Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Sujin Berulah


__ADS_3

..." Kau ini bagaimana , seharus nya membahas Hutan Iblis bukan pemilik nya " ucap Trotter...


..." Hehe , maaf aku tidak bisa menahan diri . Ini juga karna Que'er bertanya " ucap Zeus membela diri...


..." Baiklah sekarang kita lanjutkan cerita tentang Hutan Iblis " Lanjutnya ....


...--------------------------------...


" Seperti yang ku katakan hutan iblis adalah milik Dewa Kematian . Disana terdapat banyak sekali Spirit Beast , semakin masuk kedalam hutan semakin kuat spirit beast yang akan ditemui . Di dalam hutan tersebut terdapat daerah terlarang dimana akan sulit keluar setelah memasukinya dan Gua yang kau maksud berada di area terlarang itu . " Jelas Zeus


" Jadi ada apa di dalam gua itu ? sepertinya sangat special ? " tanya Zhu Que semakin penasaran


" Di sana terdapat kolam yang berisi Lahar panas seperti berasal dari Gunung Api , disanalah tempat para kultivator hebat melakukan penyucian agar tubuh mereka menjadi sangat kuat "


" Tapi kemungkinan berhasil hanya 40% saja " Lanjut zeus


Zhu Que yang mendengar itu menyeringai , bukan ketakutan yang kini dia rasakan melainkan rasa penasaran yang semakin memuncak


" Baiklah terimakasih informasi nya , sekarang aku harus kembali bye byee " Ucap Zhu Que yang kini sudah menghilang dari hadapan Zeus dan Trotter


" Aku benar benar tidak tau cara mencegah gadis keras kepala itu " ucap Trotter


" Heyy ,, kau lebih keras kepala asal kau tau " jengah Zeus


Merasa hawa dingin menerpa kulit nya Zeus perlahan melirik kearah Trotter yang kini memandangi nya tajam


" hehe a,,aku bercanda . Ayolah kau tidak asik " ucap Zeus dengan seribu langkah nya meninggalkan Trotter


Trotter hanya memandangi punggung zeus yang meninggalkan nya dengan terburu buru .


*****


Brugghhh


" Aduhh pantat cantik ku ,, shit pendaratan yang sangat tidak elit " ucap Zhu Que yang mengaduh kesakitan


Brakkkk


Pintu kamar Zhu Que terbuka secara pakasa dan menampilkan sosok cantik dengan sifat arogan nya


" Sedang apa kau di lantai ? "


" Bukan urusan mu " ucap Zhu Que datar lalu bangkit dan menghampiri Sujin


" Sedang apa kau di sini ? " lanjut nya


" Aku hanya sedang memastikan apa kau masih hidup atau sudah mati " ucap Sujin dengan seringaian remeh menatap Zhu Que


" Mungkin kau akan kecewa dan selalu kecewa menerima fakta bahwa aku tidak akan mati secepat itu " Seringai Zhu Que yang sukses membuat Sujin bergidik ngeri


Menghilangkan kegugupan nya Sujin terus memprovokasi Zhu Que


" Sayang sekali , meskipun kau tidak mati secepat itu tapi kau sangat menyedihkan , kau hanya sampah sebatang kara . Kau sama seperti ibu mu yang J****g itu " ucap Sujin


Seluruh darah di tubuh nya terasa mendidih , mata nya menajam menatap Sujin penuh kebencian , giginya bergelatuk menahan amarah . Zhu Que mengeluarkan aura membunuh nya


PLAKKK


Tamparan keras terdengar , suara rintihan kesakitan Sujin menggema memenuhi kamar Zhu Que . Para pengawal yang berada di sekitar kamar terkejut dan segera berlari kekamar Zhu Que tak terkecuali Jinxing dan A Li . Mereka semua bergidik ngeri melihat aura kemarahan Zhu Que , Mereka tidak tahan dengan aura membunuh yang Zhu Que keluarkan , seketika semua orang sudah terduduk lemas .


Sujin yang sekarang sedang terduduk lemas memegangi pipi yang sudah membengkak dengan darah di sudut bibir nya


" Sial kenapa sampah ini bisa menamparku sangat keras seperti ini dan kenapa dia bisa mempunyai aura membunuh yang menyeramkan " batin sujin


" Dasar J****g berani sekali kau menamparku , lihat saja akan ku adukan kau kepada Ayahanda " Teriak Sujin


" Adukan saja kau pikir aku akan takut ? hehh " Zhu Que menyeringai

__ADS_1


Sujin yang melihat itu berusaha menelan silivanya kasar


" Kauuu " teriakkk nya


" Jika kau masih sayang nyawa mu jangan pernah memanggil ibu ku dengan sebutan kotor yang sebenar nya cocok untuk ibu mu sendiri " Ucap Zhu Que dengan nada tinggi


" Beraninya kau ,, Sampah tidak berguna seperti mu memang nya bisa apa " sarkas Sujin


Zhu Que mendekati Sujin dan mencengkram dagu nya kuat


" Tentu saja aku bisa melakukan apa saja yang ku mau "


" Pengawal seret perempuan menjijikan ini dari kediaman ku dan jangan pernah membiarkan tubuh nya yang kotor memasuki kediaman ku lagi , jika dia masih berhasil masuk kesini aku tak akan segan memisahkan kepala dari tubuh kalian " Tegas Zhu Que membuat semua orang disana ketakutan


Melihat wajah pucat semua orang Zhu Que menarik kembali aura membunuh nya


" Cepat pergiii dari sini kecuali Jinxing dan A Li " lanjut nya


Sujin di bantu pelayan nya berdiri dan meninggalkan kediaman Zhu Que dengan amarah yang menggebu gebu


" Lihat saja akan ku balas berkali kali lipat perlakuan mu hari ini j****g sialan " batin sujin


Setelah semua orang pergi , tinggalah kini Zhu Que , Jinxing dan A Li . Zhu Que yang selalu setia menggunakan cadar nya masih memasang ekspresi datar .


Dengan sedikit keraguan Jinxing akan bertanya lalu di urungkan nya .


" Bicaralah Jinxing , apa aku menakutimu " ucap Zhu Que jengah dengan tingah Jinxing yang sedari tadi terus ragu untuk bertanya pada nya


" ehehe apa terlalu jelas ya " ucap Jinxing


" Jiejie kenapa tadi kau semarah itu , kau tau jiejie ku pikir kau tadi akan memakan wanita jelek itu " ucap A Li


" Bocah kecil kau pikir jiejie mu ini monster , jika aku monster pun aku tidak sudi memakan daging nya " Ucap Zhu Que mengelus puncak kepala A Li


" Nona , maafkan aku " ucap Jinxing


" Aku seharus nya datang tepat waktu dan menghadang Putri Sujin " lirih Jinxing


" Jinxing aku tidak menyalah kan mu dan berhentilah memanggil perempuan itu dengan sebutan Putri , dia tidak cocok dengan gelar itu " ucap Zhu Que


Jinxing tersenyum hangat


" Boleh kah aku memeluk mu nona ? " tanya nya ragu ragu


Zhu Que terkekeh dan memeluk Jinxing


" Mulai saat ini jangan memanggil ku nona , panggil aku Zhu Que atau Que'er , kita adalah sahabat sekaligus keluarga sekarang " Ucap Zhu Que


Jinxing terharu mendengar ucapan yang Zhu Que lontarkan dia mengangguk dan membalas pelukan Zhu Que . A Li yang melihat mereka berpelukan pun ikut memeluk mereka . Dan mereka pun berpelukan seperti Teletubbies :v


*****


Di kediaman Jendral Liu terlihat seorang wanita sedang menangis tersendu sendu


" Ayahanda tolong berikan keadilan untuk ku hiks " lirih Sujin memegangi pipi nya yang membengkak akibat tamparan Zhu Que


" Tuan tolong berikan keadilan untuk putri kita , Putri Zhu Que sudah sangat keterlaluan dia harus di disiplinkan " ucap Selir Purou


" Aku akan memanggil nya ke aula dan kau bawa putri mu untuk di obati " ucap Jendral Liu datar


" Baiklah , hamba mohon undur diri " ucap selir purou membawa Sujin pergi dari kediaman Jendral Liu


" Pengawal sampaikan titah untuk Putri Zhu Que aku menunggu nya di Aula " ucap Jendral Liu


" Baik Jendral "


*****

__ADS_1


Zhu Que yang sedang asik bercanda dengan Jinxing dan A Li merasa terganggu dengan suara pengawal yang memanggil nya


Zhu Que membuka pintu kamarnya


" Ada apa ? "


" Ampun Tuan Putri , hamba di berikan titah dari Jendral untuk memberi tau putri kalau Jendral sedang menunggu di Aula "


" Baiklah aku akan bersiap " ucap Zhu Que lalu kembali masuk kedalam kamar nya


" Ada apa Que'er ? " tanya Jinxing


" Kalian tunggulah disini , aku akan pergi ke Aula sekarang " ucap Zhu Que


" Apa aku boleh ikut ? " tanya A Li


" Kau tunggu saja di sini dengan Jiejie Jinxing , aku tidak akan lama " ucap Zhu Que mengacak ngacak rambut A Li


Dengan patuh A Li mengangguk setuju .


****


Di Aula orang orang sudah berkumpul termasuk pemeran utama yaitu Sujin yang terus terisak tanpa henti .


" Putri Zhu Que memasuki aula " teriak seorang Pengawal yang berdiri di pintu masuk


" Aishhh Kau kenapa teriak teriak kuping ku sakit " ucap Zhu Que


" Maaf Putri " ucap pengawal itu tertunduk


Zhu Que memasuki aula dengan sangat elegan , semua mata tertuju padanya . Zhu Que mengernyit bingung sampai akhirnya melihat sosok Sujin yang membuat nya menggeram menahan amarah , kini dia mengerti kenapa dia di panggil untuk datang ke aula .


" Hehh mau bermain peran dengan ku rupanya " batin Zhu Que dengan seringaian di balik cadar nya


" Salam kepada Jendral Liu ada apa gerangan memanggil saya kemari ? " tanya Zhu Que datar


" Dia benar benar telah berubah " batin Jendral Liu


" Putri Zhu Que apa kau yang menampar Putri Sujin ? " tanya Jendral Liu memastikan


" Ya itu benar " jawab Zhu Que


" Tuan , Zhu Que sudah mengakuinya , tolong berikan keadilan untuk jin'er " ucap Selir Purou


" Lancang berani sekali kau memanggil nama ku tanpa gelar " Ucap Zhu Que


" Kauuuu,,, dasar sampah beraninya kau menampar ku sampai bengkak " teriak Sujin yang hilang kendali


" CUKUP " Bentak Jendral Liu


" Que'er kenapa kau menampar kakak mu sendiri ? apa kau akan terus membuat masalah seperti ini ? " lanjut nya


" Kakak ? setau ku aku hanya mempunyai satu kakak itupun laki laki bukan perempuan " Sarkas Zhu Que yang tanpa dia sadari seseorang sedang tersenyum mendengar penuturan nya . Ya dialah Shen Zhi yang sedari tadi duduk menyimak


" ternyata kau masih menganggap ku Que'er Maafkan gege " batin nya


" Jangan kelewatan Que'er dia adalah kakak mu juga " bentak Jendral Liu


" Maaf ayahanda aku menyela pembicaraan kalian tapi kita harus mendengar alasan kenapa Que'er menampar Sujin , dengan karakter Que'er tidak mungkin dia tidak mempunyai alasan " Ucap Shen Zhi menengahi


" Tidak Shen Gege , Zhu Que menamparku saat aku berkunjung ke kediaman nya dan pelayan ku saksi nya . Aku tau sejak dulu Zhu Que tidak menyukai ku " ucap Sujin


" Bodoh , Pelayan mu jelas akan membela mu " Zhu Que terkekeh


" Que'er jaga sikap mu dia adalah kakak mu , hormati dia " ucap Jendral Liu


Zhu Que semakin jengan dan muak dengan orang orang yang berada di Aula sekarang . Ingin rasanya dia meratakan kediaman Jendral Liu ini . Tapi niat nya dia urung kan karena bagaimana pun disini adalah keluarga pemilik tubuh yang dia tempati sekarang .

__ADS_1


__ADS_2