Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Rencana


__ADS_3

Pesta penyambutan kepulangan Zhu Que kini telah berakhir setelah merayakannya selama dua hari dua malam . Dan selama itu pikiran Zhu Que entah pergi melayang kemana . Apakah dia merindukan sosok pria yang selalu menghantui benak nya ? . Entahlah , Zhu Que pun tidak tahu bagaimana perasaannya . Tapi ada rasa kehilangan saat sosok itu yang tak lain adalah Yuan ZhouXu kini hilang tanpa kabar . Bahkan memberikannya surat saja tidak . Apa mungkin dia sibuk ? atau mungkin dia masih marah ? . Banyak sekali pikiran negatif yang kini bermunculan di benak nya .


Tiba - tiba lamunannya terbuyarkan saat sepasang tangan melingkar di perutnya , Zhu Que sangat hafal akan siapa pemilik tangan kekar tersebut .


Dengan senyum yang merekah , Zhu Que berbalik untuk melihat sosok yang telah mencuri perhatiannya .


" Yuan "


" Apa kau merindukan ku ? " ucap Yuan ZhouXu seraya mengecup kening Zhu Que sekilas .


" Maaf " lirih Zhu Que yang kini menundukan kepalanya


" Hey , kenapa minta maaf " Yuan ZhouXu menangkup kedua pipi Zhu Que agar melihat nya


Dengan ragu Zhu Que mendongakan wajahnya


" Waktu itu aku ter__"


" Sudahlah jangan membahasnya , kau benar aku memang terlalu cepat mengklaim bahwa kau milikku meskipun faktanya seperti itu " ucap Yuan ZhouXu disertai kekehannya


" Ishhh baiklah terimakasih " Zhu Que memamerkan senyuman manisnya dan itu membuat Yuan menggeram menahan gejolak yang kini muncul dalam dirinya


Melihat gelagat Yuan ZhouXu yang sedikit aneh disertai raut wajah yang tidak bisa di artikan , tanpa ragu Zhu Que bertanya


" ada apa ? "


" Jangan tersenyum seperti itu kepada pria manapun kecuali aku atau kau akan menerima hukumannya " ucap Yuan ZhouXu dengan sifat possesif nya yang kian terlihat


Zhu Que tidak menanggapi perkataan Yuan ZhouXu yang menurutnya aneh . Dia hanya ingin menikmati pelukan hangat pria yang ada di hadapannya itu .


" Apa kau mendengar perkataanku " tanya Yuan ZhouXu


" Iya aku mengerti " jawab Zhu Que


" Baguslah "


Yuan ZhouXu melepaskan pelukannya dan itu sedikit membuat Zhu Que kecewa . Sedetik kemudian Zhu Que merasakan sesuatu kini terpasang di lehernya .


" Ini__"


" Itu liontin mu . Sewaktu kamu koma aku menyimpannya " Jelas Yuan ZhouXu


" Ahh iyaa liontin ini "


aishh kenapa aku tidak mengingat liontin ini sebelumnya


" Dua hewan kontrak mu masih berada di ruang dimensi yang ada di liontin itu . Jika kamu merindukan mereka , kamu bisa mengunjungi nya "


Astaga Zeus dan Trotter gege


" Terimakasih , mungkin jika tidak diingatkan aku lupa " ucap Zhu Que seraya memamerkan deretan gigi rapihnya .


" Sepertinya aku harus kembali sekarang . Nanti aku akan menemuimu lagi "


" Baiklah hati hati " ucap Zhu Que


" kau juga sayang " ucap Yuan ZhouXu seraya mengecup kening Zhu Que dan menghilang seperti terbawa angin .


" Oh yaampun , pantas saja aku merasa ada yang kurang ternyata liontin ini . Tapi kenapa aku tak mengingatnya ya . Ah sudahlah lebih baik aku mengunjungi mansion ku "


..


" Halloo mansion apa kau merindukan kehadiranku " ucap Zhu Que yang kini berada tepat di halaman mansion ruang dimensi


" Lihat lah Trotter , bahkan yang pertama di sapa adalah mansion ini "


Zhu Que mengedarkan pandangannya untuk mencari asal suara yang sangat familiar . Mata Zhu Que terbelalak saat melihat dua pria tampan kini sedang berdiri memandanginya .


" Ahhh Zeuss'ge Trotter'ge " Zhu Que berlari untuk berhambur kepelukan mereka


" Kami sangat merindukan mu Que'er " ucap Trotter seraya mendekap Zhu Que erat


" Aku juga . Maaf karena aku lambat mengingat kalian "


Zhu Que melepaskan pelukannya bersama Trotter lalu beralih memeluk Zeus


" Jika Dewa itu tidak mengembalikan liontin mu . Aku rasa kau akan terus melupakan kami " ujar Zeus


" hehe mungkin saja . Tapi aku bingung kenapa aku tidak mengingat kalian ya "


Zhu Que melepaskan pelukannya dan menatap Zeus Trotter bergantian .

__ADS_1


Kedua pria itu hanya mengedikkan bahunya acuh


" Sudah lupakan saja " ucap Trotter


" Bagaimana kalau kita bersantai saja . Kau banyak berhutang cerita pada kami Que'er " ucap Zeus


" Baiklah "


****


Dilain tempat , seorang pria kini berdiri tegak dengan seringaian yang terlihat mengerikan bagi siapapun yang melihatnya . Dengan sorot mata tajam nya , dia memandang remeh seseorang yang kini terkulai lemah seraya bertekuk lutut di bawah kakinya .


" Ampuni saya yang mulia , ratu di jaga ketat oleh para pengawal dewa kematian " lirih pria yang kini berlumuran darah di sekujur tubuhnya


Dengan sekali tindakan , tubuh pria itu terhempas dan menabrak tembok cukup keras hingga menimbulkan bunyi seperti tulang yang patah .


" Dasar tidak becus , membawa istriku saja kau tidak bisa . Sia-sia aku melatihmu selama bertahun-tahun kalau mengalahkan pengawal Yuan sialan itu saja tidak bisa " Cacinya


" Pengawal " teriak nya menggema di ruangan tersebut


" Hormat Yang Mulia " ucap mereka serempak


" Bawa dia keruang bawah tanah "


" Baik Yang Mulia "


" Aampuni hamba Yang Mulia , tolong kasih hamba kesempatan " ujar pria itu berontak saat tubuhnya diseret secara paksa


" Yang Mulia .." Teriaknya


" Cepat bawa dia "


" Aaarrrggghhh sialan dasar pengawal tidak berguna , membawa istriku saja tidak bisa . Heh , Yuan Yuan satu persatu miliku akan ku ambil kembali hahahahaaha "


" Pengawal " teriaknya


" Hormat Yang Mulia "


" Siapkan gadis-gadis cantik untuk melayaniku , hari ini aku ingin berpesta sebelum kemenanganku datang " ucapnya


" Baik YangMulia " pengawal itu pergi untuk menyiapkan keinginan Tuannya setelah memberi hormat .


" Mari bersenang-senang dulu dengan para gadis-gadisku sebelum aku bersenang-senang dengan istri ku hahaha " ucapnya seraya membayangkan sosok wanita cantik yang sedari dulu mengisi hati dan juga benaknya .


***


Hachiiimmm


" Ohh sepertinya ada yang sedang membicarakanku " ucap Zhu Que yang kini tengah berbaring malas di atas ranjangnya


" Yaamun bosan sekaliii " gerutu Zhu Que


" Que'er kemarilah "


Zhu Que terlonjak saat suara melintas di benak nya .


(Telepati ya gayn)


" Chen'ge itu kau "


" Ya , kau sudah lama tidak mengunjungi markas"


" hehe , aku segera kesana "


Sedetik kemudian Zhu Que berteleportasi untuk pergi ke markas


" Hi "


" Hormat Queen " ucap mereka serempak


" Aishh , tidak perlu terlalu formal " ucap Zhu Que seraya memperhatikan wajah - wajah asing yang kini dihadapan nya


" Apa kalian baru disini " tanya Zhu Que


" Be..benar Queen "


" Ahh begitu rupanya , tapi kenapa kalian tau jika aku adalah Demon Queen " tanya Zhu Que yang masih penasaran . Pasalnya dia saja tidak mengenal mereka . Mungkin selama Zhu Que koma , Chen banyak merekrut anggota baru .


" Kami mengenal Queen karena Aura kepemimpinan yang Queen pancarkan ju..juga karena lukisan "


" Lukisan ? "

__ADS_1


" I..iya lukisan yang ada di ruang khusus wakil Chen " ucap salah satu anggota itu dan langsung kena pukulan teman di sebelah nya


Zhu Que mengernyitkan dahinya bingung . Sejak kapan Chen mempunyai lukisan wajahnya ? kenapa dia tidak tau ? dan juga ruangan khusus ? .


Saat ingin bertanya kembali , tiba-tiba perkataannya terpotong .


" Que'er , kenapa berdiri di dekat gerbang ayo masuk . Apa mereka berdua menyulitkanmu ? " ucap Chen seraya menatap tajam lima anggota yang di khususkan untuk menjaga gerbang .


" Oh tidak.. Aku hanya berbincang saja dengan mereka . Lagipula mereka sudah tahu wajahku " ucap Zhu Que enteng


Seketika wajah para anggota itu memucat , dan tubuh mereka sedikit bergetar . Zhu Que pun menyadari tingkah aneh anggotanya itu . Begitu juga dengan Chen yang mengangkat satu alisnya , bagaimana mereka tahu wajah Zhu Que sedangkan ini adalah pertemuan perdana mereka . Ah mungkin mereka sudah pernah bertemu dengan Zhu Que saat menggunakan identitas putri ketiga jenderal Liu , pikir Chen .


" Baiklah Ayo masuk Que'er " ajak Chen


Zhu Que pun segera mengikuti langkah Chen yang membawanya ke sebuah ruangan yang tidak lain adalah ruangan kerja untuk Zhu Que .


" Sejak kapan ? "


Chen mengernyit saat mendengar pertanyaan ambigu yang Zhu Que lontarkan untuk nya .


Mengetahui kebingungan pria yang kini berdiri di hadapannya, Zhu Que tersenyum .


" Sejak kapan membuat lukisan wajah ku " ucap Zhu Que


Deg


Chen membeku , darimana Zhu Que tahu dia mempunyai lukisannya ? . Chen terus bergelut dengan pikirannya sampai dia mengingat saat anggota baru pernah memasuki ruangan khusus miliknya dengan lancang , kebetulan saat itu Chen sedang memandangi sebuah lukisan yang sudah lama dia simpan semenjak bertemu dengan sosok yang ada di lukisan itu . Sosok yang tak lain adalah Zhu Que , orang yang pernah ingin dia lenyapkan namun memberinya kesempatan kedua . Orang yang selalu berada di hati dan benak nya .


" Sungguh ceroboh " batin Chen


" Ahh.. i.tu aku sengaja membuatnya untuk memberikan mu kejutan , tapi kau sudah mengetahuinya " ucap Chen dengan nada merajuk


" Yooo ... apa kau merajuk Chen'ge ? " Goda Zhu Que


" Berhentilah menggoda ku Que'er . Nanti kutunjukan lukisan itu , sekarang periksalah laporan-laporan bisnis organisasi kita"


" baiklah , tapi dimana huanran jiejie ? "


" dia mengunjungi sekte nya . Lusa baru kembali "


" Kau tidak menemaninya ? " ucap Zhu Que dengan nada tidak percaya


" Aku banyak pekerjaan "


" Aishh , susul lah istrimu ge . Jangan terlalu menekuni pekerjaan mu sebagai wakilku . Jika kau butuh waktu untuk bersama istri mu , bilang saja padaku "


" Tidak Que'er . Aku dan Huanran baik-baik saja , jangan terlalu memikirkan kita "


" Terserah kau sajalah Ge "


Zhu Que pun duduk tanpa ingin memperpanjang perdebatan kecilnya bersama Chen dan memilih memeriksa laporan hari ini .


*****


" Apa kau yakin ? dia sangat kuat . Kau pun tau itu "


" Aku sudah muak berpura-pura menjadi wanita baik saat bersamanya , aku muak menjadi bodoh yang seolah-olah tidak tahu perasaannya pada wanita sialan itu "


" Kau begitu membencinya ternyata , tapi aku tidak yakin bisa membantu mu "


" Dengan posisimu sekarang , mungkin kau bisa mencobanya . Apalagi kau salah satu wanita favorit di istana "


" Mulut mu sangat manis . Tapi aku tidak begitu tertarik dengan penawaranmu , lagipula apa untungnya aku membantumu untuk melenyapkan wanita itu "


" Apa kau tidak ingin menjadi wanita favorit satu-satunya di istana . Mungkin aku bisa membantu " ucap wanita cantik yang kini sedang memberikan senyuman penuh arti kepada wanita di depannya .


" Ah , apakah kau sedang tawar menawar denganku ? " ucap Wanita dengan pakaian khas anggota istana seraya terkekeh .


Sedangkan wanita di hadapannya tersenyum manis .


" hmm baiklah , aku akan memikirkan nya "


" ya , melibatkan si bodoh ini mungkin akan sedikit menguntungkan bagiku . Jangan salahkan aku jika dia terluka , tapi salahkan dirimu karena tidak berperasaan "


.


.


.


Hii... Maaf ya baru bisa update lagi.

__ADS_1


Tetimakasihh sudah mampirr ke lapak ini ..


__ADS_2