Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Malam Pertama dan Hubungan Gelap


__ADS_3

...Pangeran Ketiga membawa Zhu Que ke Aula Utama untuk segera melangsungkan acara pernikahan mereka...


...--------------------------------...


Sesampai nya di aula , Zhu Que bisa melihat semua pasang mata memperhatikan nya .


Entah kenapa tiba tiba perasaan nya merasa tidak enak . Mungkin karena terlalu di perhatikan .


Upacara pernikahan kini berlangsung di atas altar . Semua pasang mata tidak henti henti nya menatap Zhu Que yang kini memakai pakaian berwarna Merah yang melambangkan Kejayaan berdiri disamping Pangeran Ketiga yang juga tampak lebih tampan dan gagah .


Di atas altar pernikahan , Pangeran Hua Yun dan Zhu Que mengucapkan sumpah dan janji suci .


Acara berjalan dengan lancar . Hingga tiba lah malam yang sering di sebut malam pertama untuk para pengantin yang baru menikah .


Zhu Que kini duduk di tepi ranjang dengan tudung kepala berwarna merah bersulam burung phoenix yang masih menutupi kepala nya . Bisakah Zhu Que mengatakan kalau dia sekarang benar benar gugup .


Krieetttt


Bersamaan dengan pintu di buka , degup jantung Zhu Que berdetak sangat cepat melebihi batas normal . Bisa Zhu Que dengar suara langkah kaki yang Zhu Que yakini jika itu adalah Pangeran Ketiga .


Perlahan tudung di kepala Zhu Que mulai di angkat dan di lepaskan .


" Sayang " suara Pangeran Hua Yun mengalun begitu indah di indra pendengaran Zhu Que


Zhu Que yang sedari tadi menunduk , kini mendongakan wajah nya . Bisa Zhu Que lihat iris hitam pekat yang di miliki Pangeran Hua Yun . Jangan lupa senyum yang mengoyahkan iman .


" Que'er marii.... "


" a..aahh itu emm anu ak..aku ingin ke kamar mandi " ucap Zhu Que


" kamar mandi ? apa kau baik baik saja " tanya Pangeran Ketiga


" Yaa yaa ak..aku ke kamar mandi "


Dengan gerakan seribu langkah Zhu Que pergi ke kamar mandi dengan tergesa gesa dan langsung mengkunci nya


Entah berapa lama Zhu Que berdiam diri di pemandian dengan pikiran yang gelisah


" Aduhh gimana ini aku belum siap " gumam Zhu Que


Kata malam pertama kini menghantui pikiran nya .


tok tok tok


" Que'er apa kau baik baik saja di dalam ? " tanya Pangeran Hua Yun memastikan


Zhu Que menggigit bibir bawah nya . Terlintas sebuah ide di pikiran nya


Cklek


Zhu Que membuka pintu kamar mandi .


" Apa kau baik baik saja Que'er ? wajah mu terlihat pucat " tanya Pangeran Ketiga

__ADS_1


" ahh Aku baik baik saja . Mungkin karena aku sedang datang bulan jadi perut ku sangat sakit " ucap Zhu Que


" maaf ya suami aku jadi berbohong " batin Zhu Que


" Yasudah , nanti aku akan menyuruh pelayan membuatkan mu sup agar merasa baikan . Sekarang istirahat lah "


" emm tapi "


" ada apa ? " tanya pangeran Hua Yun


" Aku ingin tidur di Kamar ku sendiri " ucap Zhu Que


" Tapi ini kamar mu juga " ucap Pangeran Hua Yun


" Maksud ku bisakah aku tidur sendiri ? , selama aku datang bulan aku merasa tidak nyaman jika tidur bersama orang lain "


" apa aku orang lain " tanya Pangeran Hua Yun


" bukan begitu maksud ku , kau mengerti kan " Zhu Que


" Baiklah , aku akan mengantarkan mu ke kamar "


Pangeran Hua Yun mengajak Zhu Que pergi ke kamar yang tidak terlalu jauh dari kamar nya .


**


Sudah Lima hari Zhu Que menyandang posisi Istri Sah Pangeran Ketiga . Selama itu pula Zhu Que masih menjalankan akting nya . Setiap hari Pangeran Hua Yun mengunjungi kamar nya . Selalu Menanyakan apa Zhu Que merasa lebih baik .


" Que'er apa kau akan mengunjungi Pangeran malam ini " tanya Jinxing


" Aku akan mengunjungi nya . Aku jadi merasa bersalah pada nya . Dia selalu baik padaku dan mengkhawatirkan ku tapi aku malah membohongi nya "


" Apa kau sudah mulai mencintai Pangeran Ketiga Que'er ? " goda Jinxing


" Ish kau ini .. Ya gimana ya sebenarnya aku sudah lama tertarik pada nya tapi mungkin belum di tahap jatuh cinta " ucap Zhu Que


" Baiklah semoga lancar nanti malam " ucap Jinxing mengedipkan sebelah mata nya


" Aishh kau menggoda ku " Pipi Zhu Que merah merona saat Jinxing terus menggoda nya .


*


Hari semakin larut , kini Zhu Que berjalan menuju tempat Pangeran Hua Yun berada . Sesampai nya disana , Zhu Que mengernyit


" kenapa tidak ada pengawal yang berjaga satu pun " gumam Zhu Que


Zhu Que mulai mendekati pintu Kamar Pangeran Hua Yun . Dengan langkah hati hati , Zhu Que berniat memberikan kejutan untuk Pangeran Hua Yun jika dia berkunjung ke kediaman nya .


Langkah kaki Zhu Que terhenti saat mendengar samar samar suara antara pria dan wanita sedang bercakap-cakap dari dalam kamar Pangeran Hua Yun .


Karna merasa penasaran , Zhu Que naik ke atas atap kamar Pangeran Hua Yun . Perlahan tapi pasti , Zhu Que membuat celah agar dia bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana .


" untung saja aku sudah menyamarkan keberadaan ku , jadi hua yun tidak akan tau aku mengintip " batin Zhu Que

__ADS_1


Zhu Que mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut kamar , hingga mata nya membelalak saat melihat Pria dan wanita yang kini sedang asik berciuman .


Seketika emosi Zhu Que memuncak , ingin sekali rasa nya membumi hanguskan orang yang sial nya adalah suami nya sendiri .


Dan mata nya kembali membelalak saat melihat siapa wanita yang sedang bersama nya


" Jing Liao " batin Zhu Que


Zhu Que benar benar merasa jijik terhadap pasangan yang kini sedang saling mengecap itu .


" Brengsekk .. beraninya kepara* itu main api di belakang ku " batin Zhu Que


Kedua orang itu melepaskan pagutan nya .


" Sayang , aku sudah lelah berpura pura menjadi istri yang baik . Lagipula Putra Mahkota bodoh itu tidak memperdulikan ku " rengek Jing Liao manja


" Sabar lah sayang , setelah aku mendapatkan kekuasaan militer . Kita akan segera merebut tahta kekaisaran ini dan membalaskan dendam untuk kekalahan Kekaisaran Jing " ucap Pangeran Hua Yun sembari mengelus rambut Jing Liao


" Kenapa ingin membantu Kekaisaran Jing , padahal kau adalah keturunan Kaisar Zhao "


" Aku benci dilahirkan sebagai keturunan Pria Brengse* itu , kalau saja dia tidak egois dan mementingkan tahta , ibu ku pasti masih hidup " Kilatan Kebencian tersirat di iris hitam pekat milik Hua Yun


" Terlebih kekasih ku adalah Putri Pertama Kaisar Jing , tentu saja aku harus berbakti kepada ayah mertua " lanjut nya


" Aku sangat mencintai mu . Kau harus berjanji untuk tidak menyentuh gadis bodoh itu " ucap Jing Liao


" Aku tidak bisa berjanji sayang . Jika aku tidak menyentuh nya bisa saja dia curiga kalau aku sengaja menghindari nya . Kau tenang saja Liao'er aku tidak akan menyentuh nya lebih dari sekali "


Zhu Que yang mendengar perkataan yang di ucapkan Hua Yun mengepalkan tangan nya


" Jangan kan sekali , kau bahkan tidak akan pernah bisa menyentuh ku seujung rambut pun . Dasar penjahat kelam** " batin Zhu Que


" Apakah dia masih datang bulan , aku takut kalau dia akan memergoki kita " ucap Jing Liao semanja mungkin


" Tenang saja . Dia tidak akan datang kemari " ucap Hua Yun


" bahkan aku sudah datang sedari tadi bodohh " batin Zhu Que


Zhu Que terus melihat Jing Liao yang manja kepada Hua Yun .


" Dia lebih cocok menjadi ulat bulu di rumah bordir , sungguh wanita yang menjijikan " batin Zhu Que


Ingin sekali Zhu Que membunuh mereka saat ini juga . Akan tetapi dia tidak akan terburu buru .


" aku akan memberikan kejutan yang bagus untuk kalian berdua . Sekarang , mari kita lakukan permainan yang akan kalian main kan . Tapi sepertinya pemeran utama akan segera berubah" batin Zhu Que


Zhu Que menyudahi kegiatan mengintip nya saat kedua orang itu kembali berpagutan . Dia memilih pergi ke Kediaman nya .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2