Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Kolam Iblis Darah


__ADS_3

Ke esokan hari nya semua orang di kediaman Jendral Liu telah berkumpul di tempat eksekusi , Hari ini bertepatan dengan akhir dari kehidupan Selir Purou .


Jendral Liu , Shen Zhi dan Zhu Que sudah duduk di kursi masing masing


Tiba tiba datang Pengawal yang menyeret Selir Purou ke tempat eksekusi , Selir Purou terus memberontak


" Lepasss , jauhkan tangan kotor kalian darii kuuu "


" aku adalahh nyonya kaliann , lepasskannn "


Selir Purou terus memberontak , saat tatapan nya bertemu dengan Jendral Liu selir Purou berniat lari untuk mendekati Jendral Liu tapi tangan nya segera di cekal oleh pengawal


" Ikat dia " ucap Jendral liu


" Tuan lepaskan saya , saya tau saya salah tapi semua itu karna kamuuuu saya mencintai muuu lepaskan sayaaa " teriak Selir Purou


" Itu bukan cinta selir ahh bukan maksud ku Wu Purou itu hanya obsessi dan ambisi mu yang telah menghancurkan dirimu sendiri " Ucap Zhu Que


" Kau diam kau tidak tau apa apa " ucap Wu Purou


" Segera hukum gantung dia " ucap Jendral Liu


" tidak Liu Yi kang , lepaskan akuu kau sungguh kejam aku istri mu " teriak Wu purou


" Aku tidak sudi mempunyai istri menjijikan seperti mu "


Tubuh Wu Purou melemas saat mendengar kata kata Jendral Liu yang membuat dada nya sesak . Tak kuasa menahan Air mata nya lagi Wu Purou menangis tersendu sendu , mungkin ini memang nasib nya


" Tunggu Jendral aku ingin menghukum Wu Purou dengan tangan ku sendiri " ucap Zhu Que


" Apa ? tidakk jangan mendekati ku j****g " teriak wu purou


" Beraninya mulut kotor mu menghina Anak kuu " Marah Jendral Liu


Zhu mendekati Wu Purou yang sudah di ikat oleh pengawal


Zhu Que mencengkram kuat rahang Wu Purou membuat sang empunya meringis


" Arghhh apa yang kau lakukan sialan " marah wu purou


Zhu Que mengeluarkan sebuah belati kesayangan nya , mata Wu Purou terbelalak saat melihat belati yang di keluarkan Zhu Que


" Buka Mulut Wu Purou " perintah Zhu Que


Pengawal segera membuka mulut Wu Purou


Jinxing menghampiri Zhu Que membawa sarung tangan yang sudah Zhu Que persiapkan sedari tadi . Zhu Que memakai sarung tangan itu dan langsung mengeluarkan lidah Wu Purou


Sreettttt


Dengan santai Zhu Que memotong lidah Wu Purou , Orang orang di Aula yang melihat itu merasa ngilu


" Lidah mu sangat cantik akan tetapi lidah mu sungguh berbahaya maka dari itu aku berbaik hati untuk memotong nya " Seringai Zhu Que terlihat di balik Cadar nya yang selalu setia dia gunakan


Tidak sampai di situ Zhu Que mengambil pedang dari salah satu pengawal


tanpa pikir panjang Zhu Que memotong kedua tangan dan kaki Wu Purou . Zhu Que tidak peduli bagaimana pikiran orang orang yang melihat nya .


Air mata semakin deras keluar dari kedua iris Wu Purou , jika harus memilih Wu Purou lebih baik di hukum gantung atau di penggal dari pada harus di siksa secara perlahan .


Semua orang bergidik ngeri saat melihat bagaimana Zhu Que dengan santai nya memotong kedua tangan Wu Purou , seorang sampah kekaisaran benar benar hanya sebuah rumor semata , nyatanya sampah itu adalah seorang Iblis yang sedang tertidur . Mereka bertekad untuk tidak memprovokasi Liu Zhu Que .


Jendral Liu dan Shen Zhi bahkan bungkam saat melihat perlakuan Zhu Que yang sedang menghukum Wu Purou


Dengan sekali ayunan pedang , Kepala Wu Purou sudah tidak menyatu lagi dengan tubuh nya .


Zhu Que membanting Pedang dan juga sarung tangan yang dia gunakan


" Urus mayat itu , jangan sampai orang luar tau bahwa aku sendiri yang menghukum nya " Setelah mengucapkan kata kata itu Zhu Que pergi dari tempat eksekusi di ikuti Jinxing . Dia tidak memperdulikan bagaimana Ekspresi rumit Jendral Liu dan Shen Zhi


Setelah kepergian Zhu Que barulah Jendral Liu membuka suara nya


" Bersihkan semuanya jangan ada sedikitpun darah Wu Purou yang tersisa di tempat eksekusi "


Jendral Liu pergi di ikuti Shen Zhi


Kematian Wu Purou sudah tersebar luas di kekaisaran , banyak orang yang puas saat mendengar Wu Purou telah di eksekusi mati , menurut mereka orang seperti Wu Purou memang layak mendapat kan nya .


Berbeda dengan Fengjiu yang sedang berada di pengasingan , fengjiu menangis tersendu sendu saat mendengar berita kematian ibunya , dia bertekad akan membalaskan dendam kematian ibu nya .


" ibu aku harap kau tenang di sana , kau jangan khawatir aku akan membalaskan semua dendam mu . Aku membenci mu Liu Zhu Que sampai ketulang " batin Fengjiu


tidak jauh berbeda dari Fengjiu , kini Sujin pun sedang mengurung diri di kamar dan menangisi kematian ibu nya .


" Sampai kapan kau akan terus menangis " suara berat terdengar dari arah pintu


Sujin yang sedang menangis mendongakan wajah nya untuk melihat ke asal suara


Sujin bangkit dari ranjang nya dan memeluk pria yang sedang memperhatikan nya .


" Tuan muda tolong bantu aku hikss "


" Tidak "


" Aku mohon tuan muda , aku hanya mempunyai mu sebagai sandaran " mohon sujin kepada Wu Lijing


" Apa mau mu ? " tanya nya


" Aku ingin kau membantuku untuk membalaskan dendam ibu kepada Zhu Que hiks "


" Kau menyuruh ku untuk menjemput ajal ku ? " bentak Wu Lijing


" Tidak , kau adalah tuan muda yang hebat kau pasti akan mudah menyingkirkan sampah itu " ucap Sujin


" Kau benar benar terlalu naif Sujin , kau pikir Zhu Que adalah orang yang mudah di gertak ? kau tidak tau apapun " Wu Lijing kembali mengingat saat Zhu Que mengalahkan orang orang nya untuk menyelamatkan A Li .


" Tuan aku mohonnn , aku akan melakukan apapun untuk mu " mohon sujin


Wu Lijing menghempaskan tangan Sujin dengan kasar


" Aku tidak ingin terlibat dalam masalah mu , kau urus saja sendiri nanti malam jika aku kesini dan kau masih menangis kau akan aku tendang dari sini " Wu Lijing meninggalkan Sujin yang masih terisak


" Liu Zhu Que apa kau puas sekarang ? kau menghancurkan hidup ku , ibu dan kakak ku . Kau tidak akan ku biarkan hidup tenang " batin Sujin


Sujin segera bangkit dan menghapus kasar air mata nya


" Aku harus meminta bantuan seseorang untuk melenyapkan j****g itu " gumam Sujin dengan raut wajah yang sulit di artikan


*****


Sementara di Paviliun Teratai Zhu Que sedang duduk di gazebo dan menikmati teh yang disiapkan Jinxing .


" hah satu bakteri telah ku singkirkan tinggal beberapa kuman kuman yang harus ku basmi " gumam Zhu Que


" Que'er sepertinya suasana hati anda sedang baik " Jinxing membawa nampan berisi beberapa kue yang disukai Zhu Que

__ADS_1


" Duduk lah Jinxing "


Jinxing pun ikut duduk bersama Zhu Que .


" Que'er apa kau sudah menentukan hari keberangkatan mu ? " tanya Jinxing


" Ya , besok aku akan pergi "


" Besok ? apakah tidak terlalu cepat ? "


" semakin cepat semakin baik "


" hufftthhh , apakah kau tidak ingin ku temani " Tersirat kesedihan dimata Jinxing


" bukan aku tidak mau mengajak mu tapi jika kau ikut siapa yang akan mengurus paviliun teratai ku ? ahh berbicara tentang paviliun bukan kah aku memiliki paviliun di istana ? " ucap Zhu Que


" Baiklah aku akan mendoa kan mu " ucap Jinxing


" ahh ya , kau pemilik Paviliun Rahasia itu sekarang " lanjut nya


" Rahasia ? " Zhu Que mengernyitkan dahi nya


" En , rumor mengatakan itu Paviliun yang di buat kaisar khusus untuk kekasih kecil nya , paviliun itu tidak mudah di masuki sembarangan orang karna penjagaan yang ketat , bahkan permaisuri pun tidak pernah menginjakan kaki kesana "


" Benarkah ? lalu kenapa kaisar memberikan nya pada ku ? "


" entahlah hanya kaisar yang tau " ucap Jinxing


Zhu Que hanya mengangguk ngangguk , dia tidak mempertanyakan lebih lanjut tentang Paviliun itu .


Jika ada waktu luang dia akan memastikan nya sendiri .


*


Malam ini Zhu Que sedang bersiap untuk pergi ke kediaman Jendral Liu , bagaimana pun juga Jendral Liu adalah ayah nya dan dia harus memberitahu rencana kepergian nya .


Setelah sampai di depan kediaman Jendral Liu , pengawal melaporkan kedatangan Zhu Que kepada Jendral Liu , Jendral Liu terkejut akan kunjungan Zhu Que yang tiba tiba , segera Jendral Liu mengatakan kepada pengawal untuk membiarkan Zhu Que masuk


Tanpa menunggu lama Zhu Que masuk dan melihat Jendral Liu yang sedang memeriksa laporan , kebetulan Shen Zhi juga berada di situ .


" Que'er ? " panggil Jendral Liu


" Kemarilah Que'er " panggil Shen Zhi


Zhu Que menghampiri mereka dan duduk di salah satu kursi yang kosong


" Langsung saja aku akan pergi ke suatu tempat mungkin akan memakan waktu sebulan atau bahkan lebih " ucap Zhu Que to the point


" Kau akan pergi kemana Que'er ? " tanya Jendral Liu


" Aku tidak bisa bilang , tapi jangan khawatir " ucap Zhu Que


" Aku akan menemani mu " ucap Shen Zhi


" Tidak , aku akan sendiri "


" tap,,"


" Gege jika kau ikut dengan ku siapa yang akan menjaga Jendral Liu ? Kau sebagai tuan muda kediaman jendral harus tetap disini , bagaimana jika sekutu menyerang ? percayalah padaku " Zhu Que menyela perkataan Shen Zhi


" Tapi apakah kau tidak apa apa pergi sendiri ? ayahanda akan menyiapkan pengawal untuk mu " ucap Jendral Liu


" Tidak perlu , tolong jangan mempersulit ku , aku hanya ingin mengatakan kalau aku akan pergi dengan atau tanpa persetujuan kalian " ucap Zhu Que


Jendral Liu dan Shen Zhi menghela nafas nya kasar , mereka benar benar tidak bisa menghalangi Zhu Que yang keras kepala


" En "


" kapan kau pergi ? " tanya Shen Zhi


" besok " jawab Zhu Que


" apa tidak beberapa hari lagi saja " ucap Shen Zhi


" Tidak Ge , baiklah aku akan kembali kalian jangan terlalu lelah , dan kau Ayah berhentilah mengurus laporan itu sekarang sudah larut kau harus istirahat , umur mu sudah tidak muda , jangan sampai saat aku kembali nanti kau terbaring di ranjang dan sakit sakitan . Aku kembali dulu "


Zhu Que pergi dari Kediaman Jendral Liu


Jendral Liu masih diam membatu saat mendengar Zhu Que memanggil nya 'Ayah'


" Shen'er apa ayahanda tidak salah mendengar saat Que'er memanggilku ayah ? " ucap Jendral Liu berkaca kaca


Shen Zhi tersenyum hangat


" Tidak Ayahanda , Que'er memang memanggil mu Ayah . Sekarang istirahat lah sebelum Que'er kembali marah pada mu , putra mu ini pamit undur diri "


Jendral Liu merasa senang dan terharu , akhir nya Zhu Que memanggil nya dengan sebutan 'Ayah' kembali bukan dengan embel² Jendral .


" Zhi'er aku sangat bahagia sekarang , akan kah Que'er memaafkan ku sepenuh nya " gumam Jendral Liu


******


Keesokan hari nya Zhu Que sedang di bantu Jinxing menata rambut nya , beberapa menit yang lalu Zhu Que baru menyelesaikan ritual mandi nya .


" Masuklah chen gege " ucap Zhu Que tanpa mengalihkan pandangan nya dari cermin


Jinxing mengernyit , dia sedari tadi tidak melihat bahkan merasakan kehadiran chen


Tiba tiba masuk lah seseorang dari arah jendela , ya itu adalah chen yang sedari tadi menunggu Zhu Que di luar jendela .


" Jinxing bisakah kau keluar ter lebih dahulu " ucap Zhu Que


Jinxing pun mengangguk dan keluar dari kamar Zhu Que


" Duduk lah ge "


Chen pun duduk di salah satu kursi diikuti Zhu Que yang duduk berhadapan dengan Chen


" Que'er aku dengar kau akan pergi nanti malam ? " tanya Chen


" ya , kau benar "


" Apa kau yakin tidak membutuh kan teman ? aku sangat khawatir pada mu " ucap Chen


" Tidak perlu , aku akan segera kembali gege tidak perlu khawatir "


" Baiklah , aku akan membantu mu mengurus Underground dengan baik "


" En , terimakasih sudah mau membantu ku "


" kau terlalu sungkan Que'er , ah iya bagaimana dengan Jinxing ? "


" Aishh tenang saja wanita mu akan di sini , kau bisa mengunjungi nya selama aku tidak ada " ucap Zhu Que


Chen memerah malu

__ADS_1


" Omong kosong apa yang kau katakan Que'er "


" Ya terserah lah "


" Aku kesini ingin melaporkan kegiatan Organisasi "


Chen menyerahkan sebuah gulungan kepada Zhu Que


" En , untuk kedepan nya saat aku tidak ada kau tidak perlu mengirim laporan ke kediaman ku dulu "


" Baiklah , Aku harus kembali aku akan mendoakan mu dan berjanjilah untuk segera kembali "


" Kau percaya saja pada ku " ucap Zhu Que


Chen Pun keluar dari Kediaman Zhu Que


*****


Hari semakin larut , Zhu Que sudah berpamitan dengan Jendral Liu , Shen Zhi dan Jinxing . Kini Zhu Que sudah berjalan hampir 3 jam di temani Zeus dan Trotter


" Apa masih jauh ge ? " tanya Zhu Que


" Sekitar 3 jam lagi kita akan sampai " ucap Zeus


Zhu Que terus berjalan menggunakan Qinggong nya , tak terasa 3 jam telah berlalau , mereka bertiga kini sampai di perbatasan Hutan Iblis .


" Gege kalian masuk saja keruang dimensi , jika aku membutuhkan kalian , aku akan memanggil kalian "


" Baiklah Que'er " Zeus dan Trotter pun masuk kembali keruang dimensi


Tinggalah kini Zhu Que yang mulai memasuki Hutan tersebut


" Wahh gila hutan nya serem juga ya , kalau di dunia modern cocok nih buat uji nyali atau syuting film horror " gumam Zhu Que


Zhu Que terus melangkah kedalam hutan , tapi semakin masuk kedalam dia merasa semakin aneh . Pasal nya menurut cerita orang orang di hutan ini terdapat Spirit Beast yang langka dan sangat kuat , tapi sedari tadi Zhu Que tidak pernah bertemu dengan hewan satu pun .


" Gege aku harus berjalan kearah mana ? " Zhu Que mulai bertelepati dengan Zeus dan Trotter


" Berjalan ke arah utara " ucap Trotter


Zhu Que pun terus berjalan sesuai arahan Trotter


*


Disisi lain Seorang Pria Tampan dengan Rambut Putih nya sedang duduk di kursi kebesaran nya


" Akhirnya kamu kembali " Tersirat kerinduan di mata nya


" Yang Mulia apa kita akan menjemput Permaisuri sekarang ? "


" Tidak sekarang , dia tidak mengingat masalalu nya . Aku akan pelan pelan membuat nya mengingat ku "


" Terus awasi Permaisuri ku , jangan sampai ada yang menyentuh nya sedikit pun " lanjut Pria berambut putih itu


" Baik Yang Mulia , kalau begitu saya mohon undur diri " bawahan tersebut pergi dari hadapan Pria berambut Putih itu .


" Aku sungguh merindukan mu sayang " gumam Pria berambut putih tersebut . Perlahan bayangan wanita cantik terlintas di benak nya


*******


Sementara di Hutan Iblis Zhu Que terus berjalan tanpa henti


" Que'er apa kau tidak lelah " ucap Zeus


" Tidak , berapa lama lagi aku akan sampai di gua itu ? " tanya Zhu Que


" Sebentar lagi , kau berjalan saja sedikit lagi ke arah utara " ucap Zeus


Zhu Que terus berjalan hingga akhirnya dia melihat sebuah Gua yang tidak jauh di depan nya .


" Akhir nya sampai juga " ucap Zhu Que antusias


Zhu Que mendekati gua tersebut , saat akan memasuki nya Zhu Que terpental kebelakang


Uhuk


Seteguk darah keluar dari mulut nya


" Que'er kau tidak apa apa ? " tanya Zeus dari ruang dimensi


" aku tidak apa apa gege , aku hanya ceroboh "


" Kau harus memecahkan fortal nya terlebih dahulu sebelum masuk " ucap Trotter


" Baik "


Zhu Que membuat Formasi Tingkat 9 untuk menghancurkan Fortal yang menghalangi jalan masuk kedalam Gua tersebut .


Krekkkkk


Fortal nya berhasil Zhu Que hancurkan


Tanpa menunggu lama Zhu Que masuk kedalam Gua .


Zhu Que mengernyitkan dahi , tidak ada yang menarik di Gua ini pikir nya .


Zhu Que terus masuk kedalam Gua sampai dia merasakan energi yang sangat kuat .


Zhu Que terus berjalan hingga langkah nya terhenti saat melihat sebuah Kolam besar berwarna Merah Darah .


" Gege keluar lah " ucap Zhu Que


Zeus dan Trotter pun keluar


" Kolam apa ini ? " tanya Zhu Que


" Ini disebut Kolam Iblis Darah , kau harus berendam di dalam kolam itu dan melakukan penyucian " ucap Zeus


" Oh begitu " Zhu Que mengangguk ngangguk mengerti


" Que'er apapun yang terjadi saat proses penyucian , kau harus berusaha tetap Fokus dan menjaga Kesadaran mu , jika kau lengah bahkan kehilangan kesadaran maka tubuh mu akan hangus menjadi abu " Ucap Trotter


" Terimakasih ge , aku kira kau tidak bisa berbicara panjang lebar " ledek Zhu Que


" Kau ini " Trotter mendengus


" hahaha ,, lihat wajah nya sungguh lucu " ledek Zeus


" Sudah sudah , Kalian tolong berjaga di luar Gua selama aku melakukan penyucian " ucap Zhu Que


" Baik , ingatlah pesan ku tadi " ucap Trotter


Trottet dan Zeus pun berjaga di luar Gua .


Sementara Zhu Que bersiap siap membuka seluruh pakaian nya , setelah tubuh nya polos tanpa sehelai benang pun , Zhu Que masuk ke Kolam Iblis Darah .

__ADS_1


Saat kaki nya baru saja menyentuh air kolam , rasanya seperti kulit Zhu Que terbakar , Zhu Que tidak memperdulikan rasa sakit nya , yang terpenting bagi nya dia harus segera menyelesaikan penyucian ini .


Zhu Que terus memasuki kolam sampai Air kolam itu menelan tubuh Zhu Que hingga ke Leher nya . Zhu Que mulai berkonsentrasi dan menyerap semua energi di dalam Kolam .


__ADS_2