Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Berkunjung ke Istana


__ADS_3

...Sebelum Pergi Pria itu mencium dahi Zhu Que lalu menghilang dengan sekejap...


...--------------------------------...


Ke esokan hari nya terlihat seorang gadis cantik yang masih setia di atas ranjang tempat tidur , tidak ada tanda tanda dia akan terbangun , sampai suara yang tidak asing mengalun di gendang telinga nya


" Que'er ayo bangun "


" Que'er ayo bangun ini sudah pagi , Jendral Liu dan Tuan Muda Shen Zhi sudah menunggu di ruang makan "


Zhu Que tidak mengindahkan ucapan Jinxing , dia masih tetap setia dengan gulungan selimut yang melahap tubuh nya


" Que'er bukankah kau akan mengunjungi Putri Mahkota "


Saat mendengar Jinxing mengatakan Putri Mahkota akhirnya dengan berat hati dia membuka mata nya . Dia hampir lupa kalau hari ini dia berniat mengunjungi Youlian .


" Baik baik aku akan bangun "


" Air nya sudah ku siap kan " ucap Jinxing


Zhu Que hanya mengangguk kemudian berjalan ke arah pemandian .


Beberapa menit telah berlalu , Zhu Que pun sudah menyelesaikan ritual mandi nya , kini Zhu Que sedang di depan cermin dengan Jinxing yang telaten menata rambut nya .


Setelah Jinxing selesai menata rambut Zhu Que , mereka pun bergegas ke ruang makan .


Ini adalah pertama kali Zhu Que mengikuti makan bersama Jendral Liu dan Shen Zhi setelah hampir 4 tahun lama nya .


Terlihat Jendral Liu dan Shen Zhi sedang menunggu kehadiran seseorang , saat Zhu Que tiba di sana mereka berdua tersenyum hangat ke arah Zhu Que


" Que'er ayo duduk " ucap Shen Zhi


" Apa kalian menunggu lama ? " tanya Zhu Que


" Tidak , mari makan " ucap Jendral Liu


" Jinxin ayo duduk " ucap Zhu Que


" Tidak Nona , Jinxing akan menunggu nona selesai " ucap Jinxing


Jinxing sengaja menggunakan bahasa Formal kepada Zhu Que saat mereka tidak sedang berdua


" Duduk lah " tegas Zhu Que


Jinxing masih tidak bergeming dia menatap ke arah Jendral Liu dan Shen Zhi dengan ragu ragu


" Duduk lah Jinxing " ucap Jendral Liu


" ba,,baik Jendral " Dengan ragu ragu Jinxing pun ikut duduk bersama mereka


Acara makan bersama pun berjalan dengan tenang , sesekali mereka bercanda bersama , berbeda dengang Jinxing , meskipun terkadang ikut dalam pembicaraan tapi dia masih merasakan kecanggungan yang luar biasa dia berusaha untuk tenang , tapi ada sedikit kehangatan saat Jendral Liu maupun Shen Zhi mengajak nya mengobrol .


" Nanti aku akan mengunjungi Putri Youlian " ucap Zhu Que tiba tiba


Shen Zhi yang memegang sumpit tiba tiba meletakan sumpit yang di pegang nya


" Kau sudah mengetahui pernihakan nya ? " tanya Shen Zhi


" Ya , dia adalah sahabat ku bagaimana mungkin aku tidak mengetahui nya "


Shen Zhi mengangguk mengerti


" Baiklah , nanti ayah akan mengirim kan beberapa pengawal untuk menjaga mu " ucap Jendral Liu


" Terserah saja " ucap Zhu Que


merekapun melanjutkan kembali kegiatan makan nya .


Setelah Acara makan bersama selesai , Jendral Liu pergi ke kediaman nya begitu juga Jinxing yang masih memiliki pekerjaan


Kini tinggalah Zhu Que dan Shen Zhi , Zhu Que mengajak Shen Zhi untuk pergi melihat bunga persik , yang di ajak hanya mengangguk setuju


" Lihat ge bunga bunga nya sangat indah bukan " ucap Zhu Que


" Ya , mereka juga sangat cantik " ucap Shen Zhi


~Hening


" Bagaimana pendapat mu tentang Pernikahan putri Youlian ? " Zhu Que memecahkan keheningan


Shen Zhi terdiam sejenak , lalu menghela nafas nya pelan


" Putra Mahkota Tampan , mempunyai kedudukan dan dia juga pandai berperang , tingkat kultivasi nya bahkan sudah ada di Tingkat Langit Atas dan Putri Youlian sangat Cantik , pintar dan baik . Pernikahan mereka tidak buruk , mereka cocok satu sama lain " Ucap Shen Zhi


Zhu Que memandang lekat wajah Shen Zhi


" Ge , aku akan selalu mendoa kan mu semoga kebahagiaan mu akan segera datang . Menurut ku Kau jauh lebih tampan dari Putra Mahkota Yi Huai , Pandai berperang ? ke pandaian mu dalam berperang tidak di ragukan lagi bahkan kau sudah di juluki Raja Perang tapi memang hanya satu kekalahan mu yaitu Kedudukan . Tapi kau tau ge , terkadang wanita ingin memiliki kehidupan normal tanpa adanya konflik kerajaan apalagi konflik di dalam harem . Ahh aku tidak bisa bayangkan bagaimana pertarungan di dalam harem yang begitu mengerikan " Zhu Que bergidik ngeri saat membayangkan bagaimana jika kelak dia akan menikahi pria yang banyak istri , dia tidak tau akan bagaimana repot nya mengurus istri istri suaminya yang lain .


Taakkkk


Shen Zhi memukul pelan kepala Zhu Que


" yaa kenapa gege memukul ku " dengus Zhu Que


" Apa kau mencoba menghibur gege mu ini hm " ucap Shen Zhi


" Ya bisa di bilang begitu , aku tau gege tertarik dengan Putri Youlian kan " goda Zhu Que


Shen Zhi Menggelengkan kepala nya , dia tidak menyangka adik nya akan berpikiran seperti itu


" Gege memang pernah tertarik tapi tidak sampai jatuh cinta , lagipula sekarang dia sudah menjadi istri orang lain " ucap Shen Zhi


" Jika dia belum menikah dengan Putra Mahkota apa gege akan memperjuangkan nya " ucap Zhu Que


" Ya " jawab Shen Zhi singkat


Shen Zhi memang berniat untuk lebih mengenal Youlian , dia sudah tertarik kepada gadis itu saat pertama kali Zhu Que mengajak Youlian duduk bersama tapi dia belum sampai ke tahap Jatuh cinta , bahkan Shen Zhi sudah berencana ingin berkunjung ke kekaisaran Qin dengan harapan agar dia bisa bertemu Youlian , tapi takdir sedang bercanda pada nya , semua rencana nya tiba tiba sirna saat mendengar berita jika Youlian akan menikah dengan Putra Mahkota


" Kalian memang tidak berjodoh , semoga gege secepat nya menemukan gadis yang akan menemani gege sampai waktu tua "


" Kau ini ya , ahh bagaimana dengan mu Que'er ? usia mu hampir menginjak usia yang cukup untuk menikah " goda Shen Zhi


" Aku belum ingin menikah "


" Benarkah ? gege melihat jika Pangeran ketiga dan Putra Mahkota Han tertarik pada mu , kira kira siapa yang akan lebih cepat melamar mu " goda Shen Zhi


" Aku tidak menyukai mereka , sudah ada orang yang ku sukai " Zhu Que kembali mengingat saat dirinya berada di Kolam Iblis Darah ,dimana sosok pria selalu menyemangati nya


" Ah benarkah ? rupanya meimei ku ini sudah besar , siapa kira kira pria yang sudah berhasil mencuri hati adik nakal ku ini "


" Gege menyebalkan , aku tidak akan memberitahu siapa dia . Ah sudahlah aku akan pergi ke istana " Zhu Que meninggalkan Shen Zhi dengan menghentak hentakan kaki nya sebal


Shen Zhi yang melihat tingkah Zhu Que tersenyum geli dan merasa gemas bersamaan .


*****


Setelah kembali dengan kekesalan karna Shen Zhi menggoda nya , Zhu Que langsung bersiap untuk pergi ke istana , kini dia sedang menuju istana dengan menaiki kereta kuda bersama Jinxing dan beberapa pengawal yang di tugaskan Jendral Liu untuk menjaga Zhu Que .


Tidak terasa kini Zhu Que telah sampai di gerbang utama Istana Kaisar Zhao .


Zhu Que menunjukan Lencana yang pernah kaisar hadiah kan kepada nya , Zhu Que pun di persilahkan masuk ke Istana


Zhu Que memerintahkan salah satu pengawal istana untuk mengatakan kalau Zhu Que ingin menemui Qin Youlian .


*


Di sisi lain , terlihat seorang gadis yang sedang termenung di kamar nya , entah apa yang dia pikirkan sehingga suara pelayan yang memanggil nya tidak di indahkan oleh nya

__ADS_1


" Putrii ? "


" Putri Mahkota saya menerima laporan dari salah satu pengawal kalau Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar ingin menemui anda "


Saat mendengar kata 'Putri Ketiga Jendral Besar' , Qin Youlian tiba tiba menatap Pelayan setia nya yang bernama Chui tersebut .


" Maksud mu Putri Liu Zhu Que ? " tanya Youlian antusias


" Benar Putri "


" Dimana dia ? suruh dia ke kediaman ku cepat "


Chui pun melaporkan kepada pengawal untuk membiarkan Zhu Que masuk ke kediaman Youlian


Zhu Que yang sudah menunggu di depan Pavilliun milik Youlian kini di persilahkan masuk , dia persilahkan duduk di sebuah gazebo dekat kolam ikan yang ada di Pavilliun itu


" Que'er "


Zhu Que melihat ke asal suara , sudut bibir Zhu Que terangkat kala melihat sosok yang dia tunggu


Youlian menghampiri Zhu Que dan Memeluk nya sebentar


" Salam Putri Mahkota " Zhu Que berniat menggoda Youlian


" Que'er apa yang kau lakukan , jangan membungkuk seperti itu " Youlian memasang wajah kesal


Zhu Que terkekeh


" Aihh kau sangat menggemaskan " ucap Zhu Que


" huhh kau menggoda ku , ahh Chui ajak lah Jinxing berkeliling Paviliun aku ingin berbicara dengan Zhu Que " ucap Youlian


" Baik Putri , mari " Chui tersenyum kepada Jinxing lalu mereka berdua pun memberi waktu kepada Youlian dan Zhu Que untuk berbicara berdua


" Que'er apa kau baik baik saja selama pergi ? hampir satu tahun kau pergi " ucap Youlian


" Aku baik baik saja , kau benar aku hampir satu tahun pergi dan telah melewatkan banyak hal " ucap Zhu Que


" Ya , saat kau pergi banyak hal hal di luar dugaan yang terjadi " Terisat kesedihan di mata Youlian


" En , tapi apapun yang terjadi seseorang harus mencoba untuk terus bahagia dan berdiri tegak dengan kedua kaki nya " ucap Zhu Que


" Lan'er apa kau bahagia dengan kehidupan mu yang baru ? " Zhu Que bertanya dengan hati hati agar tidak membuat Youlian tersinggung


" Entahlah Que'er , hati ku belum bisa berpaling dari nya " Cicit Youlian yang tertunduk menahan diri agar tidak menangis


Zhu Que mendekati Youlian dan memeluk nya sebentar


" Gadis baik jika kau ingin menangis maka menangis lah "


Youlian Terkekeh melihat kelakuan Zhu Que yang seakan dia lebih dewasa dari nya . Umur nya saja masih tua Youlian 2 tahun . Youlian tidak tau saja bahwa jiwa yang kini menempati tubuh Zhu Que lebih dewasa dari nya .


" Aishh kenapa kau malah tertawa " ucap Zhu Que


" Kau sangat lucu Que'er , kau bertingkah seakan kau lebih muda dari ku " ucap Youlian


" hehe , haruskah aku memanggil mu Lan'jie sekarang ? "


" Tidak buruk " ucap Youlian


Zhu Que tersenyum hangat melihat Youlian


" Lan'jie aku pikir kau akan di takdirkan menjadi kakak ipar ku hehe , tapi rupanya kau lebih di takdirkan untuk menjadi calon Ibu dari Negara ini . Lan'jie aku tau mungkin akan sulit melupakan orang yang sudah singgah di hati , tapi akan lebih baik lagi jika kita menerima keadaan kita sekarang . Cobalah untuk belajar melepaskan agar diantara kalian tidak ada yang terluka . " Zhu Que menggenggam tangan Youlian


" Lan'jie kau adalah calon permaisuri masa depan , mau tidak mau kau harus mengesampingkan perasaan demi negara . Aku akan selalu mendukung mu apapun yang terjadi . Kau tau Lan'jie , menurutku Putra Mahkota tidak terlalu buruk " Ucap Zhu Que


Qin Youlian tersenyum hangat kearah Zhu Que


" Kau benar Que'er , aku akan mencoba membuka hati ku untuk Putra Mahkota " ucap Youlian


" Apapun yang terjadi di masa depan jangan pernah berubah , jadilah Ibu Negara yang bijak dan tidak haus akan kekuasaan "


Tanpa mereka sadari seorang Pria berpakaian hitam mendengar percakapan mereka berdua . Orang itu adalah Pengawal bayangan kepercayaan Putra Mahkota yang di tugaskan untuk mengawasi Youlian .


Sebenar nya Zhu Que sudah mengetahui keberadaan pengawal bayangan itu , tapi dia memilih diam dan tidak memperdulikan nya


" Aku hampir lupa " Zhu Que mengeluarkan sebuah kotak yang di simpan di samping tempat duduk nya dan memberikan nya kepada Youlian


" Terimalah , anggap saja sebagai hadiah ucapan Selamat atas pernikahan mu " ucap Zhu Que


Youlian pun mengambil kotak tersebut dan membuka nya


" Wah ini cantik sekali Que'er , Tusuk rambut Emas berbentuk Phoenix dengan batu ruby yang langka di tengah nya , ini terlalu berharga Que'er "


" itu tidak lebih penting dari mu Lan'jie , sesekali pakailah , tusuk rambut itu sangat cocok dengan mu " ucap Zhu Que


" Mulut mu sangan manis Que'er "


Youlian dan Zhu Que terhanyut dalam pembicaraan mereka . Mereka saling bercerita tentang banyak hal .


*


Di sisi lain seorang Pria dengan Pakaian Khas Anggota Kerajaan sedang berkutat dengan laporan yang di terima nya .


Tiba tiba seseorang berbaju hitam muncul dihadapan nya


" Salam Putra Mahkota "


" Ada apa Kei ? "


" Putri Mahkota sedang kedatangan tamu " ucap Pengawal bayangan atau yang di sapa Kei itu


" Siapa ? "


" Putri Ketiga Jendra Liu , Putri Liu Zhu Que "


" Liu Zhu Que ? bukan kah dia sedang berpergian "


" Mungkin sudah kembali , apakah tidak apa apa jika Putri Mahkota di biarkan bersama Putri Liu Zhu Que ? "


" Gadis itu , kemana saja sampai 8 bulan menghilang " gumam putra mahkota


Ya , Putra Mahkota Yi Huai tau jika Zhu Que menghilang selama 8 bulan , sewaktu acara Pernikahan nya , Kaisar bertanya kepada Jendral Liu tentang keberadaan Zhu Que yang tidak terlihat saat rombongan Jendral Liu datang ke istana .


" Biarkan saja , mereka memang dekat " Ucap Putra Mahkota


" Apa kau tau apa saja yang mereka bicarakan ? " lanjut nya


" Ya , saya mendengar semua pembicaraan mereka "


Kei pun menceritakan semua yang di bicarakan Zhu Que dan Youlian , tidak ada satupun kata yang terlewat kan .


Putra Mahkota menghela nafas nya berat saat Kei menyelesaikan Cerita .


" Ternyata gadis itu mencintai Tuan Muda Kediaman Jendral Besar " ucap Putra Mahkota


" Sepertinya begitu tapi Putra Mahkota masih ada kesempatan , Putri Mahkota sendiri akan mencoba mencintai anda Tuan " hibur Kei


Putra Mahkota Yi Huai terkekeh


" Kei apa kau pikir aku mencintai nya ? kau salah , aku tidak mencintai nya , mungkin belum untuk sekarang tapi kesan ku pada Putri Mahkota memang baik , dengan kepribadian nya dia akan cocok menjadi Ibu Negara ini di masa depan "


" Maaf tuan tapi apakah tuan masih menyukai Putri Fengjiu ? " tanya Kei hati hati


" Ya kau benar aku menyukai Fengjiu tapi tidak mencintai nya "


" lalu adakah wanita yang Putra Mahkota cintai ? "

__ADS_1


" Tentu saja ada , hanya saja waktu itu aku terlalu naif , dia bisa saja membenci ku sekarang "


Putra Mahkota menyenderkan punggung nya dan memejamkan mata terlintas di pikiran nya sosok gadis cantik yang sudah memenuhi hati dan pikiran nya semenjak gadis itu menari dengan sangat indah dan memukau , Ya dia Zhu Que .


Putra Mahkota jatuh cinta pada Zhu Que saat Zhu Que menari di acara Pesta Ulang Tahun Kaisar , dan saat Cadar Zhu Que terlepas karna ulah Bai Lexu , Putra Mahkota semakin mengagumi nya .


Kenapa tidak melamar Zhu Que saja ? Putra Mahkota tidak mau mengambil resiko , jika dia melamar Zhu Que kembali bagaimana dengan perkataan para rakyat kekaisaran Zhao ? terlebih Zhu Que pasti akan menolak nya mengingat bagaimana cara Putra Mahkota membatalkan pertunangan dengan nya dulu .


Yang dipikirkan Putra Mahkota bukan tentang pikiran para rakyat padanya tapi dia tidak mungkin menyinggung Keluarga Jendral Liu , terlebih sudah dua kali Putra Mahkota membatalkan Pertunangan nya dengan Putri dari Kediaman Jendral Besar itu . Untung saja Jendral Liu masih memaafkan nya .


Jika Zhu Que hanya Putri dari seorang mentri , bisa saja putra mahkota mengancam akan menyerang keluarga nya jika menolak , tapi Zhu Que adalah Putri dari Jendral Besar . Meskipun dia Putra Mahkota tapi Jendral Liu memegang hak Milliter terbesar dan kuat , jika Jendral Liu memberontak kemungkinan pihak Putra Mahkota akan kalah . Kaisar Zhao begitu mempercayai Jendral Liu karna kejujuran dan kehebatan nya , jadi kaisar tidak mempermasalahkan pasukan Milliter yang di bawah kendali Jendral Liu lebih besar .


" Kei tetap awasi Putri Mahkota , jangan sampai ada penyusup yang masuk ke kediaman nya " Putra Mahkota mulai membuka mata nya


" Baik Tuan , saya pamit undur diri " Kei pergi meninggalkan ruang kerja Putra Mahkota


" Liu Zhu Que ,,, Liu Zhu Que . kenapa aku harus jatuh cinta pada mu . Jika ada kehidupan selanjut nya , bisakah kita bersama ? "


Putra Mahkota mengusap wajah nya kasar , dia kembali melakukan kegiatan nya yang sempat tertunda .


*


Di Paviliun Anggrek tepat nya kediaman Qin Youlian , terlihat Zhu Que yang sudah bersiap untuk pergi


" Que'er kapan kapan kau harus mengunjungi ku lagi " ucap Youlian seperti tidak rela Zhu Que kembali


" Tenang saja Lan'jie , meimei mu ini akan mengunjungi mu di kala ada waktu yang sempat " ucap Zhu Que


" Baiklah , aku akan mengantar mu sampai ke depan gerbang " ucap Youlian


" Tidak perlu , Lan'jie harus beristirahat agar tidak kelelahan , jika nanti malam Putra Mahkota mengunjungi mu kau harus banyak tenaga " Goda Zhu Que


Blushh Pipi Youlian terlihat merah merona


" Aish kau menggoda ku lagi " ucap Youlian


Zhu Que terkekeh


" Yasudah aku harus kembali , jaga kesehatan mu baik baik Lan'jie "


" En , hati hati di Jalan Que'er "


Zhu Que pun pergi dari Paviliun Anggrek , Zhu Que tidak langsung pergi ke Kediaman Jendral Liu tapi dia berencana untuk mengunjungi Paviliun Bintang .


Saat sedang asik berjalan di ikuti Jinxing , tiba tiba salah satu Pengawal menghalangi Jalan Zhu Que


" Salam Putri Liu Zhu Que , saya menyampaikan titah Kaisar Zhao "


" Ada apa ? "


" Kaisar meminta Putri untuk menemui nya "


" Baik , tunjukan jalan nya "


Pengawal itu memimpin jalan untuk menemui Kaisar Zhao . Setelah beberapa menit berjalan , Zhu Que melihat Pria Paruh Baya sedang menikmati teh di sebuah Gazebo


" Hormat Kaisar "


Kaisar melihat Zhu Que pun tersenyum


" Duduk lah " ucap Kaisar Zhao kepada Zhu Que


Zhu Que ikut duduk di hadapan kaisar


" Zhen dengar kau pergi selama 8 bulan " Kaisar memulai pembicaraan nya


" Bagaimana perjalanan mu apakah sulit ? " lanjut nya


" Perjalanan saya menyenangkan dan tidak berkendala "


Kaisar tersenyum


" itu baik , apakah kau akan mengunjungi Paviliun bintang ? "


Zhu Que tersenyum di balik Cadar nya


" Yang Mulia sungguh hebat , saya memang ingin pergi ke sana untuk melihat lihat "


Kaisar Zhao tertawa


" Baikalah biar Zhen menemani mu , sudah saat nya kau tau semua nya "


Zhu Que mengernyitkan dahi , maksud dari tau semua nya apa ? pikir Zhu Que .


Zhu Que kembali mengubah ekspresi nya ke semula


" Suatu kehormatan bagi saya , Yang Mulia berkenan menemani saya untuk melihat lihat Paviliun bintang "


" haha , kau tidak usah terlalu formal seperti itu panggil saja Zhen Paman "


Zhu Que tersenyum canggung


" Baik Yan,, emm Paman Kaisar "


" Baiklah , mari ikuti Zhen "


Kaisar Zhao dan Zhu Que pergi menuju Paviliun Bintang , saat sampai di sana terdapat Fortal yang sengaja kaisar buat untuk melindungi Pavilliun yang terkenal Rahasia itu .


Kaisar mengajak Zhu Que masuk ke dalam , Zhu Que mengikuti Kaisar Zhao dan menyuruh Jinxing menunggu nya di luar Fortal


Zhu Que berdecak kagum saat melihat keindahan yang ada di Paviliun Bintang . Para pengawal yang melihat kedatangan mereka membungkuk hormat . Mereka berkeliling di sekitar Paviliun .


" Bagaimana apa kau menyukai nya ? " tanya Kaisar


" Paviliun ini sangat indah , sepertinya ini adalah Paviliun terindah yang saya pernah lihat " Zhu Que tidak berhenti mengagumi keindahan yang ada di Paviliun ini .


Terdapat hamparan bunga Daisy di belakang Pavilliun .


Bergeser ke sebelah kiri terdapat danau buatan yang cukup luas . Di sisi sebelah kanan Pavilliun terdapat banyak pohon persik dengan bunga yang bermekaran , ada sebuah Gazebo yang cukup besar di sana .


Sebelum memasuki area Pavilliun , kita akan melewati Jembatan yang di bawah nya terdapat kolam ikan di sebelah kiri dan di sebelah kanan terdapat kolam dengan banyak nya hamparan bunga teratai . (ya pokonya begitulah bingung author ngejelasin nya :v)


Zhu Que terus memikirkan sedalam apa Kaisar mencintai Kekasih Kecil nya jika rumor tentang di bangun nya Paviliun bintang ini benar .


" Maaf Paman Kaisar , jika boleh tau kenapa Paviliun ini tidak di tempati Permaisuri ? mengingat keindahan yang begitu memanjakan mata , meskipun letak nya tidak cukup dekat dari Kediaman Utama "


Kaisar Zhao tersenyum saat mendengar pertanyaan yang di ucapkan Zhu Que


" Paviliun ini bukan untuk Permaisuri , Zhen sengaja membuat Paviliun ini agak jauh dari kediaman utama sesuai kepribadian dia yang sangat suka akan ketenangan " Terbayang seorang wanita cantik di pikiran kaisar .


Zhu Que melihat kerinduan dan kehampaan di kedua mata Kaisar Zhao . Mungkin memang benar kenyataan dari rumor itu .


" Maaf Paman Kaisar , saya tidak bermaksud "


Kaisar tersenyum hangat memandangi Zhu Que


" Masuklah kedalam , kau akan menemukan jawaban nya "


Zhu Que membuka pintu salah satu Kamar Utama di Paviliun tersebut .


Saat Zhu Que menginjakan kaki nya kedalam kamar itu dia kembali berdecak kagum . Meskipun Paviliun ini tidak di tempati tapi Paviliun ini sangat terawat .


Zhu Que mengedarkan pandangan nya , sorot mata Zhu Que menangkap kesebuah lukisan wanita yang tampak Familiar untuk nya , wanita di lukisan itu terlihat sangat cantik dan elegan .


Siapa dia ? apakah itu kekasih kecil nya Kaisar ? pikir Zhu Que . Sebuah ingatan kini muncul di pikiran nya dan sosok itu memenuhi kepala Zhu Que .


.

__ADS_1


.


__ADS_2