Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Hadiah untuk Mentri Wu dan Permaisuri Wu


__ADS_3

...Zhu Que hanya menyeringai melihat mereka . Sorot mata nya yang tajam membuat 10 Pria itu bergidik ngeri ....


...--------------------------------...


Orang orang itu mulai menerjang Zhu Que dan Jinxing yang kini berada di tengah kepungan mereka .


Syuttt syuutttt


Zhu Que dan Jinxing terus menghindari serangan pedang yang membabi buta .


" Bodohh tangkap segera wanita itu " teriak salah satu dari mereka


" Baik boss "


Zhu Que yang mulai kebosanan memberi kode kepada Jinxing agar mengurus mereka . Jinxing yang peka akan hal itu mulai mengeluarkan Elemen angin nya dan menyerang mereka .


Bughh buggh


Argkkhhh Uhukk


Seteguk darah keluar dari mulut mereka


Tidak butuh lama Jinxing melawan mereka hingga babak belur . Para penjaga kediaman di Paviliun Teratai membulat kan mata nya . Mereka begitu kaget sekaligus kagum dengan kemampuan gadis bernama Jinxing itu . Sangat jarang seorang pelayan yang mempunyai kemampuan menakjubkan seperti Jinxing . Jika Jinxing begitu kuat lalu bagaimana dengan Nona nya ? pikir mereka .


" Kalian mau membunuh ku tapi kemampuan kalian saja masih di bawah orang orang ku ckckck " cibir Zhu Que


Zhu Que mengambil salah satu pedang yang tadi terlempar tepat di bawah kaki nya


" Sudah lama aku tidak melihat darah segar manusia sampah seperti kalian " Seringai Zhu Que tercetak di balik cadar yang dia gunakan


salah satu dari mereka bangkit dan menyeringai


" kau pikir aku takut dengan bocah seperti mu "


" kalian cepat bangun dan bunuh dia " teriak pria itu


Tiikkkk


" Arrgghhhhhhhh apa yang kau lakukan bocah sialan "


teriak pria itu menggema


Semua orang yang ada di sana terbelalak kaget kecuali Jinxing . Bagaimana tidak , saat Zhu Que menjentikan jari nya tiba tiba api menjalar dan melahap tubuh si Pria itu . Para anggota yang kini hanya tersisa 9 orang mulai bergetar ketakutan .


" Teman kalian itu sangat berisik jadi aku mengirim nya ke neraka terlebih dahulu . Tapi kalian jangan bersedih sekarang giliran kalian " Jiwa Psikopat Zhu Que mulai terlihat


" Aa...mpuni aa..ku non..a " ucap salah satu dari mereka yang kini sudah sangat pucat dan bergetar


" Aku sedang tidak mood untuk mengampuni kalian " ucap Zhu Que enteng


Sreeettt ssrrettt


satu persatu kepala mereka mulai bergelindingan . Mereka sangat ingin melawan atau kabur tapi entah kenapa seakan tubuh mereka tidak bisa bergerak .


Sreetttt sretttt


dengan santai Zhu Que terus memenggal kepala mereka hingga kini tinggal tersisa satu orang yang sudah bergetar hebat ketakutan


Srettttt


Zhu Que memotong tubuh mereka menjadi beberapa bagian hingga semua orang yang kini melihat Zhu Que bergidik ngeri dengan perut yang bergejolak menahan mual .


Seringaian terus terlihat di wajah Zhu Que yang tertutup cadar . Dengan santai Zhu Que terus memotong motong tubuh mereka tanpa rasa jijik . Untung nya Zhu Que sudah memberi Fortal pelindung agar kebisingan yang ada di Kediaman nya tidak terdengar oleh orang luar .


Pengawal maupun pengawal bayangan yang melihat Zhu Que hanya meringis melihat bagaimana tubuh 10 orang yang sudah tidak memiliki kepala itu di sayat sayat dan di potong potong dengan pedang .


" di balik tubuh mungil itu terdapat iblis yang bersembunyi " batin mereka


Zhu Que melemparkan pedang di tangan kanan nya saat sudah puas memotong motong mereka .


" Buang tubuh mereka dan untuk Pengawal A tolong kau kirim kepala mereka semua ke kediaman Mentri Wu " ucap Zhu Que kepada para pengawal yang kini berdiri tidak jauh darinya .


" Ba..baikk nona " ucap mereka serempak . Zhu Que memang memerintahkan mereka agar memanggilnya Nona bukan Putri , meskipun mereka sempat menolak tapi siapa yang bisa membantah kekeras kepalaan Zhu Que .


Mereka mendekati jasad jasad yang sudah tidak berbentuk itu . Mereka membayangkan jika mereka menyinggung Zhu Que akan jadi apa mereka , mungkinkah akan sama seperti nasib ke 10 orang ini ? seketika mereka bergidik ngeri .


Zhu Que yang melihat kelakuan para pengawal nya tersenyum geli . Dia tahu jika pengawal pengawal nya mungkin sedang bergelut dengan pikiran negatif masing masing .

__ADS_1


" Ahh aku lupa , kirim 5 kepala itu ke Kediaman Permaisuri Wu angap saja itu hadiah dari ku yang istimewa dan jangan sampai ada yang mengetahui nya mengerti " ucap Zhu Que


" Mengerti nona "


" hadiah istimewa apa maksud nona . Ini bukan hadiah istimewa tapi jalan menuju serangan jantung " batin salah satu pengawal


" Jinxing untuk semua kekacauan dan kebersihan di halaman ini aku akan percayakan pada mu " ucap Zhu Que mengedipkan mata nya


" Huufftthh baiklah tapi kenapa tidak kau jentikan saja jari mu Que'er " ucap Jinxing


" Ahh kedua jari ku sedang terlibat konflik . Mereka tidak ingin aku mempertemukan nya terlebih dahulu " Zhu Que terkekeh saat melihat wajah jinxing yang melongo .


" Aku akan kembali ke kamar untuk membaca buku , kau semangat lah bekerja . Hitung hitung merenggangkan otot atau enggak gunakan kekuatan mu itu "


" Kekuatan ku tidak bisa di bandingkan dengan mu Que'er . Jika aku mampu dengan senang hati aku akan menjentikan jari ku "


" Hahahaaa sudahlah aku pergi dulu kau minta pelayan lain untuk membantu tapi ingatkan mereka agar tidak membocorkan apa yang terjadi di sini . Byee byeee " Zhu Que senang menggoda Jinxing , sekali kali dia mengerjai nya tidak apa apa kan :v


*****


Brakkkkk


" Kurangajar siapa yang berani menyimpan kepala kepala ini di ruangan kerja ku " Teriak Mentri Wu


Para pengawal yang berjaga di depan ruangan kerja itu panik dan langsung masuk saat mendengar kemarahan Tuan nya


" Ampun Tuan sebenarnya apa yang telah terjadi " ucap salah satu pengawal


" Dasar bodoh . Siapa yang berani masuk keruang kerja ku sebelum aku datang " tanya Mentri Wu


" Ampun Tuan tidak ada satu orang pun yang masuk sebelum Tuan datang . Sedaritadi kami berjaga di depan pintu "


" Lalu kenapa bisa ada kepala kepala ini ? kalian benar benar tidak berguna " ucap mentri Wu


" Siala* ini pasti kerjaan bocah itu . Cepat buang kepala itu dan jangan ada orang luar yang tahu kejadian ini " perintah Mentri Wu


" Baik Tuan "


Mentri Wu menggertakan gigi nya


" bocah sampah itu ternyata tidak bisa di remehkan " batin mentri Wu


*


" Cepat bawa pergi dan jangan beritahu Kaisar tentang masalah ini " ucap Permaisuri Wu


" Mulai sekarang perketat ke amanan di Kediaman Phoenix . Aku tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi karena kelalayan kalian semua " marah Permaisuri Wu


" Baik Permaisuri " ucap Mereka


Permaisuri Wu terduduk sambil memijat pelan pelipis nya


" Permaisuri saya membawakan teh untuk anda " ucap Pelayan setia Permaisuri Wu


" Letakan saja di meja "


Pelayan itu meletakan nampan yang berisi teh dan beberapa cemilan kesukaan Permaisuri lalu dia meminta izin untuk pamit undur diri .


Permaisuri masih diam . Dia memerintahkan semua orang untuk tidak mengganggu nya


" Aku harus segera menyingkirkan anak dari jalan* itu agar tidak ada penghalang " gumam Permaisuri Wu


***


" Hahahaha apa kata mu ? benarkah ekspresi nya sangat menggelikan ? " Zhu Que tidak kuasa menahan tawa nya saat mendengar cerita dari Pengawal A


" Kau sepertinya saat bahagia Que'er "


Deg


Zhu Que dan Pengawal A mengalihkan pandangan nya ke asal suara yang tidak asing bagi mereka


" Salam Tuan Muda " ucap Pengawal A


Shen Zhi hanya mengangguk . Kemudian menatap Zhu Que


" Ge..gee sejak kapan kau berdiri di situ ? "

__ADS_1


Saking asik nya mendengar cerita dari Pengawal A saat melaksanakan tugas yang diberikan oleh Zhu Que . Zhu Que sampai tidak sadar akan keberadaan Shen Zhi yang kini berada di belakang nya .


" Kalau begitu saya pamit dulu Nona dan Tuan Muda " ucap Pengawal A


Shen Zhi terus menatap Zhu Que menyelidik . Sedangkan yang di tatap hanya memamerkan deretan gigi nya .


" Duduk ge " ucap Zhu Que


" aduhh si abang ini denger gak sih yang aku bahas barusan . Bodoh banget sih aku ini kenapa bisa gak sadar dia dateng " batin Zhu Que


" Ge ? " panggil Zhu Que di buat selembut mungkin


" apa yang kamu bahas barusan ? " ucap Shen Zhi yang kini menjatuhkan tubuh nya di salah satu kursi yang bersebrangan dengan Zhu Que .


" Aku emm tidak ada ge . Aku hanya ingin meminta tolong nya untuk membelikan ku buku keluaran terbaru . Lalu dia memberitahu ku cerita yang begitu lucu . Ahh aku sampai tertawa dengan air mata "


" Aduhh bodoh banget sih pake bohong begitu lagi . Semoga saja si abang percaya sama bualan yang kurang masuk akal ini " batin Zhu Que


Shen Zhi mengangguk seolah percaya apa yang Zhu Que ceritakan dan itu membuat Zhu Que bernafas lega . Sebenarnya Zhu Que tidak berniat berbohong , hanya saja ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu semua nya .


" Que'er besok Gege dan Ayahanda akan pergi ke perbatasan . Dan Gege berharap kau tidak akan membuat kekacauan apalagi sampai Gege mendapat laporan jika kau hilang " Ucap Shen Zhi


" kok mendadak sih ge . Kenapa harus besok ? emang darurat banget ya " ucap Zhu Que


" Kekaisarang Jing mulai bergerak . Mungkin sebentar lagi mereka akan mengerahkan para prajurit nya untuk menyerang Kekaisaran Zhao . Sekarang di perbatasan semakin kacau "


" Apa hanya Gege dan Ayahanda saja yang pergi besok ? " tanya Zhu Que


" Tidak . Pangeran Kedua akan ikut bersama kami . Seharus nya Pangeran Ketiga tapi dia sedang tidak berada di istana "


" ah iya . Pangeran aneh itu pergi kemana ya " batin Zhu Que


" Memang nya pangeran ketiga kemana ? " tanya Zhu Que ragu ragu


" Gege tidak tahu , mungkin dia menemui guru nya . "


" Oh . Gege dan Ayahanda harus berjanji untuk pulang dengan selamat dan membawa kemenangan . Jika kalian kesulitan kirim saja surat padaku . Aku kenal dengan seorang Master hebat "


Shen Zhi mengelus puncak kepala Zhu Que dengan sayang


" Kau kenal master dimana ? kau bahkan jarang keluar dari sini " ucap Shen Zhi


" aduh gak tau aja kalau aku sering berkeliaran kesana kemari membawa alamat .. Eh kok jadi bawa bawa lirik lagu alamat pals* :v " batin Zhu Que


" Waktu di pengasingan "


" Benarkah siapa nama nya ? "


" R A H A S I A " ucap Zhu Que yang menekankan setiap kata nya


" Cih pelit sekali . Yasudah gege harus menemui Ayahanda untuk merencanakan strategi . Ingat pesan Gege "


Shen Zhi mengacak acak rambut Zhu Que dengan gemas


" Aishh Ge , rambut cantik ku bisa berantakan " Zhu Que menepis tangan Shen Zhi dari kepala nya


Shen Zhi hanya terkekeh


" Besok aku akan bangun pagi untuk mengantar kalian sampai gerbang . Pokonya jangan pergi sebelum aku datang " ucap Zhu Que


" Baik baik . Kau jaga dirimu , istirahatlah yang cukup "


Shen Zhi bangkit dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan Zhu Que setelah pamit .


Setelah kepergian Shen Zhi , Zhu Que memutuskan untuk merebahkan dirinya dan menatap langit langit kamar


" Biasanya Pangeran aneh itu akan datang seperti biasa . Apa mungkin guru nya tertimpa masalah ? kayak nya iya deh . Sebelum dia izin untuk pergi ekspresi wajah nya terlihat beda . Aahhh apa yang ku lakukan kenapa juga aku mikirin dia "


" Tapi kok aku agak kangen juga ya , ahh bodo lah masa iya aku suka sama cowok modelan begitu . Tapi dia ganteng juga sih , bisa lah di bandingin sama Robby yang menyandang julukan si Dewa Tampan di zaman ku .


" Aduhh lama lama gila kali aku ini ya " Zhu Que terus bergumam dan berakhir merutuki pikiran bodoh nya .


.


.


.

__ADS_1


Minta tolong bantu Vote nya yaa... :)


__ADS_2