
...Brakkk...
..." LANCANG " Marah Permaisuri Wu...
...--------------------------------...
Penari itu semakin bergetar hebat saat mendengar kemarahan dari Permaisuri
" Kau tau apa yang akan terjadi jika menuduh seorang Permaisuri " kini Mentri Wu ikut bersuara
" S..saya tidak ber..anii "
" Lancang , rendahan sepertimu berani memfitnah seorang Permaisuri . Pengawal bunuh wanita rendahan itu " ucap Mentri Wu
" Tunggu " Zhu Que menyeringi menatap Mentri Wu
Semua orang mengalihkan pandangan mereka kepada Zhu Que
" Kenapa Mentri Wu terburu buru ingin membunuh penari itu . Apakah Mentri Wu ingin menghilangkan bukti " perkataan yang di lontarkan Zhu Que berhasil menyita perhatian semua orang yang berada di aula .
Mentri Wu mengepal
" sepertinya Putri Liu Zhu Que salah paham kepada mentri ini . Mentri ini hanya tidak suka orang orang yang menghina Permaisuri , bagaimanapun juga permaisuri adalah wanita nomor satu di kekaisaran ini dan tidak pantas jika seorang wanita rendahan menghina nya tanpa bukti " ucap Mentri Wu
Banyak para tamu yang kini mulai mencemooh Zhu Que . Dan itu semakin membuat Mentri Wu bersemangat untuk menyudutkan nya .
" Tapi meskipun begitu , Mentri Wu tidak ada hak untuk langsung menyuruh Pengawal membunuh nya . Apa Mentri Wu melupakan sosok yang paling berkuasa disini "
Seketika Mentri Wu membeku . Dia merutuki kecerobohan nya dan melupakan sosok Kaisar .
" Ampuni hamba Yang Mulia , hamba tidak mengendalikan emosi " ucap Mentri Wu
" Jendral Liu , apakah Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar tidak belajar bagaimana cara berbicara dengan orang yang lebih tua " sindir Permaisuri
" Ampun Permaisuri , jangan menanyakan hal itu kepada Ayahanda . Karena saya mempunyai prinsip yaitu menghormati jika orang itu pantas di hormati . Begitupun sebalik nya , jika orang itu akan menggigit maka saya tidak akan segan lagi " ucap Zhu Que santai namun terkesan seperti peringatan
Atmosfer di Aula utama kian memanas . Tatapan membunuh kini di layangkan oleh Permaisuri kepada Zhu Que .
Brakkk
Pintu aula di buka secara paksa . Terlihat Anggota Underground yang membawa Tiga belas orang berpakaian hitam yang sudah memiliki luka lebam di sekitar wajah nya .
Ketiga belas orang itu bersujud di belakang para penari .
" Siapa orang orang itu " tanya Kaisar
" Yang Mulia bisa mengintrogasi mereka . Salah satu dari mereka yang melesatkan panah itu " ucap salah satu anggota underground .
" Jadi siapa yang menyuruh kalian " tanya Kaisar
Salah satu Anggota Underground memberikan sebuah gulungan kepada Kaisar .
" Jika mereka tidak mau berbicara , mungkin kertas ini bisa menjawab semua nya " ucap salah anggota underground
Saat mendengar perkataan Anggota Underground . Raut wajah Permaisuri kian memucat , ada sedikit rasa was was yang menghampiri nya . Tapi masih terdapat kepercayaan di dalam hati karena dia sudah benar benar menata rapi untuk semua nya . Mungkin Permaisuri lupa siapa Anggota Underground dan bagaimana mereka bertugas . Meskipun bukti telah di lenyapkan tapi itu tidak akan membuat mereka kesusahan untuk mencari bukti .
Wajah Kaisar menggelap , rahang nya kian mengeras . Semua orang bisa menebak bahwa Kaisar sedang dalam keadaan emosi .
" PERMAISURI WU BERANI NYA KAU " Suara Kaisar menggema di dalam Aula . Aura membunuh yang Kaisar keluarkan sangat pekat , bahkan ada juga yang tidak kuat menahan aura nya hingga tidak sadarkan diri .
Permaisuri Wu bangkit dari tempat duduk nya dan segera bersujud di depan Kaisar .
" Ampun Yang Mulia saya tidak mengerti " ucap Permaisuri
Kaisar melempar gulungan kertas yang sedari tadi dia remas . Permaisuri terlihat kaget , kemudian segera mengubah raut wajah nya menjadi memelas .
" Yang mulia mohon ampuni saya yang gelap mata hiks.. "
" Jangan meminta maaf kepada Zhen , minta maaf lah kepada orang yang hampir kau bunuh " ucap Kaisar dingin
Semua orang terkejut mendengar penuturan Kaisar , mereka tidak menyangka seorang Permaisuri bisa melakukan tindakan yang murahan seperti ini . Apalagi target nya adalah Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar . Apa Permaisuri lupa jika Jendral Besar tidak mudah di singgung , meskipun kedudukan Permaisuri lebih tinggi tapi kekuatan militer terbesar berada di tangan Jendral Liu . pikir mereka .
Permaisuri Wu terdiam . Apa dia benar benar harus meminta maaf kepada seorang gadis yang bahkan tidak memiliki kedudukan lebih tinggi dari nya .
Demi keselamatan dirinya , Permaisuri Wu akhirnya bangkit dan mendekati kursi dimana Zhu Que berada .
Dukkk
Permaisuri bersimpuh dengan tangisan yang di buat sepilu mungkin .
" Ayahanda maafkan lah ibunda " ucap Putri Mei Qi
Putra Mahkota ingin membela ibu kandung nya , akan tetapi ibu nya tetap bersalah , dan dia tidak bisa membela orang yang salah .
" Ayahanda keterlaluan , ibunda adalah seorang Permaisuri dan dia harus memohon di depan semua orang hanya untuk gadis rendahan " ucap Putri Mei Qi
Brakkk
" Mohon Putri jaga perkataan putri . Siapa yang putri maksud gadis rendahan ? " marah Jendral Liu
Permaisuri yang mendengar Putri nya di bentak lalu bangkit . " Siapa yang kau bentak Jendral . Sadarlah akan posisi mu " marah Permaisuri
Zhu Que yang melihat drama ini hanya diam menyimak . Terpintas ide jail di benak nya . Dia mulai berbicara kepada Permaisuri lewat kemampuan yang dia miliki .
" Nenek tua bodoh , kau sungguh rendahan membuat rencana murahan seperti ini . Kau pikir aku tidak tahu rencana kecil mu ini "
Permaisuri mengernyit , dia mendengar perkataan Zhu Que . Akan tetapi dia seperti mendengar suara itu muncul di benak nya . Apa dia sedang berhalusinasi .
" tidak kau tidak sedang berhalusinasi . Ini memang aku Liu Zhu Que , berhentilah berekspresi bodoh seperti itu " Zhu Que kembali berbicara lewat telepati kepada Permaisuri Wu
Permaisuri memalingkan pandangan nya kepada Zhu Que . Dan bisa di lihat Zhu Que sedang tersenyum , lebih tepat nya menyeringai .
__ADS_1
" Siapa yang kau bilang bodoh ? siapa nenek tua . Kau hanya bocah kecil beraninya mengolok seorang Permaisuri " bentak Permaisuri Wu
Semua orang yang ada di aula mengernyitkan dahi . Pasalnya mereka tidak tahu maksud dari ucapan Permaisuri yang tiba tiba marah kepada Zhu Que .
" Apa yang Permaisuri maksud . Apa Permaisuri berencana memfitnah saya karena tidak rela untuk meminta maaf ? " Zhu Que memasang wajah seakan tidak tau apa yang dimaksud Permaisuri Wu
" Kau barusan bilang aku adalah Nenek Bodoh " bentak Permaisuri
" Saya tidak mengerti apa yang Permaisuri katakan . Jika Permaisuri tidak mau meminta maaf saya tidak keberatan . Dengan senang hati saya akan memaafkan . Akan tetapi tidak untuk sebuah fitnahan yang tidak masuk akal seperti ini " Zhu Que mengeluarkan air mata buaya nya .
Semua orang menatap iba kepada Zhu Que dan menyayangkan sifat Permaisuri yang begitu rendahan .
" CUKUP " suara Kaisar mendominasi
" PENGAWAL BAWA PERMAISURI KE ISTANA DINGIN . MULAI SEKARANG GELAR PERMAISURI AKAN ZHEN CABUT " Ucap Kaisar
Semua orang terkejut dengan keputusan Kaisar , kecuali Zhu Que tentu nya . Permaisuri terduduk lemas saat mendengar bahwa gelar Permaisuri nya di cabut .
" Ayah jangan cabut gelar Permaisuri dari bunda " ucap Putri Mei Qi
" Pengawal bawa Putri Mei Qi ke Kediaman nya , jangan biarkan dia keluar selama tiga bulan . Suruh dia menyalin kembali tentang tatakrama "
" Ayahhh tidakk , maaf kann putri ini "
Mei Qi di bawa pengawal ke Kediaman nya . Sementara di Aual tidak ada satu pun yang berani buka suara , yang ada hanya tangisan pilu dari Permaisuri .
" Yang Mulia mohon pertimbangkan perkataan anda lagi . Meskipun kali ini permaisuri melakukan kesalahan , akan tetapi Yang Mulia harus mengingat pengorbanan nya " Mentri Wu bersujud di samping Permaisuri
" Sudah bagus Zhen tidak menceraikan nya " sarkas Kaisar
" Cepat bawa Permaisuri " ucap Kaisar
Pengawal membawa Permaisuri yang terus menangis dan memberontak meminta pengampunan . Tapi Kaisar tidak mengindahkan nya .
" Ayahanda apa tidak ada kesempatan ibunda untuk mempertahankan posisi nya " Putra Mahkota kini membuka suara nya
" Kau tahu mana yang baik dan yang benar " Kaisar meninggalkan Aula dengan perasaan marah , kecewa dan malu .
*
Semua orang sudah kembali ke Kediaman masing masing , setelah pesta di bubarkan setengah jalan .
Berita tentang perbuatan Permaisuri Wu yang digulingkan dari tahta karena terbukti hampir membunuh Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar sudah tersebar di kekaisaran Zhao .
Semua orang menyayangkan akan sikap tercela dari seorang Permaisuri yang seharus nya memberikan contoh baik kepada semua orang .
*
Zhu Que terkekeh geli saat dia membayangkan bagaimana tindakan konyol Permaisuri yang membuat Kaisar menanggung malu .
" Que'er apa kau baik baik saja "
" Ge , sejak kapan kau berdiri di situ "
" Sejak kau tertawa sendiri , entah apa yang kau tertawakan " Shen Zhi menjatuhkan badan nya di kursi yang berhadapan dengan Zhu Que
" Tadi gege mencari mu , dan Jinxing bilang kau ada di perpustakaan " ucap Shen Zhi
" ada apa ? " tanya Zhu Que
" lusa gege akan mengunjungu A Li . Apa kau akan ikut ? " tanya Shen Zhi
" seminggu yang lalu aku sudah berkunjung ge , kurasa aku tidak akan ikut " ucap Zhu Que
" baiklah "
" ada yang ingin gege katakan lagi ? " Zhu Que melihat keraguan di mata Shen Zhi
" soal itu , apa kau tadi tak apa " tanya Shen Zhi
" aku tidak apa apa ge , hanya trik murahan aku bisa menangani nya " ucap Zhu Que
" Syukurlah , aku tidak menyangka bahwa Permaisuri akan menargetkan mu . Apakah kau menyinggung nya ? "
" tidak . Jangan di pikirkan lagi ge , aku tidak apa apa kok " yakin Zhu Que
" Yasudah , istirahatlah ini sudah larut . Gege akan kembali "
" En "
*
Ke esokan hari nya , pengawal kerajaan membawa banyak hadiah ke kediaman Jendral Liu . Terdapat 8 box besar yang berisi Set Perhiasan , Kain Sutra , Emas , Giok dan semua barang barang mewah lain nya .
Jendral Liu yang mendapat laporan jika orang orang istana membawa banyak hadiah mengernyitkan dahi nya bingung . Ada apa ? pikir nya .
Semua orang di Kediaman Jendral Liu sudah berkumpul di halaman dengan melihat banyak nya hadiah yang di kirim .
" Ayahanda ini seperti hadiah untuk pertunangan " ucap Fengjiu . Fengjiu berharap ini hadiah dari Putra Mahkota untuk nya .
" Sebenar nya ada apa ini " tanya Jendral Liu kepada salah satu pengawal kerajaan
" hamba ingin menyampaikan dektrit Kaisar , akan tetapi Putri Ketiga harus mendengar dekrit ini juga "
Jendral Liu menyuruh salah satu pengawal untuk memberitahu Zhu Que agar segera kemari .
Tidak butuh waktu lama , terlihat Zhu Que yang kini berjalan ke arah Jendral Liu di ikuti oleh Jinxing .
" Ada apa ayah memanggil ku " tanya Zhu Que to the point tanpa ada embel-embel mengucapkan salam
" Kemarilah Que'er , kaisar akan menurunkan dekrit nya " ucap Jendral Liu
__ADS_1
" Kaisar Zhao telah menurunkan dekrit nya , bahwa Putri Ketiga Jendral Besar akan Menikah dengan Pangeran Ketiga , satu minggu lagi " ucap Pengawal itu lantang .
Jedarrr
Bak tersambar petir di siang bolong , Zhu Que membelalakan mata nya . Zhu Que berharap dia sedang berada di alam mimpi sekarang .
Tidak hanya Zhu Que , Jendral Liu , Shen Zhi dan Fengjiu pun tidak kalah terkejut nya .
" Apa ini ? kenapa bisa , aku tidak ingin menikah " ucap Zhu Que
" Maaf Putri , Dekrit Kaisar adalah perintah mutlak . Jika Putri menolak , hamba tidak yakin bagaimana keselamatan keluarga putri " ucap Pengawal
" Kau mengancam ku " tanya Zhu Que . Sungguh dia sangat muak dengan semua ini . Meskipun dia tertarik dengan Pangeran Ketiga tapi entah kenapa hati nya merasa bahwa dia bersalah kepada seseorang jika berdekatan dengan pria lain . Tapi Zhu Que tidak mengerti kenapa dia bisa merasa bersalah .
" Ampun putri sebaik nya putri menerima lamaran ini . Pernikahan akan segera di langsungkan seminggu lagi . Kalau sudah tidak ada yang ingin Putri katakan Hamba pamit undur diri "
Zhu Que hanya terdiam , dia mengingat ucapan Pangeran Ketiga sebelum Pangeran Ketiga pergi entah kemana waktu itu .
" jadi dia menepati janji nya " batin Zhu Que
" Que'er apa kau tidak menuyukai Pangeran Ketiga . Jika kau keberatan Ayahanda akan menemui Kaisar untuk membicarakan pembatalan pernikahan ini " ucap jendral Liu
" Tidak apa ayahanda , Que'er akan menikah " ucap Zhu Que . Meskipun Zhu Que tahu jika Jendral Liu mampu membatalkan pernikahan ini , akan tetapi Zhu Que tidak ingin membuat ayah nya itu akan menerima kesulitan di masa depan . Jadi lebih baik dia menerima pernikahan nya saja .
" Baiklah semua keputusan ada pada dirimu "
Berita Pernikahan Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar Dan Pangeran Ketiga Zhao Hua Yun yang akan di adakan Seminggu lagi , kini menjadi berita utama di Kekaisaran Zhao . Banyak orang yang merasa jika Pernikahan ini akan sangat berkesan , mengingat kedua orang yang bisa di kategorikan dengan kata sempurna itu akan di sandingkan dalam sebuah ikatan benang merah .
Ada juga yang membicarakan Zhu Que yang tidak pantas bagi Pangeran Ketiga , mengingat bagaimana Putra Mahkota bahkan membuang nya .
*
Hari terus berganti . Kini tepat dimana hari yang akan membuat Zhu Que melepaskan masa lajang nya .
Sedari tadi para pelayan sibuk kesana kemari menyiapkan keperluan yang akan Zhu Que butuhkan .
Disinilah , di pantulan sebuah cermin Zhu Que menatap kosong pada dirinya . Semua pikiran nya entah melayang kemana . Semua pelayan kini sibuk menata hiasan rambut yang harus Zhu Que gunakan .
Keraguan muncul di hati Zhu Que , sejak kejadian dua hari yang lalu , di mana dia sedang menikmati suasana segar di pinggir danau . Sebuah suara muncul di benak nya . Suara Pria yang begitu Familiar dan mampu membuat jantung nya berdegup lebih kencang dari biasanya .
" apa kau akan menikahi pria lain , kau sudah melupakan aku sebagai suami mu "
Suara itu terus terngiang di benak Zhu Que . Terdengar nada yang begitu memilukan di balik perkataan nya .
Apa Zhu Que harus mundur sekarang . Akan tetapi ini sudah cukup terlambat . Hari ini dia akan Sah menjadi istri dari Pangeran Ketiga .
" sebenar nya suara siapa itu , dan kenapa seperti aku mengenal suara nya " batin Zhu Que
Zhu Que menceritakan kejadian di danau itu kepada Trotter dan Zeus . Mereka berdua memberi saran agar tidak menikahi Pangeran Ketiga
" *Sebaik nya kau tidak menikah dengan Pangeran itu Que'er " ucap Zeus
" kau bukan hanya seorang gadis bernama Zhu Que " ucap Trotter*
Zhu Que terus memikirkan apa yang di ucapkan mereka . Tapi yang membuat Zhu Que penasaran adalah perkataan Trotter yang menyebutkan jika dirinya bukan hanya gadis bernama Zhu Que , lantas siapa dia ?
Zhu Que terus bergelut dengan pikiran nya . Sampai kedatangan Jendral Liu pun tidak dia sadari . Hingga tepukan di pundak nya membuyarkan semua lamunan nya .
" Kau kenapa Que'er " tanya Jendral Liu
" Ayah , sejak kapan ayah disini " tanya Zhu Que
" Kau ini .. ayah sedari tadi berada di sini , kau saja yang tidak menyadari nya "
" hehe... maaf "
" apa kau baik baik saja dengan pernikahan ini " tanya Jendral Liu cemas
" Tenang lah Ayah , aku sangat baik . Sebentar lagi orang orang istana akan menjemput ku " ucap Zhu Que
Jendral Liu memeluk Zhu Que dengan erat
" Kau sudah besar sekarang nak , andai ibu mu masih ada , mungkin dia akan menangis karena tidak rela melepaskan putri satu satu nya yang akan segera menikah "
Zhu Que mendongak untuk melihat Jendral Liu , terlihat kilatan kerinduan dan kesedihan di kedua bola mata nya .
" Ayah benar , bisa saja sekarang ibunda sedang terharu melihat putri nya yang akan menikah . Terimakasih Ayah , aku pasti akan selalu mengunjungi mu " ucap Zhu Que
" Baiklah , sepertinya orang orang Istana sudah menunggu mu . Apa kau sudah siap "
" sudah ayah " ucap Zhu Que
Sebenarnya Jendral Liu belum merelakan kepergian Zhu Que yang akan segera menjadi Istri dari Pangeran Ketiga . Tapi mau bagaimana lagi , asalkan Putri nya bahagia Jendral Liu akan mengesampingkan ke egoisan nya .
Dan benar saja , setelah Zhu Que tiba di gerbang utama , utusan istana sudah menunggu nya .
Zhu Que memeluk Jendral Liu dan Shen Zhi sangat erat . Fengjiu ? Zhu Que tidak mungkin memeluk nya .
Zhu Que memasuki tandu Kereta yang sudah di persiapkan , tidak lupa Jinxing yang mengikuti nya .
Sedari tadi Zhu Que hanya terdiam , sampai akhir nya Kereta itu berhenti di di halaman utama .
Terlihat orang orang yang sudah berbaris menyambut kedatangan Zhu Que . Tandu kereta di ketuk oleh Pangeran Ketiga selama tiga kali . Dan Zhu Que di sambut dengan uluran tangan dari Pangeran Ketiga .
Tanpa menunggu lama Zhu Que membalas uluran tangan itu dan segera keluar dari tandu nya .
Pangeran Ketiga membawa Zhu Que ke Aula Utama untuk segera melangsungkan acara pernikahan mereka .
.
.
__ADS_1