
..." Sedang asik dengan pikiran nya tiba tiba terdengar suara derap kaki yang berasal dari atap kamar Zhu Que . Seringai muncul di sudut bibir cantik Zhu Que , dia langsung memakai cadar dan pura pura tertidur . Dia menerawang dan melihat sekitar 5 orang berpakaian hitam yang sedang mendekat ke arah nya ....
..." Rupanya permainan akan segera di mulai " batin Zhu Que ....
...--------------------------------...
Kelima orang itu masuk kedalam kamar Zhu Que tanpa di ketahui penjaga lain .
Salah satu dari mereka membuat fortal agar orang orang di luar tidak akan mendengar kegaduhan yang akan terjadi .
mereka melihat Zhu Que yang sedang tertidur seperti mangsa yang ingin segera mereka terkam
Iris cantik itu perlahan terbuka
" Sepertinya kalian sudah tidak sabar untuk bertemu Raja Neraka " Zhu Que mengeluarkan 20% aura membunuh nya
Hawa dingin menerpa semua orang yang berada di Paviliun Teratai . Tak terkecuali dengan pengawal yang berada di depan kediaman Zhu Que
Kelima orang itu sempat terkejut melihat aura membunuh yang sangat pekat keluar dari tubuh seorang gadis yang menyandang julukan Sampah .
" Hahaha gadis kecil kau akan lebih dulu ku kirim ke neraka " ucap salah satu dari mereka
" Tangkap gadis itu kita akan bersenang senang dengan tubuh nya terlebih dahulu sebelum membunuh nya "
Mereka bersiap menerjang ke arah Zhu Que , dengan sigap Zhu Que berhasil menghindar
" Cihh cuma segitu kemampuan kalian ? " ejek zhu Que
Mereka meradang dan mengeluarkan aura Tingkat Bumi Awal untuk menekan Zhu Que
Zhu Que yang mulai kebosanan menyerang mereka semua dengan membabi buta
Woshhh Krekk
Bugghh krekk krekk
Aarrgghhhhhhh
Dengan gerakan santai Zhu Que berhasil mematah kan kaki dan tangan ke lima orang itu
Dia mengambil pedang di salah satu pinggang orang tersebut dan menebas kepala mereka menyisakan satu orang yang sudah pucat pasi melihat anggota nya sudah tidak memiliki kepala .
Zhu Que membuka penutup kepala orang itu , seringai muncul tatkala melihat ketakutan di wajah orang tersebut .
Pandangan nya beralih melihat ke empat jasad yang sudah tidak berkepala , Zhu Que memotong tubuh mereka menjadi beberapa bagian tanpa rasa jijik , hanya kepuasan terlihat di raut wajah nya
Setelah puas dia menghampiri satu orang yang tersisa .
" Ampunn nona tolong jangan bunuh saya " ucap nya dengan nada bergetar
" Kau lihat betapa aku sangat menikmati mencincang tubuh teman teman mu itu , pedang mu ini sangat beruntung bisa menyentuh tubuh mereka " ucap Zhu Que memperlihat kan pedang yang sudah berlumuran darah
" Benar benar iblis " batin orang itu
" Tapi akan lebih baik lagi jika pedang ini merasakan tubuh pemilik nya " lanjut Zhu Que yang berhasil membuat orang itu gemetar
" Maafkan saya nona , ampuni saya jangan bunuh saya "
" Siapa yang menyuruh mu ? " Zhu Que meningkatkan aura membunuh nya hingga orang itu kesulitan bernafas
" Aam,pun no,,na i,,ituu selir p,ur,ouu " jawab nya terbata
" Sepertinya dia mulai tidak sabaran " Seringai Zhu Que
Dengan sekali ayunan kepala orang itu menggelinding , dengan malas Zhu Que memotong tubuh nya menjadi 20 bagian
" Ahhh sudah lama aku tidak bermain dengan darah " Ucap nya
Dia membanting Pedang yang sudah terselimuti darah kelima orang tadi lalu berjalan kearah pintu dan membuka nya
" Buang mayat mayat itu dan bungkus kepala mereka lalu kirim ke kediaman selir purou , tapi jangan sampai ada yang mengetahui nya kalau tidak jangan harap kalian dan keluarga kalian bisa hidup damai " ucap Zhu Que yang masih mengeluarkan aura membunuh nya
" Baiik putri " ucap mereka serempak
" Kenpa putri sangat menyeramkan " batin mereka semua
tanpa pikir panjang mereka masuk kedalam kamar Zhu Que
Alangkah terkejut nya saat mereka masuk , mereka melihat Jasad yang sudah tidak berbentuk dengan bagian tubuh yang sudah terpisah pisah
" Oh aku sangat mual sekali " ucap pengawal A
" Ternyata rumor hanyalah rumor , putri ketiga benar benar menakutkan " timpal pengawal B
" Sudah lah ayo bereskan mayat ini , dan kau (menunjuk pengawal A) cepat bungkus kepala itu dan kirim ke kediaman selir purou " ucap Pengawal C
" Baik lah " Pengawal A membungkus ke Empat kepala itu lalu pergi menuju kediaman Selir Purou dengan terhati hati agar tidak ada yang tau .
Setelah selesai membawa semua jasad itu dan membersihkan kamar Zhu Que agar bersih dan wangi seperti semula . Pengawal pengawal itu menghampiri Zhu Que yang sedang bersantai di Gazebo .
" Sudah selesai ? " tanya Zhu Que
" Menjawab putri , semua sesuai perintah putri "
" Bagus , kalian lanjutkan lah kegiatan masing masing , aku akan beristirahat dan jangan lupakan apa yang aku katakan tadi "
Zhu Que melangkah meninggalkan semua pengawal itu dan kembali ke kamar nya untuk beristirahat
*****
Keesokan pagi nya terdengar suara jeritan di Kediaman Selir Purou
para pengawal dan pelayan yang berada di kediaman itu masuk kedalam kamar selir purou dengan raut wajah khawatir
__ADS_1
Mereka melihat selir Purou terduduk di lantai . Salah satu pelayan membantu nya berdiri
" Apakah anda baik baik saja Selir ? " tanya mereka
Dengan wajah pucat Selir Purou melihat kearah mereka
" Bawa kepala kepala itu dari hadapan ku sekarang " perintah nya menunjuk kearah ranjang
" Apakah kita harus melaporkan nya kepada Jendral Liu ? "
" Tidak , Jangan beritahu Jendral bawa saja kepala kepala itu dan jangan bocorkan hal ini kepada siapapun " ucap Selir Purou
Para penjaga membawa ke empat kepala itu lalu pergi untuk membuang nya .
* *Flashback On *
Pengawal A tiba di kediaman Selir Purou , dia mengendap endap agar para penjaga tidak mengetahui nya , dengan kesabaran akhirnya dia berhasil membuka jendela kamar Selir Purou
Tanpa menunggu lama dia masuk ke kamar itu dan mendapati Selir Purou yang kini sedang terlelap .
" sepertinya selir purou tertidur dengan sangat nyenyak , hahaha mungkin dia mengira putri sudah terbunuh , dasar wanita licik lihat lah aku membawa kan mu hadiah luar biasa " batin pengawal A
Pengawal A mendekati ranjang , lalu membuka kain penutup kepala kepala itu tepat di samping selir purou
" Semoga tidur mu makin nyenyak wanita tua " kekeh pengawal A lalu pergi dari kediaman Selir Purou
Keesokan harinya ...
Selir Purou mengerjapkan mata nya , perlahan mata itu terbuka
Selir Purou mendudukan dirinya lalu merenggangkan tubuh nya
" hahh tidur ku nyenyak sekali , aku tidak sabar mendengar berita menghebohkan pagi ini "
Selir Purou masih belum menyadari apa yang ada di sebelah nya hingga tangan nya tak sengaja menyentuh salah satu kepala itu , Selir purou meraba raba apa yang di sentuh nya dan menarik tangan nya
Sontak dia terkejut melihat noda darah di jari jari cantik nya itu . Pandangan nya perlahan melihat kearah samping tempat nya berbaring
" Aaaaaaaaakkkkkkhhhhhhhhhhh " teriakan nyaring itu terdengar hingga keluar kamar
Selir purou bangkit dari ranjang dengan terburu buru hingga tubuh nya tidak seimbang
Brughh
" awwhh " rintih nya
Pintu kamar terbuka dengan paksa , memperlihatkan pelayan dan pengawal memasuki kamar nya .
Salah satu pelayan membantu nya berdiri , Selir Purou gemetar dan sangat Pucat
* Flashback Off* *
" Liuu Zhuu Quee sialannn aku akan membunuh muuu , ternyata aku salah telah meremehkan mu , lihat saja akan ku balas kau berkali kali lipat " batin Selir Purou
" Selir apa anda baik baik saja , anda sangat pucat " tanya Pelayan kepercayaan nya yang bernama Meng .
" Baik Selir , hamba pastikan hal ini tidak akan terdengar oleh Jendral besar " ucap Meng
*******
" Hahahaha " Zhu Que tertawa sangat lepas saat mendengar cerita Pengawal A
Pada saat Selir Purou terbangun Pengawal A sudah berada di atap kamar nya , dengan membuat celah supaya dia bisa melihat kehebohan yang akan terjadi
" Ahh sayang sekali aku tidak melihat ekspresi konyol nya itu " ucap Zhu Que
" anda tau nona saya hampir saja ketahuan karna tidak tahan melihat kekonyolan Selir Purou itu " Ucap Pengawal A
" Haha kerja mu sangat bagus aku akan memberikan kalian bonus "
" Terimakasih nona , saya pamit undur diri "
" En , pergilah "
" Wanita tua kau pikir kau bisa membunuh ku dengan mudah " batin Zhu Que
******
Beberapa hari telah berlalu....
Setelah Kejadian itu Selir Purou belum bergerak untuk mencoba membunuh Zhu Que lagi .
Hari ini bertepatan dengan Ulang Tahun Kaisar Zhao .
Selir Purou dan Kedua Anak nya sedang sibuk menghias diri agar terlihat cantik saat menghadiri pesta yang akan di gelar malam nanti
Berbeda dengan Zhu Que yang kini sedang mengajari A Li bermain pedang
Trangg Trangg
Terdengar suara pedang beradu
" Nona anda harus berhenti dan bersiap siap untuk menghadiri Pesta Ulang Tahun Kaisar nanti " ucap Jinxing
Trangg Trangg
Zhu Que tidak mengindahkan perkataan Jinxing . Sebenar nya dia malas pergi keacara pesta seperti itu , menurut nya dia akan mati kebosanan disana
" Nonaaaaa " Teriak Jinxing
Zhu Que menghentikan permainan pedang nya
" A Li kita sudahi dulu latihan nya ya "
__ADS_1
" Baik Jiejie " ucap A Li
Dengan malas Zhu Que menghampiri Jinxing
" Apa ? " tanya nya datar
" Nona harus bersiap siap " ucapnya
" Bukankah acara nya nanti malam ? ini masih siang Jinxing " Ucap Zhu Que
" Tapi nona , anda harus mempersiapkan diri dari sekarang " Ucap Jinxing
" Baiklah baiklah terserah kau saja " ucap Zhu Que
" A Li nanti kau ikut dengan Jiejie ke pesta itu ya " lanjut nya
" Baik jiejie A Li akan bersiap siap , kalau begitu A Li pamit undur diri " ucap nya lalu pergi
" Anak itu sangat penurut " gumam Zhu Que
" Ayo Jinxing lakukan lah apa yang kau mau " ucap nya malas
Jinxing terkekeh melihat raut wajah kesal nona nya dan berjalan mengikutinya di belakang
*****
Malam pun tiba kini Jendral Liu dan yang lain nya sudah berkumpul di dekat gerbang , mereka menunggu satu orang yang belum muncul .
Zhu Que berjalan beriringan dengal A Li lalu di susul Jinxing di belakang mereka , Zhu Que terlihat menggunakan Hanfu berwarna biru yang sederhana tapi terlihat elegan dengan hiasan rambut yang tidak berlebihan , tidak lupa cadar yang senada .
Zhu Que menghampiri rombongan Jendral Liu
" kenapa kau sangat lambat " kesal Sujin
" Aku tidak menyuruh kalian menunggu " hardik Zhu Que
" Sudah lah jangan bertengkar , Que 'er kamu membawa A Li juga " Ucap Jendral Liu
" Seperti yang dilihat , apa kau keberatan Jendral ? " tanya Zhu Que dingin
" Tidak , itu bagus nanti aku akan mengumumkan A Li sebagai Tuan Muda Kedua " ucap Jendral Liu
Selir Purou membulatkan mata nya tak terima
" Tapi Tuan kita tidak tau asal usul anak itu , saya takut akan berdampak terhadap reputasi anda " ucap Selir Purou dengan nada lembut
" Jangan khawatir , Ayo masuk kita hampir terlambat " Jendral Liu memasuki kereta kuda yang pertama
" Que'er kau naik kereta kedua bersama A Li " ucap Shen Zhi lalu pergi menyusul Jendral Liu di kereta pertama
" Ibunda aku ingin di kereta ke dua " ucap Sujin
" tentu saja , ayo naik " ucap Selir Purou yang bersiap untuk naik kereta kuda kedua tiba tiba langkah nya terhenti saat tangan nya di cengkram kuat oleh Zhu Que
" Perhatikan Setatus mu itu Selir " Zhu Que menghempaskan tangan Selir Purou kasar dan menekan kan kata Selir
Zhu Que mengajak A Li dan Jinxing naik kereta kedua
Selir Purou dan Kedua putrinya menggelap menahan amarah , dengan terpaksa mereka naik kereta ketiga
" Awas saja akan ku balas kau j****g " batin sujin
" Berani nya j****g itu mempermalukan ku " batin Selir Purou
" Kau akan tamat malam ini zhu que " batin fengjiu
****
30 Menit berlalu , kini rombongan Jendral Liu sampai di Istana Kaisar
Jendral Liu keluar dari kereta kuda nya disusul dengan Shen Zhi
" Lihat Tuan Muda Shen Zhi sangat tampan , aku rela menjadi selir nya " ucap salah satu putri bangsawan
" kau benar , Jendral Liu pun masih terlihat tampan "
" hey lihat putri Fengjiu sangat cantik , benar benar persis dengan julukan kecantikan nomor satu di kekaisaran Zhao "
" putri Sujin juga terlihat cantik "
" Keluarga Jendral Liu sangat sempurna "
Bisikan bisikan terdengar saat rombongan Jendral Liu menuruni kereta kuda nya
Senyum bangga terlihat di wajah Selir Purou dan Kedua putri nya
Tiba saat Zhu Que keluar dari Kereta semua mata tertuju kepada nya
" Hey lihat siapa itu ? "
" Anak kecil itu sangat menggemaskan dan tampan "
" apakah itu Putri Zhu Que yang buruk rupa "
" aku rasa iya , lihat saja dia menggunakan cadar itu "
Jendral Liu dan Shen zhi yang mendengar bisik bisik ejekan untuk Zhu Que memandang tajam mereka
berbeda dengan Zhu Que yang mengganggap nya hanya angin lalu
.
.
__ADS_1
Bantu Vote ya .. Supaya Author makin semangat
:* XoXO