
...Zhu Que menyudahi kegiatan mengintip nya saat kedua orang itu kembali berpagutan . Dia memilih pergi ke Kediaman nya ....
...--------------------------------...
Keesokan hari nya ...
Terlihat Zhu Que yang kini sibuk dengan kegiatan membaca . Mood nya benar benar buruk saat mengingat hal menjijikan yang tadi malam dia lihat .
Brakkk
" Kurangajar , aku tidak sabar lagiii " gerutu Zhu Que
" Que'er tahan emosi mu " ucap Zeus di ruang dimensi
" sekarang temuilah dia seperti kau tidak tahu apa apa , dengan begitu dia tidak akan curiga " lanjut Zeus
" Bagaimana aku bisa sabar , apalagi harus melihat wajah nya yang tanpa dosa itu . Ahh ingin sekali ku jadikan dia santapan Hiu " ucap Zhu Que
" baiklah terserah kau saja . Aku hanya menyarankan " ucap Zeus
" baiklah aku akan sabar dan menantikan nya . Kurasa tidak akan lama lagi " Zhu Que menyeringai
Semalam Zhu Que pergi ke Mansion dan menceritakan semua yang terjadi malam itu kepada Trotter dan Zeus . Tentu saja mereka sangat marah , terlebih Trotter yang hampir keluar dari ruang dimensi dan berniat meratakan Kekaisaran Zhao . Beruntung Zhu Que bisa membujuk nya , dan beruntung nya lagi saat itu Zeus bisa berfikir normal . Zeus memberi saran kepada Zhu Que bagaimana tindakan yang harus dia ambil . Zhu Que merasa saran nya tidak buruk dan menyetujui apa yang Zeus katakan .
" Que'er " Terlihat Jinxing yang kini berada di bilik pintu
Zhu Que mengalihkan pandangan nya kepada Jinxing .
" Ada apa Jinxing ? " tanya nya
" Aku sudah menyiapkan air untuk mu mandi " ucap Jinxing
" Baiklah "
" Apa hari ini kau akan jadi pulang ? " tanya Jinxing
" Pulang ? pulang kemana . Sekarang aku tinggal disini " Zhu Que mengernyitkan dahi
" Ehh , ini sudah satu minggu . Biasanya para pengantin baru akan pulang ke Kediaman asal nya bersama pasangan mereka " ucap Jinxing
Zhu Que menepuk jidat nya , " ahh aku lupa " ucap nya
Zhu Que beranjak dari tempat duduk lalu bergegas pergi ke pemandian . Jinxing yang melihat tingkah Zhu Que hanya menggeleng-gelengkan kepala .
*
" Apa Pangeran ada di dalam ? "
" Menjawab putri , pangeran ada di dalam " ucap salah satu pengawal
Setelah selesai ritual mandi dan berhias diri , Zhu Que segera bergegas ke Kediaman Hua Yun . Tepat nya pergi keruang kerja nya .
Zhu Que membuka pintu ruangan itu . Sepasang mata coklat terang itu terkunci dengan mata hitam pekat . Zhu Que mencoba memaksakan senyum semanis mungkin .
" Apa aku mengganggu " tanya Zhu Que
Hua Yun tersenyum hangat
" Kau tidak menganggu ku , apa kau sudah baikan ? " tanya Hua Yun
Zhu Que mendekati meja kerja Hua Yun dan menjatuhkan dirinya di salah satu kursi .
" Aku baik baik saja . Tapi apa kau sibuk hari ini ? " Pandangan Zhu Que beralih ke tumpukan gulungan kertas yang ada di meja
" Tidak , apa kau datang ingin mengajak ku pulang ke Kediaman Jendral Besar " tanya Hua Yun
" Ya , tebakan mu tepat "
" aku tebak kau tidak akan menolak " batin Zhu Que
Hua Yun menghentikan kegiatan membaca nya
" Marii berangkat " ucap nya
" apa yang aku bilang , si bodoh ini pasti setuju " batin Zhu Que
Zhu Que beranjak dari duduk nya dan mengikuti Hua Yun .
" Siapkan kereta sekarang , aku dan Que'er akan pergi ke Kediaman Jendral Liu " ucap Hua Yun kepada salah satu pengawal .
" Baik Pangeran "
Pengawal itu pergi untuk menyiapkan kereta yang akan di gunakan Tuan dan Nyonya nya itu .
Setelah kereta di siapkan . Hua Yun menggenggam tangan Zhu Que untuk masuk kereta .
Hening~
Itulah yang terjadi di dalam kereta sekarang . Entah Zhu Que maupun Hua Yun tidak ada tanda tanda dari mereka berdua yang akan memulai pembicaraan .
Zhu Que tidak pernah menyukai suasana seperti ini , ditambah dia muak melihat wajah Hua Yun yang sedari tadi menampilkan senyuman menggoda nya . Mungkin saja jika Zhu Que malam itu tidak mengunjungi Hua Yun , saat ini dia akan tergoda dan mengeluarkan semburan merah di pipi nya saat tatapan intens dari Hua Yun dilayangkan ke arah nya .
Untung saja Dewa sedang berpihak pada Zhu Que , sehingga dia tahu kebusukan Hua Yun sebelum dia menyerahkan hal yang terpenting darinya untuk lelaki se bajinga* Hua Yun .
" Que'er apa kau baik baik saja " Hua Yun mulai membuka suara nya
" apakah hanya kata itu yang bisa dia ucapkan " batin Zhu Que
Pasalnya Hua Yun selalu mengatakan kata kata itu saat akan melakukan pembicaraan dengan Zhu Que . Dan itu cukup membuat Zhu Que jengah .
__ADS_1
" Aku baik baik saja Pangeran " ucap Zhu Que
" Kau tampak berbeda hari ini , apa aku melakukan kesalahan " tanya Hua Yun memastikan
" ehh apakah terlalu terlihat jika aku merasa jijik pada nya " batin Zhu Que
" Pangeran terlalu berpikir banyak . Aku tidak apa apa " ucap Zhu Que tersenyum lembut
" Mungkin aku terlalu khawatir kau membenciku " ucap Hua Yun
" ingin sekali aku meneriaki tepat di telinga nya jika aku sangat membencinya sampai ke tulang " batin Zhu Que
*
Setelah melakukan perjalanan hampir satu jam . Kereta kuda yang kini membawa Zhu Que dan Hua Yun sampai di Kediaman Jendral Besar . Saat mereka berdua keluar dari kereta , terlihat semua orang menyambut nya dengan antusias . Kecuali satu orang yang kini menatap Zhu Que dengan kebencian , ya dia Fengjiu . Saat dekrit Kaisar menyatakan bahwa Zhu Que akan menikah dengan Pangeran Ketiga . Fengjiu sangat kesal dan marah . kenapa harus Zhu Que ? kenapa bukan dirinya saja , begitulah pikir nya . Meskipun Fengjiu sangat mencintai Putra Mahkota , akan tetapi menikah dengan Pangeran Ketiga tidak terlalu buruk karna kemampuan Pangeran Ketiga Zhao Hua Yun lebih baik dari pada Putra Mahkota . Mungkin jika Fengjiu menikah dengan nya , dia bisa membujuk Hua Yun untuk merebut tahta dan dia akan menjadi Permaisuri seperti Ambisi nya .
Zhu Que yang melihat tatapan membunuh dari Fengjiu hanya tersenyum miring . Pandangan Zhu Que beralih mencari Ayah dan Gege nya . Bisa di lihat mereka tersenyum hangat kepada Zhu Que .
Jendral Liu dan Shen Zhi membungkuk untuk mengucapkan salam kepada mereka . Namun Zhu Que segera menahan mereka berdua .
" Apa yang ayah dan gege lakukan " marah Zhu Que
" Kita hanya mengucapkan salam Que'er " ucap Shen Zhi
" Aku tidak perlu sikap formal seperti itu , aku tidak mau kalian membungkuk hormat padaku . Aku masih Liu Zhu Que putri ketiga kediaman ini " ucap Zhu Que
" Tapi Que'er , sekarang kau adalah Istri dari Pangeran Ketiga . Itu sudah menjadi kewajiban " ucap Jendral Liu
" Itu tidak berlaku untuk ku . Jangan pernah membungkuk untuk memberi salam pada ku " ucap Zhu Que
" Baiklah Que'er . Ayo masuk , sudah lama kau aku tidak melihat mu , aku sungguh merindukan adik nakal ku ini " ucap Shen Zhi sembari merangkul Zhu Que dan melupakan sosok yang kini menatap intens mereka berdua .
" berhentilah mengataiku nakal ge " dengus Zhu Que dengan wajah yang , ah menggemaskan menurut mereka yang melihat nya .
" Ekhmm . Shen'er berhentilah menggoda adik mu , kau bahkan melupakan jika ada pangeran ketiga disini " ucap Jendral Liu
Shen Zhi melepaskan rangkulan nya
" Ah maaf kan aku , aku sedikit lupa jika Que'er kecil ini sudah menjadi istri orang . Katakan apa Que'er sangat merepotkan adik ipar " ucap Shen Zhi kepada Hua Yun
Hua Yun merasa terkejut dengan sifat Shen Zhi yang 180° berbeda dengan biasa nya . Menurut Hua Yun Shen Zhi adalah sosok Pria yang dingin , tegas dan pantang menyerah . Dia bahkan terkejut saat mengetahui Shen Zhi memiliki sifat yang hangat seperti ini .
Hua Yun merubah raut wajah nya dengan cepat , dia tersenyum kepada Shen Zhi
" Tidak , Que'er sangat lembut dan penurut " ucap Hua Yun
" Ck , pencitraan " batin Zhu Que
Jendral Liu tidak sengaja melihat kilatan kebencian dari kedua bola mata coklat terang yang di miliki Zhu Que saat melihat Hua Yun . Rasa penasaran timbul di hati nya .
" Baiklah mari kita berbicara di dalam " ajak Jendral Liu
Setelah lama berbincang-bincang di ruang keluarga , Zhu Que meminta izin untuk pergi sebentar ke pavilliun nya . Beberapa menit berlalu , Zhu Que belum kembali . Akhirnya Shen Zhi pamit pergi untuk mengikuti Zhu Que karena sedari tadi Zhu Que belum kembali dari Pavilliun nya itu .
Kini tinggal Hua Yun dan Fengjiu yang berada di ruangan itu .
" Apa kabar mu baik " tanya Hua Yun
" Ya , saya baik sebelum saya kehilangan " ucap Fengjiu sendu
Hua Yun menyadari jika Fengjiu hanya berpura pura sedih , terlintas sebuah ide di benak nya .
" Kau masih menyukai kakak ku " tanya Hua Yun
" ehh i..tu apa terlalu terlihat " ucap Fengjiu malu malu
" Aku tahu kau tidak pernah benar benar mencintai kakak ku itu , tapi aku tau kau sangat berambisi menjadi permaisuri . Aku bisa membantu mu dan menjadikan mu Permaisuri masa depan " ucap Hua Yun
" Pangeran tidak sedang mengolok saya kan " ucap Fengjiu
" Aku memberi mu tawaran "
" Apakah pangeran serius " tanya Fengjiu antusias
" Tapi ada harga yang harus di bayar "
" Apa itu " tanya Fengjiu
" Aku akan membantu mu jika kau membantu ku juga " ucap Hua Yun
" Cara nya " tanya Fengjiu
" Aku ingin kau menukar nya dengan Token yang ada pada Jendral Liu . Kau pasti tau tentang Token yang memegang kendali Kemiliteran . Kau adalah Putri Pertama kediaman ini dan aku rasa kau pasti akan dengan mudah mencuri nya " ucap Hua Yun
" Tapi saya emm.. saya tidak bisa mencuri nya . Bagaimana jika ketahuan " Fengjiu menggigit bibir bawah nya
" Kau jangan khawatir , aku akan melindungi mu . Ingatlah siapa yang membunuh ibu mu dan juga ingatlah apa yang selalu ibu mu inginkan untuk mu . Jika kau menjadi Permaisuri , kau akan membuat nya bangga di alam sana "
" Tapii kenapa pangeran ingin membantu saya menjadi Permaisuri dan ingin saya mencuri Token Kemiliteran ? bukan kah jika Pangeran sudah menguasai kekuatan militer , pangeran akan memberontak dan menguasai tahta dan satu lagi , Zhu Que akan menjadi Permaisuri " ucap Fengjiu
" Kau pikir aku menyukai nya , asal kau tahu wanita yang ingin ku jadikan Permaisuriku adalah dirimu bukan dia . Jika aku sudah mendapatkan tahta , aku akan menceraikan nya dan hidup bahagia bersama orang yang ku cintai " ucap Hua Yun
Fengjiu tidak menyangka jika Hua Yun ternyata menyukai nya . Fengjiu berpikir jika dewa memihak nya . Buktinya saat ini harapan nya perlahan akan terkabul . Fengjiu mencari cari kebohongan di mata Hua Yun tapi dia tidak menemukan nya .
" Apakah pangeran mencintai saya dan serius dengan perkataan barusan " tanya Fengjiu
" Tentu saja , kau gadis yang kuat , cantik dan pandai segala hal . Tentu saja aku sangat menyukai mu "
Fengjiu memberanikan diri memeluk Hua Yun .Sontak Hua Yun terkejut , tapi dia menepis keterkejutan nya dan membalas pelukan Fengjiu .
__ADS_1
" dasar gadis bodoh , kau pikir aku sungguh-sungguh dengan perkataan ku itu . Wanita ku hanya Liao'er dan kau hanya bidak catur yang akan aku gunakan . Gadis ini terlalu bodoh " batin Hua Yun
Fengjiu melepaskan pelukan nya dan tersenyum malu malu menatap Hua Yun
" Saya tidak menyangka kalau Pangeran mempunyai pikiran se licik ini " ucap Fengjiu
" Apapun untuk mendapatkan mu dan membahagiakan mu , akan aku lakukan sayang " ucap Hua Yun mengelus puncak rambut Fengjiu
Mereka berdua terlalu larut dalam pembicaraan dan rencana licik mereka , sampai mereka tidak menyadari seseorang yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka sembari mengepalkan tangan nya dan menahan emosi yang akan membeludak .
" jadi kau berniat menyakiti putri ku dan menguasai prajurit di bawah kendali ku " batin Jendral Liu
Ya , orang yang sedari tadi berdiri di depan pintu adalah Jendral Liu , setelah membaca laporan itu Jendral Liu memutuskan untuk kembali ke ruang keluarga . Jendral Liu merasa tidak enak meninggalkan Hua Yun . Akan tetapi langkah nya terhenti saat Hua Yun sedang asik berbicara tentang rencana licik nya dengan Fengjiu . Ingin sekali Jendral Liu membunuh kepara* itu sekarang , tapi mengingat dia pangeran , Jendral Liu akan memikirkan cara agar bisa membunuh nya .
Saat Jendral Liu sedang bergelut dengan pikiran nya , tiba tiba suara membuyarkan nya .
" Ayah kenapa berdiri di depan pintu " ucap Zhu Que
Kedua orang yang berada di dalam melepaskan pelukan mereka . Mereka agak terkejut saat Zhu Que mengatakan jika Jendral Liu sedang berdiri di depan pintu . Apa jendral liu mendengar perkataan mereka . Pikir kedua orang itu .
" Ayah baru saja tiba . Tadi Ayah harus memeriksa laporan jadi ayah pergi sebentar " ucap Jendral liu
Kedua orang yang kini berada di dalam ruangan menghela nafas nya lega . Untung saja Jendral Liu tidak datang lebih cepat , jika itu terjadi rencana mereka akan berantakan . Mereka tidak tahu saja jika jendral Liu sudah merekam perkataan mereka di pikiran nya :v .
" Oh begitu .. Yasudah ayo masuk lagi " ucap Zhu Que
Ceklek
Bertepatan dengan pintu terbuka . Zhu Que bisa melihat Hua Yun terdiam dengan Fengjiu yang curi curi
pandang kepadanya .
" aish wanita genit ini " batin Zhu Que
" Maaf , apa aku lama " Zhu Que duduk di sebelah Hua Yun dan sengaja memegang tangan Hua Yun untuk memanasi Fengjiu
Benar saja . Kini Air Muka Fengjiu sudah sangat merah menahan amarah .
" sial , apa dia sengaja memperlihatkan kemesraan nya . Cih tunggu saja saat Pangeran Hua Yun mendapatkan tahta dan aku menjadi Permaisuri nya , aku tidak sabar melihat mu meraung raung " batin Fengjiu
" Aku tidak apa apa Que'er " Hua Yun mengelus puncak kepala Zhu Que
" tolong segera singkirkan tangan siala* itu dari kepala ku bajinga* " batin Zhu Que
Jendral Liu mengepal kan tangan nya di balik baju yang dia gunakan . Jendral Liu berusaha menahan amarah nya .
" Pangeran mari ikut kita makan malam " ucap Jendral Liu
" Aku tidak di ajak " dengus Zhu Que
" Kau tidak perlu diajak , kau pasti akan ikut " ucap Shen Zhi
" Kau menyebalkan " dengus Zhu Que
Hua Yun mengacak-acak rambut Zhu Que dengan senyum hangat yang tentu saja itu palsu .
" kau sangat menggemaskan " ucap Hua Yun
" Ishh rambut ku " Zhu Que mencekal tangan Hua Yun
" Berhentilah pangeran aku malu " ucap Zhu Que menunduk dengan pipi merah . Bukan , bukan merah merona tapi merah menahan marah
" sialan , rambut indah ku di rusak oleh si bodoh ini huh " batin Zhu Que
" Ya , sejak kapan adik kecil ku bisa tersipu " goda Shen Zhi
" Geee " tetiak Zhu Que
" Sudah sudahh .. Mari kita pergi untuk makan malam " ucap Jendral Liu
*
Setelah acara makan malam bersama selesai , Hua Yun dan Zhu Que berpamitan untuk kembali . Tadinya Zhu Que ingin menginap , tapi Hua Yun mendapat laporan jika dia harus menghadap Kaisar . Mau tidak mau Zhu Que akhir nya ikut pulang dengan Hua Yun .
" Kalian hati hati dan seringlah berkunjung " ucap Jendral Liu
" Baiklah Jendral . Jika ada waktu luang kita akan kembali berkunjung " ucap Hua Yun
" Que'er baik baik lah dengan suami mu , jangan membuat nya pusing dengan tingkah nakal mu " ucap Shen Zhi
" huhh .. Baik baik " ucap Zhu Que
" Meimei terimalah ini , ini adalah krim keluaran terbaru yang akan membuat kulit mu lebih cerah dan halus " Fengjiu menyodorkan sebuah box kecil berisi krim kecantikan
" apa lagi rencana nya " batin Zhu Que
" Terimakasih Jiejie . Aku sangat senang " Zhu Que menerima pemberian dari Fengjiu
" Jangan terlalu sungkan , kita adalah saudara . Maafkan sikap buruk Jiejie sebelum nya kepadamu " ucap Fengjiu tersenyum manis dengan sesekali melirik Hua Yun
" Aku sudah memaafkan mu Jie " ucap Zhu Que
" Kakak ipar sungguh baik kepada Que'er " ucap Hua Yun tersenyum
" Adik ipar tidak perlu sungkan " ucap Fengjiu
" ckckck jika dilihat lihat hua yun dan fengjiu adalah pasangan serasi . Yang satu ulat bulu yang satu rubah jantan " batin Zhu Que
" Baiklah , mari Que'er kita harus segera kembali " ucap Hua Yun
__ADS_1
" En "
Setelah berpamitan , Zhu Que dan Hua Yun meninggalkan Kediaman Jendral Besar dan Kembali Ke Istana .