
Saat sedang asik berbincang-bincang bersama Zeus dan Trotter , di arah pintu terdengar suara ketukan dari luar . Sontak Zeus yang tadi terus mengoceh langsung terdiam .
" Jiejie " terdengar suara A Li dari balik pintu
" Masuk saja " ucap Zhu Que
A Li pun masuk dengan sedikit keterkejutan saat melihat dua pria tampan di kamar Zhu Que yang kini duduk berhadapan dengan santai seraya menikmati teh yang sudah disediakan para pelayan.
Siapa ? pikir A Li .
" Kemarilah bocah kecil , duduk bersama kami " ycap Zeus
A Li mendengus saat dirinya di panggil 'bocah' , menurutnya sekarang dia sudah tumbuh besar dan bukan bocah lagi . Buktinya dia sudah mampu mengikuti Jenderal Liu maupun Shen Zhi ke medan perang .
Zhu Que yang melihat raut tidak suka di wajah A Li hanya terkekeh .
" Aku sudah bukan bocah lagi paman " ucap A Li yang baru saja duduk di samping Trotter .
" Aku bukan paman mu asal kau tahu bocah " ucap Zeus
" Syukurlah , lagipula aku tidak mau memiliki paman seperti mu " ucap A Li yang sontak membuat Zeus mendelik .
Berbeda dengan Zhu Que yang kini tertawa mendengar berdebatan kecil mereka .
" hahaha , haduh perut ku sakit sekaliahahaha "
Mendengar Zhu Que yang terus tertawa , ketiga pria itu kini memandanginya . Zhu Que yang merasa diperhatikan menghentikan tawanya sembari mengusap butiran bening yang terdapat di sudut matanya .
" Apakah sangat lucu ? " ledek Zeus
" hehe , tidak " jawab Zhu Que
" lantas kenapa Jiejie tertawa " ucap A Li
" Ahh tidakk , oh ya apa A Li ingin menyampaikan sesuatu kepada Jiejie ? " ucap Zhu Que berusaha mengalihkan pembicaraan .
" Emm tidak . A Li hanya bosan "
Zhu Que mengangguk
" Kalau begitu ayo duduk " ucap Zhu Que seraya duduk di samping Trotter
" Sedari tadi A Li sudah duduk jie "
" Kau aneh sekali " ucap Zeus
Zhu Que tersenyum canggung sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Sudahlah , kenapa tidak menikmati teh saja " ucap Trotter menengahi
" Ide bagus "
Merekapun menikmati teh sambil berbincang banyak hal . A Li yang awal nya sedikit canggung kini menjadi begitu akrab dengan Zeus dan Trotter .
*****
Tidak terasa hari begitu cepat berlalu . Dua hari yang lalu Zhu Que telah mengumumkan pengangkatan Chen menjadi Demon King menggantikan posisinya . Banyak orang yang tidak percaya bahwa Zhu Que merelakan posisi yang sangat penting tersebut . Ada juga yang penasaran dengan alasan Zhu Que yang berhenti menjadi pemimpìn organisasi terbesar itu .
Hari ini , adalah hari dimana A Li telah menginjak usia 13 tahun . Dan malam ini akan di adakan perayaan untuk ulang tahun nya di kediaman Jenderal Besar .
Seperti yang pernah Zhu Que katakan setelah ulang tahun A Li , dia akan berpamitan untuk pergi ke dunia atas bersama Yuan ZhouXu . Berbicara tentang Yuan , hubungannya dengan Zhu Que semakin dekat . Bahkan Yuan berencana akan segera mempersunting kekasih nya itu .
Mengenai Keluarga Zhu Que , awalnya Jenderal Liu beserta Shen Zhi menentang keras Zhu Que pergi , namun dengan sedikit pengertian dan kedatangan Yuan ZhouXu yang meminta izin untuk membawa Zhu Que dan ingin mempersuntingnya . Akhirnya dengan berat hati mereka mengizinkan Zhu Que pergi dengan syarat , jika kau bosan atau merasa Zhu Que tidak menarik lagi , tolong jangan campakan dia . Cukup kau kembalikan saja Zhu Que kepada kami . Ucapan Jenderal Liu yang mampu membuat Zhu Que tak kuasa menahan air matanya .
**
__ADS_1
Hari semakin larut , para tamu undangan semakin berdatangan . Bahkan Kaisar Zhao Yi Huai beserta permaisuri , putra mahkota dan selir agung nya turut hadir . Kehadiran mereka sontak membuat para pejabat lain iri dengan Jenderal Besar karena mendapatkan perhatian khusus dari Kaisar .
" Terimakasih kepada para tamu yang sudah berkenan hadir di pesta malam ini . Saya banyak berterimakasih kepada semuanya " ucap Jenderal Liu
" Jendral besar terlalu sungkan " ucap salah satu mentri
" Benar , suatu kehormatan bagi kami bisa hadir di pesta yang diadakan oleh Jenderal Besar " ucap mentri Fu
Pesta pun berlangsung dengan meriah . A Li , selaku pemeran utama dalam pesta ini sangat terharu . Dia tidak menyangka jika ulang tahunnya akan semewah dan semeriah ini . Terlebih para petinggi bahkan Kaisar turut hadir di acaranya .
Tidak terasa waktu cepat berlalu , kini semua tamu mulai kembali ke kediaman masing-masing .
Hingga yang tersisa hanyalah Keluarga Kerajaan , dan Anggota Underground termasuk Huanran .
" Jiejie , terimakasih . A Li merasa bahagia malam ini " ucap A Li seraya berhambur kepelukan Zhu Que yang di sambut hangat oleh empunya
" Adik Jiejie kini sudah tumbuh lebih besar " kekeh Zhu Que
A Li mengurai pelukannya , memandang ke arah Zhu Que dengan memamerkan senyuman manisnya .
" Terimakasih banyak kepada Kaisar , Permaisuri , Putra Mahkota dan Selir agung yang berkenan hadir ke pesta malam ini " ucap Zhu Que
" Kau terlalu sungkan Que'er " ucap Permaisuri Youlian
Zhu Que mendekati Youlian dan memeluknya
" Terimakasih sudah menjadi sahabat terbaik . Aku yakin kau akan menjadi Permaisuri yang bijak dan selalu ada di samping Kaisar baik susah maupun senang . Semoga hubungan mu akan selalu berjalan dengan baik . Ingat pesanku , jangan pernah menyerah dan bosan mempertahankan apa yang menjadi hak mu " bisik Zhu Que di sela pelukannya .
Youlian yang mendengar itupun merasa tersentuh , dia tidak menyesal telah bertemu Zhu Que , sahabat sekaligus keluarga yang selalu mengerti tentangnya . Sayangnya Youlian mengetahui fakta bahwa Zhu Que akan pergi entah untuk kesekian kalinya , dan itu membuatnya sedih . Tapi apapun itu Youlian akan selalu mendukung keputusan Zhu Que .
Zhu Que mengurai pelukannya dan menoleh ke arah Selir Agung Fu Qiaotan . Terlihat Fu Qiaotan juga tengah memperhatikan interaksi mereka berdua , mengetahui Zhu Que memandang ke arahnya lekas dia berbalik ke arah lain .
" Que'er " panggil Chen
" Ya " Zhu Que mengalihkan pandangan nya kearah Chen yang kini menatapnya dengan tatapan seperti kecewa , sedih dan tidak ingin kehilangan .
Zhu Que menghampiri Chen , sungguh dia tidak memperdulikan tatapan semua orang yang kini tertuju kearahnya termasuk Kaisar Yi Huai yang mengernyitkan dahinya , bertanya-tanya dalam hati , ada apa ? kenapa suasana menjadi sedikit sedih .
" Terimakasih Ge , aku percayakan Underground padamu " ucap Zhu Que
" Que'er " kini Huanran yang memanggil Zhu Que
" Ya Jie ? "
" Kau tidak ingin memeluk ku " ucap Huanran
Chen merasa was-was saat istrinya meminta Zhu Que berpelukan , bukan tanpa alasan hanya saja Chen masih belum percaya jika Huanran tidak memiliki maksud lain setelah mengetahui kebenciannya terhadap Zhu Que .
" Aku rasa kalian tidak perlu berpelukan " ucap Chen
" Kenapa ? " tanya Zhu Que
Tidak menghiraukan perkataan Chen , Huanran tetap mendekati Zhu Que dan memeluknya .
" Kau akan pergi ? " tanya Huanran lembut
" Iya Jie . Tapi aku pasti kembali suatu hari nanti " ucap Zhu Que
" Begitu ya , aku sedikit sedih "
" Aku akan menemui mu segera Jie " ucap Zhu Que
" Bukan itu , aku harap kau tidak usah kembali selamanya "
Deg
__ADS_1
Bertepatan dengan ucapan Huanran , belati tajam kini telah bersarang mulus di jantung nya Zhu Que .
Dengan tenaga yang masih tersisa Zhu Que mendorong Huanran hingga tersungkur dan membuat semua orang yang melihatnya terlonjak kaget .
Zhu Que masih mencerna apa yang terjadi , dia begitu tidak menyadari niat Huanran , apa dia terlalu naif ? . Seharusnya dia belajar dari kesalahan terdahulu . Dan untuk keduakali nya dia ditikam tepat di jantung nya .
Plakk
" Apa yang kau lakukan " suara Chen terdengar menggelegar
" Que'er " Shen Zhi dengan cekatan merengkuh tubuh mungil Zhu Que yang masih diam dengan kaku .
" Panggil tabib " teriak Jenderal Liu
Zhu Que segera di bawa ke kediamannya untuk di obati . Sementara Huanran kini di seret Chen dengan tidak berperasaan . Gejolak amarah didalam diri Chen tidak bisa di tahan lagi , dia sudah memberikan kesempatan berharap Huanran melupakan kebenciannya bahkan Chen kini semakin memperhatikan istrinya itu namun ternyata Chen terlalu bodoh untuk mencoba peruntukannya .
" aku berusaha mengalihkan perhatianku padamu tapi jika kau menyakitinya , tidak ada rasa belas kasihan lagi " perkataan Chen sebelum menyeret Huanran untuk di beri hukuman , entah hukuman apa yang akan diterima Huanran nanti hanya Chen lah yang tahu .
****
Disisi lain , Yuan ZhouXu kini mengadakan pertemuan dengan para pejabat di istananya . Terlihat dia yang kini duduk di kursi kebesarannya .
" Jadi bagaimana perkembangannya ?" suara bariton itu mengalun seperti memenuhi seisi aula .
" Menjawab Lord , sepertinya orang-orang dunia bawah itu sengaja menunda penyerangannya "
" Lalu mata-mata yang dikirim ? " tanya Yuan ZhouXu kembali
" Mereka masih menjalankan tugas dengan baik "
Yuan ZhouXu mengangguk mengerti
" Terus awasi mereka , 2 hari lagi pernikahanku akan dilangsungkan . Aku berharap tidak ada gangguan apapun . Kalau bisa tutup semua portal penghubung antara dunia atas dan dunia bawah maupun dunia fana "
" Baik Lord , kami mengerti "
" Jangan lupa sebarkan berita bahagia ini kepada para dewa dewi . Kalian boleh pergi " Ucap Yuan ZhouXu kemudian berdiri hendak pergi , namun langkahnya tertahan karena salah satu bawahannya .
" Hormat Lord "
Yuan ZhouXu berbalik dan menatap bawahannya itu
" Ada apa ? " tanya nya
" Hamba ingin melapor jika Ratu ditikam te...."
Sebelum menyelesaikan ucapannya , Yuan ZhouXu telah menghilang dengan rahang yang mengeras juga air muka yang terlihat menahan emosi .
Semua orang yang masih berada di aula sempat kaget dengan perilaku Yuan ZhouXu yang tidak biasanya . Mereka semakin yakin Jika pemimpinnya itu sangat mencintai calon ratunya ralat ratunya ,terbukti saat mereka melihat raut kekhawatiran yang tersirat di wajah Yuan ZhouXu sebelum pergi , bahkan dia tidak memperdulikan bawahannya yang belum menyelesaikan laporannya itu .
*
Setelah mendengar jika Zhu Que ditikam , Yuan ZhouXu segera bergegas pergi ke dunia fana . Dengan kekhawatiran yang besar dia akhirnya sampai di kediaman Jenderal Liu tepatnya di halaman Pavilliun milik Zhu Que . Bisa kita lihat raut keterkejutan semua orang saat melihat sosok Yuan ZhouXu yang kini menggunakan topeng di sebelah matanya .
Tanpa memperdulikan tatapan semua orang , Yuan ZhouXu segera masuk untuk melihat kondisi Zhu Que . Dilihatnya wajah pucat yang kini terbaring di atas ranjang .
Yuan ZhouXu segera mengambil tempat di sisi Zhu Que .
" Siapa lagi yang melakukan ini padanya " tanya Yuan ZhouXu tanpa mengalihkan pandangan dari kekasihnya dengan nada tak bersahabat .
.
.
**Maaf ya up nya kurang gercep ... Happy Reading .
__ADS_1
Jngan lupa baca cerita baru author ya , kali aja minat** :)