
..." Kau ini bagaimana , seharus nya membahas Hutan Iblis bukan pemilik nya " ucap Trotter...
..." Hehe , maaf aku tidak bisa menahan diri . Ini juga karna Que'er bertanya " ucap Zeus membela diri...
..." Baiklah sekarang kita lanjutkan cerita tentang Hutan Iblis " Lanjutnya ....
...--------------------------------...
" Seperti yang ku katakan hutan iblis adalah milik Dewa Kematian . Disana terdapat banyak sekali Spirit Beast , semakin masuk kedalam hutan semakin kuat spirit beast yang akan ditemui . Di dalam hutan tersebut terdapat daerah terlarang dimana akan sulit keluar setelah memasukinya dan Gua yang kau maksud berada di area terlarang itu . " Jelas Zeus
" Jadi ada apa di dalam gua itu ? sepertinya sangat special ? " tanya Zhu Que semakin penasaran
" Di sana terdapat kolam yang berisi Lahar panas seperti berasal dari Gunung Api , disanalah tempat para kultivator hebat melakukan penyucian agar tubuh mereka menjadi sangat kuat "
" Tapi kemungkinan berhasil hanya 40% saja " Lanjut zeus
Zhu Que yang mendengar itu menyeringai , bukan ketakutan yang kini dia rasakan melainkan rasa penasaran yang semakin memuncak
" Baiklah terimakasih informasi nya , sekarang aku harus kembali bye byee " Ucap Zhu Que yang kini sudah menghilang dari hadapan Zeus dan Trotter
" Aku benar benar tidak tau cara mencegah gadis keras kepala itu " ucap Trotter
" Heyy ,, kau lebih keras kepala asal kau tau " jengah Zeus
Merasa hawa dingin menerpa kulit nya Zeus perlahan melirik kearah Trotter yang kini memandangi nya tajam
" hehe a,,aku bercanda . Ayolah kau tidak asik " ucap Zeus dengan seribu langkah nya meninggalkan Trotter
Trotter hanya memandangi punggung zeus yang meninggalkan nya dengan terburu buru .
*****
Brugghhh
" Aduhh pantat cantik ku ,, shit pendaratan yang sangat tidak elit " ucap Zhu Que yang mengaduh kesakitan
Brakkkk
Pintu kamar Zhu Que terbuka secara pakasa dan menampilkan sosok cantik dengan sifat arogan nya
" Sedang apa kau di lantai ? "
" Bukan urusan mu " ucap Zhu Que datar lalu bangkit dan menghampiri Sujin
" Sedang apa kau di sini ? " lanjut nya
" Aku hanya sedang memastikan apa kau masih hidup atau sudah mati " ucap Sujin dengan seringaian remeh menatap Zhu Que
" Mungkin kau akan kecewa dan selalu kecewa menerima fakta bahwa aku tidak akan mati secepat itu " Seringai Zhu Que yang sukses membuat Sujin bergidik ngeri
Menghilangkan kegugupan nya Sujin terus memprovokasi Zhu Que
" Sayang sekali , meskipun kau tidak mati secepat itu tapi kau sangat menyedihkan , kau hanya sampah sebatang kara . Kau sama seperti ibu mu yang J****g itu " ucap Sujin
Seluruh darah di tubuh nya terasa mendidih , mata nya menajam menatap Sujin penuh kebencian , giginya bergelatuk menahan amarah . Zhu Que mengeluarkan aura membunuh nya
PLAKKK
Tamparan keras terdengar , suara rintihan kesakitan Sujin menggema memenuhi kamar Zhu Que . Para pengawal yang berada di sekitar kamar terkejut dan segera berlari kekamar Zhu Que tak terkecuali Jinxing dan A Li . Mereka semua bergidik ngeri melihat aura kemarahan Zhu Que , Mereka tidak tahan dengan aura membunuh yang Zhu Que keluarkan , seketika semua orang sudah terduduk lemas .
Sujin yang sekarang sedang terduduk lemas memegangi pipi yang sudah membengkak dengan darah di sudut bibir nya
" Sial kenapa sampah ini bisa menamparku sangat keras seperti ini dan kenapa dia bisa mempunyai aura membunuh yang menyeramkan " batin sujin
" Dasar J****g berani sekali kau menamparku , lihat saja akan ku adukan kau kepada Ayahanda " Teriak Sujin
" Adukan saja kau pikir aku akan takut ? hehh " Zhu Que menyeringai
__ADS_1
Sujin yang melihat itu berusaha menelan silivanya kasar
" Kauuu " teriakkk nya
" Jika kau masih sayang nyawa mu jangan pernah memanggil ibu ku dengan sebutan kotor yang sebenar nya cocok untuk ibu mu sendiri " Ucap Zhu Que dengan nada tinggi
" Beraninya kau ,, Sampah tidak berguna seperti mu memang nya bisa apa " sarkas Sujin
Zhu Que mendekati Sujin dan mencengkram dagu nya kuat
" Tentu saja aku bisa melakukan apa saja yang ku mau "
" Pengawal seret perempuan menjijikan ini dari kediaman ku dan jangan pernah membiarkan tubuh nya yang kotor memasuki kediaman ku lagi , jika dia masih berhasil masuk kesini aku tak akan segan memisahkan kepala dari tubuh kalian " Tegas Zhu Que membuat semua orang disana ketakutan
Melihat wajah pucat semua orang Zhu Que menarik kembali aura membunuh nya
" Cepat pergiii dari sini kecuali Jinxing dan A Li " lanjut nya
Sujin di bantu pelayan nya berdiri dan meninggalkan kediaman Zhu Que dengan amarah yang menggebu gebu
" Lihat saja akan ku balas berkali kali lipat perlakuan mu hari ini j****g sialan " batin sujin
Setelah semua orang pergi , tinggalah kini Zhu Que , Jinxing dan A Li . Zhu Que yang selalu setia menggunakan cadar nya masih memasang ekspresi datar .
Dengan sedikit keraguan Jinxing akan bertanya lalu di urungkan nya .
" Bicaralah Jinxing , apa aku menakutimu " ucap Zhu Que jengah dengan tingah Jinxing yang sedari tadi terus ragu untuk bertanya pada nya
" ehehe apa terlalu jelas ya " ucap Jinxing
" Jiejie kenapa tadi kau semarah itu , kau tau jiejie ku pikir kau tadi akan memakan wanita jelek itu " ucap A Li
" Bocah kecil kau pikir jiejie mu ini monster , jika aku monster pun aku tidak sudi memakan daging nya " Ucap Zhu Que mengelus puncak kepala A Li
" Nona , maafkan aku " ucap Jinxing
" Aku seharus nya datang tepat waktu dan menghadang Putri Sujin " lirih Jinxing
" Jinxing aku tidak menyalah kan mu dan berhentilah memanggil perempuan itu dengan sebutan Putri , dia tidak cocok dengan gelar itu " ucap Zhu Que
Jinxing tersenyum hangat
" Boleh kah aku memeluk mu nona ? " tanya nya ragu ragu
Zhu Que terkekeh dan memeluk Jinxing
" Mulai saat ini jangan memanggil ku nona , panggil aku Zhu Que atau Que'er , kita adalah sahabat sekaligus keluarga sekarang " Ucap Zhu Que
Jinxing terharu mendengar ucapan yang Zhu Que lontarkan dia mengangguk dan membalas pelukan Zhu Que . A Li yang melihat mereka berpelukan pun ikut memeluk mereka . Dan mereka pun berpelukan seperti Teletubbies :v
*****
Di kediaman Jendral Liu terlihat seorang wanita sedang menangis tersendu sendu
" Ayahanda tolong berikan keadilan untuk ku hiks " lirih Sujin memegangi pipi nya yang membengkak akibat tamparan Zhu Que
" Tuan tolong berikan keadilan untuk putri kita , Putri Zhu Que sudah sangat keterlaluan dia harus di disiplinkan " ucap Selir Purou
" Aku akan memanggil nya ke aula dan kau bawa putri mu untuk di obati " ucap Jendral Liu datar
" Baiklah , hamba mohon undur diri " ucap selir purou membawa Sujin pergi dari kediaman Jendral Liu
" Pengawal sampaikan titah untuk Putri Zhu Que aku menunggu nya di Aula " ucap Jendral Liu
" Baik Jendral "
*****
__ADS_1
Zhu Que yang sedang asik bercanda dengan Jinxing dan A Li merasa terganggu dengan suara pengawal yang memanggil nya
Zhu Que membuka pintu kamarnya
" Ada apa ? "
" Ampun Tuan Putri , hamba di berikan titah dari Jendral untuk memberi tau putri kalau Jendral sedang menunggu di Aula "
" Baiklah aku akan bersiap " ucap Zhu Que lalu kembali masuk kedalam kamar nya
" Ada apa Que'er ? " tanya Jinxing
" Kalian tunggulah disini , aku akan pergi ke Aula sekarang " ucap Zhu Que
" Apa aku boleh ikut ? " tanya A Li
" Kau tunggu saja di sini dengan Jiejie Jinxing , aku tidak akan lama " ucap Zhu Que mengacak ngacak rambut A Li
Dengan patuh A Li mengangguk setuju .
****
Di Aula orang orang sudah berkumpul termasuk pemeran utama yaitu Sujin yang terus terisak tanpa henti .
" Putri Zhu Que memasuki aula " teriak seorang Pengawal yang berdiri di pintu masuk
" Aishhh Kau kenapa teriak teriak kuping ku sakit " ucap Zhu Que
" Maaf Putri " ucap pengawal itu tertunduk
Zhu Que memasuki aula dengan sangat elegan , semua mata tertuju padanya . Zhu Que mengernyit bingung sampai akhirnya melihat sosok Sujin yang membuat nya menggeram menahan amarah , kini dia mengerti kenapa dia di panggil untuk datang ke aula .
" Hehh mau bermain peran dengan ku rupanya " batin Zhu Que dengan seringaian di balik cadar nya
" Salam kepada Jendral Liu ada apa gerangan memanggil saya kemari ? " tanya Zhu Que datar
" Dia benar benar telah berubah " batin Jendral Liu
" Putri Zhu Que apa kau yang menampar Putri Sujin ? " tanya Jendral Liu memastikan
" Ya itu benar " jawab Zhu Que
" Tuan , Zhu Que sudah mengakuinya , tolong berikan keadilan untuk jin'er " ucap Selir Purou
" Lancang berani sekali kau memanggil nama ku tanpa gelar " Ucap Zhu Que
" Kauuuu,,, dasar sampah beraninya kau menampar ku sampai bengkak " teriak Sujin yang hilang kendali
" CUKUP " Bentak Jendral Liu
" Que'er kenapa kau menampar kakak mu sendiri ? apa kau akan terus membuat masalah seperti ini ? " lanjut nya
" Kakak ? setau ku aku hanya mempunyai satu kakak itupun laki laki bukan perempuan " Sarkas Zhu Que yang tanpa dia sadari seseorang sedang tersenyum mendengar penuturan nya . Ya dialah Shen Zhi yang sedari tadi duduk menyimak
" ternyata kau masih menganggap ku Que'er Maafkan gege " batin nya
" Jangan kelewatan Que'er dia adalah kakak mu juga " bentak Jendral Liu
" Maaf ayahanda aku menyela pembicaraan kalian tapi kita harus mendengar alasan kenapa Que'er menampar Sujin , dengan karakter Que'er tidak mungkin dia tidak mempunyai alasan " Ucap Shen Zhi menengahi
" Tidak Shen Gege , Zhu Que menamparku saat aku berkunjung ke kediaman nya dan pelayan ku saksi nya . Aku tau sejak dulu Zhu Que tidak menyukai ku " ucap Sujin
" Bodoh , Pelayan mu jelas akan membela mu " Zhu Que terkekeh
" Que'er jaga sikap mu dia adalah kakak mu , hormati dia " ucap Jendral Liu
Zhu Que semakin jengan dan muak dengan orang orang yang berada di Aula sekarang . Ingin rasanya dia meratakan kediaman Jendral Liu ini . Tapi niat nya dia urung kan karena bagaimana pun disini adalah keluarga pemilik tubuh yang dia tempati sekarang .
__ADS_1