
...Pangeran Ketiga membawa Zhu Que ke Aula Utama untuk segera melangsungkan acara pernikahan mereka...
...--------------------------------...
Sesampai nya di aula , Zhu Que bisa melihat semua pasang mata memperhatikan nya .
Entah kenapa tiba tiba perasaan nya merasa tidak enak . Mungkin karena terlalu di perhatikan .
Upacara pernikahan kini berlangsung di atas altar . Semua pasang mata tidak henti henti nya menatap Zhu Que yang kini memakai pakaian berwarna Merah yang melambangkan Kejayaan berdiri disamping Pangeran Ketiga yang juga tampak lebih tampan dan gagah .
Di atas altar pernikahan , Pangeran Hua Yun dan Zhu Que mengucapkan sumpah dan janji suci .
Acara berjalan dengan lancar . Hingga tiba lah malam yang sering di sebut malam pertama untuk para pengantin yang baru menikah .
Zhu Que kini duduk di tepi ranjang dengan tudung kepala berwarna merah bersulam burung phoenix yang masih menutupi kepala nya . Bisakah Zhu Que mengatakan kalau dia sekarang benar benar gugup .
Krieetttt
Bersamaan dengan pintu di buka , degup jantung Zhu Que berdetak sangat cepat melebihi batas normal . Bisa Zhu Que dengar suara langkah kaki yang Zhu Que yakini jika itu adalah Pangeran Ketiga .
Perlahan tudung di kepala Zhu Que mulai di angkat dan di lepaskan .
" Sayang " suara Pangeran Hua Yun mengalun begitu indah di indra pendengaran Zhu Que
Zhu Que yang sedari tadi menunduk , kini mendongakan wajah nya . Bisa Zhu Que lihat iris hitam pekat yang di miliki Pangeran Hua Yun . Jangan lupa senyum yang mengoyahkan iman .
" Que'er marii.... "
" a..aahh itu emm anu ak..aku ingin ke kamar mandi " ucap Zhu Que
" kamar mandi ? apa kau baik baik saja " tanya Pangeran Ketiga
" Yaa yaa ak..aku ke kamar mandi "
Dengan gerakan seribu langkah Zhu Que pergi ke kamar mandi dengan tergesa gesa dan langsung mengkunci nya
Entah berapa lama Zhu Que berdiam diri di pemandian dengan pikiran yang gelisah
" Aduhh gimana ini aku belum siap " gumam Zhu Que
Kata malam pertama kini menghantui pikiran nya .
tok tok tok
" Que'er apa kau baik baik saja di dalam ? " tanya Pangeran Hua Yun memastikan
Zhu Que menggigit bibir bawah nya . Terlintas sebuah ide di pikiran nya
Cklek
Zhu Que membuka pintu kamar mandi .
" Apa kau baik baik saja Que'er ? wajah mu terlihat pucat " tanya Pangeran Ketiga
__ADS_1
" ahh Aku baik baik saja . Mungkin karena aku sedang datang bulan jadi perut ku sangat sakit " ucap Zhu Que
" maaf ya suami aku jadi berbohong " batin Zhu Que
" Yasudah , nanti aku akan menyuruh pelayan membuatkan mu sup agar merasa baikan . Sekarang istirahat lah "
" emm tapi "
" ada apa ? " tanya pangeran Hua Yun
" Aku ingin tidur di Kamar ku sendiri " ucap Zhu Que
" Tapi ini kamar mu juga " ucap Pangeran Hua Yun
" Maksud ku bisakah aku tidur sendiri ? , selama aku datang bulan aku merasa tidak nyaman jika tidur bersama orang lain "
" apa aku orang lain " tanya Pangeran Hua Yun
" bukan begitu maksud ku , kau mengerti kan " Zhu Que
" Baiklah , aku akan mengantarkan mu ke kamar "
Pangeran Hua Yun mengajak Zhu Que pergi ke kamar yang tidak terlalu jauh dari kamar nya .
**
Sudah Lima hari Zhu Que menyandang posisi Istri Sah Pangeran Ketiga . Selama itu pula Zhu Que masih menjalankan akting nya . Setiap hari Pangeran Hua Yun mengunjungi kamar nya . Selalu Menanyakan apa Zhu Que merasa lebih baik .
" Que'er apa kau akan mengunjungi Pangeran malam ini " tanya Jinxing
" Aku akan mengunjungi nya . Aku jadi merasa bersalah pada nya . Dia selalu baik padaku dan mengkhawatirkan ku tapi aku malah membohongi nya "
" Apa kau sudah mulai mencintai Pangeran Ketiga Que'er ? " goda Jinxing
" Ish kau ini .. Ya gimana ya sebenarnya aku sudah lama tertarik pada nya tapi mungkin belum di tahap jatuh cinta " ucap Zhu Que
" Baiklah semoga lancar nanti malam " ucap Jinxing mengedipkan sebelah mata nya
" Aishh kau menggoda ku " Pipi Zhu Que merah merona saat Jinxing terus menggoda nya .
*
Hari semakin larut , kini Zhu Que berjalan menuju tempat Pangeran Hua Yun berada . Sesampai nya disana , Zhu Que mengernyit
" kenapa tidak ada pengawal yang berjaga satu pun " gumam Zhu Que
Zhu Que mulai mendekati pintu Kamar Pangeran Hua Yun . Dengan langkah hati hati , Zhu Que berniat memberikan kejutan untuk Pangeran Hua Yun jika dia berkunjung ke kediaman nya .
Langkah kaki Zhu Que terhenti saat mendengar samar samar suara antara pria dan wanita sedang bercakap-cakap dari dalam kamar Pangeran Hua Yun .
Karna merasa penasaran , Zhu Que naik ke atas atap kamar Pangeran Hua Yun . Perlahan tapi pasti , Zhu Que membuat celah agar dia bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana .
" untung saja aku sudah menyamarkan keberadaan ku , jadi hua yun tidak akan tau aku mengintip " batin Zhu Que
__ADS_1
Zhu Que mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut kamar , hingga mata nya membelalak saat melihat Pria dan wanita yang kini sedang asik berciuman .
Seketika emosi Zhu Que memuncak , ingin sekali rasa nya membumi hanguskan orang yang sial nya adalah suami nya sendiri .
Dan mata nya kembali membelalak saat melihat siapa wanita yang sedang bersama nya
" Jing Liao " batin Zhu Que
Zhu Que benar benar merasa jijik terhadap pasangan yang kini sedang saling mengecap itu .
" Brengsekk .. beraninya kepara* itu main api di belakang ku " batin Zhu Que
Kedua orang itu melepaskan pagutan nya .
" Sayang , aku sudah lelah berpura pura menjadi istri yang baik . Lagipula Putra Mahkota bodoh itu tidak memperdulikan ku " rengek Jing Liao manja
" Sabar lah sayang , setelah aku mendapatkan kekuasaan militer . Kita akan segera merebut tahta kekaisaran ini dan membalaskan dendam untuk kekalahan Kekaisaran Jing " ucap Pangeran Hua Yun sembari mengelus rambut Jing Liao
" Kenapa ingin membantu Kekaisaran Jing , padahal kau adalah keturunan Kaisar Zhao "
" Aku benci dilahirkan sebagai keturunan Pria Brengse* itu , kalau saja dia tidak egois dan mementingkan tahta , ibu ku pasti masih hidup " Kilatan Kebencian tersirat di iris hitam pekat milik Hua Yun
" Terlebih kekasih ku adalah Putri Pertama Kaisar Jing , tentu saja aku harus berbakti kepada ayah mertua " lanjut nya
" Aku sangat mencintai mu . Kau harus berjanji untuk tidak menyentuh gadis bodoh itu " ucap Jing Liao
" Aku tidak bisa berjanji sayang . Jika aku tidak menyentuh nya bisa saja dia curiga kalau aku sengaja menghindari nya . Kau tenang saja Liao'er aku tidak akan menyentuh nya lebih dari sekali "
Zhu Que yang mendengar perkataan yang di ucapkan Hua Yun mengepalkan tangan nya
" Jangan kan sekali , kau bahkan tidak akan pernah bisa menyentuh ku seujung rambut pun . Dasar penjahat kelam** " batin Zhu Que
" Apakah dia masih datang bulan , aku takut kalau dia akan memergoki kita " ucap Jing Liao semanja mungkin
" Tenang saja . Dia tidak akan datang kemari " ucap Hua Yun
" bahkan aku sudah datang sedari tadi bodohh " batin Zhu Que
Zhu Que terus melihat Jing Liao yang manja kepada Hua Yun .
" Dia lebih cocok menjadi ulat bulu di rumah bordir , sungguh wanita yang menjijikan " batin Zhu Que
Ingin sekali Zhu Que membunuh mereka saat ini juga . Akan tetapi dia tidak akan terburu buru .
" aku akan memberikan kejutan yang bagus untuk kalian berdua . Sekarang , mari kita lakukan permainan yang akan kalian main kan . Tapi sepertinya pemeran utama akan segera berubah" batin Zhu Que
Zhu Que menyudahi kegiatan mengintip nya saat kedua orang itu kembali berpagutan . Dia memilih pergi ke Kediaman nya .
.
.
.
__ADS_1