
...Siapa dia ? apakah itu kekasih kecil nya Kaisar ? pikir Zhu Que . Sebuah ingatan kini muncul di pikiran nya dan sosok itu memenuhi kepala Zhu Que ....
...--------------------------------...
Saat Zhu Que akhir nya mengingat sosok itu , mata nya terbelalak kaget . Wanita yang berada di lukisan itu adalah Xue Yun Zhi , ibu kandung nya ralat Ibu kandung dari pemilik tubuh ini .
Kenapa lukisan ibu nya Zhu Que ada di sini ? pikir Zhu Que (Vhee)
" Kau sudah melihat nya ? " suara bariton terdengar dari arah belakan Zhu Que
" Ampun Paman Kaisar , Zhu Que sedikit tidak mengerti . Dan kenapa lukisan ibunda ada di sini ? " Sebenar nya Zhu Que sudah bisa menebak tapi dia ingin mendengar sendiri dari mulut kaisar sebagai kepastian
" Kau pasti sudah mendengar tentang cerita kenapa Zhen membangun Paviliun ini bukan ? "
Zhu Que mengangguk
Kaisar tersenyum " Pavilliun ini memang sengaja Zhen buat untuk Xue Yun Zhi . Mengingat dulu kita pernah sangat dekat "
" bahkan hampir hidup bahagia bersama " batin kaisar
Zhu Que tidak menyangka jika Ibu nya dan Kaisar dulu adalah sepasang Kekasih , hanya saja ibu nya sudah di takdirkan untuk ayah nya yang tak lain adalah Jendral Liu .
" Apa kau terkejut ? " tanya kaisar
" Sedikit terkejut "
Kaisar tertawa saat mendengar jawaban yang di lontarkan Zhu Que , kaisar berpikir mungkin saja Zhu Que akan sangat terkejut , tapi ternyata pendapat nya salah , Zhu Que terlihat begitu tenang . Apakah Zhu Que sudah tau ? pikir Kaisar
Zhu Que yang tau akan isi pikiran Kaisar langsung membuka suara nya
" Sebelum nya Zhu Que ini tidak tau jika Paman Kaisar memiliki Hubungan yang begitu dekat dengan Ibunda , terimakasih Paman Kaisar telah berkenan menceritakan nya "
" Bukan masalah , sekarang Zhen serahkan Pavilliun ini kepada mu "
" Suatu Kehormatan bisa memiliki Pavilliun se indah ini , Zhu Que mengucapkan beribu Terimakasih atas kemurahan hati Paman Kaisar "
Kaisar Tersenyum " Baiklah Zhen harus kembali , kau melihat lihat lah dulu "
" En , Terimakasih Paman Kaisar "
Kaisar Zhao meninggalkan Zhu Que yang kini melanjutkan kegiatan mengamati nya .
*
Di sisi lain tepat nya di kediaman Phoenix , seorang wanita paruh baya sedang berkowtow di hadapan Nyonya nya yang tak lain adalah Permaisuri Wu
" Bangun lah , apa yang ingin kau laporkan " ucap Permaisuri Wu
" Menjawab Yang Mulia , hamba mendengar jika Kaisar mengajak Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar berkeliling untuk melihat Paviliun Bintang "
Brakkk
Permaisuri menggebrak meja di hadapan nya
" APA KAU BILANG ? , kenapa Kaisar mengajak nya ? " Permaisuri Wu menahan emosi nya
" Ampun Yang Mulia Permaisuri , Mohon redakan emosi anda , bukankah Paviliun itu sudah menjadi milik Putri Ketiga Jendral Besar ? "
Permaisuri kembali mengatur nafas nya , dia ingat jika Kaisar memang memberikan Paviliun itu kepada Zhu Que . dia harus tetap tenang dan tidak ceroboh
" Bertahun tahun lama nya aku sangat ingin memasuki Paviliun itu , kalau saja Kaisar tidak memasang Fortal mungkin sudah dari dulu aku melihat nya . Dan sekarang anak j****g itu dengan mudah nya masuk kesana . Aku masih ingat betapa murka nya Kaisar saat aku mencoba menghancurkan Fortal itu . Apakah sangat susah untuk mencintai ku ? apakah aku tidak lebih baik dari Xue Yun Zhi ? Kenapa Kaisar sangat tidak adil padaku . "
" Permaisuri anda jangan berkecil hati , Kaisar mencintai anda . Dibanding wanita masalalu nya , Anda adalah Istri Sah dari Kaisar . Tidak peduli siapa yang menjadi kekasih Kaisar saat itu , yang terpenting orang yang dinikahi Kaisar adalah Anda . Jika Kaisar tidak mencintai anda , mungkin saja sedari dulu Kaisar menolak menikahi anda " Hibur Pelayan yang menjadi kepercayaan Permaisuri
" Kau benar , mungkin aku terlalu banyak berpikir "
" Kalau begitu , Hamba pamit undur diri "
Pelayan itu segera meninggalkan Permaisuri dan kembali melakukan kegiatan nya .
*
Setelah puas melihat lihat Pavilliun Bintang , Zhu Que berpamitan kepada Kaisar Zhao untuk kembali ke Kediaman Jendral Liu .
Setelah menempuh jarak yang cukup Jauh , kini Zhu Que sudah sampai di kediaman Jendral Liu . Dengan langkah seribu nya , Zhu Que kembali ke Pavilliun Teratai setelah menyapa Ayah dan Gege nya .
" Ahh lelah nyaaa " Zhu Que membaringkan tubuh nya di atas ranjang
" Tujuan ku kemana lagi sekarang ? , apa ke Markas Underground ? atau Ke Mansion ya ? . Padahal tubuh ku lelah tapi kebosanan ini sungguh menyebalkan "
Saat Zhu Que sedang asik bergumam sendiri , tiba tiba suara Jendela yang di buka paksa mengalihkan fokus Zhu Que
Saat Zhu Que melihat ke arah Jendela , terlihat Laki laki berpakaian hitam dengan topeng setengah perak dan setengah emas menghampiri Zhu Que .
" Siapa ? "
Pria Itu membuka Topeng nya , terlihat kedua sudut bibir nya terangkat dan menampilkan Senyuman Maut Khas nya .
Zhu Que langsung memeluk Pria itu yang tak lain adalah Chen
" Aku mendengar kau sudah kembali , dan aku langsung pergi menemui mu " Ucap Chen dikala membalas pelukan Zhu Que tidak kalah erat
" Aku sangat merindukan mu ge , bagaimana kabar mu selama aku tidak ada ? dan bagaimana Underground ? "
" Aishh kau bahkan belum mempersilahkan ku duduk " dengus Chen yang berhasil membuat Zhu Que terkekeh
" Aiiyyooo gege ku merajuk hahaha , kemarilah jika kau ingin duduk " Zhu Que menarik tangan Chen menuju salah satu kursi dan mendudukan Chen secara paksa , kemudian Zhu Que pun ikut duduk berhadapan dengan Chen .
" Jadi bisakah gege menjawab pertanyaanku sekarang ? " ucap Zhu Que
" Hufftthh kau ini ,,, Kabar gege baik baik saja dan soal Underground kau tidak perlu khawatir , semua sesuai keinginan mu "
" Aku memang tidak pernah salah pilih orang untuk menjadi wakil ku "
Chen meraih puncak kepala Zhu Que dan mengacak acak rambut Zhu Que
" Yaaa , kau merusak rambut cantik ku huhhh " dengus Zhu Que
Chen tidak kuasa menahan tawa melihat ekspresi menggemaskan Zhu Que
" Baik baik maaf kan gege . Jika kau tidak sibuk datang lah ke markas , anggota underground merindukan mu juga . Gege harus pergi untuk menemui adik gege , kau jangan nakal dan terus berhati hati " ucap Chen
" Baiklah , sampai kan salam ku kepada adik gege ya . Aku pasti akan mengunjungi Markas "
Chen berpamitan untuk pergi .
Setelah Chen Pergi Zhu Que meminta Jinxing menyiapkan Air untuk mandi , sesudah menyelesaikan mandi nya Zhu Que berbaring untuk beristirahat karna dia sudah sangat kelelahan .
*******
4 bulan telah berlalu ....
Selama 4 bulan itu Zhu Que semakin aktif mengurus Organisasi Underground .
Selama itu pula Zhu Que sering bertemu dengan Pangeran Ketiga Zhao Hua Yun , bukan tidak sengaja bertemu lebih tepat nya Pangeran Ketiga selalu menemui Zhu Que dan membuat Zhu Que marah marah .
Tapi Semakin berjalan nya waktu Zhu Que semakin terbiasa dengan keberadaan Pangeran Ketiga .
Seperti saat ini , Zhu Que sedang sibuk membaca di kediaman nya dan sedari tadi Pangeran Ketiga terus memperhatikan nya
" Bisakah pangeran pergi " ucap Zhu Que datar
" Tidak " jawab nya singkat
Zhu Que menutup buku bacaan nya dan menatap Pangeran Ketiga Jengah
" Sebenar nya apa mau mu pangeran ? kenapa kau selalu mengganggu ku " ucap Zhu Que
" Aku hanya merindukan mu saja "
" Sudah hampir 1000x kau mengatakan kata itu kepada ku " Zhu Que memutar bola mata nya malas
__ADS_1
Selama ini Zhu Que sering mendengar alasan yang sama dari Pangeran Ketiga saat Zhu Que bertanya Ada apa kesini ? apa mau mu ?
Jika bukan Pangeran , mungkin sudah Zhu Que bumi hanguskan .
Tiba tiba bayangan hitam muncul di hadapan mereka , sosok laki laki berpakaian hitam muncul dan membisikan sesuatu kepada Pangeran Ketiga .
Raut Wajah Pangeran Ketiga berubah menjadi dingin , Pangeran Ketiga bangkit dari duduk nya
" Aku harus pergi , kau baik baik disini dan jangan membuat onar mengerti "
Cup
Sebuah kecupan mendarat di dahi Zhu Que , sontak Zhu Que memerah
Pangeran Ketiga terkekeh melihat rona merah di wajah Zhu Que
" Aku pergi , jangan merindukan ku "
Pangeran Ketiga menghilang dari hadapan Zhu Que .
Sedangkan Zhu Que masih mematung dengan reflek tangan nya memegang dahi yang baru saja di cium oleh Pangeran Ketiga
Pipi nya semakin merona
" Dasar Gila " gumam nya
Zhu Que akui jika Zhu Que mulai menyukai Pangeran Ketiga meskipun tingkah Pangeran Ketiga selalu membuat Zhu Que kesal .
Saat Zhu Que sedang asik dengan pikiran nya , Jinxing membuka pintu kamar
" Que'errr " panggil Jinxing
" Ada apa ? "
" Fengjiu telah kembai dari pengasingan dan sekarang sedang menuju kediaman nya "
" Lalu ? "
" Aihh Que'er tidak kah kau merasa sebuah ancaman "
" Hahaha dia ? ancaman ? , huuffthh meskipun kau sedikit benar tapi jika dia belum bergerak maka aku tidak akan bergerak , kita lihat saja kapan ular itu akan mengeluarkan bisa nya "
" Yasudah terserah kau saja , oh iya aku dengar 3 hari lagi Permaisuri Ulang Tahun dan Putri Yu Mei juga telah kembali " ucap Jinxing
" Benarkah ? aku hampir lupa jika kaisar memiliki putri " Zhu Que terkekeh
" dan kau barusan bilang Putri Yu Mei ? aku rasa aku tidak pernah melihat nya . Aku hanya pernah melihat Putri Mei Qi "
" Putri Yu Mei jarang tinggal di Istana , Putri Yu Mei lebih memilih tinggal di Sekte Perguruan nya "
" Jadi begitu , tapi saat Ulang Tahun Kaisar aku tidak melihat dia ? "
" Mungkin saat itu Putri Yu Mei tidak kembali ke Istana , Jika kau ingin melihat nya datang saja ke acara Ulang Tahun Permaisuri Wu . Kebetulan Keluarga Jendral Liu di undang oleh Kaisar "
" Baiklah sepertinya datang ke Ulang Tahun Permaisuri bukan hal buruk "
Saat sedang asikk berbincang bincang dengan Jinxing , salah satu Penjaga bayangan Zhu Que datang lalu memberikan sebuah gulungan dan kembali menghilang dari hadapan Zhu Que .
" Rupa nya Kaisar mengundang Demon Queen juga " Ucap Zhu Que
" Jadi kau akan pergi menggunakan identitas yang mana Que'er ? "
Zhu Que menyeringai " aku akan memikirkan nya "
" Baiklahh semua keputusan ada pada mu , sekarang sudah semakin larut kau istirahat lah . Aku akan kembali "
Zhu Que tidak menjawab ucapan Jinxing . Jinxing pun tidak memikirkan itu dan dia langsung keluar dari tempat peristirahatan Zhu Que .
*
3 hari berlalu ...
Semua tamu undangan semakin berdatangan dan memasuki Aula Utama .
Kini Rombongan Jendral Liu yang memasuki Aula , dan Kasim pun mengumumkan nya
" Keluarga Jendral Liu Memasuki Aula "
Semua pasang mata melihat ke arah pintu masuk , mereka melihat Jendral Liu yang masih saja tampan meskipun sudah tidak muda lagi , di sebelah nya ada Pria tampan pujaan para gadis gadis siapalagi kalu bukan Shen Zhi , dan dibelakang mereka ada sosok wanita cantik yang sudah lama tidak terlihat , ya dia Fengjiu yang baru saja menyelesaikan masa pengasingan nya .
Di belakang Fengjiu terdapat pelayan pribadi nya .
Tunggu sepertinya ada yang salah , banyak pasang mata yang mencari sosok yang hilang di rombongan yang baru memasuki aula itu , Ya dia Zhu Que . Kemana pergi nya gadis itu ? bukan kah sudah kembali ? pikir mereka
" Hormat Yang Mulia Kaisar , Permaisuri Wu , Putra Mahkota , Putri Mahkota , dan Para Putri-Pangeran "
(elah banyak amat ya:v)
" Saya Sekeluarga mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Permaisuri Wu , semoga anda hidup 1000 tahun lagi "
Pelayan pribadi Fengjiu menyerahkan hadiah yang mereka bawa untuk permaisuri wu .
" Banyak banyak terimakasih kepada Jendral Liu dan keluarga yang berkenan datang ke acara ulang tahun Permaisuri ini "
" Suatu Kehormatan bagi kami bisa hadir di pesta ini "
" Silahkan Jendral liu duduk di kursi yang sudah di sediakan " ucap Permaisuri
Rombongan Jendral Liu pun duduk dengan tenang .
" Zhen tidak melihat Putri Ketiga kediaman Jendral Besar , apakah dia tidak datang ? " ucap Kaisar yang mewakili semua orang
" Mohon maaf karna ketidak hadiran nya , Que'er sedang tidak enak badan " tutur Jendral Liu
" Oh begitu , dia harus istirahat yang cukup "
" Terimakasih atas perhatian kaisar terhadap Que'er" ucap Jendral Liu
Banyak yang menyayangkan ketidak hadiran Zhu Que termasuk Youlian dan Pangeran Ketiga
Hening~
" Ahh Jiu'er bagaimana kabar mu ? " Permaisuri memecahkan keheningan
Fengjiu yang sedari tadi menunduk menahan amarah saat melihat Putra Mahkota dengan Qin Youlian kini mendongakan kepala nya .
" Terimakasih atas perhatian Permaisuri Wu , Jiu'er baik baik saja " ucap Fengjiu selembut mungkin
" Kau semakin kurusan Jiu'er , jika ada waktu datanglah berkunjung seperti biasa "
Fengjiu tersenyum " Jika itu permintaan Permaisuri , Jiu'er tidak mampu menolak "
Permaisuri Wu tersenyum hangat
" Memang kau yang paling mengerti , saat kau tidak ada berkunjung hari hari terasa sepi " Permaisuri Wu melirik Youlian sekilas
Fengjiu yang melihat kilatan tidak suka Permaisuri Kepada Youlian tersenyum kemenangan dalam hati . Permaisuri Wu memang tidak menyukai Youlian , Permaisuri lebih berharap kalau menantu nya adalah Fengjiu . Menurut Permaisuri Wu , Youlian hanya gadis pendiam yang tidak memiliki keterampilan seni beladiri yang kuat seperti Fengjiu .
Permaisuri tidak tau aja bagaimana Youlian yang sebenar nya :v
Youlian yang melihat tatapan tidak suka Permaisuri hanya menghela nafas nya . Dia tidak memperdulikan apakah dia di sukai atau tidak oleh Ibu Mertua nya . Yang terpenting dia harus menjalankan tugas nya sebagai Putri Mahkota dan selalu waspada terhadap sekitar karna peran nya kini berat .
Saat suasana mulai hening kembali , tiba tiba kasim mengumumkan kedatangan Tamu yang sudah di tunggu² semua orang
" Demon Queen dan Anggota Underground Memasuki Aula "
Semua pasang mata menatap kearah Pintu masuk . Mereka semua sangat penasaran dengan Sosok Demon Queen yang tidak pernah muncul itu .
Bisa mereka rasakan Aura Agung terpancar dari Sosok Wanita bertubuh ramping dengan baju yang menurut mereka agak aneh , tidak lupa Topeng Emas yang di pakai nya , mereka yakin itulah Demon Queen yang selama ini selalu membuat mereka penasaran .
Di belakang nya ada sosok Pria Tinggi dengan topeng Setengah Perak dan Setengah Emas , meskipun memakai Topeng tapi aura ketampanan nya masih terpancar , siapa kalau bukan Chen . Di samping nya terdapat Sosok Wanita yang menggunakan Topeng perak dengan warna merah di bawah mata nya , dia adalah Jinxing .
__ADS_1
Dan di belakang nya masih ada 3 anggota yang juga memakai topeng sama berwarna perak juga baju hitam bercampur merah yang seragam .
" Hormat Kaisar , Permaisuri Wu , Putri dan Putra Mahkota " ucap 3 anggota Underground yang berdiri di belakang Chen dan Jinxing . Sedangkan 3 orang di depan mereka hanya ikut membungkuk sedikit .
Itu sudah menjadi ciri khas anggota organisasi Underground , mereka tidak akan membungkuk 90° saat mengucapkan hormat atau salam .
" Suatu Kehormatan Demon Queen dan Anggota Underground berkenan datang ke Perayaan Ulang Tahun Permaisuri Zhen , silahkan duduk di kursi yang sudah di sediakan " Ucap Kaisar
" Terimakasih Kaisar , Suatu Kehormatan juga untuk kami bisa datang ke Perayaan ini " ucap Chen
Zhu Que dan Anggota Underground berjalan menuju Kursi yang di Khusus kan untuk mereka .
" Lihat apakah itu Demon Queen ? ternyata lebih kecil dari yang ku pikirkan "
" Aura nya sangat agung , apakah dia dewi yang di utus ke dunia fana ? "
" aku berpendapat begitu "
" Apakah Demon Queen sedang merekrut anggota baru ? jika iya , aku ingin mendaftarkan diri "
Bisik bisik terdengar dari arah para tamu undangan , Zhu Que hanya diam dan mengedarkan pandangan nya kesetiap arah .
Sampai pandangan nya bertemu dengan Sujin yang juga menatap ke arah nya .
Apa itu Sujin ? ternyata dia sedang hamil , tapi kenapa Bai Lige berada di sisi Wu Lijing ? apa mereka sepasang kekasih ? ah tidak , mungkinkah mereka sudah menikah ? Pikir Zhu Que
Zhu Que memberi kode kepada Jinxing untuk menyerahkan hadiah kepada Permaisuri Wu .
*
Acara Perayaan Ulang Tahun Permaisuri Wu sudah berjalan selama 2 Jam . Kini para tamu berpindah ke Halaman Utama .
Zhu Que hanya duduk memperhatikan semua orang .
Mulai dari Jendral Liu sedang berbicara dengan Kaisar dan Para Mentri .
Permaisuri Wu dengan Para Nyonya mentri dan juga Nyonya bangsawan , Zhu Que juga melihat Fengjiu dan Mei Qi yang berdiri di samping Permaisuri dengan wajah merah merona . Mungkin mereka berdua sedang menerima pujian , pikir Zhu Que .
Menurut Zhu Que ini sangat membosan kan , Zhu Que terus mengamati sekitar dan tatapan nya melihat ke arah Youlian sedang duduk di temani Chui , tidak tertinggal para gadis gadis bangsawan yang ingin menjilat nya .
Pandangan Zhu Que terhenti saat melihat seorang gadis yang duduk di kursi paling pojok , gadis itu tidak begitu asing bagi Zhu Que , tapi siapa dia ?
" Jinxing siapakah gadis di kursi pojok itu ? "
Jinxing mengikuti arah pandang Zhu Que
" Ahh itu Putri Yu Mei " ucap Jinxing
" Oh jadi itu yang bernama Putri Yu Mei , sepertinya dia tidak menyukai keramaian "
Zhu Que mengalih kan pandangan nya , dan dia melihat hal yang menarik .
" Jinxing bukan kah itu Bai Lige ? kenapa sedari tadi terus menempel kepada Wu Lijing ? " ucap Zhu Que
" Aku lupa memberi tau jika Bai Lige adalah Istri Sah dari Tuan Muda Kedua Mentri Wu "
" Benarkah ? aku lihat Sujin sedang mengandung , dan kandungan nya sudah membesar , seharus nya dia diam saja di rumah "
" Entahlah Que'er , tapi yang ku dengar jika Wu Lijing lebih memanjakan Bai Lige , mungkin sujin tidak ingin Bai Lige mencuri Perhatian "
Zhu Que hanya mengangguk tanda mengerti .
" Chen'ge , Jinxing dan kalian ber tiga Ayo kita kembali ke markas , aku sudah bosan disini "
" Baik Que'er , kita akan berpamitan kepada Kaisar Zhao " Ucap Chen
Zhu Que bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah Kaisar , namun langkah nya terhenti saat mendengar suara Tamparan yang sangat keras
Plaakkkkkk
Terlihat Sujin yang tersungkur sambil memegang pipi sebelah kiri nya
" Meimeiiii " Fengjiu berlari ke arah Sujin dan membantu Sujin berdiri
Semua pasang mata melihat ke arah Sujin dan sepasang suami istri yang berdiri di hadapan Sujin .
" Apa ini yang sering Tuan Muda Kedua Mentri Wu lakukan kepada meimei ku ? dia sedang mengandung anak mu dan kau malah mempermalukan nya seperti ini " Marah Fengjiu
" Dia mendorong Istri Ku " ucap Wu Lijing
" Dia juga istri mu , dan bahkan dia sedang mengandung anak mu , tidak bisakah kau perlakukan meimei ku dengan baik ? " ucap Fengjiu
Sujin menangis dengan tersendu sendu , bukan hanya pipi nya yang terasa perih karna di tampar oleh Wu Lijing tapi juga karana perasaan sakit di hati nya saat suami sendiri tidak memberikan wajah untuk nya di hadapan banyak orang .
Zhu Que yang melihat pertunjukan bagus pun tidak menyianyiakan nya .
" ahh waktu yang tepat untuk membalas Wu Lijing karna dulu telah memfitnah A Li " batin Zhu Que
Zhu Que mendekati kearah keributan itu dengan di ikuti Anggota Underground lain nya .
" Seorang suami menampar istri yang sedang Mengandung Anak nya di hadapan semua orang apakah pantas ? "
Semua orang langsung memandangi Zhu Que yang mendekati Sujin
" Apakah anda tidak apa apa Nona Sujin ? kenapa anda tidak bersistirahat di rumah " Ucap Zhu Que dengan menyamarkan suara asli nya
" S,,ssaya baik ba,,ik saja Demon Que,,en "
" Tuan Muda Wu kenapa anda begitu kasar dengan wanita hamil ? dia adalah istri anda juga "
Semua orang mulai berbisik mencemooh perlakuan Wu Lijing terhadap Istrinya , meskipun Sujin seorang Selir tapi dia sedang mengandung .
Wu Lijing yang mendengar semua orang menyalahkan nya mulai geram
" Kau tidak perlu ikut campur , ini masalah keluarga ku . Lagi pula dia hanya selir dan beraninya mendorong Istri Sah . Jangan mengira kau seorang Demon Queen dan aku takut pada mu " Marah Wu Lijing
Semua orang terkejut melihat Wu Lijing yang begitu berani , apakah Wu Lijing lupa jika orang yang di hadapan nya tidak seharus nya di singgung ? pikir semua orang .
" Tuan muda Wu apa anda lupa ? ini bukan di kediaman anda , dan anda baru saja membuat keributan . Meskipun anda sudah menikah dengan Nona Sujin tapi Nona Sujin masih Putri Kedua Kediaman Jendral Besar . Bahkan anda tidak memberi Jendral Besar Muka " ucap Zhu Que
Wu Lijing membatu , dia benar benar lupa kalau disini ada Jendral Liu dan dia menampar Putri nya di hadapan semua orang dengan keadaan sedang mengandung .
" Tuan Muda Wu apa begini cara mu memperlakukan istri mu " Permaisuri geram sekaligus malu dengan kelakuan Wu Lijing , begitu juga dengan Mentri Wu yang sudah memucat . Pasal nya kejadian ini di saksikan oleh tamu terhormat Kaisar yaitu DemonQueen dan mentri wu khawarir jika Jendral Liu akan menyerang Kediaman nya , meskipun Mentri Wu mempunyai dukungan Permaisuri di belakang nya tapi Jendral Liu memiliki kekuasaan terbesar di Milliter .
Bai Lige bersujud di hadapan Demon Queen
" Ampun Demon Queen , maafkan kesalahan Suami hamba yang ceroboh . Suami hamba tidak mengendaikan emosi nya karna rasa sayang kepada hamba yang begitu besar , harap semua orang memaklumi " Bai Lige menangis dengan air mata buaya nya
Sujin yang mendengar ucapan Bai Lige mengepalkan tangan nya
Sujin ikut bersujud
" Demon Queen , Kaisar dan Permaisuri mohon ampuni Saya yang telah menyebabkan ketidak nyamanan ini . Saya tidak sengaja mendorong Putri Bai karna dia terus mengatakan bahwa saya hanya pemuas nafsu Tuan Muda . Saya sangat sedih dan emosi jadi saya mendorong putri Bai " Sujin melancarkan aksi nya
Bai Lige dan Wu Lijing membelalakan mata mereka . Mereka tidak percaya jika Sujin memanfaat kan kesempatan ini untuk memperburuk reputasi mereka .
" Lancang , kenapa kau memfitnah putri ku " mentri Bai meradang
" Wu Lijing aku tidak mengajari mu untuk menjadi seekor binatang " geram mentri Wu
" saya tidak berani mentri bai " lirih sujin
" Bangun lah meimei kau sedang mengandung " Fengjiu membantu Sujin berdiri
" Apa tuan muda mentri wu sedang mengibarkan bendera perang kepada Jendral Besar ? bagaimana pun juga Sujin masih Putri Kedua kediaman Jendral Besar " ucap Fengjiu
Zhu Que yang melihat drama ini tersenyum puas di dalam hati . Biarlah Wu Lijing dan Bai Lige mendapat Cemoohan orang orang dan reputasi mereka hancur . Sedangkan Sujin mendapatkan Kebencian dari Mentri Bai dan juga Wu Lijing . Zhu Que sudah menebak jika mereka tidak akan saling melepaskan sebelum salah satu diantara mereka menderita bahkan mati dan Zhu hanya akan menonton tanpa mengotori tangan nya .
Kaisar sudah menggelap . Dia benar benar merasa malu akan kekacauan di istana nya yang di sebabkan Wu Lijing dan 2 istri nya .
Sedangkan Jendral Lui hanya mengamati keributan itu tanpa ada minat membela Sujin .
__ADS_1