
...Semua Orang terkejut saat melihat Zhu Que yang kini tidak menggunakan cadar ....
...--------------------------------...
Suasana di aula menjadi hening
Bai Lexu dengan percaya dirinya bangkit dan tersenyum remeh menatap Zhu Que , seketika senyum itu luntur dan tergantikan dengan raut wajah yang begitu terkejut .
Semua orang di aula takjub akan kecantikan Zhu Que termasuk Putra Mahkota Yi Huai , ada rasa penyesalan tersirat di raut wajah nya .
Zhu Que memasang tatapan datar saat semua orang menggagumi nya ada juga para Tuan Muda maupun para Mentri yang menatap lapar pada nya .
Zhu Que yang jengah dengan semua orang yang berada di aula memilih kembali ketempat duduk nya .
Suasana begitu terasa canggung , Bai Lexu kembali ketempat duduk asal nya dia mengurungkan niat untuk pergi keluar Aula .
Bisikan bisikan terdengar memuji kecantikan Zhu Que
" Astaga apa itu benar Putri Ketiga Jendral Liu ? aku merasa tertipu dengan rumor itu "
" Aku rasa Putri Zhu Que adalah Reinkarnasi dari Dewi Kecantikan "
" Aku kira gadis tercantik di kekaisaran Zhao adalah Putri Fengjiu tapi sepertinya aku keliru "
" Benar , Putri Zhu Que tidak ada dua nya "
Putra Mahkota Yi Huai , Pangeran Hua Yun dan Putra Mahkota Han Zhe Yan tidak melepaskan pandangan mereka sedetik pun dari Zhu Que
Fengjiu dan Sujin yang melihat tatapan memuja dari ketiga pria pujaan nya menggeram marah
" *Wanita itu benar benarr , ck silahkan nikmati masa masa jaya mu sebelum menjemput kehancuran yang akan segera datang " batin Fengjiu
" Jika saja bukan di Aula kerajaan sudah aku bunuh j****g itu " batin Sujin*
Ekhmmm
Permaisuri Wu menyadarkan semua orang , Sontak saja mereka semua kembali dengan kegiatan masing masing . Kaisar Zhao yang kini ikut tersadar mulai membuka suara
" Ahh , Zhen berterimakasih kepada para nona nona muda yang sudah berkenan menampilkan bakat nya masing masing . Permaisuri Wu , Zhen mempercayakan kepadamu untuk memilih pemenang nya " Ucap Kaisar Zhao mengakhiri kecanggungan
" Terimakasih Yang Mulia , setelah mempertimbangkan dengan sangat hati hati dan menentukan pilihan yang begitu sulit karna semua Nona nona muda menampilkan bakat bakat yang sangat indah " ucap Permaisuri Wu
" Tapi saya hanya akan memilih satu orang untuk menjadi pemenang nya , dan Saya memilih Putri Fengjiu " ucap Permaisuri
" ahh jiejie selamat , kau memang pantas mendapatkan nya " ucap Sujin
" Kau selalu memberikan kejutan untuk ibunda " puji Selir Purou
Fengjiu merona mendengar pujian untuk nya
" Lihatlah Zhu Que , meskipun kau telah mencuri perhatian tapi tetap aku yang memenangkan nya " batin Fengjiu
Saat Fengjiu akan melangkahkan kaki menuju singgasana KaisarZhao untuk menerima hadiah tiba tiba langkah kaki nya terhenti saat mendengar ucapan seorang mentri
" Beribu ampun Yang Mulia tapi menurut hamba tarian Putri Zhu Que sangat menakjubkan dan tidak pernah hamba melihat tarian seindah itu , menurut hamba Putri Zhu Que lebih layak memenangkan hadiah nya " ucap Mentri An
" Benar tarian nya sangat indah "
" aku setuju dengan Mentri An , Putri Zhu Que lebih layak menjadi pemenang nya "
" tapi Putri Fengjiu memainkan sitar sangat indah "
" Tetap saja jika dibandingkan dengan tarian Putri Zhu Que permainan nya bukan apa apa "
Bisik bisik terdengar , Fengjiu mengepalkan tangan nya menahan marah bercampur malu .
" Putri Fengjiu memainkan Sitar dengan sangat indah tapi Tarian Putri Zhu Que sangat menakjubkan , Zhen setuju dengan Mentri An " Ucap Kaisar Zhao yang sontak membuat Fengjiu membelalakan mata tidak percaya . Dia benar benar merasa sangat di permainkan .
" Yang Mulia Kaisar benar , sepertinya MeiMei lebih layak mendapatkan hadiah itu " ucap Fengjiu lalu berjalan menuju tempat duduk nya , dia sudah tidak tahan dengan rasa malu .
" Zhu Que akan ku balas 10x lipat penghinaan ini " batin fengjiu
Selir Purou memegang tangan Fengjiu untuk menenangkan nya .
Sedang kan Zhu Que ? dia sama sekali tidak peduli namun ada sedikit kepuasan saat melihat Fengjiu yang menahan amarah .
" ckckck sungguh miris saat melihat seseorang di terbangkan ke langit lalu di jatuhkan tanpa beban "
__ADS_1
batin Zhu Que
" Baiklah saya setuju , sebagai hadiah karna telah memenangkan perlombaan ini Putri Zhu Que mendapatkan Set perhiasan emas bunga poeny dan 100 koin emas . Semua hadiah akan di kirimkan ke kediaman Jendral Liu " ucap Permaisuri Wu
" ada satu lagi Zhen akan memberikan Lencana Emas Istana untuk Putri Zhu Que dan juga Paviliun Bintang yang berada di sayap utara Istana " ucap Kaisar Zhao
Semua orang kaget termasuk Permaisuri Wu , bagaimana tidak , dengan Lencana emas itu seseorang akan mudah keluar masuk dari Istana dengan leluasa dan Paviliun bintang adalah paviliun yang terkenal indah , rumor mengatakan Paviliun bintang sengaja kaisar buat untuk kekasih kecil nya , namun karna Dekrit Kaisar terdahu dia harus menikahi gadis lain yang kini adalah Permaisuri Wu . Hingga saat ini Paviliun bintang tidak pernah di tempati siapapun , para pelayan hanya membersihkan nya lalu pergi karna kaisar melarang siapapun berlama lama disana kecuali para penjaga paviliun itu .
Zhu Que yang mendengar semua hadiah hanya memasang wajah datar . Menurutnya tidak ada yang istimewa dari hadiah tersebut kecuali paviliun bintang yang membuat nya penasaran , dengan malas dia berdiri dan membungkukkan badan nya
" Beribu ribu terimakasih untuk Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri Wu atas Hadiah yang di berikan " ucap Zhu Que lalu kembali duduk
Kaisar tersenyum kearah Zhu Que menatap nya lekat
" Putri mu sangat mirip dengan mu , aku merindukan mu " batin kaisar zhao
" Baiklah mari kita lanjut kan pesta nya " ucap Kaisar Zhao
Saatnya pembagian hadiah untuk Kaisar , semua orang mulai memberikan hadiah yang berkesan agar Kaisar merasa puas
hingga tiba giliran Zhu Que . Zhu Que berjalan menuju arah kaisar dengan Jinxing mengikutinya di belakang membawa nampan yang tertutup kain , Zhu Que dan Jinxing memberi hormat lalu Zhu Que membuka kain penutup nya dan memberikan Sebuah Pedang kepada Kaisar Zhao
Semua orang takjub melihat pedang yang di berikan Zhu Que untuk Kaisar
" Pedang Mata Jiwa , Ini adalah Pedang yang sangat langka " ucap Kaisar Zhao dengan senyum mengembang
" Benar Kaisar , Pedang ini akan sangat cocok Untuk Kultivator Tingkat Langit " ucap Zhu Que
" Zhen benar benar senang , Terimakasih Zhen sangat Menyukai nya "
" Suatu kehormatan untuk hamba jika Yang Mulia menyukai nya "
Zhu Que kembali ketempat duduk di ikuti Jinxing
" Que'er darimana kau mendapatkan Pedang itu " Tanya Shen Zhi
" Kenapa ? " tanya Zhu Que
" Pedang itu sangat langka dan memiliki kekuatan spiritual yang besar "
" Tenang saja Ge , pedang itu bukan apa apa untuk ku , jika gege mau aku akan berikan yang lebih bagus lagi " ucap Zhu Que enteng
" Tentu saja "
" enghh " A Li yang tidur nya merasa terganggu membuka mata nya
" ahh lihat lah siapa yang tidur seperti mati " ucap Shen Zhi
A Li bangkit dari pangkuan Shen Zhi dan duduk diantara Shen Zhi dan Zhu Que , jika mereka bukan saudara mungkin sudah dianggap seperti keluarga kecil yang bahagia:v
" Ahh Zhen ingin sekali bertanya kepada Jendral Liu , siapakah gerangan Anak Kecil yang tampan itu ? " tanya Kaisar Zhao
" Menjawab Yang Mulia , Dia adalah A Li Anak angkat hamba sekaligus Tuan Muda Kedua dari Kediaman Jendral " ucap Jendral Liu
" Begitu rupanya , pantas saja Zhen belum pernah melihat sebelum nya "
" Hormat hamba yang mulia , Salam kepada jendral Liu , maaf jika saya menyela tapi apakah Jendral Liu yakin mengangkat anak itu menjadi tuan muda kedua ? " ucap Wu Lijing
Jendral Liu mengernyitkan dahi nya
" Ya , memang nya ada apa Tuan Muda Wu ? " ucap Jendral Liu
" Tapi beberapa hari yang lalu anak itu mencoba mencuri Pil yang saya beli dari perlelangan , harap Jendral Liu tidak tersinggung hanya saja kalau boleh bersaran lebih baik Jendral Liu pertimbangkan kembali " Ucap Wu Lijing
Selir Purou tersenyum kemenangan saat mendengar penuturan dari Adik nya
( jika kalian lupa , Selir Purou adalah anak dari mentri Wu , dia juga adalah adik dari Permaisuri Wu )
Bisik bisik ejekan terdengar dari para tamu
" Aku tidak pernah mencuri " ucap A Li lantang
" Mungkin ada kesalah pahaman yang terjadi antara A Li dengan tuan muda wu " ucap Shen Zhi tak suka
Zhu Que mengeluarkan aura membunuh nya , dia benar benar ingin mencincang Wu Lijing sekarang .
Sorot mata Tajam nya kini menatap Wu Lijing yang sudah tertunduk lemas karna aura Zhu Que , Semua orang merasa sulit bernafas .
__ADS_1
Shen Zhi Menggenggam tangan Zhu Que agar adik nya itu menarik kembali aura nya . Shen Zhi maupun Jendral Liu terkejut Karna Zhu Que mempunyai aura membunuh sangat pekat .
A Li yang disisi nya terkulai Lemas
" Que'er berhentilah , lihat lah A Li " ucap Shen Zhi
Zhu Que menarik kembali aura nya dan mengusap pipi gembul A Li
Para tamu yang tadi kesusahan bernafas karna aura Zhu Que kini menghembuskan nafas nya lega
" Maafkan jiejie ya " ucap Zhu Que
" Tidak jiejie , A Li tidak apa apa "
" Tuan Muda Wu Lijing harap perhatikan kata kata anda jika anda masih ingin melihat esok hari " ucap Zhu Que tanpa mengalihkan pandangan nya dari A Li
" hahaha memang nya sampah seperti mu bisa apa " ejek Wu Lijing
" Wu Lijing kau keterlaluan " ucap Shen Zhi
" CUKUP , ini adalah acara Ulang Tahun Kaisar tolong jangan mengacaukan nya , Tuan Muda Kedua Wu minta maaf lah kepada Jendral Liu dan keluarga nya " ucap Permaisuri Wu
" Taap,," belum sempat Wu Lijing menyelesaikan perkataan nya , Permaisuri Wu memberi isyarat dari sorot mata seakan berbicara " Cepat , tidak ada bantahan " .
Dengan sangat terpaksa Wu Lijing meminta maaf
" Mohon maaf atas kekeliruan saya Jendral " ucap nya
" Tidak apa apa , tapi berharap kedepan nya Tuan Muda Wu bisa lebih berhati hati lagi dengan perkataan sebelum dilontarkan " Sarkas Jendral Liu
" Terimakasih atas kemurahan hati Jendral Liu , kedepan nya saya akan mendengarkan saran Jendral " ucap Wu Lijing yang sudah memerah menahan marah beserta malu karna tidak di beri muka oleh Jendral Liu .
Wu Lijing kembali mendudukan tubuh nya .
Semua orang melanjutkan kegiatan masing masing , menikmati jamuan acara yang sudah di siapkan
Acara malam ini sudah selesai dan akan di lanjut kan besok , semua tamu sudah istirahat dikamar yang sudah di siapkan .
Hari sudah semakin malam Zhu Que tidak bisa tidur , dia memutuskan untuk berjalan jalan di halaman istana .
" Ahhh sejuk nya " Zhu Que mendudukan diri nya di bawah Pohon
" Angin malam tidak bagus untuk nona cantik "
Zhu Que melihat kanan kiri mencari asal suara tapi dia tidak menemukan nya
" Di atas " ucap orang itu lagi
Zhu Que mendongakan kepala nya keatas Pohon dan benar saja di salah satu batang pohon yang cukup kokoh terlihat Seorang Pria yang sedang merebahkan tubuh nya
" Heyy kau , ngapain malem malem di atas pohon ? mau jadi Kunti ya ehh tapi kunti kan cewek , ah bodo lah " ucap Zhu Que
Pria tersebut turun dari pohon itu
" Gadis Kecil berapa banyak rahasia yang kamu miliki hm "
" Kau ? ,, kau pria nyebelin yang di pasar itu kan ? ckckck ternyata kau Pangeran Ketiga "
" Ya itu aku , Belum terlambat untung mengenali calon suami mu " ucap Pangeran Hua Yun
" Cihh , terlalu percaya diri itu tidak baik lagipula siapa yang ingin menikah dengan mu "
Zhu Que meninggalkan Pangeran Hua Yun yang sedang terkekeh
" kau memang sangat menarik Gadis kecil " batin pangeran hua yun
*****
Zhu Que pergi menjauh dari Pangeran Hua Yun , Mood nya sedang tidak baik
" Que'er apa kau tidak merindukan kami "
Terdengar suara Zeus
" tentu saja aku merindukan kalian tapi sebelum aku membumi hanguskan Ketiga makhluk jahanam itu aku tidak akan berkujung ke mansion " ucap Zhu Que yang kini bertelepati bersama Zeus
" Kau sungguh kejam , jika kau tidak segera berkunjung aku akan mati membeku disini "
__ADS_1
" Sudah menjadi nasib mu Ge , kau harus hidup rukun dengan gege Trotter , meskipun dia sangat dingin tapi dia cukup perhatian "
Sedang asik berkomunikasi bersama Zeus , tiba tiba sebuah tepukan di bahu Zhu Que membuat nya terlonjak kaget . Dengan sumpah serapah Zhu Que membalikan badan nya .