Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Awal ?


__ADS_3

" Aku harus segera meminta maaf padanya " ucap Zhu Que tiba - tiba berada di suasana yang begitu buruk.


...--------------------------------...


Keesokan harinya . Jenderal Liu merayakan kepulangan Zhu Que . Semua bangsawan dan para penjabat di undang termasuk keluarga kerajaan . Para tamu kini mulai berdatangan menuju Halaman utama Paviliun Teratai . Zhu Que sengaja meminta Jenderal Liu agar acara penyambutannya di adakan di kawasan yang terbuka .


Acara hampir di mulai , semua tamu kini sedang berbincang di temani sajian yang sudah para pelayan sediakan .


" Yang Mulia Kaisar , Permaisuri You , Putra Mahkota dan Selir Agung tiba " teriakan kasim mampu mengalihkan fokus semua orang . Mereka membungkuk memberikan hormat secara bersamaan .


" Salam Yang Mulia , terimakasih telah berkenan hadir di acara penyambutan Que'er " ucap Jenderal Liu


" Jenderal Besar tidak perlu begitu formal . Zhen senang bisa hadir di acara penyambutan putri Zhu Que " ucap Kaisar Yi Huai


Banyak pasang mata yang melihat interaksi kedua pria tersebut . Alih - alih merasa iri , namun mereka merasa semakin bersemangat untuk menjilat Jenderal Liu dan Keluarganya . Ada juga yang iri dengan Jenderal Liu yang selalu menjadi orang kepercayaan Kaisar nomor satu . Terlihat bagaimana Kaisar yang dulu maupun sekarang selalu mempercayakan semua pasukan elit kerajaan kepada Jenderal Liu .


Jenderal Liu mempersilahkan Kaisar dan keluarganya untuk duduk di kursi khusus yang sudah di sediakan .


Kini semua orang sudah berkumpul , hanya satu orang yang masih belum menampakan batang hidungnya .


" Apa kau melihat Que'er , sayang ? " tanya Shen Zhi


" Aku tidak melihatnya . Apakah masih di dalam kamar " ucap Yu Mei


" Mungkin , aku akan melihatnya . Oh iya dimana Jian'er ? " tanya Shen Zhi


" Dia di bersama A Li "


" oh dengan A Li . Yasudah , aku akan menemui Que'er dulu " ucap Shen Zhi yang di angguki Yu Mei .


Shen Zhi pun berjalan menuju kamar dimana Zhu Que berada .


tok tok tok


" Que'er "


Shen Zhi terus mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam ruangan itu .


" Que'er , apa kau mendengar ku " tanya Shen Zhi


HENING~


itulah yang terjadi di ruangan itu .


Karena Shen Zhi merasa cemas , dia pun mendobrak pintunya .


Brak


Shen Zhi mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru ruangan . Hatinya merasa lega saat melihat sosok wanita mungil yang kini duduk dengan pandangannya yang kosong . Kenapa ? Shen Zhi bertanya-tanya dalam benaknya .


" Que'er "


Lamunan Zhu Que terbuyarkan saat mendengar seseorang memanggil namanya .


" aku kira siapa " ucap Zhu Que


Shen Zhi menaikan sebelah alis nya .


" Jadi , kau berharap siapa yang memanggil mu ? " tanya Shen Zhi


" Tidak bukan begitu "


" Baiklah , sekarang ayo keluar semua tamu sudah datang "


" Ge "


" Kenapa ? " tanya Shen Zhi


" Apa ada yang aku lupakan ? " Zhu Que balik bertanya


" memangnya apa yang telah kau lupakan " ucap Shen Zhi


" Aishh . Kau ini bagaimana ge , jika aku tahu aku tidak akan bertanya " dengus Zhu Que


" dan bagaimana aku tahu jika kau yang melupakannya ? " ucap Shen Zhi skakmat


Zhu Que memutar kedua bola matanya saat kalah telak . Jika Shen Zhi bukan kakak nya , mungkin sudah Zhu Que tenggelamkan saat ini juga .


" Kau menyebalkan " ketus Zhu Que


Shen Zhi terkekeh . " ayo keluar jangan merajuk " ucap Shen Zhi


" Huh .. Kau menyebalkan " dengus Zhu Que lalu beranjak untuk pergi ke halaman utama


" Aku tahu " ucap Shen Zhi


Zhu Que pergi meninggalkan Shen Zhi dengan ekspresi kesalnya . Entah kenapa dia seperti melupakan seseorang , tapi siapa ? . Ditambah suasana hatinya memang tidak baik , pikiran nya terus tertuju kepada Yuan ZhouXu .


" Jiejie "


Zhu Que memutar tubuhnya ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya .


" A Li "


A Li tersenyum hangat kepada Zhu Que


" Oh apakah ini Kangjian . ckck sangat persis dengan ayahnya " ucap Zhu Que terkekeh


" Kau benar Que'er "


Zhu Que mengalihkan pandangannya kepada seorang wanita yang kini berada di sampinnya .


" Ohh hi kakak ipar " ucap Zhu Que


Yu Mei terkekeh , " aku senang kau kembali " ucap nya


" Ah aku lebih senang kau menjadi kakak iparku . Tidak terduga , putri kedua Kaisar Zhao yang terkenal hebat bisa menikah dengan kakak menyebalkan ku . Oh apakah kau tidak menyesalinya ? " ucap Zhu Que


" Berhentilah menggoda kakak ipar mu Que'er . Ayolah , aku tidak seburuk itu . Benarkan sayang " ucap Shen Zhi seraya melingkarkan tangannya di pinggang Yu Mei


" Cihhh " Zhu Que dan A Li memutar kedua bola matanya bersamaan


" Ya , bocah kecil . Kau kenapa ikut-ikutan gadis , maksudku wanita kecil ini " ucap Shen Zhi menunjuk Zhu Que


" aku selalu berada di pihak jiejie " ucap A Li

__ADS_1


" Aish kau ini "


" pfff.. hahaha yaampun ge . A Li benar-benar seorang jenius . Dia bisa membedakan mana yang baik dan ya kau tau lah . Tapi aku masih gadis asal kau tahu ge " ucap Zhu Que di sertai tawanya .


Mereka tidak sadar bahwa kini mereka menjadi pusat perhatian .


" Mau bagaimana pun kau sudah menikah . Kata gadis sepertinya tidak tepat " ucap Shen Zhi tak mau kalah


" Shit , berarti aku janda sekarang " batin Zhu Que yang mengingat jika dirinya pernah menikah , meskipun belum melakukan hubungan intim .


" Shen'er , Que'er apa yang kalian ributkan " Jenderal Liu menghampiri kakak beradik itu .


Shen Zhi dan Zhu Que mengedarkan pandangannya dan ternyata mereka berdua sedang di perhatikan oleh banyak pasang mata termasuk Kaisar dan Permaisuri .


Shen Zhi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" kita hanya berbicara banyak . Mohon maaf ayahanda " ucap Shen Zhi


Jenderal Liu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya . Dia agak terkejut dengan kedua anaknya yang selama ini jarang sekali berbicara panjang bahkan sampai saling mengejek seperti tadi . Mungkin karena sudah lama tidak bertemu .


" Ayo . Pesta nya akan segera di mulai " ucap Jenderal Liu


Orang - orang kini mulai fokus kembali ke kegiatan masing - masing . Seperti hal nya Zhu Que yang memilih menemui Youlian .


Waktu kian berlalu . Kini pesta penyambutan Zhu Que telah berakhir . Semua tamu kembali ke kediaman mereka masing - masing . Begitu juga dengan Zhu Que yang langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat


*****


" Mereka kini sedang mempersiapkan pasukan elitnya . Kita harus segera bersiap Lord " ucap salah satu penjabat


" kita juga harus memperketat ke amanan di istana "


" Lakukan " ucap Seorang pria bersurai perak yang tidak lain adalah Yuan ZhouXu


" terus awasi mereka , jangan sampai ketahuan " lanjutnya


" Baik Lord "


" Bagaimana dengan ratu ? apa tidak sebaiknya ratu berada di istana ? "


Yuan ZhouXu mematung saat mendengar perkataan salah satu penjabatnya .


Melihat reaksi Yuan ZhouXu yang tidak seperti biasanya saat menyebutkan nama 'ratu' , membuat semua orang yang berada di aula bertanya-tanya .


" Lord " salah satu orang kepercayaannya mencoba membuyarkan pikiran Yuan ZhouXu , dan itu berhasil .


" Awasi Ratu , jangan sampai dia mengetahui jika sedang di awasi " Ucap Yuan ZhouXu kemudian menghilang dari aula .


Semua orang saling berpandangan . Mungkin suasana hati Yuan ZhouXu sedang tidak baik .


*


Setelah meninggalkan Aula secara tiba - tiba . Kini Yuan ZhouXu memilih pergi ke sebuah Paviliun dimana saat Zhu Que terbaring tak sadarkan diri selama 2 tahun .


Berkali - kali Yuan ZhouXu menghembuskan nafas nya kasar .


" Jika saja aku lebih pandai menjaga mu . Mungkin sekarang kita tidak akan seperti ini " gumam Yuan ZhouXu


Kepingan memori kini bermunculan di benak Yuan ZhouXu . Dimana saat dia tertawa lepas bersama wanita yang di cintainya .


~Flashback On ~


terlihat seorang wanita yang kini mondar mandir dengan raut wajah kebingungan . wanita itu pun menoleh ke asal suara .


" aku , aku ingin memberitahu mu sesuatu tapi apa kau akan marah " ucap wanita itu


" memangnya ada apa ? "


" kemarin aku pingsan "


Brak


" apa ? kenapa tidak ada seorang pun yang memberitahu ku " ucap pria itu dengan nada geram


" ja..jangan marah , itu semua keinginanku . Maaf " wanita itu tertunduk


Pria itu menarik tangan wanita itu kedalam pelukan nya seraya mengelus puncak rambutnya .


" kenapa hm . Sepertinya aku merasa ada yang kau sembunyikan " ucap Pria bersurai perak itu .


" tabib mengatakan jika aku hamil . Apa kau akan marah padaku Xu'er " ucap wanita itu


*DEG


hamil ? istrinya hamil* ?


Pria yang tidak lain adalah Yuan ZhouXu itu kini mematung saat mendengar perkataan polos istrinya itu .


" Maaf " wanita yang di pelukan Yuan ZhouXu semakin menunduk dan itu membuat Yuan ZhouXu semakin gemas .


Apa-apaan istrinya itu ? kenapa dia begitu polos . Yuan ZhouXu tidak akan marah tetapi sangat terharu saat mendengar jika istrinya telah mengandung calon pewaris tahtanya .


Tanpa aba-aba , Yuan ZhouXu menci*mi setiap inci wajah istrinya dengan perasaan bahagia bercampur gemas


cup


" aku sangat senang "


cup


" terimakasih sayang "


cup.. cupp


" Hentikan Xu'er , kau membuat ku geli "


Yuan ZhouXu menghentikan aksinya .


" kenapa kau begitu menggemaskan sayang . Kau pikir aku akan marah saat calon pewarisku kini hadir hm "


" aku hanya cemas " jawabnya


Hari-hari mereka lewati dengan bahagia . Sampai akhirnya sang penerus telah lahir ke dunia . Berbagai ucapan selamat mereka dapatkan . Hingga tiba saat pesta perayaan , seseorang datang tanpa di undang mengacaukan acara nya .


" Kau memilih dia daripada aku ? " ucap suara bariton yang kini menggema di aula sehingga menjadi pusat perhatian semua orang .

__ADS_1


" LANCANG . SIAPA YANG MEMBIARKAN DIA MASUK " Geram Yuan ZhouXu


" Cih , pengawal mu seperti seekor semut untuk ku , jadi mudah bagiku untuk menginjaknya " ucap Pria asing itu


" Apa Mau mu ? " ucap seorang wanita yang kini duduk tepat di samping Yuan ZhouXu .


" Mau ku , kau kembali padaku dan tinggalkan pria sialan itu "


Yuan ZhouXu murka saat mendengar perkataan pria tersebut .


Brakk


tubuh pria itu terbanting oleh serangan Yuan ZhouXu . Alih-alih merasa sakit , namun pria itu malah terkekeh dan menyeringai .


" Ck , aku pasti akan mengambil kembali miliku . Termasuk wanita yang sekarang kau cintai . Ketahuilah , seharusnya yang menikah dengan nya adalah aku bukan kau "


" Kau yang terlalu bodoh pergi dengan jalang mu dan meninggalkan nya . Jangan salahkan siapapun karena yang bersalah adalah dirimu "


" Terserah bagaimana pendapat mu tapi tahta dan wanita yang kini kau miliki adalah miliku " ucap Pria itu lalu menghilang


Yuan ZhouXu mencoba merendam amarah nya . Pikirannya kini kacau karena sosok pria tadi . Dia tidak takut pria itu mengambil tahta nya tapi dia takut jika dia harus kehilangan wanitanya .


" Jangan terlalu dipikirkan Xu'er . semua pasti ada jalan keluarnya " ucap wanita itu mencoba menenangkan suaminya


" aku tahu Que'er "


Pesta yang tadi berjalan dengan lancar kini terpaksa di berhentikan , mengingat situasi yang kini tidak stabil untuk melanjutkannya .


Beberapa tahun kemudian , Yuan ZhouXu dan istrinya hidup damai . Istrinya adalah seorang Dewi Kehidupan yang terkenal dengan Kecantikan dan ke cerdasanya . Menikah dengan Yuan ZhouXu adalah sebuah kesempurnaan dimana Ketampanan dan Kecantikan no 1 di dunia atas kini hidup bahagia . Tidak hanya mengandalkan paras , mereka berdua terkenal dengan kekuatan yang besar dan kekejamannya . Keduanya sama-sama menjadi idola bagi para dewa dan dewi lainnya .


Kini kebahagiaan mereka bertambah dengan adanya sosok Putra Mahkota yang kelak akan meneruskan Ayah nya menjadi pemimpin bagi para Dewa dan Dewi .


Tidak sampai disitu , Kini Dewi Kehidupan yang bernama Zhu Que itu tengah mengandung benih dari Yuan ZhouXu kembali . Usia kandungan nya sekitar satu bulan .


Mereka berdua sangat antusias ingin menyambut kehadiran anak ke-2 mereka .


Namun ternyata , kehidupan tidak berjalan semulus yang di bayangkan . Kebahagiaan mereka satu persatu mulai hilang . Terlebih Putra pertama mereka harus merenggangkan nyawanya ketika Zhu Que lengah . Dia di racuni oleh seorang pelayan .


Tidak ada lagi celotehan menggemaskan dari anak laki-laki mungil itu , tidak ada lagi senyum yang merekah di wajah imutnya . Hati Zhu Que seakan tersayat - sayat saat melihat tubuh kaku putra nya . Begitupun juga Yuan ZhouXu yang terpukul atas kehilangan Putra nya dan juga frustasi karena keadaan istrinya yang kian hari kian memburuk .


Hari demi hari terus berlalu , kini Zhu Que sudah mulai mengikhlaskan putranya . Dia akan menjaga calon anaknya kembali dengan baik yang saat ini berada di dalam perutnya .


Melihat pemandangan danau yang sangat indah , Zhu Que kini bersandar di dada bidang Yuan ZhouXu . Dia berbicara banyak hal dengan suaminya . Sampai tiba-tiba , mereka di kepung oleh orang orang berpakaian hitam .


Yuan ZhouXu segera menyerang mereka semua , namun dia lengah saat mendengar jeritan istrinya


srettt


bahunya tergores oleh sebuah pedang beracun membuat tubuhnya lemah seketika . Salah satu dari orang tersebut mulai mempersiapkan pedang nya untuk menusuk Yuan ZhouXu , namun aksinya di gagalkan oleh Zhu Que sehingga pedang itu menusuk tepat di dadanya .


Seteguk darah keluar dari mulutnya . Beruntung para pengawal segera datang , sebelum kedua tuannya merenggangkan nyawa . Seharusnya Yuan ZhouXu membiarkan saja mereka berada di dekatnya , tapi Yuan ZhouXu hanya ingin menghabiskan waktu berdua tanpa adanya orang lain yang mengawasi .


Untung saja luka Zhu Que tidak berakibat kepada kandungan nya .


Yuan ZhouXu mendapat laporan jika Putranya di bunuh oleh orang suruhan Pria yang saat itu mengacaukan pesta penyambutan anak pertamanya . Termasuk penyerangan saat dia menghabiskan waktunya bersama Zhu Que .


" Kurangajar " geram Yuan ZhouXu


" Persiapkan pasukan , kita akan menyerangnya hari ini " lanjutnya


" Baik Yang Mulia "


Karena amarah Yuan ZhouXu sudah berada di puncaknya . Dia pun berangkat menggunakan baju jirah untuk membalaskan kematian putra nya .


Perang tidak bisa di hindari , bahkan dewa dan dewi kini ikut serta membantu Yuan ZhouXu . Berbeda dengan musuhnya yang memilih bersekutu dengan para iblis dunia bawah .


" Seorang dewa bersekutu dengan iblis apakah pantas ? " sarkas Dewa bulan


" Seorang dewa menyerang dewa lain apakah pantas " ucap Pria itu menyeringai


" Kau membunuh anak ku jadi itu pantas dan kau hampir membunuh istri dan calon bayi ku juga " ucap Yuan ZhouXu dingin


" Hahaha jika anak mu mati , tidak akan ada penghalang antara aku dan dewi kehidupan . Untuk dewi kehidupan yang terluka , tentu saja aku telah memusnahkan orang yang berani menyentuhnya "


" Kau benar-benar sudah gila dewa angin " ucap dewi kecantikan yang tidak lain adalah sahabat Dewi Kehidupan (Zhu Que) .


Setelah cukup lama berdebat akhirnya perang pun dimulai . Banyak dewa-dewi maupun para iblis yang tumbang .


Perang yang di prediksi hanya akan menjadi perang biasa ternyata menjadi perang besar yang tidak bisa di hindari lagi .


Saat ini Zhu Que menggunakan teleportasinya pergi ke medang merang . Dia sungguh terkejut saat mengetahui terjadi perang besar yang diadakan secara mendadak bahkan melibatkan makhluk dunia bawah . Dia juga kesal karena Yuan ZhouXu pergi tanpa memberitahunya . Apa dia lupa jika Zhu Que selalu cemas . Mungkin Yuan ZhouXu tidak ingin dirinya terlibat , tapi tetap saja dia begitu cemas .


Saat sampai di medan perang , banyak sekali dewa-dewi bahkan para iblis yang bersimbah darah tanpa bernafas lagi . Zhu Que mulai kalut dan semakin mencemaskan suaminya .


Saat pandangan nya di edarkan kesetiap arah . Zhu Que menangkap soaok suaminya sedang melawan para iblis . Namun matanya membelalak saat Dewa angin mengeluarkan lima belati yang Zhu Que yakini terdapat racun yang mematikan . Belati itu meluncur bebas menuju punggung mulus Yuan ZhouXu yang terfokus pada pertarungan nya .


Tanpa berpikir panjang . Zhu Que berlari secepat kilat dan langsung memeluk Yuan ZhouXu , membiarkan belati-belati itu menancap di punggungnya .


" Hen..tik.an Xu'er "


Yuan ZhouXu membelalakan matanya saat mendapati istrinya kini penuh dengan darah yang keluar dari mulut serta hidung nya . Mata Yuan ZhouXu kini semakin menggelap saat melihat lima belati menancap di punggung istrinya . Bisa di simpulkan , istrinya melindungi dia dari serangan belati .


" APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISTRIKU SIALAN " teriak Yuan ZhouXu menggema hingga menghentikan semua orang yang sedang bertarung untuk melihat ke arahnya .


Yuan ZhouXu memeluk Istrinya dengan sangat erat dan menghilang dari medan perang itu .


" bertahan lah sayang " lirih Yuan ZhouXu


*


Para tabib kini babak belur karena serangan Yuan ZhouXu . Bukan tanpa sebab , Yuan ZhouXu sangat kesal saat tidak ada dari mereka yang bisa menyembuhkan istrinya . Dia sangat frustasi dan takut kehilangan istrinya , cukup sudah dia kehilangan calon bayinya tapi tidak dengan istrinya .


Hingga satu cara yang seharusnya tidak seorang pun menggunakannya terlintas di benak nya .


" Apa aku harus melakukan penempatan Jiwa untuk jiwa mu agar pulih kembali " gumam Yuan ZhouXu seraya menggenggam tangan Zhu Que


" Ya , mungkin itu salah satu caranya . Aku juga akan menerima resikonya "


Note : penempatan jiwa yaitu , dimana jiwa dari kehidupan ini di pindahkan ke kehidupan di masa depan . Tapi ada banyak resiko yang harus di terima salah satunya , jika penempatan jiwa itu gagal atau tidak cocok dengan tubuh yang akan di tempati maka jiwa itu akan hancur . Dan selanjutnya , besar kemungkinan jiwa itu tidak bisa kembali ke masalalu dan terus hidup di masa depan . Tapi jika jiwa itu kembali ke dunia nya , semua memori di dunia nya akan terhapus untuk sementara waktu atau selamanya . Dan dia tidak akan tahu bahwa dia memang berasal dari dunia itu .


( AUTHOR NGARANG AJA YA :V)


Yuan ZhouXu sudah bertekad akan melakukan ritual penempatan Jiwa , apapun resikonya .


Hingga tepat saat malam dimana dia melakukan ritual itu di temani para bawahan kepercayaan nya .

__ADS_1


" Aku yakin kau akan kembali Que'er . Aku akan selalu menunggu mu


~ Flashback off~


__ADS_2