Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Zhu Que terluka


__ADS_3

...Zhu Que membalikan tubuhnya kebelakang dan melihat Jinxing menatapnya dengan wajah datar ....


...--------------------------------...


Tanpa perasaan , Jinxing menarik pedang yang menancap di tubuh Zhu Que .


Uhukk


Seteguk darah kembali keluar dari mulut Zhu Que . Kini Zhu Que terkulai lemas menahan sakit .


Brughhh


Jinxing terlempar hingga punggungnya bertubrukan dengan tembok .


" HANYA SEORANG PELAYAN RENDAHAN BERANINYA MENIKAM TUAN SENDIRI " marah Shen Zhi yang kini mendekati Jinxing dan mencekik nya kuat hingga Jinxing memekik tertahan . Shen Zhi melepaskan cekikan nya dan menyeret Jinxing untuk di introgasi .


Jendral Liu segera menghampiri Zhu Que di ikuti Chen yang kini mengeluarkan sebuah botol porselan .


" Que'er telanlah pil ini " ucap Chen yang menyodorkan pil penyembuh kepada Zhu Que agar pendarahan nya kini berhenti .


" Tangkap Wu Qilin dan semua pengikutnya . Terutama mentri Wu . " ucap Kaisar Zhao kepada para prajurit nya .


" Ayo kita bawa putri Zhu Que untuk di obati " ucap Yu Mei


Shen Zhi mengkode Chen untuk membawa Jinxing . Lalu Shen Zhi mendekati Zhu Que dan menggendong nya ala bridal style .


" Engghh " Zhu Que menahan sakit dan juga panas di dadanya . Kini dia terbaring di salah satu kamar yang sudah di persiapkan .


" sial kenapa sangat sakit " batin Zhu Que


" Kenapa tabib sangat lama " ucap Youlian yang kini terduduk di samping Zhu Que


Chen berinisiatif untuk memanggil Zhi Sha yang sekarang berada di kekaisaran sebrang untuk mengurus salah satu bisnis underground disana .


Zhi Sha adalah ketua organisasi underground di bidang Alkemist . Tentu saja Zhi Sha sangat pandai dalam hal pengobatan bahkan kemampuan nya melebihi tabib istana . Tanpa butuh banyak waktu Zhi Sha tiba di hadapan mereka . Semua orang sempat terkejut dengan kedatangan Zhi Sha yang tiba - tiba , tapi mereka segera menormalkan ekspresinya .


" Hormat Queen , maaf saya terlambat mendapatkan informasi jika Queen terluka . " Zhi Sha segera memeriksa keadaan Zhu Que yang kini kian memucat . Zhi Sha bahkan mengabaikan orang - orang yang kini berada di ruangan itu termasuk Kaisar Zhao .


Zhi Sha mengerutkan dahinya dan itu semakin membuat semua orang penasaran


" Bagaimana ? " tanya Kaisar Zhao yang sedari tadi juga mencemaskan Zhu Que


" Queen terkena racun yang sangat mematikan , bahkan penawarnya sangat langka "


Semua orang semakin khawatir saat mendengar perkataan Zhi Sha . Terlebih Jendral Liu dan Shen Zhi yang mengetatkan rahang mereka .


" Ji.nxi..xing " ucap Zhu Que terbata . Zhu Que ingin sekali mendengar alasan kenapa Jinxing tega menikamnya . Zhu Que pikir bahwa dia tidak pernah mempunyai masalah dengan Jinxing , tapi kenapa ? .


Shen zhi yang mendengar adiknya masih memanggil pengkhianat itu menggeram marah dan segera menyeret Jinxing kehadapan Zhu Que


" KATAKAN " ucap Shen Zhi


Semua pasang mata menatap jijik ke arah Jinxing . Bagaimana tidak , mereka tahu jika Zhu Que sangat menyayangi Jinxing , bahkan Zhu Que sangat melindunginya . Tapi apa yang Zhu Que dapat ? , hanya sebuah pengkhianatan .


" Aku tidak menyesal " ucap Jinxing menatap sengit ke arah Zhu Que yang kini memaksakan diri untuk tetap tersadar .


Plakkk


Jendral Liu menampar keras wajah Jinxing . Dia pikir Jinxing tidak selicik itu , tapi ternyata Jinxing benar - benar seorang rubah . Jendral Liu sangat kecewa kepada dirinya sendiri , seharusnya dulu dia tidak menampun Jinxing di kediaman nya .


Plakkk


Kini giliran Youlian yang menampar Jinxing .


Youlian tidak bisa lagi menahan amarahanya , dia sangat tahu bagaimana Zhu Que memanjakan Jinxing . Tapi Jinxing sangat tidak tahu diri .


" Bagaimana kamu bisa berkata dan bertindak seperti itu ? , Que'er sangat menyayangi mu layak nya keluarga . Dia bahkan sangat bangga memiliki mu di sisi nya tapi apa yang kamu lakukan hah ? , dasar tidak tahu diri " bentak Youlian . Dia tidak lagi peduli tentang reputasinya sebagai putri mahkota .


Yi Huai yang melihat istrinya tergulung kabut emosi langsung memeluk nya .


" sssttts , tenanglah " ucap Yi Huai menenangkan Youlian


Jinxing menyeringai lalu bangkit dan menatap Zhu Que yang kini menahan sakit dan terus berusaha agar dirinya tidak pergi ke alam bawah sadar .


" AKU MEMBENCI MU , MATILAH SECARA PERLAHAN KARENA PEDANG ITU SUDAH KU BERI RACUN . SEDANGKAN PENAWAR ITU HANYA ADA SATU DAN ITU SUDAH KU HANCURKAN HAHAHA " ucap Jinxing dengan tawa nya yang menggelegar


Arkkkkhhhhhhhhh


Teriakan Jinxing nyaring saat Jendral Liu menyerang Jinxing dengan elemen es nya .


" KATAKAN DIMANA PENAWAR ITU " Marah Jendral Liu .


Tiba - tiba pengawal datang dengan tergesa - gesa


" Hormat Yang Mulia , Mentri Wu dan semua pengikutnya sudah di tangkap . Dan sekarang mereka sudah di bawa ke tempat eksekusi " ucap pengawal tsb.


" Pangeran ketiga , selir liao dan putri fengjiu pun sudah berada di tempat eksekusi " lanjut nya


" Baik zhen akan segera kesana " ucap Kaisar Zhao


Kaisar Zhao berpamitan untuk pergi ke tempat eksekusi di ikuti oleh semua orang . Kecuali Jendral Liu , Shen Zhi , Chen , Zhi Sha dan para anggota underground yang lainnya . Ditambah Youlian dan Yu Mei yang juga masih setia berada di ruangan dimana Zhu Que terbaring lemah . Jangan lupakan juga Jinxing yang kini berada di bawah pengawasan Chen . Awal nya Chen memang sempat tertarik kepada Jinxing tapi sekarang , hanya perasaan jijik yang dia rasakan saat melihat Jinxing .


" Apakah tidak ada cara lain untuk penawar nya ? , lalu bagaimana dengan wanita menjijikan ini " ucap Youlian


sembari menunjuk Jinxing .


" Penawarnya haruslah Lotus berwarna perak yang tumbuh seribu tahun sekali . Itupun hanya satu tangkai dalam seribu tahun " ucap Zhi Sha (ini author ngarang aja ya:v)


Youlian memandang Jinxing yang kini terkapar dengan penuh luka . Ingin sekali dia mengulitinya sekarang . Tapi dia masih belum mengintrogasi nya .


Kalung yang Zhu Que pakai mengeluarkan cahaya dan itu sontak membuat orang - orang yang ada di kamar itu terkejut dan refleks menutup mata mereka . Mereka kembali terkejut saat dua sosok pria tampan berdiri di dekat Zhu Que bertepatan dengan cahaya itu redup .


" Siapa ? " tanya Shen Zhi to the point


" Saya Zeus "


" Kamu dan Que'er memiliki hubungan apa " tanya Jendral Liu


" Saya adalah hewan kontrak nya "


" APA " sontak semua orang terkejut . Pasalnya tidak ada hewan kontrak yang bisa merubah wujud nya menjadi manusia , terkecuali hewan mitologi . Ah mereka baru menyadari jika Zhu Que memiliki hewan mitologi .


" Kamu Phoenix yang tadi kan ? " kini Yu Mei membuka suara nya


Zeus hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban . Pandangan nya kini beralih melihat Zhu Que yang sudah tidak sadarkan diri . Zeus menghela nafas nya berat .


" Kalau kamu siapa " tanya Youlian sedikit ragu saat melihat wajah dingin Trotter .


Tidak ada jawaban dari trotter dan itu membuat Youlian menelan saliva nya kasar .


" Sulit untuk mengobatinya . Meskipun Que'er mempunyai banyak tanaman obat yang langka tapi Lotus perak tidak termasuk " ucap Trotter tanpa ekspresi


" Jadi apakah Que'er bisa sembuh " ucap Jendral Liu sendu

__ADS_1


" Sulit " jawab Trotter . Kemudian sudut mata Trotter melihat ke arah Jinxing . Rahangnya mengeras dengan mata yang kini berubah menjadi biru tua . Tangan Trotter di ulurkan ke arah Jinxing .


akkhhhhh


Jinxing memekik kesakitan sembari memegang lehernya .


" Apa alasan mu " Trotter menatap Jinxing tajam


Semua pasang mata kembali menatap Jinxing .


" Lepaskan dulu dia baru bertanya agar jelas " ucap Zeus


akhh


brughh


Trotter membuat Jinxing kini bersujud di depan kaki nya .


" KATAKAN " tekan Trotter


" S..saya mem..bencinya karena dia bukan nona saya . Dia hanya or..orang asing yang memb..buat nona saya meninggal dan dia deng.an seenak..nya menempa.pati tu.tu.buh nona say..yah " ujar Jinxing terbata


" JADI SEDARI DULU KAU MEMENDAM DENDAM PADANYA ? " Marah Shen Zhi yang tidak percaya akan apa yang dia dengar .


" I..IYA " jawab Jinxing


" Dulu say.a lemah , oleh karena itu s.saya sang..at patuh tapi seka..rang kekuatan s.saya bahkan hampir me..nyetar.aimuh " ejek Jinxing menatap Shen Zhi dengan suara yang masih terbata


" Kau bukan apa apa jika Que'er tidak memanjakan mu dasar tidak tahu malu . Lagipula semua yang terjadi bukan salah Que'er atau siapapun itu yang ada di raganya kini . Seharus nya kau membalas dendam kepada orang yang menyebabkan tuan mu itu mati dasar BODOH " ucap Youlian menekankan kalimat terakhir nya .


" Jadi itu sebabnya kau bergabung dengan Wu Qilin " tanya Yu Mei


Wu Qilin adalah Tuan Muda Pertama kediaman Mentri Wu , dia adalah kakak dari Wu Lijing yang telah di eksekusi mati oleh Mentri Wu sendiri .


" Ya , kita adalah sep..pasang kek..kasih " ucap Jinxing yang masih sempat memberikan seringaian kepuasan nya


**Jinxing dan Wu Qilin menjalin hubungan saat seminggu setelah Zhu Que pergi ke Hutan Iblis . Mereka tidak sengaja bertemu saat Wu Qilin di serang para bandit . Dan saat itu Jinxing kebetulan lewat lalu membantu Wu Qilin . Setelah kejadian itu , mereka sering bertemu di luar saat Jinxing kepasar atau sengaja bertemu dengan Wu Qilin . Wu Qilin sendiri tidak peduli dengan status Jinxing yang hanya sebagai pelayan di kediaman Jendral Besar , dia benar - benar terpesona akan kecantikan yang dimiliki Jinxing . Mereka senang dengan hubungan rahasia yang mereka jalin . Meskipun nantinya Jinxing tidak bisa menjadi istri sah dari Wu Qilin , tapi setidak nya dia masih bisa menjadi seorang selir . Jinxing pun menceritakan perihal identitas Zhu Que . Awal nya Wu Qilin berniat membongkar kedok Zhu Que saat itu juga namun Jinxing melarangnya dan mencari waktu yang tepat karena Jinxing tahu bahwa Zhu Que bukan orang yang mudah di singgung . Saat kematian Wu Lijing dan penghinaan kepada Kediaman Mentri Wu yang dilakukan oleh Zhu Que , Wu Qilin semakin yakin untuk membongkar semua identitas Zhu Que dan menyingkirkan nya . Dia menyusun rencana bersama Mentri Wu dan juga Permaisuri wu . Akan tetapi Wu Qilin tidak memberitahu perihal identitas Zhu Que kepada Ayah dan juga kakak perempuan nya itu . Karena rencana nya selalu gagal untuk membunuh Zhu Que . Wu Qilin terus bertemu Jinxing diam diam dengan segala keluh kesah Jinxing yang muak berpura- pura . Jinxing pun menceritakan kepada Wu Qilin jika Underground ada di bawah kepemimpinan Zhu Que dan Jinxing pun mengaku jika dia salah satu anggotanya . Hanya saja dia tidak di berikan tatto oleh Zhu Que , mungkin Zhu Que lupa atau terlalu percaya , jadi dia sedikit bebas dari kematian yang disebabkan tatto itu . ya , Zhu Que terlalu naif menurut Jinxing .


Saat malam dimana Zhu Que memergoki Hua Yun dan Jing Liao , Jinxing tidak sengaja melihat Zhu Que yang mengintip di atap kediaman Hua Yun . Setelah Zhu Que kembali dan beristirahat , Jinxing segera meminum pil penyamar aroma agar seseorang tidak mudah mendeteksi keberadaan nya . Jinxing segera berteleportasi pergi ke kediaman Hua Yun dan masuk ke kamar nya . Untung saja Hua Yun telah menyelesaikan kegiatan nya itu dan dia berbicara tentang rencana pemberontakan bersama Jing Liao . Jinxing terkejut saat mendengar pembicaraan mereka . Sedetik kemudian Jinxing menyeringai dan terus mendengarkan pembicaraan mereka . Setelah selesai dengan aksi mengupingnya itu , Jinxing langsung pergi berteleportasi ke tempat Wu Qilin . Dan menyusun rencana nya untuk membunuh Zhu Que .**


Semua orang membelalakan mata mereka saat mendengar pengakuan Jinxing yang menyebutkan bahwa dia dan Wu Qilin adalah sepasang kekasih .


" Jadi kau mengkhianati atasan mu hanya karena asmara yang kapan saja bisa menyakitimu ? " tanya Youlian tak percaya akan kebodohan Jinxing .


" Dia bukan nona ku . Untuk apa aku menghormatinya " ucap Jinxing


Sretttt


Sebuah belati menyayat tangan Jinxing . Si pelaku hanya menatap datar kearah Jinxing .


" Bodoh " Ketus Trotter


" Bunuh dia segera " lanjutnya


" Bawa dia ketempat eksekusi " ucap Youlian kepada tiga orang pengawal yang berjaga di depan pintu kamar itu .


Para Pengawal itupun langsung menyeret Jinxing yang sudah semakin melemah dan kehabisan tenaga .


" Apa yang harus kita lakukan , denyut nadinya semakin melemah " ucap Zhi Sha


" Apa tidak ada cara lain " ucap Jendral Liu cemas


" Tidak . Mereka begitu pintar untuk menikam musuh nya sehingga memilih cara yang mematikan seperti ini " ucap Zeus tak terima


" Apa maksud mu " ucap Zeus


" Jika kau ingin membunuh orang , tentu saja kau akan memakai cara yang kejam " ucap Trotter


" Iya lah ! kau bodoh atau bagaimana , namanya juga ingin membunuh orang " ucap Zeus


" Nah itu yang mereka lakukan . Bodoh tetiak bodoh " ucap Trotter enteng


Semua orang yang berada di kamar itu berusaha menahan tawa mereka agar tidak meledak . Sungguh tidak menyangka jika Spirit Beast mitologi ternyata memiliki sisi bodoh yang sangat mencolok , pikir mereka . Berbeda dengan Zeus yang memikirkan perkataan Trotter . Mata Zeus membulat sempurna dan segera merutuki kebodohan nya .


" ahh sial , harga diriku sedikit tercoreng " batin Zeus


*****


Disisi lain , seorang Pria bersurai Putih ralat Perak sedang duduk di kursi kebesarannya dengan segala kegelisahan yang entah kenapa membuat hatinya tidak nyaman . Para bawahan yang melihat Tuan nya itu merasa bingung , tidak biasanya Tuan mereka terlihat gelisah seperti ini .


" Ampun Yang Mulia jika hamba lancang . Tapi , apakah Yang Mulia butuh sesuatu " tanya salah satu bawahan nya


" Tidak , apakah sudah ada laporan dari dunia Fana " tanya Pria yang di panggil Yang Mulia tsb.


" Menjawab Yang Mulia , belum ada laporan mengenai Ratu "


Tiba - tiba saja seseorang mengejutkan mereka dengan berlarian untuk menghadap Tuan nya yang kini sedang menatap tidak suka di kursi kebesarannya .


" Apa kau tidak mempunyai sopan santun ? " ucapnya dingin


" Ampun Yang Mulia hamba pantas dihukum " ucap pengawal yang tadi berlarian itu .


" Ambil hukuman mu nanti "


" Baik Yang Mulia "


" Ada apa " tanya Pria bersurai Perak itu


" Menjawab Yang Mulia , hamba baru mendapat kabar bahwa Ratu sedang sekarat "


Brakkkk


" LANCANG , Kau mengatai Istriku sekarat "


" Ampun Yang Mulia , hamba tidak berbohong .Ratu terkena racun yang sangat langka "


Suasana semakin mencekam . Semua yang berada di ruangan itu terkulai lemas karena aura membunuh yang Tuan nya keluarkan .


Rahang Pria bersurai Perak itu mengetat dengan bola mata yang kini berubah menjadi merah gelap .


" Aku akan pergi ke dunia Fana " ucap nya lalu menghilang dalam sekejap .


Seketika suasana di ruangan itu kembali normal . Akhirnya mereka bisa bernafas lega setelah Tuan nya pergi .


***


Sedangkan di tempat eksekusi .. Terlihat Kaisar Zhao dengan wajah jeleknya yang menahan amarah . Tatapan tajam Kaisar Zhao terus dilayangkan kepada orang - orang yang kini berbaris di tempat eksekusi . Salah satunya adalah Mentri Wu beserta Keluarganya . Hua Yun , Jing Liao , Fengjiu dan Jinxing . Tidak lupa tumpukan mayat para antek - antek mereka yang sudah Yi Huai bumi hanguskan dengan kekuatan nya .


Sesekali Kaisar Zhao menghembuskan nafasnya kasar . Dia sangat lelah dengan apa yang terjadi hari ini . Kaisar Zhao tidak habis fikir , ternyata bukan hanya putra nya yang ingin memberontak tapi juga Mertuanya sendiri yaitu Mentri Wu . Hari sudah semakin gelap , semua orang bersiap untuk menyaksikan kematian para kuman - kuman yang meresahkan di istana . Awalnya Kaisar Zhao akan melepaskan Hua Yun dari hukuman mati , namun semua orang menentangnya dan meminta Kaisar Zhao untuk menjatuhkan hukuman mati padanya . Dengan berat hati Kaisar Zhao menyetujuinya .


Sedaritadi Permaisuri Yun selalu menenangkan Kaisar Zhao yang terlihat frustasi .


" Hormat Yang Mulia , bagaimana jika kita segera melaksanakan hukuman untuk mereka " ucap Mentri Bai yang puas saat melihat Rival nya yang lemah tak berdaya . Mentri Bai masih menyimpan dendam atas kematian Putri Keduanya yaitu Bai Lige yang dihukum mati oleh Mentri Wu . Mentri Bai semakin merasa di atas awan saat semua orang menyetujui ucapan nya .

__ADS_1


" Baiklah , segera hukum mereka semua " ucap Kaisar Zhao


Bertepatan dengan Kaisar Zhao mengatakan titahnya . Suara petir terdengar begitu keras . Para Kultivator tingkat rendah bahkan sampai mengeluarkan darah dari telinga mereka . (elah lebay amat sih thorr :v , gkpp yekan dikit )


Semua orang merasakan aura yang sangat agung dan mencekam . Angin berhembus begitu kencang menerpa kulit mereka . Semua orang menyipitkan matanya saat melihat Seseorang diselimuti cahaya yang begitu menyilaukan mata mereka .


" Siapa yang berani menyentuh istri ku " suara khas pria yang mengalun begitu indah di telinga mereka dengan kedinginan yang kentara di setiap kata yang di ucapkan nya .


" S..Siapa " tanya Kaisar Zhao yang menahan aura agung dari sosok yang kini sulit untuk dilihatnya


Perlahan Cahaya yang menyelimuti Pria itu meredup . Semua orang yang berada di tempat eksekusi bisa melihat sosok Pria bersurai perak dengan sebuah topeng di wajahnya . Meskipun memakai topeng , namun aura ketampanan nya masih memancar jelas , hingga membuat kaum hawa begitu terpesona .


Pria tersebut mengepalkan tangan nya . Sudut matanya melihat ke arah Hua Yun yang kini penuh dengan luka lebam , tanpa disadari tangan pria bersurai perak itu semakin mengepal . Pandangan nya terus menatap tajam satu persatu orang yang kini sedang berlutut di tempat eksekusi . Hingga tatapan nya berhenti saat melihat Jinxing yang meringis kesakitan memegang lehernya .


Bola mata pria itu menatap tajam ke arah Jinxing .


Akhhhhh


Jinxing memekik kesakitan saat merasakan tulang nya seperti remuk , namun setelah itu seperti di satukan kembali dan kenyamanan terasa di tubuhnya .


Akhhhh


Kesakitan itu kembali menyerang Jinxing . Hingga terus seperti itu , tapi semakin lama rasa sakit itu semakin meningkat . Pria bersurai Perak itu menghilang dari hadapan mereka .


Setelah kepergian pria tersebut , Wu Qilin berjalan dengan susah payah mendekati Jinxing .


Orang - orang hanya melihat ngeri sekaligus jijik terhadap Jinxing


" Apa kamu baik - baik saja " tanya Wu Qilin Khawatir


Akhhhhh


Jinxing tidak menjawab , dia hanya terus menerus memekik kesakitan .


Kaisar Zhao telah sadar dari pikiran nya yang sempat terbang kesana kemari ( membawa alamat ) . Dia sangat penasaran siapa pria misterius yang baru saja membuat semua orang diam tak bisa berkutik karena aura ke agungan nya . Kaisar Zhao segera menepis keingintahuan nya . Segera dia memerintahkan para algojo - algojo itu untuk memenggal kepala para pengkhianat kekaisaran Zhao yang meresahkan semua orang .


Hua Yun sempat menatap sendu ke arah Permaisuri Yun yang kini menatapnya dengan berlinangan air mata . Hua Yun merasa sakit saat melihat ibu yang telah membesarkan nya selepas kepergian ibu kandungnya itu menangis karena ambisi gila yang kini menyeretnya ke neraka .


" Maaf " Lirih Hua Yun


" Maaf kan aku Que'er . Aku mengakui jika aku menyayangimu . Jika ada kehidupan selanjutnya , izinkan aku melindungimu dengan nyawaku sendiri " lirih nya


Hua Yun mengingat saat dimana Zhu Que ditikam oleh Jinxing . Entah kenapa dia merasa hatinya sakit saat melihat raut wajah kesakitan Zhu Que . Hua Yun sebenarnya sudah tahu akan rencana pemberontakan mentri Wu dan juga pengkhianatan Jinxing . Hua Yun bahkan mendapat informasi tentang identitas Zhu Que dari Jinxing . Ya , saat Hua Yun mengungkapkan siapa Zhu Que , dan darimana dia tahu soal identitasnya . Jawaban nya adalah , dari Jinxing .


Kini giliran Hua Yun yang akan kehilangan kepalanya . Permaisuri Yun semakin histeris . Pangeran Kedua segera menenangkan ibundanya .


Kaisar Zhao terlihat sendu saat melihat kepala Putra kesayangannya itu menggelinding begitu saja . Yi Huai yang melihat Ayahnya langsung menepuk pundak Ayahnya itu , dia tahu bahwa Kaisar Zhao sangat terpukul dengan apa yang terjadi hari ini .


***


Di salah satu kamar , semua orang tampak diam tak bergeming . Pasalnya , sosok misterius menggunakan topeng di wajahnya datang dengan aura yang sangat kuat mendekati Zhu Que yang kini terbujur lemah di atas ranjang .


Berbeda dengan reaksi Trotter dan Zeus yang kini sedang bersujud saat mengetahui siapa yang datang .


" Kenapa istriku bisa seperti ini , apa kalian tidak becus menjaga nya " ucap Pria itu dingin


Uhukk


Jendral Liu tersedak salivanya sendiri . Dia sangat bingung dengan apa yang Pria misterius ini ucapka .


" Istri ? , apakah Que'er memiliki suami lebih dari satu " pikir jendral liu


" Dia hanya istriku . Suaminya hanya aku satu - satunya , tidak ada yang lain . "


Seolah mengetahui apa isi pikirannya Jendral Liu , Pria misterius itu menjawab dengan enteng . Jendral Liu mengerutkan dahinya .


" apa dia bisa __"


" Aku bisa mendengar isi pikiran dan hati mu " ucap Pria itu yang memotong perkataan di pikiran jendral Liu . Dan itu membuat Jendral Liu terkesiap .


Sedangkan yang lain hanya mengerjapakan mata mereka dengan perasaan bertanya - tanya , kepada siapa pria itu berkata ? pikir mereka .


" Aku akan membawa istriku kembali " Pria misterius itu langsung menggendong Zhu Que ala bridal style .


" Tunggu , mau anda bawa kemana putri ku . Dan lagi kenapa anda mengatakan dia istri mu " ucap Jendr Liu


" Dia memang istriku . Dengan atau tanpa izin dirimu aku akan membawanya sebelum kondisinya semakin memburuk "


" Tapi dia putriku . Saya belum pernah melihat anda , tapi anda begitu tiba - tiba datang dan mengaku suaminya . Dan lagi , kondisi putriku sudah sangat buruk . Saya mohon jangan memperburuk kondisinya "


Brugghh


Jendral Liu terpental saat akan mengambil Zhu Que dari tangan pria misterius itu .


" Hentikan , kembaliakan adik ku " ucap Shen Zhi seraya menolong Jendral Liu untuk bangkit .


" Urus dia " ucap pria itu kepada Zeus dan Trotter . Kemudian hilang begitu saja .


" Sial . Siapa dia sebenarnya " marah Shen Zhi


" Cukup . Biarkan dia membawanya , Que'er akan baik - baik saja . Kalian hanya perlu waktu untuk menunggunya kembali " ucap Zeus


" Apa kau gila , bagaimana kami mempercayai pria yang bahkan tidak kami kenal untuk membawa Putriku " ucap Jendral Liu


" Dia bukan putri mu " timpal Trotter


" APA kau bilang " Jendral Liu mulai emosi


" Redakan emosi mu . Percuma saja kau berontak , Que'er tidak akan bisa kalian temukan . Lagipula yang di ucapkan temanku benar . Jiwa yang ada di tubuh putrimu bukan putrimu , melainkan seseorang dari masa depan yang merupakan jiwa dari Istri pria misterius itu " ucap Zeus panjang lebar


" Jiwa istri pria tadi ? tapi kenapa bisa dari seseorang yang berada di masa depan " Tanya Yu Mei yang sedari tadi diam tidak bersuara


" Apakah Jiwa yang ada di tubuh Que'er adalah reinkarnasi dari istri pria itu " kini Chen yang mulai bertanya akan rasa penasaran nya


" Hufthh panjang sekali ceritanya . Aku tidak bisa menceritakan semua nya . Yang jelas dia adalah istri dari pria tadi dan bukan reinkarnasi nya . Kalian tidak usah khawatir . Que'er akan segera kembali tapi aku tidak bisa mengatakan dia akan kembali secepatnya atau tidak . Bersabarlah " ucao Zeus yang kemudian menghilang bersama Trotter .


Jendral Liu terduduk lemas saar mendengar putrinya akan pergi dengan kurun waktu yang tidak di tentukan .


" Sabarlah Ayah . Que'er pasti akan menemui kita secepat nya " ucap Shen Zhi menenangkan Ayah nya itu .


Bukan hanya Jendral Liu yang sedih . Namun Shen Zhi , Chen , Zhi Sha , Youlian , Yu Mei dan beberapa anggota underground merasa sedih . Apalagi saat melihat keputusasaan tersirat di kedua bola mata Jendral Liu.


Mereka hanya berharap Zhu Que akan kembali secepatnya untuk menemui mereka . Berapa lama mereka akan menunggu , mereka tidak peduli . Mereka akan terus menunggu nya sampai kembali .


.


.


.


**Jangan lupa Votmen ya !!! .. Sorry agak lama emang up nya . Biasalah agak sibuk ehhee !


Xoxo**:*

__ADS_1


__ADS_2