
...Setelah berpamitan , Zhu Que dan Hua Yun meninggalkan Kediaman Jendral Besar dan Kembali Ke Istana ....
...--------------------------------...
Setelah sampai di istana , Zhu Que kembali ke Paviliun nya . Sedangkan Hua Yun pergi menemui Kaisar .
Sebelum Hua Yun pergi , dia sempat berpesan kepada Zhu Que jika dia akan bermalam di kediaman Zhu Que . Dan itu membuat Zhu Que kini bergelut dengan pikiran nya . bagaimana cara agar menghindari sesuatu yang akan terjadi jika sepasang suami istri berada di satu kamar ? pikir Zhu Que .
" Arghh .. ngapain juga si bodoh itu janji kesini , kenapa gak sama gundik nya aja " gerutu Zhu Que
Sedang asik dengan pikiran nya , tiba tiba pintu di ketuk seseorang .
tok tok tok
" siapa tuh , jangan jangan pangeran bodoh itu lagi " batin Zhu Que
Cklekk
Bertepatan dengan pintu terbuka , Zhu Que bisa melihat sosok yang saat ini sedang tersenyum manis pada nya .
" huhh ternyata benar dia " batin Zhu Que
" Apa aku lama " tanya Hua Yun
" Tidak " ucap Zhu Que dengan senyum paksaan yang di buat semanis mungkin
Hua Yun mendekati Zhu Que dan duduk di samping nya .
" Apa Kaisar ada masalah ? " tanya Zhu Que
" Tidak . Kaisar hanya membicarakan rencana untuk pengangkatan Permaisuri baru " ucap Hua Yun
" Oh "
Hua Yun terus memandang Zhu Que dengan tatapan aneh , dan itu membuat Zhu Que sangat risih
" ingin sekali ku keluarkan dua bola mata nya itu agar tidak menatap ku dengan tatapan menjijikan penuh nafsu seperti itu " batin Zhu Que
Hua Yun mendekatkan wajah nya ke arah Zhu Que , hembusan nafas Hua Yun bisa Zhu Que rasakan . Semakin dekat dan__
" uhuk " Zhu Que memalingkan wajah nya
" ada apa Que'er " tanya Hua Yun
" Hah .. emm t..tidak ak.aku hanya tidak biasa " cicit Zhu Que
Hua Yun tersenyum saat mengetahui betapa polos nya gadis yang kini berada di hadapan nya . gak tahu aja kalau Zhu Que gak sepolos yang dia kira:v
Ada ketertarikan di lubuk hati Hua Yun saat melihat Zhu Que , namun segera dia tepis perasaan itu , Hua Yun berpikir mungkin karena Zhu Que sangat cantik jadi dia tertarik . Tapi hatinya akan tetap untuk wanita dari Kekaisaran Jing yang sudah dia cintai sejak 6 tahun lama nya .
Zhu Que merasa gelisah bagaimana cara dia menolak Hua Yun . Akhirnya Zhu Que memiliki sebuah ide .
" Pangeran , saya sudah menyiapkan sebuah arak untuk kita malam ini " ucap Zhu Que
" benarkah ? " kata Hua Yun
" Tentu saja , saya menyiapkan nya khusus untuk pangeran . Jadi tunggulah sebentar , saya akan membawakan nya " ucap Zhu Que
" kenapa tidak suruh pelayan saja " ucap Hua Yun
" tidak , ini sangat special . Jadi saya yang akan mengambil nya sendiri " ucap Zhu Que
" Baiklah , tapi jangan terlalu lama "
Zhu Que bangkit dari tempat tidur dan bergegas mencari Jinxing .
Hua Yun menghela nafas nya berat , entah apa yang sekarang dia pikirkan , hati nya merasa bersalah terhadap Zhu Que . Sebenar nya dia memang menyukai Zhu Que hanya saja tidak sampai tahap jatuh cinta , hatinya sudah sepenuh nya dia berikan untung Jing Liao .
Cklek
Terlihat Zhu Que yang kini tersenyum manis ke arah Hua Yun .
" Apa aku lama " tanya Zhu Que sembari meletakan nampan yang dia bawa .
" Tidak " ucap Hua Yun
Zhu Que menuangkan arak tersebut kedalam dua cangkir kecil . Setelah nya dia mengajak Hua Yun untuk bersulang
" bagaimana ? " tanya Zhu Que
" arak nya luar biasa " ucap Hua Yun
" syukurlah jika kau menyukai nya sayang " ucap Zhu Que
Hua Yun mengernyit , sejak kapan Zhu Que mau memanggil nya sayang ? .
Melihat perubahan raut wajah Hua Yun , Zhu Que langsung berkata
" emm maaf apa kau tidak suka aku memanggil mu sayang " tanya Zhu Que dengan menundukan kepala nya
" ah tidak Que'er , hanya saja aku tidak menyangka kau akan memanggil ku sangat intim seperti itu dan aku menyukai nya " ucap Hua Yun
Zhu Que tersipu dan itu semakin membuat Hua Yun gemas . Perlahan Hua Yun menarik Zhu Que agar duduk di pangkuan nya . Wajah Hua Yun semakin mendekat ke arah Zhu Que .
Kilatan nafsu terlihat di kedua bola mata Hua Yun , hingga akhirnya benda kenyal itu saling berpagutan . Hua Yun melum** bibir manis itu dengan lembut , hingga akhirnya Ciu*an itu menjadi penuh nafsu .
__ADS_1
Dan terjadilah malam yang begitu menggairahkan dengan suara erotis yang di keluarkan oleh dua sejoli yang saling melampiaskan kenikmatan itu .
***
Matahari kian nampak dengan malu malu , burung burung berkicauan diantara pohon pohon . Kini seorang pria tengah tidur tanpa adanya tanda tanda ingin bangun dari kasur empuk nya . Mungkin akibat dari permainan menggairahkan yang semalam dia lakukan .
" Pangeran " suara merdu itu mengalun di pendengaran nya
" Pangeran ayo bangun , pengawal mu sudah menunggu di depan "
" Iya sayang sebentar " ucap nya dengan suara khas bangun tidur
" Ayo bangun "
Hua Yun terpaksa membuka mata nya , pemandangan pertama yang dia lihat adalah seorang wanita cantik yang juga ikut menghabiskan malam yang panjang dengan nya .
" Aku masih ingin disini bersama mu " ucap Hua Yun
" Ayo bangun pangeran " ucap Zhu Que
" Iya iya aku akan bangun . Tapi apa kau baik baik saja Que'er ? apa aku terlalu kasar semalam ? " tanya Hua Yun
" emmhh itu ten..tentu saj..a " ucap Zhu Que
Hua Yun tersenyum dan bangkit dari tempat tidur nya dengan bergulung selimut lalu mendekati Zhu Que dan mengelus puncak kepala nya . Setelah itu Hua Yun pergi ke pemandian .
" dasar bodoh " batin Zhu Que
Hua Yun menyelesaikan mandi nya dengan para pelayan yang membantu nya untuk berpakaian . Seharus nya Zhu Que yang membantu nya , tapi dia tidak pernah sudi membantu Hua Yun berpakaian . Jika saja Hua Yun bukan orang yang Licik seperti sekarang , mungkin Zhu Que akan dengan senang hati mengurus nya . Hua Yun pun tidak keberatan saat Zhu Que memberitahunya jika dia belum belajar bagaimana membantu seseorang berpakaian . Untung saja alasan konyol itu Hua Yun masih saja percaya pada nya .
" Apa sudah selesai " tanya Zhu Que
" Sudah " ucap Hua Yun
" Aku akan kembali ke ruang kerja , kau beristirahatlah disini . Kau pasti kelelahan karna semalam " ucap Hua Yun
" baiklah , aku akan mengantarkan mu sampai depan " ucap Zhu Que
" Tidak usah , beristirahatlah disini "
" Baiklah " ucap Zhu Que
**
Selepas kepergian Hua Yun , Zhu Que meminta para pengawal untuk berjaga di depan kamar nya agar tidak ada satu orang pun yang masuk dan mengganggu nya .
Tanpa menunggu lama , Zhu Que berteleportasi untuk pergi berkunjung ke markas Underground .
" hufthh .. selamat sampai tujuan " gumam Zhu Que
" Hormat Queen " ucap anggota underground yang melihat Zhu Que berdiri di depan gerbang masuk ke markas .
" Wakil Chen sedang berada di dalam , kebetulan ada seorang tamu yang bertamu dengan nya . Tadi dia membuat keributan disini " ucap salah satu Anggota Underground
" Siapa yang berani membuat onar di markas ini " ucap Zhu Que dingin
" menjawab Queen , hamba dengar bahwa dia adalah selir baru dari Putra Mahkota Zhao "
Setelah mendengar siapa yang datang , Zhu Que langsung melesat kedalam untuk menemui Chen . Dan benar saja , saat ini Zhu Que melihat Chen sedang berbicara dengan Jing Liao di ruangan khusus tempat tamu yang akan menyewa Anggota Underground .
" untuk apa dia kemari " batin Zhu Que
" Salam Queen " ucap Chen yang kini menyadari kedatangan Zhu Que .
" Salam Demon Queen , suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda " ucap Jing Liao
Zhu Que tersenyum miring . Sesungguhnya dia geram dengan Jing Liao , tapi dia tidak boleh ceroboh agar identitas nya tidak terungkap .
Zhu Que memilih duduk di salah satu kursi yang ada di sana , sembari mendengarkan apa tujuan wanita itu datang kemari .
" Jadi ada apa Selir Liao kemari , aku dengar kau bahkan membuat keributan di sini " ucap Zhu Que yang kini menyamarkan suara nya
" emm.. itu saya minta maaf . s..saya datang kemari ingin meminta bantuan " ucap Jing Liao
" Jadi ? " tanya Zhu Que sembari mengambil salah satu buku yang ada di meja tepat di depan nya .
" Saya mempunyai dua permintaan , saya harap Demon Queen tidak keberatan dengan apa yang saya inginkan nanti nya " ucap Jing Liao
" Lanjutkan " ucap Zhu Que dingin yang kini fokus membaca tanpa mengalihkan pandangan nya .
Jing Liao menelan saliva nya kasar , dia merasa kesulitan hanya untuk sekedar berbicara dengan Demon Queen .
" S..saya ingin membeli Pil Pelemah Kandungan agar seseorang tidak bisa mengandung "
Mendengar ucapan Jing Liao , Zhu Que menghentikan kegiatan membaca nya dan menatap Jing Liao tajam .
" Untuk apa pil itu " tanya Zhu Que
" apa untuk putri mahkota " lanjut nya
Jing Liao gelagapan
" it..itu bu..bukan , bukan untuk dia tapi ada lagi " ucap Jing Liao
" Untuk Putri Ketiga Jendral Besar ? Liu Zhu Que " ucap Zhu Que menekan kan kata terakhir
__ADS_1
Chen yang mendengar Zhu Que menyebutkan nama nya sendiri merasa bingung .
" Bagai..bagaimana Demon Queen tahu " ucap Jing Liao tergagap
Chen membelalakan mata nya , rahang nya kini mengeras dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah . Bagaimana bisa wanita ini berniat mencelakai Zhu Que . Dengan konyol nya bahkan dia mengaku sendiri di depan orang nya . Ya anggap saja itu kesialan dia karna tidak tahu jika DemonQueen adalah orang yang ingin dia celakai .
Melihat Chen yang kini di selimuti kabut amarah , Zhu Que mencoba bertelepati dengan nya agar menahan amarah nya itu . Chen memejamkan mata untuk menahan agar tidak membunuh Jing Liao sekarang juga .
" Aku tahu hubungan gelap mu dengan Pangeran Ketiga , dan aku tahu tujuan mu kemari untuk menyewa anggota ku agar membantu nya untuk melakukan pemberontakan . Apakah tebakan ku benar " ucap Zhu Que menyeringai
Jing Liao memucat , dia tidak pernah berpikir jika Demon Queen akan sangat hebat seperti yang dirumorkan . Dan sekarang dia mendapatkan fakta yang memang benar jika Demon Queen dan Anggota Underground sangat luar biasa dengan semua rahasia yang mereka ketahui .
" Apakah Demon Queen akan merahasiakan ini semua " tanya Jing Liao
" tentu saja , privasi pelanggan kami akan selalu aman " ucap Zhu Que
" huhh syukurlah .. Jadi apakah Demon Queen bisa membantu saya mengabulkan keinginan saya " tanya Jing Liao
" Aku rasa kau sangat menyukai pangeran ketiga , sampai kau berbuat sejauh ini , bahkan berniat mencelakai istri sah nya " ucap Zhu Que
" Demon Queen benar . Tapi saya berharap Demon Queen tidak akan ikut campur dalam masalah asmara saya " ucap Jing Liao
" hahaha Kau pikir aku peduli ? kau tenang saja " ucap Zhu Que
" Aku akan membantu mu " final Zhu Que yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Chen
Jing Liao bersorak dalam hati saat Zhu Que menyetujui keinginan nya .
" Baiklah saya akan membayar mahal jika semua sudah berhasil . Dan ini untuk bayaran Pil juga uang muka untuk penyewaan 100 anggota Underground " ucap Jing Liao sembari menyerahkan beberapa koin emas .
Jing Liao ingin sekali menyewa anggota Underground lebih dari 100 orang . Namun mengingat harga yang harus di keluarkan cukup fantastis jadi dia hanya akan menyewa 100 saja . Meskipun hanya 100 orang tapi anggota Underground akan mampu melawan 3000 prajurit biasa .
Zhu Que memberi kode kepada Chen agar mengambilkan Pil yang Jing Liao minta . Chen dengan kesal nya mengambil satu botol porselan dan memberikan nya kepada Jing Liao .
Jing Liao tampak antusias saat melihat Pil Pelemah Kandungan dengan Penyempurnaan 100% itu .
Setelah menyelesaikan kesepakatan . Jing Liao kembali ke istana sebelum ada orang yang tahu jika dia tidak ada di Kediaman .
Kini tinggalah Chen dan Zhu Que di ruangan itu . Chen yang sudah menatap Zhu Que horror meminta penjelasan .
" Ayolah ge , jangan menatap ku seperti itu " ucap Zhu Que
" Baiklah . Katakan yang sejujur nya " ucap Chen
" Dia memang kekasih dari pria bajinga* itu . Ah sial nya sekarang dia adalah suami ku " dengus Zhu Que
" kau membiarkan mereka ? " marah Chen
" aku akan membunuh mereka segera " Chen beranjak dari duduk nya dengan mengepalkan kedua tangan nya .
" Geee dengarkan dulu " Zhu Que menahan Chen dan menyuruh nya untuk duduk kembali
" Dengar kan aku ge , aku juga baru tahu jika mereka pasangan . cih , waktu itu aku tidak sengaja melihat mereka sedang bermesraan di kamar Hua Yun . Dan aku juga mendengar rencana mereka yang ingin menguasai tahta "
" kenapa bisa wanita itu masuk kesana dan kau tidak mengetahui nya . Brengse* beraninya pangeran sialan itu mengkhianati mu " geram Chen
" waktu itu aku sengaja berpura pura datang bulan agar " Zhu Que menggantung perkataan nya
Chen tertawa saat mengetahui apa yang dimaksud oleh Zhu Que
" Kau takut akan malam pertama ? " tanya Chen sembari terkekeh
" berhentilah tertawa " dengus Zhu Que
" yayaya terserah lah . Jadi mereka ingin memanfaatkan mu bukan begitu ? kau adalah putri dari jendral yang menguasai kemiliteran terkuat di kekaisaran ini . Jadi aku rasa Pangeran itu ingin mengambil alih kekuatan militer milik ayah mu " ucap Chen
" Ya tebakan mu benar ge " ucap Zhu Que
" tapi apa kau benar benar belum di sentuh oleh bajinga* itu kan " tanya Chen
" Kau tahu ge , semalam aku hampir di sentuh oleh tubuh kotor nya itu . Untung saja aku cerdik " Zhu Que menyeringai saat dia mengingat kejadian semalam
" Benarkah ? bagaimana bisa , bukankah sangat sulit menghindari hal semacam itu " tanya Chen
" Ahh kau ini , bukan Liu Zhu Que namanya kalau tidak memiliki seribu ide cemerlang " ucap Zhu Que berbangga diri
" ckckck percaya diri mu semakin meningkat saja " ucap chen
Zhu Que pun menceritakan tentang kejadian semalam kepada Chen . Chen yang fokus mendengarkan cerita Zhu Que tiba tiba tersentak dengan ucapan Zhu Que
" Jadi yang semalam melakukan itu bersama dia adalah pelayan kediaman mu ? " tanya Chen dengan raut wajah tercengang
" Ya , kau pikir aku sudi di sentuh bajinga* itu . Tidak sia sia aku belajar cara memanipulasi orang " ucap Zhu Que enteng
" lalu pelayan itu ? apa kau yakin dia tidak akan memberitahu kan kepada Pangeran itu " tanya Chen
" tentu saja aku yakin . Setelah pelayan itu merasakan kegagahan Hua Yun , aku langsung membunuh nya " ucap Zhu Que
" Kau sangat luar biasa Que'er . Julukan Demon Queen benar-benar sangat cocok untuk mu " Chen terkekeh
" Ya terserah lah "
" Jadi , apa yang selanjutnya akan kau lakukan kepada kedua pasangan kekasih itu " ucap Chen
" Tunggu mereka bergerak . Dan aku akan segera memberi hadiah yang cukup besar untuk kedua nya " ucap Zhu Que menyeringai
__ADS_1
.
.