Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Pengasingan Permaisuri dan Pernikahan Zhu Que


__ADS_3

...Brakkk...


..." LANCANG " Marah Permaisuri Wu...


...--------------------------------...


Penari itu semakin bergetar hebat saat mendengar kemarahan dari Permaisuri


" Kau tau apa yang akan terjadi jika menuduh seorang Permaisuri " kini Mentri Wu ikut bersuara


" S..saya tidak ber..anii "


" Lancang , rendahan sepertimu berani memfitnah seorang Permaisuri . Pengawal bunuh wanita rendahan itu " ucap Mentri Wu


" Tunggu " Zhu Que menyeringi menatap Mentri Wu


Semua orang mengalihkan pandangan mereka kepada Zhu Que


" Kenapa Mentri Wu terburu buru ingin membunuh penari itu . Apakah Mentri Wu ingin menghilangkan bukti " perkataan yang di lontarkan Zhu Que berhasil menyita perhatian semua orang yang berada di aula .


Mentri Wu mengepal


" sepertinya Putri Liu Zhu Que salah paham kepada mentri ini . Mentri ini hanya tidak suka orang orang yang menghina Permaisuri , bagaimanapun juga permaisuri adalah wanita nomor satu di kekaisaran ini dan tidak pantas jika seorang wanita rendahan menghina nya tanpa bukti " ucap Mentri Wu


Banyak para tamu yang kini mulai mencemooh Zhu Que . Dan itu semakin membuat Mentri Wu bersemangat untuk menyudutkan nya .


" Tapi meskipun begitu , Mentri Wu tidak ada hak untuk langsung menyuruh Pengawal membunuh nya . Apa Mentri Wu melupakan sosok yang paling berkuasa disini "


Seketika Mentri Wu membeku . Dia merutuki kecerobohan nya dan melupakan sosok Kaisar .


" Ampuni hamba Yang Mulia , hamba tidak mengendalikan emosi " ucap Mentri Wu


" Jendral Liu , apakah Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar tidak belajar bagaimana cara berbicara dengan orang yang lebih tua " sindir Permaisuri


" Ampun Permaisuri , jangan menanyakan hal itu kepada Ayahanda . Karena saya mempunyai prinsip yaitu menghormati jika orang itu pantas di hormati . Begitupun sebalik nya , jika orang itu akan menggigit maka saya tidak akan segan lagi " ucap Zhu Que santai namun terkesan seperti peringatan


Atmosfer di Aula utama kian memanas . Tatapan membunuh kini di layangkan oleh Permaisuri kepada Zhu Que .


Brakkk


Pintu aula di buka secara paksa . Terlihat Anggota Underground yang membawa Tiga belas orang berpakaian hitam yang sudah memiliki luka lebam di sekitar wajah nya .


Ketiga belas orang itu bersujud di belakang para penari .


" Siapa orang orang itu " tanya Kaisar


" Yang Mulia bisa mengintrogasi mereka . Salah satu dari mereka yang melesatkan panah itu " ucap salah satu anggota underground .


" Jadi siapa yang menyuruh kalian " tanya Kaisar


Salah satu Anggota Underground memberikan sebuah gulungan kepada Kaisar .


" Jika mereka tidak mau berbicara , mungkin kertas ini bisa menjawab semua nya " ucap salah anggota underground


Saat mendengar perkataan Anggota Underground . Raut wajah Permaisuri kian memucat , ada sedikit rasa was was yang menghampiri nya . Tapi masih terdapat kepercayaan di dalam hati karena dia sudah benar benar menata rapi untuk semua nya . Mungkin Permaisuri lupa siapa Anggota Underground dan bagaimana mereka bertugas . Meskipun bukti telah di lenyapkan tapi itu tidak akan membuat mereka kesusahan untuk mencari bukti .


Wajah Kaisar menggelap , rahang nya kian mengeras . Semua orang bisa menebak bahwa Kaisar sedang dalam keadaan emosi .


" PERMAISURI WU BERANI NYA KAU " Suara Kaisar menggema di dalam Aula . Aura membunuh yang Kaisar keluarkan sangat pekat , bahkan ada juga yang tidak kuat menahan aura nya hingga tidak sadarkan diri .


Permaisuri Wu bangkit dari tempat duduk nya dan segera bersujud di depan Kaisar .


" Ampun Yang Mulia saya tidak mengerti " ucap Permaisuri


Kaisar melempar gulungan kertas yang sedari tadi dia remas . Permaisuri terlihat kaget , kemudian segera mengubah raut wajah nya menjadi memelas .


" Yang mulia mohon ampuni saya yang gelap mata hiks.. "


" Jangan meminta maaf kepada Zhen , minta maaf lah kepada orang yang hampir kau bunuh " ucap Kaisar dingin


Semua orang terkejut mendengar penuturan Kaisar , mereka tidak menyangka seorang Permaisuri bisa melakukan tindakan yang murahan seperti ini . Apalagi target nya adalah Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar . Apa Permaisuri lupa jika Jendral Besar tidak mudah di singgung , meskipun kedudukan Permaisuri lebih tinggi tapi kekuatan militer terbesar berada di tangan Jendral Liu . pikir mereka .


Permaisuri Wu terdiam . Apa dia benar benar harus meminta maaf kepada seorang gadis yang bahkan tidak memiliki kedudukan lebih tinggi dari nya .


Demi keselamatan dirinya , Permaisuri Wu akhirnya bangkit dan mendekati kursi dimana Zhu Que berada .


Dukkk


Permaisuri bersimpuh dengan tangisan yang di buat sepilu mungkin .


" Ayahanda maafkan lah ibunda " ucap Putri Mei Qi


Putra Mahkota ingin membela ibu kandung nya , akan tetapi ibu nya tetap bersalah , dan dia tidak bisa membela orang yang salah .


" Ayahanda keterlaluan , ibunda adalah seorang Permaisuri dan dia harus memohon di depan semua orang hanya untuk gadis rendahan " ucap Putri Mei Qi


Brakkk


" Mohon Putri jaga perkataan putri . Siapa yang putri maksud gadis rendahan ? " marah Jendral Liu


Permaisuri yang mendengar Putri nya di bentak lalu bangkit . " Siapa yang kau bentak Jendral . Sadarlah akan posisi mu " marah Permaisuri


Zhu Que yang melihat drama ini hanya diam menyimak . Terpintas ide jail di benak nya . Dia mulai berbicara kepada Permaisuri lewat kemampuan yang dia miliki .


" Nenek tua bodoh , kau sungguh rendahan membuat rencana murahan seperti ini . Kau pikir aku tidak tahu rencana kecil mu ini "


Permaisuri mengernyit , dia mendengar perkataan Zhu Que . Akan tetapi dia seperti mendengar suara itu muncul di benak nya . Apa dia sedang berhalusinasi .


" tidak kau tidak sedang berhalusinasi . Ini memang aku Liu Zhu Que , berhentilah berekspresi bodoh seperti itu " Zhu Que kembali berbicara lewat telepati kepada Permaisuri Wu


Permaisuri memalingkan pandangan nya kepada Zhu Que . Dan bisa di lihat Zhu Que sedang tersenyum , lebih tepat nya menyeringai .

__ADS_1


" Siapa yang kau bilang bodoh ? siapa nenek tua . Kau hanya bocah kecil beraninya mengolok seorang Permaisuri " bentak Permaisuri Wu


Semua orang yang ada di aula mengernyitkan dahi . Pasalnya mereka tidak tahu maksud dari ucapan Permaisuri yang tiba tiba marah kepada Zhu Que .


" Apa yang Permaisuri maksud . Apa Permaisuri berencana memfitnah saya karena tidak rela untuk meminta maaf ? " Zhu Que memasang wajah seakan tidak tau apa yang dimaksud Permaisuri Wu


" Kau barusan bilang aku adalah Nenek Bodoh " bentak Permaisuri


" Saya tidak mengerti apa yang Permaisuri katakan . Jika Permaisuri tidak mau meminta maaf saya tidak keberatan . Dengan senang hati saya akan memaafkan . Akan tetapi tidak untuk sebuah fitnahan yang tidak masuk akal seperti ini " Zhu Que mengeluarkan air mata buaya nya .


Semua orang menatap iba kepada Zhu Que dan menyayangkan sifat Permaisuri yang begitu rendahan .


" CUKUP " suara Kaisar mendominasi


" PENGAWAL BAWA PERMAISURI KE ISTANA DINGIN . MULAI SEKARANG GELAR PERMAISURI AKAN ZHEN CABUT " Ucap Kaisar


Semua orang terkejut dengan keputusan Kaisar , kecuali Zhu Que tentu nya . Permaisuri terduduk lemas saat mendengar bahwa gelar Permaisuri nya di cabut .


" Ayah jangan cabut gelar Permaisuri dari bunda " ucap Putri Mei Qi


" Pengawal bawa Putri Mei Qi ke Kediaman nya , jangan biarkan dia keluar selama tiga bulan . Suruh dia menyalin kembali tentang tatakrama "


" Ayahhh tidakk , maaf kann putri ini "


Mei Qi di bawa pengawal ke Kediaman nya . Sementara di Aual tidak ada satu pun yang berani buka suara , yang ada hanya tangisan pilu dari Permaisuri .


" Yang Mulia mohon pertimbangkan perkataan anda lagi . Meskipun kali ini permaisuri melakukan kesalahan , akan tetapi Yang Mulia harus mengingat pengorbanan nya " Mentri Wu bersujud di samping Permaisuri


" Sudah bagus Zhen tidak menceraikan nya " sarkas Kaisar


" Cepat bawa Permaisuri " ucap Kaisar


Pengawal membawa Permaisuri yang terus menangis dan memberontak meminta pengampunan . Tapi Kaisar tidak mengindahkan nya .


" Ayahanda apa tidak ada kesempatan ibunda untuk mempertahankan posisi nya " Putra Mahkota kini membuka suara nya


" Kau tahu mana yang baik dan yang benar " Kaisar meninggalkan Aula dengan perasaan marah , kecewa dan malu .


*


Semua orang sudah kembali ke Kediaman masing masing , setelah pesta di bubarkan setengah jalan .


Berita tentang perbuatan Permaisuri Wu yang digulingkan dari tahta karena terbukti hampir membunuh Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar sudah tersebar di kekaisaran Zhao .


Semua orang menyayangkan akan sikap tercela dari seorang Permaisuri yang seharus nya memberikan contoh baik kepada semua orang .


*


Zhu Que terkekeh geli saat dia membayangkan bagaimana tindakan konyol Permaisuri yang membuat Kaisar menanggung malu .


" Que'er apa kau baik baik saja "


" Ge , sejak kapan kau berdiri di situ "


" Sejak kau tertawa sendiri , entah apa yang kau tertawakan " Shen Zhi menjatuhkan badan nya di kursi yang berhadapan dengan Zhu Que


" Tadi gege mencari mu , dan Jinxing bilang kau ada di perpustakaan " ucap Shen Zhi


" ada apa ? " tanya Zhu Que


" lusa gege akan mengunjungu A Li . Apa kau akan ikut ? " tanya Shen Zhi


" seminggu yang lalu aku sudah berkunjung ge , kurasa aku tidak akan ikut " ucap Zhu Que


" baiklah "


" ada yang ingin gege katakan lagi ? " Zhu Que melihat keraguan di mata Shen Zhi


" soal itu , apa kau tadi tak apa " tanya Shen Zhi


" aku tidak apa apa ge , hanya trik murahan aku bisa menangani nya " ucap Zhu Que


" Syukurlah , aku tidak menyangka bahwa Permaisuri akan menargetkan mu . Apakah kau menyinggung nya ? "


" tidak . Jangan di pikirkan lagi ge , aku tidak apa apa kok " yakin Zhu Que


" Yasudah , istirahatlah ini sudah larut . Gege akan kembali "


" En "


*


Ke esokan hari nya , pengawal kerajaan membawa banyak hadiah ke kediaman Jendral Liu . Terdapat 8 box besar yang berisi Set Perhiasan , Kain Sutra , Emas , Giok dan semua barang barang mewah lain nya .


Jendral Liu yang mendapat laporan jika orang orang istana membawa banyak hadiah mengernyitkan dahi nya bingung . Ada apa ? pikir nya .


Semua orang di Kediaman Jendral Liu sudah berkumpul di halaman dengan melihat banyak nya hadiah yang di kirim .


" Ayahanda ini seperti hadiah untuk pertunangan " ucap Fengjiu . Fengjiu berharap ini hadiah dari Putra Mahkota untuk nya .


" Sebenar nya ada apa ini " tanya Jendral Liu kepada salah satu pengawal kerajaan


" hamba ingin menyampaikan dektrit Kaisar , akan tetapi Putri Ketiga harus mendengar dekrit ini juga "


Jendral Liu menyuruh salah satu pengawal untuk memberitahu Zhu Que agar segera kemari .


Tidak butuh waktu lama , terlihat Zhu Que yang kini berjalan ke arah Jendral Liu di ikuti oleh Jinxing .


" Ada apa ayah memanggil ku " tanya Zhu Que to the point tanpa ada embel-embel mengucapkan salam


" Kemarilah Que'er , kaisar akan menurunkan dekrit nya " ucap Jendral Liu

__ADS_1


" Kaisar Zhao telah menurunkan dekrit nya , bahwa Putri Ketiga Jendral Besar akan Menikah dengan Pangeran Ketiga , satu minggu lagi " ucap Pengawal itu lantang .


Jedarrr


Bak tersambar petir di siang bolong , Zhu Que membelalakan mata nya . Zhu Que berharap dia sedang berada di alam mimpi sekarang .


Tidak hanya Zhu Que , Jendral Liu , Shen Zhi dan Fengjiu pun tidak kalah terkejut nya .


" Apa ini ? kenapa bisa , aku tidak ingin menikah " ucap Zhu Que


" Maaf Putri , Dekrit Kaisar adalah perintah mutlak . Jika Putri menolak , hamba tidak yakin bagaimana keselamatan keluarga putri " ucap Pengawal


" Kau mengancam ku " tanya Zhu Que . Sungguh dia sangat muak dengan semua ini . Meskipun dia tertarik dengan Pangeran Ketiga tapi entah kenapa hati nya merasa bahwa dia bersalah kepada seseorang jika berdekatan dengan pria lain . Tapi Zhu Que tidak mengerti kenapa dia bisa merasa bersalah .


" Ampun putri sebaik nya putri menerima lamaran ini . Pernikahan akan segera di langsungkan seminggu lagi . Kalau sudah tidak ada yang ingin Putri katakan Hamba pamit undur diri "


Zhu Que hanya terdiam , dia mengingat ucapan Pangeran Ketiga sebelum Pangeran Ketiga pergi entah kemana waktu itu .


" jadi dia menepati janji nya " batin Zhu Que


" Que'er apa kau tidak menuyukai Pangeran Ketiga . Jika kau keberatan Ayahanda akan menemui Kaisar untuk membicarakan pembatalan pernikahan ini " ucap jendral Liu


" Tidak apa ayahanda , Que'er akan menikah " ucap Zhu Que . Meskipun Zhu Que tahu jika Jendral Liu mampu membatalkan pernikahan ini , akan tetapi Zhu Que tidak ingin membuat ayah nya itu akan menerima kesulitan di masa depan . Jadi lebih baik dia menerima pernikahan nya saja .


" Baiklah semua keputusan ada pada dirimu "


Berita Pernikahan Putri Ketiga Kediaman Jendral Besar Dan Pangeran Ketiga Zhao Hua Yun yang akan di adakan Seminggu lagi , kini menjadi berita utama di Kekaisaran Zhao . Banyak orang yang merasa jika Pernikahan ini akan sangat berkesan , mengingat kedua orang yang bisa di kategorikan dengan kata sempurna itu akan di sandingkan dalam sebuah ikatan benang merah .


Ada juga yang membicarakan Zhu Que yang tidak pantas bagi Pangeran Ketiga , mengingat bagaimana Putra Mahkota bahkan membuang nya .


*


Hari terus berganti . Kini tepat dimana hari yang akan membuat Zhu Que melepaskan masa lajang nya .


Sedari tadi para pelayan sibuk kesana kemari menyiapkan keperluan yang akan Zhu Que butuhkan .


Disinilah , di pantulan sebuah cermin Zhu Que menatap kosong pada dirinya . Semua pikiran nya entah melayang kemana . Semua pelayan kini sibuk menata hiasan rambut yang harus Zhu Que gunakan .


Keraguan muncul di hati Zhu Que , sejak kejadian dua hari yang lalu , di mana dia sedang menikmati suasana segar di pinggir danau . Sebuah suara muncul di benak nya . Suara Pria yang begitu Familiar dan mampu membuat jantung nya berdegup lebih kencang dari biasanya .


" apa kau akan menikahi pria lain , kau sudah melupakan aku sebagai suami mu "


Suara itu terus terngiang di benak Zhu Que . Terdengar nada yang begitu memilukan di balik perkataan nya .


Apa Zhu Que harus mundur sekarang . Akan tetapi ini sudah cukup terlambat . Hari ini dia akan Sah menjadi istri dari Pangeran Ketiga .


" sebenar nya suara siapa itu , dan kenapa seperti aku mengenal suara nya " batin Zhu Que


Zhu Que menceritakan kejadian di danau itu kepada Trotter dan Zeus . Mereka berdua memberi saran agar tidak menikahi Pangeran Ketiga


" *Sebaik nya kau tidak menikah dengan Pangeran itu Que'er " ucap Zeus


" kau bukan hanya seorang gadis bernama Zhu Que " ucap Trotter*


Zhu Que terus memikirkan apa yang di ucapkan mereka . Tapi yang membuat Zhu Que penasaran adalah perkataan Trotter yang menyebutkan jika dirinya bukan hanya gadis bernama Zhu Que , lantas siapa dia ?


Zhu Que terus bergelut dengan pikiran nya . Sampai kedatangan Jendral Liu pun tidak dia sadari . Hingga tepukan di pundak nya membuyarkan semua lamunan nya .


" Kau kenapa Que'er " tanya Jendral Liu


" Ayah , sejak kapan ayah disini " tanya Zhu Que


" Kau ini .. ayah sedari tadi berada di sini , kau saja yang tidak menyadari nya "


" hehe... maaf "


" apa kau baik baik saja dengan pernikahan ini " tanya Jendral Liu cemas


" Tenang lah Ayah , aku sangat baik . Sebentar lagi orang orang istana akan menjemput ku " ucap Zhu Que


Jendral Liu memeluk Zhu Que dengan erat


" Kau sudah besar sekarang nak , andai ibu mu masih ada , mungkin dia akan menangis karena tidak rela melepaskan putri satu satu nya yang akan segera menikah "


Zhu Que mendongak untuk melihat Jendral Liu , terlihat kilatan kerinduan dan kesedihan di kedua bola mata nya .


" Ayah benar , bisa saja sekarang ibunda sedang terharu melihat putri nya yang akan menikah . Terimakasih Ayah , aku pasti akan selalu mengunjungi mu " ucap Zhu Que


" Baiklah , sepertinya orang orang Istana sudah menunggu mu . Apa kau sudah siap "


" sudah ayah " ucap Zhu Que


Sebenarnya Jendral Liu belum merelakan kepergian Zhu Que yang akan segera menjadi Istri dari Pangeran Ketiga . Tapi mau bagaimana lagi , asalkan Putri nya bahagia Jendral Liu akan mengesampingkan ke egoisan nya .


Dan benar saja , setelah Zhu Que tiba di gerbang utama , utusan istana sudah menunggu nya .


Zhu Que memeluk Jendral Liu dan Shen Zhi sangat erat . Fengjiu ? Zhu Que tidak mungkin memeluk nya .


Zhu Que memasuki tandu Kereta yang sudah di persiapkan , tidak lupa Jinxing yang mengikuti nya .


Sedari tadi Zhu Que hanya terdiam , sampai akhir nya Kereta itu berhenti di di halaman utama .


Terlihat orang orang yang sudah berbaris menyambut kedatangan Zhu Que . Tandu kereta di ketuk oleh Pangeran Ketiga selama tiga kali . Dan Zhu Que di sambut dengan uluran tangan dari Pangeran Ketiga .


Tanpa menunggu lama Zhu Que membalas uluran tangan itu dan segera keluar dari tandu nya .


Pangeran Ketiga membawa Zhu Que ke Aula Utama untuk segera melangsungkan acara pernikahan mereka .


.


.

__ADS_1


__ADS_2