Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Kematian Sujin


__ADS_3

...Sedangkan Jendral Liu hanya mengamati keributan itu tanpa ada minat membela Sujin...


...--------------------------------...


" Ayahanda tolong bantu meimei " Fengjiu mendekati Jendral Liu


" Sujin sudah menikah , dia bukan tanggung jawab Ayahanda lagi " Ucap Jendral Liu datar lalu mengalihkan pandangan nya menatap Wu Lijing


" Sebaik nya Tuan Muda Wu menyelesaikan masalah ini di kediaman anda . Tapi jika saya mendengar berita yang buruk tentang Sujin jangan salah kan saya bertindak kasar "


Mau bagaimana pun Sujin masih Putri nya , Jendral Liu masih menyayangi Sujin meskipun Sujin tidak bisa menginjakan kaki di Kediaman Jendral besar lagi tapi dia masih putri Jendral Liu . Jika Wu Lijing mempermalukan sujin di depan umum lagi itu sama artinya Wu Lijing tidak menghargai Jendral Liu .


Dengan berat hati , acara perayaan ini di bubarkan . Semua Tamu Undangan kembali ke Kediaman nya masing masing . Begitu juga Zhu Que yang kini sudah berada di Paviliun Teratai


" Que'er kenapa kau tadi membela Sujin ? " tanya Jinxing yang kini sedang menemani Zhu Que membaca buku tentang perang


" Aku membela nya karna ingin melihat pertunjukan yang lebih besar " ucap Zhu Que yang masih fokus pada buku bacaan nya


" Aihh kau ini , aku masih ada pekerjaan jadi aku akan kembali . Kau istirahat lah Que'er "


Jinxing pergi meninggalkan Zhu Que yang masih sibuk membaca


" Sayang berhentilah membaca buku , kau harus istirahat " Suara berat itu mengalihkan fokus Zhu Que dari membaca nya


" Kau lagi kau lagi , bisakah sehari saja tidak mengganggu ku "


Pria itu merebut buku yang ada di tangan Zhu Que


" Tidak , jika aku tidak kemari kau tidak akan segera beristirahat "


" Apakah kau benar benar seorang pangeran ? bisa bisa nya seorang pangeran masuk ke kamar gadis lajang seperti ini ? " ucap Zhu Que


Pangeran Ketiga terkekeh


" tentu saja bisa , kau adalah calon istri ku "


" Jangan terlalu percaya diri , siapa yang ingin menikahi mu ? " Ucap Zhu Que malas


" memang nya ada Pria selain aku yang bisa membahagiakan mu ? "


" Kau sangat percaya diri "


" Ya terserahlah , aku kesini untuk menjenguk mu . Dan aku juga ingin berpamitan "


" memang nya kau mau kemana ? "


" Aku akan pergi ke suatu tempat mungkin sekitar 1 bulan dan selama itu aku tidak akan mengunjungi mu , aku harap kau menunggu ku . Setelah aku kembali kita akan segera menikah "


Blushhhh


Pipi Zhu Que merah merona


" Kalau kau pergi ya pergi saja jangan menggoda ku dan berbicara omong kosong "


" Terserah saja tapi aku tidak mengatakan omong kosong . Aku harus pergi sekarang jaga dirimu baik baik selama aku tidak ada dan jangan mencari pria lain "


Cup


Pangeran ketiga pergi dari hadapan Zhu Que dengan mendaratkan sebuah ciuman di dahi Zhu Que sebelum beranjak pergi .


" benar benar aneh " guman Zhu Que yang masih merah merona


****


Hari sudah menjelang pagi...


Di kediaman Mentri Wu semua orang sudah berkumpul di Aula Utama kecuali Sujin dan Lige .


" Wu Lijing kau tau kesalahan mu ? " ucap mentri Wu


" Maaf ayahanda , putra ini tidak bisa mengendalikan emosi "


" Wu Lijing kau tau apa konsekuensi jika Jendral Besar marah ? aku tidak ingin karna kebodohan mu Keluarga Wu terancam "


" Tapi ayah kita masih punya dukungan dari Kakak Permaisuri dan juga Putra Mahkota akan membantu kita "


" Dasar bodoh , kakak mu memang Permaisuri tapi dia tidak memegang kekuatan Militer dan Putra Mahkota belum tentu mau membantu kita , kenapa kau tidak pernah membuat ku bangga Wu Lijing ? kau selalu mengacau dan berbuat semena mena . Liu Sujin masih Keponakan mu juga dan kau memperlakukan dia tidak lebih baik daripada wanita luar itu "


" Cukup ayah jangan menyeret Ge'er , dia adalah wanita baik baik "


" Kau benar benar bodoh karna cinta mu kepada Bai Lige , kau bahkan memilih wanita itu menjadi Istri Sah mu daripada Sujin "


Wu Lijing menggeram menahan amarah nya


" Semua gara gara Sujin , jika saja wanita murahan itu tidak menjebak ku , mungkin aku sudah berbahagia bersama ge'er tanpa ada penghalang " batin Wu Lijing


" Maaf kan saya ayah , tolong jangan marah kepada ge'er , saya akan memperlakukan Sujin dengan baik " ucap Wu Lijing


" Seharusnya memang begitu "


Mentri Wu meninggalkan Wu Lijing dan lain nya di Aula


" Jing'er jangan di bawa ke hati apa yang ayah mu kata kan , dia sedang di kuasai oleh emosi " ucap Nyonya Wu


" Baik ibunda , ini memang salah Jing'er "


" Jin'er masih bagian dari keluarga Wu jadi kau harus memperlakukan dia dengan baik apalagi dia sedang mengandung anak pertama mu "


" Jing'er akan mendengarkan perkataan Ibunda . Kalau begitu Jing'er pamit undur diri "


Wu Lijing pergi dari aula , dia bergegas menuju kediaman Sujin .


Saat Wu Lijing tiba di kediaman Sujin , dia langsung membuka pintu dengan keras dan terlihat Sujin yang sedang berbaring menatap langit langit kamar .


" Kau sudah puas ? " tanya Wu Lijing tiba tiba


Sujin tidak mengindahkan perkataan Wu Lijing dan itu membuat Wu Lijing geram .


" Liu Sujin jangan membuat ku bertindak kasar " ancam Wu Lijing


" Lakukan saja " ucap Sujin acuh tak acuh


" Kauu ,, apa mau mu ? " geram Wu Lijing


" Tidak ada "


" Liu Sujin aku membenci mu "


" Aku lebih membenci mu sampai ke tulang Wu Lijing . Aku sungguh menyesal menikah dan mengandung anak mu . Jika saja aku tidak di jebak mungkin aku sudah bahagia bersama pria lain . Kau laki laki bajinga* yang tidak berperasaan " Air mata Sujin tak lagi bisa di tahan .


" hiks .. akuu membenci mu hiks aku benci mengandung anak dari mu hiks "


" LIU SUJIN KAU SUNGGUH BERANI MENGATAKAN NYA " Wu Lijing menjambak rambut Sujin


Arrkkhhhhhh


" Kau sungguh binatang WU LIJINGGGG " teriak Sujin


" kau ja**ng berani nya berteriak padaku "


Plakkkkk


Tamparan mendarat di pipi mulus Sujin


" ja**ng seperti mu tidak cocok di kasihani " Wu Lijing masih menjambak rambut Sujin


" Akkhhh hentikan Lijing " Sujin memohon dengan air mata yang keluar semakin deras


Tanpa mereka sadari sosok bayangan hitam sedang melihat keributan mereka .


Sujin yang sudah tidak tahan dengan jambak kan Wu Lijing , dia mengeluarkan belati yang di simpan di balik hanfu yang dia pakai


Blesss

__ADS_1


Darah keluar dari mulut Sujin . Sujin menikam dirinya sendiri tepat di jantung nya . Dia sudah tidak kuat dengan semua nasib buruk yang menimpa nya . Meskipun pada awal nya dia menerima kehidupan baru yang dia jalani tapi semua nya berubah saat hadir nya sosok Bai Lige . Sujin selalu menelan pil pahit dan itu membuat nya putus asa .


Dan sekarang dia sudah memikirkan nya dengan baik baik jika dia harus mengakhiri hidup nya dengan menjadikan seseorang sebagai kambing hitam , ya dia Wu Lijing . Sujin sudah berencana untuk menjadikan Wu Lijing Kambing hitam karna laki laki itu selalu bertindak kasar pada nya .


" LIU SUJIN KAU SUNGGUH GILAA " Teriak Wu Lijing


Para pengawal dan pelayan di kediaman Sujin sangat khawatir kepada Tuan dan Nyonya nya . Mereka langsung membuka pintu kamar Sujin dan melihat pemandangan yang begitu mengejutkan .


Salah satu pengawal memberitahu Mentri Wu , dan Mentri Wu langsung bergegas ke kediaman Sujin .


Semua orang yang baru datang dan melihat Kondisi Sujin dengan belati tepat di arah Jantung nya Terbelalak kaget


" APA YANG TERJADI " Marah Mentri Wu


Sujin yang masih memiliki sedikit kesadaran berusaha berbicara


" Wu Li,,jing apaka,,kah s,sebenci in,,i kau pad,haa ku sampai k,kkau tid,,akh membiarkh,,khanhh aku hidup leb,bih lama s,sedikit samp,ai an,anak kuh la,lahir "


" WU LIJINGG APA YANG KAU LAKUKAN , PENGAWALLL PANGGIL TABIB " Marah Mentri Wu


" Aayahh aku aku tidak melakukannya , sujin sudah gila dia menikam dirinya sendiri ayah percayalah pada putra mu ini " Wu Lijing bersujud di hadapan Mentri Wu .


Wu Lijing tidak pernah menduga jika Sujin akan menjadikan nya kambing hitam


Bai Lige ikut bersujud di samping Wu Lijing


" Ayahanda Mohon ampuni Jing'er , dia pasti di jebak oleh Sujin . Wanita itu terlalu licik "


" Ck , bukankah kau lebih licik lagi " ucap Mentri Wu


" Ayahhh jangan keterlaluan , ge'er wanita yang sangat baik " bela Wu Lijing


" Saat kau menikam istri yang tengah mengandung anak mu , Kau masih punya muka untuk membela wanita ini . Wu Lijing kau sungguh telah di bodohkan oleh wanita ini "


" Ayah kenapa kau sangat membenci ge'er ? dia sangat baik "


" Karna dia Putri dari Kediaman Bai , kau tau Lijing ayah nya selalu menyulitkan ku . Terlebih dia tidak memiliki kultivasi sehebat Sujin . Jika dia di jadikan selir dan Sujin istri sah aku mungkin memaafkan nya "


" Ayahh cukup kau keterlaluan , Sujin wanita licik . Ge'er adalah wanita yang aku cintai " ucap Wu Lijing


Bai Lige mengepalkan tangan nya di balik hanfu .


Tiba tiba tabib datang dan memeriksa kondisi Sujin . Tabib memegang tangan Sujin untuk memeriksa denyut nadi nya .


Tabib itu menggeleng


" Mohon ampun Mentri Wu , Putri Liu Sujin tidak bisa terselamatkan begitupun dengan bayi yang di kandung nya "


Brakkkkk


" WU LIJING APA KAU BISA MENJELASKAN SEMUA INI KEPADA JENDRAL LIU ? KAU MAU KELUARGA KITA DI SERANG OLEH NYA ? " Marah Mentri Wu yang sudah di ubun ubun


" Pengawal Seret Wu Lijing dan Bai Lige ke penjara bawah tanah " ucap Mentri Wu


" Ayah Ge'er tidak bersalah tolong lepaskan dia " mohon Wu Lijing


" Seret Mereka "


Wu Lijing dan Bai Lige di seret ke penjara bawah tanah .


*


Kematian Sujin dan anak yang di kandung nya tiba tiba membuat kegegeran di seluruh Kekaisaran Zhao .


Jendral Liu yang mendapat kabar kematian Sujin mengepalkan tangan nya tidak percaya jika kematian putri kedua nya secepat ini .


Berbeda dengan Zhu Que yang kini sedang duduk mendengarkan cerita Pria berbaju hitam dengan topeng Khas Anggota Underground .


" Jadi Sujin menikam diri nya sendiri ? dan menjadikan Wu Lijing kambing hitam ? " ucap Zhu Que


" Benar Queen "


( Khusus Anggota Underground memanggil Zhu Que Queen bukan Demon Queen )


" Dasar wanita licik , tapi dia cukup pintar untuk memprovokasi Jendral Liu agar menyerang Mentri Wu " ucap Zhu Que datar


" Mencegah Jendral Liu agar tidak menyerang Mentri Wu karna wanita itu . Lagipula sudah bagus dia mati jadi aku tidak perlu repot repot mengurusi kuman sepertinya " Zhu Que menyeringai


" Kembali awasi kediaman Mentri Wu , jangan sampai ada yang mengetahui mu " ucap Zhu Que


" Baik Queen "


Pria itu pergi untuk mengawasi kediaman Mentri Wu seperti biasa . Masih ingat dengan seseorang yang menyaksikan pertengkaran sujin dan wu lijing ? ya dia orang nya , dia adalah orang suruhan Zhu Que untuk mengawasi setiap gerak gerik Sujin dan Wu Lijing .


Zhu Que beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah pintu .


Cklek


Saat Zhu Que berhasil membuka pintu , di hadapan nya sudah ada Jinxing .


" Aihh aku baru saja akan memanggil mu " ucap Jinxing


" Ada apa ? "


" Jendral Liu memanggil mu dan menunggu di ruang kerja nya "


" Aku akan pergi , kau tunggu saja di sini "


" Baiklah "


Zhu Que segera bergegas ke tempat kerja Jendral Liu . Saat sudah sampai , salah satu pengawal mengumumkan kedatangan nya . Tanpa menunggu lama Zhu Que langsung menerobos masuk


" Ada apa ayah memanggil ku ? " tanya Zhu Que To The Point


" Duduk lah Que'er " ucap Jendral Liu


Setelah Zhu Que duduk di hadapan nya , Jendral Liu kembali membuka suara


" Kau sudah mendendengar kabar tentang Sujin ? "


" Sudah " ucap Zhu Que


" Menurut mu apa yang harus kita lakukan untuk membalas perbuatan Wu Lijing "


" Maksud ayah " Zhu Que pura pura tidak mengerti


" Di kabarkan bahwa Sujin meninggal karna sebuah belati yang menancap di jantung nya , dan saat itu Sujin sedang bertengkar dengan Wu Lijing . Jadi sudah jelas kalau Wu Lijing menikam nya "


" Tapi itu belum pasti ayah , mengingat bagaimana Sujin yang putus asa karna Wu Lijing lebih memanjakan Bai Lige , Aku pikir Wu Lijing tidak sebodoh itu , jika dia ingin membunuh Sujin pasti dia akan membayar orang karna dia tau konsekuensi jika dia ketahuan membunuh Sujin dengan tangan nya sendiri "


Jendral Liu berpikir untuk mencerna perkataan Zhu Que yang memang ada benar nya . Meskipun Wu Lijing membenci Sujin dia tidak mungkin menikam Sujin secara terang terangan .


" Jika boleh saran , sebaik nya kita terus menyalahkan Wu Lijing dalam kasus kematian Sujin . Karna bagaimana pun Wu Lijing bersalah karna telah membuat Sujin sampai melakukan hal nekat " ucap Zhu Que


" Kau benar Que'er , Ayah akan berangkat ke Kediaman Mentri Wu apa kau akan ikut ? "


" Tentu saja ayah , oh iya bagaimana dengan Fenjiu'jie ? "


" Dia tadi datang menghadap ayah dengan tangisan tersendu sendu meminta keadilan untuk Sujin "


Zhu Que mengangguk


" apa dia sedang berperan sebagai kakak penyayang sekarang ? ckck " batin Zhu Que


Bukan tanpa alasan Zhu Que berpikir seperti itu , tapi saat kejadian memalukan Sujin di pesta Ulang Tahun Kaisar waktu itu , Zhu Que melihat ekspresi Jijik tercetak jelas di wajah Fengjiu , Zhu Que dapat menyimpulkan kalau selama ini Fengjiu tidak benar benar menyayangi Sujin layak nya Kakak kepada adik nya .


*


Jendral Liu beserta Shen Zhi , Zhu Que dan Fengjiu sedang dalam perjalanan menuju Kediaman Mentri Wu . Zhu Que yang kini satu kereta dengan Fengjiu merasa risih , hanya ada keheningan juga hawa panas di dalam kereta itu .


Tidak terasa kini rombongan Jendral Liu sudah sampai di Kediaman Mentri Wu .


Saat Mentri Wu melihat kehadiran Jendral Liu , wajah nya langsung memucat

__ADS_1


" Salam Jendral " sapa Mentri Wu


" Tidak perlu terlalu formal Mentri Wu " Jendral Liu mendekati jasad Sujin yang sudah berada di sebuah Peti


Ada rasa sedih di hati Jendral Liu saat melihat tubuh Sujin yang memucat dan tidak berdaya .


Zhu Que yang melihat Jasad Sujin merasa biasa saja , Zhu Que pikir Sujin masih beruntung bisa di kebumikan dengan layak .


Berbeda dengan Fengjiu yang sudah menangis histeris .


" Meimei kenapa kau meninggalkan Jiejie hiks ,, kau tau ibunda sudah tidak ada hikss , kenapa semua ini begitu cepat hiks . Ge meimei sudah tidak ada " Fengjiu segera memeluk Shen Zhi yang berdiri tepat di samping nya .


Meskipun Shen Zhi agak risik di peluk Fengjiu tapi dia membiarkan fengjiu memeluk nya untuk menghilangkan rasa sedih yang di alami fengjiu saat ini .


" Aishh akting nya bisa menyaingi angelina jolie nih " batin Zhu Que


" Mentri Wu dimanakah Tuan Muda Kedua dan Istri Sah nya ? kenapa dia tidak berada di sini ? " tanya Zhu Que


" Itu , Wu Lijing berada di penjara bawah tanah bersama Bai Lige "


" Ahh aku lupa , Tuan Muda Kedua telah menikam istri dan bayi nya sendiri "


Mentri Wu semakin memucat mendengar perkataan yang di lontarkan Zhu Que


Jendral Liu mengeraskan rahang nya


" Aku ingin bertemu Wu Lijing " Marah Jendral Liu


" Ayahanda redakan emosi mu "


Jendral Liu tidak peduli dimana sekarang dia berada , Jendral Liu bergegas menuju Penjara bawah tanah .


Jendral Liu mengamati sekitar Penjara hingga pandangan nya melihat orang yang saat ini dia cari


" WU LIJING " Teriak Jendral Liu menggema


" J,,jendral Besarr " Wu Lijing terkejut dengan sosok yang dia lihat


" Kau apakan Putri dan Cucu ku ? kau lupa apa yang telah aku katakan terakhir kali ? " Jendral Liu mengeluarkan Elemen Es yang mematikan


" Ampuni aku Jendral , itu bukan salah ku itu Sujin sendiri " Wu Lijing bergetar ketakutan


" Kau masih saja membela dirimu disaat kau sudah membunuh istri dan anak mu " ucap Jendral Liu


Wu Lijing semakin cemas , dia berharap ayah nya datang .


Saat Jendral Liu akan mengarahkan Es yang keluar dari tangan nya kepada Wu Lijing , tiba tiba ada yang menarik tangan nya , sontak itu membuat Wu Lijing bernafas lega .


" Ayah cukup " ucap Zhu Que


" Kenapa ? " Jendral Liu berkata tidak suka


" Jangan membunuh nya di sini , lebih baik di tempat eksekusi " ucap Zhu Que


" Jendral Besar tolong jangan gegabah , jika anda membunuh Wu Lijing itu sama saja mengibarkan bendera perang "


" Bukankah Wu Lijing sendiri yang telah mengibarkan bendera perang ? " sarkas Shen Zhi


" Mentri Wu , apa anda tidak tau bahwa ada istilah Darah di balas Darah . Begitupun Nyawa dibalas Nyawa , apalagi yang di bunuh 2 nyawa jadi tebusan nya adalah 2 nyawa juga . Apakah Mentri Wu tidak akan bertindak ? semua orang sudah tau kejahatan Wu Lijing , jika Mentri Wu tidak menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan nya maka reputasi mu benar benar akan hancur " ucap Zhu Que enteng


Mentri Wu semakin memucat , dia menyayangi Wu Lijing tapi bagaimana dengan Reputasi nya ? jika Mentri Wu tidak bertindak semua orang akan berpikir kalau dirinya melindungi penjahat .


" Ada apa Mentri Wu ? apa kau kebingungan ? waktu mu untuk membuat keputusan adalah besok pagi " ucap Zhu Que


Shen Zhi dan Jendral Liu mengernyitkan dahi , kenapa Zhu Que sangat agresif ? seakan akan dia tidak bisa melepaskan Wu Lijing dan ingin segera melihat nya mati ? pikir mereka .


Begitulah Zhu Que , sekali orang itu pernah mengganggu jangan harap mendapat belas kasihan , Zhu Que adalah sosok orang yang tidak akan melepaskan siapapun yang telah mengusik nya . Dan dia tidak peduli dengan siapa yang telah dia singgung .


Fengjiu hanya diam tidak bersuara , dia merasa jika Zhu Que memang tidak bisa diremeh kan , entah kenapa hati nya merasa sangat asing dengan Zhu Que yang dulu sering dia tindas .


Sedangkan Mentri Wu menggertakan gigi nya , dia menahan amarah karena Zhu Que sedari tadi menyudutkan nya .


" Bocah kecil ini benar benar mengganggu" batin mentri wu


" Ekhmm " Zhu Que menyadarkan mereka dari pikiran nya masing masing


" Lebih baik kita pergi dari sini sekarang dan tunggu keputusan Mentri Wu besok . Aku harap tidak akan ada yang mempunyai pikiran untuk membuat Wu Lijing kabur atau bunuh diri "


" Baiklah , Mentri Wu aku menunggu keputusan mu " Jendral Liu keluar dari Penjara bawah tanah di ikuti Zhu Que , Shen Zhi ,Fengjiu dan Mentri Wu .


Mentri Wu mengantarkan Jendral Liu sampai ke depan gerbang . Setelah kereta yang membawa Jendral Liu dan rombongan nya tidak terlihat , Mentri Wu kembali ke ruang Kerja nya


Brakkkkkk


Prankk


Semua pengawal yang berada di sekitar ruang kerja Mentri Wu terkejut saat mendengar barang barang yang pecah terdengar dari dalam ruangan itu .


" Kurang ngajar berani nya bocah sialan itu menyudutkan ku , apa dia lupa aku adalah seorang mentri sekaligus mertua kaisar . " Marah Mentri Wu


Setelah melampiaskan kemarahan nya , Mentri Wu bergegas menuju Istana .


****


Di kediaman Phoenix , terlihat seorang wanita paruh baya sedang berjalan dengan tergesa menuju Kamar Utama .


Wanita paruh baya itu mengetuk pintu kamar , setelah beberapa menit terdengar suara dari dalam kamar tersebut


" Masuklah "


Wanita paruh baya itu pun segera masuk


" Ada apa ? " tanya wanita yang kini tengah terduduk


" Hormat Permaisuri , Mentri Wu menunggu anda di luar kediaman " ucap wanita Paruh baya itu yang tak lain adalah seorang Pelayan


" Suruh Ayah kemari "


Pelayan itu menemui Mentri Wu dan mengajak nya masuk Ke Kediaman Permaisuri .


" Silahkan Mentri , permaisuri menunggu anda di dalam " ucap Pelayan itu


Mentri Wu pun masuk ke dalam


" Ada apa ayah ? " tanya permaisuri saat Mentri Wu sudah masuk


" Aku sedang kesal Chen'er "


" Apa yang membuat Ayah kesal ? "


" Kau tau bukan jika Wu Lijing membunuh Sujin dan menyebabkan Anak nya juga Mati "


" Ya , semua orang di kekaisaran ini tau itu " ucap Permaisuri Wu


" Liu Yi kang datang bersama anak anak nya saat jasad Sujin akan di kebumi kan , dan anak perempuan ke tiga nya menyudutkan ku "


" Bagaimana bisa dia sekurang ngajar itu ? "


" Aku Memenjarakan Jing'er dengan terpaksa . Dan dia meminta agar nyawa di balas dengan nyawa "


" Maksud Ayah , Liu Zhu Que meminta Wu Lijing di hukum mati ? "


" Benar , dia meminta ayah memutuskan nya besok dan dia tidak hanya meminta nyawa Jing'er , dia meminta 2 nyawa . Jika ayah tidak menuruti nya Reputasi Ayah bisa hancur "


" Lancang , bocah ingusan itu berani berani nya menyudutkan Ayah dari Seorang Permaisuri . Apa dia bosan hidup ? rupanya dia tidak menghargaiku sebagai Permaisuri " Marah Permaisuri Wu


" Anak itu tidak boleh di biarkan hidup , kita harus segera membunuh nya "


" Laksanakan saja kemauan nya Ayah setelah itu kita akan membuat dia membayar nya " Permaisuri Wu menyeringai menatap Mentri Wu dengan tatapan yang sulit di artikan


" Baiklah kita akan mengikuti permainan bocah itu "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2