
..." Siapa lagi yang melakukan ini padanya " tanya Yuan ZhouXu tanpa mengalihkan pandangan dari kekasihnya dengan nada tak bersahabat ....
...--------------------------------...
Shen Zhi yang awalnya terkejut dengan kedatangan Yuan ZhouXu akhirnya memberanikan diri untuk mendekati orang yang sangat berkuasa sekaligus calon adik iparnya itu .
" Salam Yang Mulia " ucap Shen Zhi seraya membungkukan tubuhnya .
" Bangunlah tidak perlu terlalu formal " tegas Yuan ZhouXu
Semua orang yang ada di situ bungkam dan memilih menyaksikan interaksi kedua pria dihadapan mereka .
" Bagaimana bisa seperti ini " tanya Yuan ZhouXu
" Semuanya terjadi secara tiba-tiba , kami bahkan tidak menyadari sejak kapan wanita itu mengeluarkan belatinya " jelas Shen Zhi
" Siapa ? "
" Huanran "
Rahang Yuan ZhouXu mengetat , air mukanya terlihat begitu emosi seakan ingin menelan siapapun yang ada di hadapannya .
" Kemana dia ? " Geram Yuan ZhouXu
" Kami tidak tahu tapi setelah dia menusuk Que'er , Chen menyeret istrinya itu dengan begitu emosi " ucap Shen Zhi
" Dan kalian membiarkannya pergi begitu saja setelah menikam wanitaku " . Cukup sudah , Yuan ZhouXu tidak bisa lagi menahan amarah . Bisa-bisanya mereka membiarkan wanita itu pergi dengan suaminya . Yuan ZhouXu menginginkan wanita keparat itu mati mengenaskan karena telah berani menyentuh miliknya .
" Maaf , tapi aku mempercayai Chen . Dia pasti tahu hukuman apa yang pantas untuk istrinya itu . Aku bisa melihat bahwa Chen sangat peduli terhadap Que'er " . Shen Zhi mengingat bagaimana Chen yang tidak segan menampar Huanran tanpa perasaan saat setelah dia melihat Huanran menikam Zhu Que . Bahkan selama ini Chen begitu perhatian kepada adiknya , Shen Zhi pikir Chen begitu menyayangi adiknya dengan tulus . Namun Shen Zhi salah mengartikan arti sayang sebenarnya yang Chen berikan untuk Zhu Que .
" Ya , karna dia menyukai wanitaku " . Yuan ZhouXu mengetahui isi hatinya Chen , dia sering mendapat laporan dari bawahannya tentang semua yang terjadi dan menyangkut Zhu Que maupun semua orang di sekitarnya .
Sedangkan Shen Zhi yang mendengar penuturan santai dari Yuan ZhouXu merasa bahwa itu tidak benar , tapi apa iya Chen menyukai adiknya lebih dari sekedar kakak menyayangi adik perempuannya , entahlah Shen Zhi tidak ingin menerka-nerka , biarkan saja toh perasaan memang terkadang sulit dikendalikan . Asalkan itu tidak membuat Zhu Que merasa terugikan .
__ADS_1
" Apakah Que'er akan di bawa pergi sekarang " . Setelah menimbang-nimbang untuk bertanya , akhirnya dengan sedikit keraguan Jenderal Liu membuka suara .
" Ya , aku tidak akan menunda lagi " ucap Yuan ZhouXu yang kini tengah menggenggam tangan Zhu Que dengan erat .
" Maaf sebelumnya tapi bolehkah Zhen mengetahui , sebenarnya siapakah anda ? " tanya Kaisar Yi Huai yang sedaritadi bergelut dengan pikirannya tentang siapakah sosok asing di hadapannya , kenapa dia begitu akrab dengan Keluarga Jenderal besar terutama Zhu Que .
Tidak jauh berbeda dengan Youlian dan semua orang yang tidak mengetahui siapa sosok Yuan ZhouXu , pertanyaan yang dilontarkan Kaisar Yi Huai sangat mewakili isi pikiran mereka .
" Aku calon suami nya " ucap Yuan ZhouXu tanpa mau sedikitpun berpaling dari wajah pucat yang masih setia dengan mata tertutupnya .
Terlihat raut keterkejutan di wajah Kaisar Yi Huai saat mendengar kenyataan itu , tapi segera dia kembali ke raut wajah datar seperti semua .
" Sepertinya aku tidak punya banyak waktu lagi " setelah mengucapkan kata tersebut , Yuan ZhouXu segera bangkit untuk menggendong Zhu Que ala bridal style .
" Jiejie " A Li yang melihat Jiejie nya akan dibawa oleh orang asing merasa tidak rela . Apakah harus secepat ini di tinggalkan lagi , ingin rasanya A Li berteriak kepada Gege dan juga Ayahanda nya agar mereka melarang Zhu Que di bawa pergi namun dia urungkan saat melihat mereka yang hanya menatap Zhu Que di dalam gendongan Yuan ZhouXu .
Yuan ZhouXu yang mengerti gelagat A Li hanya meliriknya sekilas . Dan dengan sekejap dia telah hilang dari pandangan semua orang .
" Semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu Que'er . Terimakasih sudah hadir menjadi sahabat yang tidak pernah kumiliki sebelumnya " batin Youlian
***
" Aku tidak mau hikss... " terdengar isakan pilu seorang wanita dengan tubuh yang sudah tidak berbentuk karena banyak luka lebam di tubuhnya
" Aku sudah memberikan kesempatan tapi kau mengabaikannya " . Chen yang tadi hilang kendali dan berakhir melakukan kekerasan terhadap Huanran kini mengatakan bahwa dia ingin berpisah dengan wanita tersebut .
Dengan tenaga yang masih tersisa , Huanran bangkit dan berjalan tertatih melangkah mendekati Chen yang membelakanginya seraya menatap kosong keluar jendela . Bayangan Zhu Que dengan belati menancap di jantungnya terus berputar di benak Chen , sampai dia lepas kendali seperti kesetanan menyeret Huanran dan berakhir luka lebam di sekujur tubuh wanita itu . Meskipun sempat melawan , tapi kekuatan Huanran tidak bisa mengimbangi kekuatan yang dimiliki Chen .
Grep
" Ak..aku mohon hiks chen .. " Huanran memeluk tubuh Chen dengan erat seperti takut jika pria yang telah memporak porandakan hatinya itu pergi .
Chen hanya diam mematung tidak berniat membalas pelukan yang kini semakin erat . Sedetik kemudian , Chen melepaskan pelukan Huanran .
__ADS_1
" Aku tidak bisa " suara dingin Chen seakan menusuk langsung kedalam hatinya Huanran .
" Bunuh saja aku Chen " lirih Huanran
" Kau sudah gila " geram Chen
" Aku mencintaimu , aku menjadi gila tentu saja karena mu " ucap Huanran dengan nada sedikit keras
Chen merasa sedikit iba , tapi egonya sangat tinggi . Entah kenapa pikirannya terus mengatakan 'tidak' sementara jauh di lubuk hatinya dia mengatakan sebaliknya . Chen pun tidak mengerti apakah hatinya sudah mulai luluh ? tapi mengingat hatinya yang sudah dipenuhi oleh sosok Zhu Que , dia segera menyangkal adanya rasa cinta untuk Huanran .
" Kenapa hatimu begitu beku Chen , apakah otak dan hatimu sudah termanipulasi wanita itu . Sadar Chen , selama ini aku yang selalu menemanimu , aku mengesampingkan ego ku hanya untuk membuat mu merasa nyaman dan berharap kau berbalik melihatku . Tapi aku terlalu naif , semakin hari kau malah memuja wanita itu hiks... Chen tolong buka hatimu , kau harus menyadari apa yang sebenarnya terjadi dengan perasaanmu itu ? apakah kau benar mencintainya atau hanya obsessi semata ? , tidak bisakah kau membiarkanku masuk kedalah hidup mu . hikss.. Aku istri mu " Huanran tidak kuat menopang tubuhnya lagi , dia terduduk di bawah kaki Chen dengan tangisan semakin menjadi kala dirinya selesai mengeluarkan unek-unek yang selalu dia katakan pada Chen meskipun tidak Chen anggap sama sekali . Apakah dia sekarang terlihat begitu menyedihkan karena mengemis akan cinta seorang pria yang tidak mencintainya ? . Dia tahu dia salah telah melukai Zhu Que , namun dia telah kehilangan akal sehatnya saat melihat Zhu Que yang tersenyum manis kearah Chen begitupun sebaliknya . Dia merasa ketakutan yang luar biasa hingga akhirnya dia nekad . Awalnya dia sudah merencanakan sesuatu untuk menjebak Zhu Que namun dia tidak bisa menahan lagi . Dan jadilah sekarang , Chen menatap dirinya dengan tatapan benci dan kecewa bersamaan .
Chen menghela nafas nya kasar , perlahan dia mensejajarkan tingginya dengan Huanran . Dia merengkuh tubuh yang terlihat rapuh dihadapannya itu . Cukup sudah , pertahanan Chen untuk tidak peduli terhadap Huanran runtuh saat mendengar perkataan yang menohok hatinya , ditambah tangisan sendu Huanran seakan membuat hati Chen luluh untuk memaafkannya dan memeberi Huanran kesempatan .
Pelukan hangat Chen mampu membuat Huanran terhipnotis sehingga tangisannya telah berhenti . Chen yang perlahan mengurai pelukannya terhenti saat terdengar hembusan nafas Huanran yang begitu teratur . Sudut bibir Chen melengkung keatas , apakah istrinya ini begitu lelah menangis sampai tertidur dengan mata bengkak , hidung merah dan butiran air mata yang masih membasahi pipi mulusnya itu .
Perlahan Chen mengangkat tubuh Huanran ala bridal style dan membawanya menuju ranjang yang ada di dekat mereka .
Terlihat Huanran yang tidak terusik sama sekali dengan tidurnya , dan itu membuat Chen sedikit terkekeh . Istrinya ini begitu menggemaskan dan cantik . Cantik , pernahkah Chen mengatakan pujian untuk istrinya selama ini ? Chen pun menghela nafasnya saat mengingat perlakuannya yang begitu acuh tak acuh terhadap Huanran .
Cup
Chen mengecup sudut bibir Huanran sebelum ikut berbaring dan mendekap tubuh rapuh itu . Meskipun Huanran salah satu Jenius bela diri , tapi dia tetap wanita yang memiliki kerapuhan dan harus dilindungi . Chen sudah bertekad jika Huanran akan berubah dan tidak berniat mencelakai siapapun , Chen tidak akan segan-segan melindungi dan menyayanginya . Chen pun berharap Huanran akan membuat dia jatuh cinta dan melupakan sosok Zhu Que . Chen akan mencoba terbiasa dengan keadaan sekarang .
" apakah aku bisa mencintai nya dan melupakan Que'er ? Apakah aku bisa menata semuanya dari awal ? "
.
.
Gak tau ini cerita masih nyambung atau enggak ..
Maafkan Author lagi blank ini ..
__ADS_1