantor ini. Kadang mereka merasa ini bukan kantor, melainkan neraka.


Tok! Tok! Tok!


"Selamat pagi pak, ini jadwal bapak hari ini," ucap Dina sekretarisnya sambil memberikan jadwal pekerjaan Andi hari ini.


"Hari ini bapak akan ada meeting dengan klien," jelas Dina.


"Jam berapa?" tanya Andi.


"Sekitar pukul 12 siang pak, saat makan siang nanti bapak akan bertemu klien di restoran," Jawab Dina.


"Oke, tolong kamu atur semuanya" Ucap Andi.


Menjelang hari pernikahannya, Andi malah semakin disibukkan dengan pekerjaannya yang semakin menumpuk. Mulai dari meeting, proyek baru, bahkan ia berencana akan membangun cabang perusahaan baru di luar kota.


Tepat pukul 12 siang, Andi segera bersiap untuk menemui kliennya, didampingi oleh Dina sekretarisnya. Andi dan Dina berjalan keluar kantor.


Rissa dan kedua sahabatnya juga melihat Andi pergi dengan sekretaris nya.


"Eh, Pak Arsen sama nenek sihir mau kemana tuh?" tanya Cintya kepo.


"Palingan juga mau meeting sama kliennya." jawab Rissa.


"Cie... Lo tau aja ya. Kayaknya lo udah paham banget sama kegiatan pak Andi. Kenapa gak lo aja sih yang jadi sekretaris pak Andi. Biar lebih leluasa berduaan," goda Cintya.


"Apaan sih, gak usah mulai deh lo," ucap Rissa kesal.


"Hehehe... Iya iya maaf," ucap Cintya.


"Yaudah yuk, kita makan siang bareng aja," ajak Fina.


"Yuk deh."


Cintya itu orangnya cerewet, paling suka godain Rissa dan hobby gosip. Ia juga sahabat Rissa dari SMP, sedangkan Fina itu orangnya baik, gak cerewet kayak Cintya. Yaa walaupun ia terkadang suka godain Rissa juga, tapi gak separah Cintya dan ia bersahabat dengan Rissa sejak SMA.

__ADS_1


"risst, hari ini kita nonton yuk," ajak Cintya.


"Lain aja ya, gue hari ini mau istirahat aja nih di rumah. Capek banget gue," balas Rissa.


"Ohh yaudah deh gapapa. Tapi lain kali lo harus janji ya mau pergi jalan bareng kita," ucap Cintya.


"Iya, gue janji," balas Rissa.


Tepat pukul sembilan malam, Rissa pulang kerumahnya. Sampai dirumahnya, ia terkejut melihat suasana rumahnya yg berbeda dari biasanya. Rumahnya dipenuhi dengan dekor bunga dan dihiasi gorden putih. Ia tidak menanggapinya, yg penting sekarang ia mau masuk kamar dan bobok cantik.


Saat masuk kamar, ia juga terkejut dengan isi kamarnya sendiri yang tampak sangat berbeda.


"Ini kamar gue apa bukan ya? kok beda banget dari yang biasanya? Apa gue salah kamar kali ya?" gumamnya.


Kamarnya dihiasi juga dengan dekor bunga disetiap sudut, kain dan gorden warna putih dan gold. "Ini sebenarnya ada apa sih?" tanya Rissa pada diri sendiri.


Karena merasa penasaran, ia keluar dari kamar untuk mencari mamanya. "MA..MAMA" teriaknya.


"Kenapa kamu teriak-teriak sih sayang?" tanya Mamanya.


"Ma, Ayana mau tanya sama Mama. Ini kenapa rumah kita dan kamar aku dihiasi dengan banyak bunga?" tanya Ayana to the point.


"Duh... Kamu ini gimana sih? Sebentar lagi kan kamu mau nikah sayang, masa kamu lupa?" jawab Mamanya.


Rissa terkejut mendengarnya, ia benar-benar lupa kalau sebentar lagi ia akan menikah dengan Andi.


"Astaga, kok Rissa lupa ya Ma?" ucap Rissa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Pantesan aja dari kemarin Mama sibuk terus dan pergi entah kemana," tambahnya.


"Ya iyalah, Mama kan lagi ngurusin persiapan pernikahan kamu," ucap Mamanya.


Karena merasa pusing dengan semua ini, Rissa memutuskan untuk kembali ke kamarnya saja.


"Rissa kekamar dulu ya Ma, capek mau istirahat," ucap Rissa.


"Yaudah, tidur yang nyenyak ya sayang," ucap Mamanya.


Rissa hanya mengangguk dan naik ke atas. Sampai di kamar, ia hanya diam mematung melihat keadaan kamarnya yang menurutnya mengenaskan.


"Mama juga ngapain sih pake hias-hias kamar gue segala. Mending kamar gue dipasang foto oppa oppa daripada bunga ginian," keluhnya.


"Ini mah... Bukan kamar pengantin. Bahkan kamar gue aja udah bisa dijadiin toko bunga," tambahnya.


To be continued...


Silahkan memberikan kritik dan saran. Jangan sungkan untuk komen di setiap selesai membaca.

__ADS_1


Like dan voment ya!


__ADS_2