
" Aku harus segera meminta maaf padanya " ucap Zhu Que tiba - tiba berada di suasana yang begitu buruk.
...--------------------------------...
Keesokan harinya . Jenderal Liu merayakan kepulangan Zhu Que . Semua bangsawan dan para penjabat di undang termasuk keluarga kerajaan . Para tamu kini mulai berdatangan menuju Halaman utama Paviliun Teratai . Zhu Que sengaja meminta Jenderal Liu agar acara penyambutannya di adakan di kawasan yang terbuka .
Acara hampir di mulai , semua tamu kini sedang berbincang di temani sajian yang sudah para pelayan sediakan .
" Yang Mulia Kaisar , Permaisuri You , Putra Mahkota dan Selir Agung tiba " teriakan kasim mampu mengalihkan fokus semua orang . Mereka membungkuk memberikan hormat secara bersamaan .
" Salam Yang Mulia , terimakasih telah berkenan hadir di acara penyambutan Que'er " ucap Jenderal Liu
" Jenderal Besar tidak perlu begitu formal . Zhen senang bisa hadir di acara penyambutan putri Zhu Que " ucap Kaisar Yi Huai
Banyak pasang mata yang melihat interaksi kedua pria tersebut . Alih - alih merasa iri , namun mereka merasa semakin bersemangat untuk menjilat Jenderal Liu dan Keluarganya . Ada juga yang iri dengan Jenderal Liu yang selalu menjadi orang kepercayaan Kaisar nomor satu . Terlihat bagaimana Kaisar yang dulu maupun sekarang selalu mempercayakan semua pasukan elit kerajaan kepada Jenderal Liu .
Jenderal Liu mempersilahkan Kaisar dan keluarganya untuk duduk di kursi khusus yang sudah di sediakan .
Kini semua orang sudah berkumpul , hanya satu orang yang masih belum menampakan batang hidungnya .
" Apa kau melihat Que'er , sayang ? " tanya Shen Zhi
" Aku tidak melihatnya . Apakah masih di dalam kamar " ucap Yu Mei
" Mungkin , aku akan melihatnya . Oh iya dimana Jian'er ? " tanya Shen Zhi
" Dia di bersama A Li "
" oh dengan A Li . Yasudah , aku akan menemui Que'er dulu " ucap Shen Zhi yang di angguki Yu Mei .
Shen Zhi pun berjalan menuju kamar dimana Zhu Que berada .
tok tok tok
" Que'er "
Shen Zhi terus mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam ruangan itu .
" Que'er , apa kau mendengar ku " tanya Shen Zhi
HENING~
itulah yang terjadi di ruangan itu .
Karena Shen Zhi merasa cemas , dia pun mendobrak pintunya .
Brak
Shen Zhi mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru ruangan . Hatinya merasa lega saat melihat sosok wanita mungil yang kini duduk dengan pandangannya yang kosong . Kenapa ? Shen Zhi bertanya-tanya dalam benaknya .
" Que'er "
Lamunan Zhu Que terbuyarkan saat mendengar seseorang memanggil namanya .
" aku kira siapa " ucap Zhu Que
Shen Zhi menaikan sebelah alis nya .
" Jadi , kau berharap siapa yang memanggil mu ? " tanya Shen Zhi
" Tidak bukan begitu "
" Baiklah , sekarang ayo keluar semua tamu sudah datang "
" Ge "
" Kenapa ? " tanya Shen Zhi
" Apa ada yang aku lupakan ? " Zhu Que balik bertanya
" memangnya apa yang telah kau lupakan " ucap Shen Zhi
" Aishh . Kau ini bagaimana ge , jika aku tahu aku tidak akan bertanya " dengus Zhu Que
" dan bagaimana aku tahu jika kau yang melupakannya ? " ucap Shen Zhi skakmat
Zhu Que memutar kedua bola matanya saat kalah telak . Jika Shen Zhi bukan kakak nya , mungkin sudah Zhu Que tenggelamkan saat ini juga .
" Kau menyebalkan " ketus Zhu Que
Shen Zhi terkekeh . " ayo keluar jangan merajuk " ucap Shen Zhi
" Huh .. Kau menyebalkan " dengus Zhu Que lalu beranjak untuk pergi ke halaman utama
" Aku tahu " ucap Shen Zhi
Zhu Que pergi meninggalkan Shen Zhi dengan ekspresi kesalnya . Entah kenapa dia seperti melupakan seseorang , tapi siapa ? . Ditambah suasana hatinya memang tidak baik , pikiran nya terus tertuju kepada Yuan ZhouXu .
" Jiejie "
Zhu Que memutar tubuhnya ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya .
" A Li "
A Li tersenyum hangat kepada Zhu Que
" Oh apakah ini Kangjian . ckck sangat persis dengan ayahnya " ucap Zhu Que terkekeh
" Kau benar Que'er "
Zhu Que mengalihkan pandangannya kepada seorang wanita yang kini berada di sampinnya .
" Ohh hi kakak ipar " ucap Zhu Que
Yu Mei terkekeh , " aku senang kau kembali " ucap nya
" Ah aku lebih senang kau menjadi kakak iparku . Tidak terduga , putri kedua Kaisar Zhao yang terkenal hebat bisa menikah dengan kakak menyebalkan ku . Oh apakah kau tidak menyesalinya ? " ucap Zhu Que
" Berhentilah menggoda kakak ipar mu Que'er . Ayolah , aku tidak seburuk itu . Benarkan sayang " ucap Shen Zhi seraya melingkarkan tangannya di pinggang Yu Mei
" Cihhh " Zhu Que dan A Li memutar kedua bola matanya bersamaan
" Ya , bocah kecil . Kau kenapa ikut-ikutan gadis , maksudku wanita kecil ini " ucap Shen Zhi menunjuk Zhu Que
" aku selalu berada di pihak jiejie " ucap A Li
__ADS_1
" Aish kau ini "
" pfff.. hahaha yaampun ge . A Li benar-benar seorang jenius . Dia bisa membedakan mana yang baik dan ya kau tau lah . Tapi aku masih gadis asal kau tahu ge " ucap Zhu Que di sertai tawanya .
Mereka tidak sadar bahwa kini mereka menjadi pusat perhatian .
" Mau bagaimana pun kau sudah menikah . Kata gadis sepertinya tidak tepat " ucap Shen Zhi tak mau kalah
" Shit , berarti aku janda sekarang " batin Zhu Que yang mengingat jika dirinya pernah menikah , meskipun belum melakukan hubungan intim .
" Shen'er , Que'er apa yang kalian ributkan " Jenderal Liu menghampiri kakak beradik itu .
Shen Zhi dan Zhu Que mengedarkan pandangannya dan ternyata mereka berdua sedang di perhatikan oleh banyak pasang mata termasuk Kaisar dan Permaisuri .
Shen Zhi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" kita hanya berbicara banyak . Mohon maaf ayahanda " ucap Shen Zhi
Jenderal Liu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya . Dia agak terkejut dengan kedua anaknya yang selama ini jarang sekali berbicara panjang bahkan sampai saling mengejek seperti tadi . Mungkin karena sudah lama tidak bertemu .
" Ayo . Pesta nya akan segera di mulai " ucap Jenderal Liu
Orang - orang kini mulai fokus kembali ke kegiatan masing - masing . Seperti hal nya Zhu Que yang memilih menemui Youlian .
Waktu kian berlalu . Kini pesta penyambutan Zhu Que telah berakhir . Semua tamu kembali ke kediaman mereka masing - masing . Begitu juga dengan Zhu Que yang langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat
*****
" Mereka kini sedang mempersiapkan pasukan elitnya . Kita harus segera bersiap Lord " ucap salah satu penjabat
" kita juga harus memperketat ke amanan di istana "
" Lakukan " ucap Seorang pria bersurai perak yang tidak lain adalah Yuan ZhouXu
" terus awasi mereka , jangan sampai ketahuan " lanjutnya
" Baik Lord "
" Bagaimana dengan ratu ? apa tidak sebaiknya ratu berada di istana ? "
Yuan ZhouXu mematung saat mendengar perkataan salah satu penjabatnya .
Melihat reaksi Yuan ZhouXu yang tidak seperti biasanya saat menyebutkan nama 'ratu' , membuat semua orang yang berada di aula bertanya-tanya .
" Lord " salah satu orang kepercayaannya mencoba membuyarkan pikiran Yuan ZhouXu , dan itu berhasil .
" Awasi Ratu , jangan sampai dia mengetahui jika sedang di awasi " Ucap Yuan ZhouXu kemudian menghilang dari aula .
Semua orang saling berpandangan . Mungkin suasana hati Yuan ZhouXu sedang tidak baik .
*
Setelah meninggalkan Aula secara tiba - tiba . Kini Yuan ZhouXu memilih pergi ke sebuah Paviliun dimana saat Zhu Que terbaring tak sadarkan diri selama 2 tahun .
Berkali - kali Yuan ZhouXu menghembuskan nafas nya kasar .
" Jika saja aku lebih pandai menjaga mu . Mungkin sekarang kita tidak akan seperti ini " gumam Yuan ZhouXu
Kepingan memori kini bermunculan di benak Yuan ZhouXu . Dimana saat dia tertawa lepas bersama wanita yang di cintainya .
~Flashback On ~
terlihat seorang wanita yang kini mondar mandir dengan raut wajah kebingungan . wanita itu pun menoleh ke asal suara .
" aku , aku ingin memberitahu mu sesuatu tapi apa kau akan marah " ucap wanita itu
" memangnya ada apa ? "
" kemarin aku pingsan "
Brak
" apa ? kenapa tidak ada seorang pun yang memberitahu ku " ucap pria itu dengan nada geram
" ja..jangan marah , itu semua keinginanku . Maaf " wanita itu tertunduk
Pria itu menarik tangan wanita itu kedalam pelukan nya seraya mengelus puncak rambutnya .
" kenapa hm . Sepertinya aku merasa ada yang kau sembunyikan " ucap Pria bersurai perak itu .
" tabib mengatakan jika aku hamil . Apa kau akan marah padaku Xu'er " ucap wanita itu
*DEG
hamil ? istrinya hamil* ?
Pria yang tidak lain adalah Yuan ZhouXu itu kini mematung saat mendengar perkataan polos istrinya itu .
" Maaf " wanita yang di pelukan Yuan ZhouXu semakin menunduk dan itu membuat Yuan ZhouXu semakin gemas .
Apa-apaan istrinya itu ? kenapa dia begitu polos . Yuan ZhouXu tidak akan marah tetapi sangat terharu saat mendengar jika istrinya telah mengandung calon pewaris tahtanya .
Tanpa aba-aba , Yuan ZhouXu menci*mi setiap inci wajah istrinya dengan perasaan bahagia bercampur gemas
cup
" aku sangat senang "
cup
" terimakasih sayang "
cup.. cupp
" Hentikan Xu'er , kau membuat ku geli "
Yuan ZhouXu menghentikan aksinya .
" kenapa kau begitu menggemaskan sayang . Kau pikir aku akan marah saat calon pewarisku kini hadir hm "
" aku hanya cemas " jawabnya
Hari-hari mereka lewati dengan bahagia . Sampai akhirnya sang penerus telah lahir ke dunia . Berbagai ucapan selamat mereka dapatkan . Hingga tiba saat pesta perayaan , seseorang datang tanpa di undang mengacaukan acara nya .
" Kau memilih dia daripada aku ? " ucap suara bariton yang kini menggema di aula sehingga menjadi pusat perhatian semua orang .
__ADS_1
" LANCANG . SIAPA YANG MEMBIARKAN DIA MASUK " Geram Yuan ZhouXu
" Cih , pengawal mu seperti seekor semut untuk ku , jadi mudah bagiku untuk menginjaknya " ucap Pria asing itu
" Apa Mau mu ? " ucap seorang wanita yang kini duduk tepat di samping Yuan ZhouXu .
" Mau ku , kau kembali padaku dan tinggalkan pria sialan itu "
Yuan ZhouXu murka saat mendengar perkataan pria tersebut .
Brakk
tubuh pria itu terbanting oleh serangan Yuan ZhouXu . Alih-alih merasa sakit , namun pria itu malah terkekeh dan menyeringai .
" Ck , aku pasti akan mengambil kembali miliku . Termasuk wanita yang sekarang kau cintai . Ketahuilah , seharusnya yang menikah dengan nya adalah aku bukan kau "
" Kau yang terlalu bodoh pergi dengan jalang mu dan meninggalkan nya . Jangan salahkan siapapun karena yang bersalah adalah dirimu "
" Terserah bagaimana pendapat mu tapi tahta dan wanita yang kini kau miliki adalah miliku " ucap Pria itu lalu menghilang
Yuan ZhouXu mencoba merendam amarah nya . Pikirannya kini kacau karena sosok pria tadi . Dia tidak takut pria itu mengambil tahta nya tapi dia takut jika dia harus kehilangan wanitanya .
" Jangan terlalu dipikirkan Xu'er . semua pasti ada jalan keluarnya " ucap wanita itu mencoba menenangkan suaminya
" aku tahu Que'er "
Pesta yang tadi berjalan dengan lancar kini terpaksa di berhentikan , mengingat situasi yang kini tidak stabil untuk melanjutkannya .
Beberapa tahun kemudian , Yuan ZhouXu dan istrinya hidup damai . Istrinya adalah seorang Dewi Kehidupan yang terkenal dengan Kecantikan dan ke cerdasanya . Menikah dengan Yuan ZhouXu adalah sebuah kesempurnaan dimana Ketampanan dan Kecantikan no 1 di dunia atas kini hidup bahagia . Tidak hanya mengandalkan paras , mereka berdua terkenal dengan kekuatan yang besar dan kekejamannya . Keduanya sama-sama menjadi idola bagi para dewa dan dewi lainnya .
Kini kebahagiaan mereka bertambah dengan adanya sosok Putra Mahkota yang kelak akan meneruskan Ayah nya menjadi pemimpin bagi para Dewa dan Dewi .
Tidak sampai disitu , Kini Dewi Kehidupan yang bernama Zhu Que itu tengah mengandung benih dari Yuan ZhouXu kembali . Usia kandungan nya sekitar satu bulan .
Mereka berdua sangat antusias ingin menyambut kehadiran anak ke-2 mereka .
Namun ternyata , kehidupan tidak berjalan semulus yang di bayangkan . Kebahagiaan mereka satu persatu mulai hilang . Terlebih Putra pertama mereka harus merenggangkan nyawanya ketika Zhu Que lengah . Dia di racuni oleh seorang pelayan .
Tidak ada lagi celotehan menggemaskan dari anak laki-laki mungil itu , tidak ada lagi senyum yang merekah di wajah imutnya . Hati Zhu Que seakan tersayat - sayat saat melihat tubuh kaku putra nya . Begitupun juga Yuan ZhouXu yang terpukul atas kehilangan Putra nya dan juga frustasi karena keadaan istrinya yang kian hari kian memburuk .
Hari demi hari terus berlalu , kini Zhu Que sudah mulai mengikhlaskan putranya . Dia akan menjaga calon anaknya kembali dengan baik yang saat ini berada di dalam perutnya .
Melihat pemandangan danau yang sangat indah , Zhu Que kini bersandar di dada bidang Yuan ZhouXu . Dia berbicara banyak hal dengan suaminya . Sampai tiba-tiba , mereka di kepung oleh orang orang berpakaian hitam .
Yuan ZhouXu segera menyerang mereka semua , namun dia lengah saat mendengar jeritan istrinya
srettt
bahunya tergores oleh sebuah pedang beracun membuat tubuhnya lemah seketika . Salah satu dari orang tersebut mulai mempersiapkan pedang nya untuk menusuk Yuan ZhouXu , namun aksinya di gagalkan oleh Zhu Que sehingga pedang itu menusuk tepat di dadanya .
Seteguk darah keluar dari mulutnya . Beruntung para pengawal segera datang , sebelum kedua tuannya merenggangkan nyawa . Seharusnya Yuan ZhouXu membiarkan saja mereka berada di dekatnya , tapi Yuan ZhouXu hanya ingin menghabiskan waktu berdua tanpa adanya orang lain yang mengawasi .
Untung saja luka Zhu Que tidak berakibat kepada kandungan nya .
Yuan ZhouXu mendapat laporan jika Putranya di bunuh oleh orang suruhan Pria yang saat itu mengacaukan pesta penyambutan anak pertamanya . Termasuk penyerangan saat dia menghabiskan waktunya bersama Zhu Que .
" Kurangajar " geram Yuan ZhouXu
" Persiapkan pasukan , kita akan menyerangnya hari ini " lanjutnya
" Baik Yang Mulia "
Karena amarah Yuan ZhouXu sudah berada di puncaknya . Dia pun berangkat menggunakan baju jirah untuk membalaskan kematian putra nya .
Perang tidak bisa di hindari , bahkan dewa dan dewi kini ikut serta membantu Yuan ZhouXu . Berbeda dengan musuhnya yang memilih bersekutu dengan para iblis dunia bawah .
" Seorang dewa bersekutu dengan iblis apakah pantas ? " sarkas Dewa bulan
" Seorang dewa menyerang dewa lain apakah pantas " ucap Pria itu menyeringai
" Kau membunuh anak ku jadi itu pantas dan kau hampir membunuh istri dan calon bayi ku juga " ucap Yuan ZhouXu dingin
" Hahaha jika anak mu mati , tidak akan ada penghalang antara aku dan dewi kehidupan . Untuk dewi kehidupan yang terluka , tentu saja aku telah memusnahkan orang yang berani menyentuhnya "
" Kau benar-benar sudah gila dewa angin " ucap dewi kecantikan yang tidak lain adalah sahabat Dewi Kehidupan (Zhu Que) .
Setelah cukup lama berdebat akhirnya perang pun dimulai . Banyak dewa-dewi maupun para iblis yang tumbang .
Perang yang di prediksi hanya akan menjadi perang biasa ternyata menjadi perang besar yang tidak bisa di hindari lagi .
Saat ini Zhu Que menggunakan teleportasinya pergi ke medang merang . Dia sungguh terkejut saat mengetahui terjadi perang besar yang diadakan secara mendadak bahkan melibatkan makhluk dunia bawah . Dia juga kesal karena Yuan ZhouXu pergi tanpa memberitahunya . Apa dia lupa jika Zhu Que selalu cemas . Mungkin Yuan ZhouXu tidak ingin dirinya terlibat , tapi tetap saja dia begitu cemas .
Saat sampai di medan perang , banyak sekali dewa-dewi bahkan para iblis yang bersimbah darah tanpa bernafas lagi . Zhu Que mulai kalut dan semakin mencemaskan suaminya .
Saat pandangan nya di edarkan kesetiap arah . Zhu Que menangkap soaok suaminya sedang melawan para iblis . Namun matanya membelalak saat Dewa angin mengeluarkan lima belati yang Zhu Que yakini terdapat racun yang mematikan . Belati itu meluncur bebas menuju punggung mulus Yuan ZhouXu yang terfokus pada pertarungan nya .
Tanpa berpikir panjang . Zhu Que berlari secepat kilat dan langsung memeluk Yuan ZhouXu , membiarkan belati-belati itu menancap di punggungnya .
" Hen..tik.an Xu'er "
Yuan ZhouXu membelalakan matanya saat mendapati istrinya kini penuh dengan darah yang keluar dari mulut serta hidung nya . Mata Yuan ZhouXu kini semakin menggelap saat melihat lima belati menancap di punggung istrinya . Bisa di simpulkan , istrinya melindungi dia dari serangan belati .
" APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISTRIKU SIALAN " teriak Yuan ZhouXu menggema hingga menghentikan semua orang yang sedang bertarung untuk melihat ke arahnya .
Yuan ZhouXu memeluk Istrinya dengan sangat erat dan menghilang dari medan perang itu .
" bertahan lah sayang " lirih Yuan ZhouXu
*
Para tabib kini babak belur karena serangan Yuan ZhouXu . Bukan tanpa sebab , Yuan ZhouXu sangat kesal saat tidak ada dari mereka yang bisa menyembuhkan istrinya . Dia sangat frustasi dan takut kehilangan istrinya , cukup sudah dia kehilangan calon bayinya tapi tidak dengan istrinya .
Hingga satu cara yang seharusnya tidak seorang pun menggunakannya terlintas di benak nya .
" Apa aku harus melakukan penempatan Jiwa untuk jiwa mu agar pulih kembali " gumam Yuan ZhouXu seraya menggenggam tangan Zhu Que
" Ya , mungkin itu salah satu caranya . Aku juga akan menerima resikonya "
Note : penempatan jiwa yaitu , dimana jiwa dari kehidupan ini di pindahkan ke kehidupan di masa depan . Tapi ada banyak resiko yang harus di terima salah satunya , jika penempatan jiwa itu gagal atau tidak cocok dengan tubuh yang akan di tempati maka jiwa itu akan hancur . Dan selanjutnya , besar kemungkinan jiwa itu tidak bisa kembali ke masalalu dan terus hidup di masa depan . Tapi jika jiwa itu kembali ke dunia nya , semua memori di dunia nya akan terhapus untuk sementara waktu atau selamanya . Dan dia tidak akan tahu bahwa dia memang berasal dari dunia itu .
( AUTHOR NGARANG AJA YA :V)
Yuan ZhouXu sudah bertekad akan melakukan ritual penempatan Jiwa , apapun resikonya .
Hingga tepat saat malam dimana dia melakukan ritual itu di temani para bawahan kepercayaan nya .
__ADS_1
" Aku yakin kau akan kembali Que'er . Aku akan selalu menunggu mu
~ Flashback off~