
..." apakah aku bisa mencintai nya dan melupakan Que'er ? Apakah aku bisa menata semuanya dari awal ? "...
...--------------------------------...
Hari telah berganti hari , kini semua kembali dengan kehidupan masing-masing termasuk Zhu Que yang telah tiga minggu menjabat sebagai Istri Sah dari Dewa Kematian yang terkenal dengan julukan kejam , dingin tak tersentuh dan banyak julukan lainnya . Jangan lupa , Zhu Que kini telah resmi sebagai Istri Dewa dari semua Dewa Dewi dan dia pun kini menyandang gelar Dewi Kecantikan dan Kehidupan . Ralat itu memang gelarnya dulu .
Setelah dia dibawa oleh Yuan ZhouXu dari dunia fana . Zhu Que membutuhkan tiga hari untuk pemulihan meskipun sehari saja cukup untuk Zhu Que istirahat , namun dia tidak bisa membantah keinginan Yuan ZhouXu yang begitu dominan . Dihari keempat Zhu Que tinggal di sisi Yuan ZhouXu , mereka berdua akhirnya menggelar pesta pernikahan mereka yang sempat tertunda selama dua hari .
Pesta itu di gelar selama tiga belas hari empat belas malam dengan sangat meriah . Yuan ZhouXu begitu bahagia bisa bersatu kembali dengan istrinya dulu yang sempat berpisah darinya karena suatu keadaan . Namun akhirnya semua kembali , istri tercintanya kembali dan dia sangat bersyukur akan semua itu .
sejauh apapun kamu pergi aku akan terus mengikutimu , selama apapun kamu menghilang aku akan terus menunggumu . Aku memujamu dari dulu hingga sekarang dan nanti . Que'er aku tahu ini bukan akhir tapi aku berharap kita akan berakhir bahagia
.....
" Yuan "
Seorang pria yang sedaritadi berkutat dengan setumpuk kertas mengalihkan pandangan nya kearah pintu , terlihat wanita cantik dengan pakaian berwarna peach tersenyum di ambang pintu . Semangat yang tadi sempat memudar kini bangkit kembali saat melihat wajah cantik yang kini seakan menjadi candu untuk obat lelahnya .
Zhu Que yang kini berdiri di ambang pintu segera melangkah mendekati suaminya yang sedari tadi pagi diketahuinya begitu sibuk .
" Apa masih lama " tanya Zhu Que yang kini duduk di samping Yuan ZhouXu
Yuan ZhouXu menghentikan kegiatan membaca semua laporan yang menumpuk di atas meja , kini fokusnya telah teralihkan kepada wanita cantik disampingnya .
" Duduk disini " ujar Yuan ZhouXu seraya menepuk-nepuk pahanya
Semburan merah kini terlihat di wajah cantik Zhu Que dan itu tidak luput dari perhatian Yuan ZhouXu yang kini semakin merasa gemas dengan tingkah wanitanya .
" Kenapa wajah mu merah sayang ? apa kau sakit " goda Yuan ZhouXu
Zhu Que mendelik dengan pipi yang di kembungkan . astaga semakin gemas , pikir Yuan ZhouXu
" Ayo sini duduk lah di pangkuanku Que'er " . Karena tidak mendapat respon , Yuan ZhouXu menarik Zhu Que agar duduk di pangkuannya . Terlihat raut keterkejutan di wajah Zhu Que dan pipi yang semakin merah merona .
" Ishh dasar mesum " pekik Zhu Que yang membuat Yuan ZhouXu terkekeh .
" Aku mesum hanya sama kamu saja "
Zhu Que mendengus sebal , sifat lain dari Yuan ZhouXu yang tidak pernah diketahuinya adalah mesum ralat sangat mesum . Tapi dia juga senang kalau dimesumin eehh ...
Cup
" Jangan cemberut begitu nanti aku terkam " ucap Yuan ZhouXu setelah mencium kilat bibir Zhu Que .
" Tuh kan mesum " ucap Zhu Que sembari memukul tangan suaminya
" Sudah makan hm " tanya Yuan ZhouXu
Zhu Que menggeleng
" Kenapa ? " tanya Yuqn ZhouXu
__ADS_1
" Kangen Trotter Gege sama Zeus Gege "
Rahang Yuan ZhouXu mengetat dengan air muka menggelap . Bisa - bisanya Zhu Que merindukan pria lain selain dirinya . Meskipun mereka adalah hewan kontrak wanitanya tapi tetap saja mereka pria dan Yuan ZhouXu paling tidak suka wanitanya menyebut apalagi merindukan pria lain . Ya , dia memang posesif ralat sangat posesif .
Melihat perubahan Yuan ZhouXu , Zhu Que segera mengusap rahang tegas suaminya itu dan merutuki kebodohannya . Selain sifat mesum Yuan ZhouXu yang kini Zhu Que ketahui tapi masih ada sifat posesif yang terkadang membuat Zhu Que kewalahan .
Sial , sudah tahu lelaki ini sangat posesif . Dasar mulut mercon kagak bisa apa di ajak kompromi . Rutuk Zhu Que dalam hatinya
Yuan ZhouXu terus memejamkan matanya seraya menikmati sentuhan lembut yang memabukan itu . Tanpa menunggu lagi , dia segera menggendong Zhu Que ala bridal style dan pergi menuju kediaman mereka .
Disinilah dua sejoli itu berada , di atas ranjang yang bisa dibilang king size dengan Yuan ZhouXu yang sedang menindih tubuh mungil Zhu Que dengan netra yang terus menatap intens wanita yang sudah diklaim menjadi milik dia satu satunya .
" Yu..Yuan " cicit Zhu Que saat melihat kedua netra pria di atasnya kini berkabut menahan gairah kelelakiannya .
Kembali Zhu Que merutuki kebodohan demi kebodohan yang di lakukannya . Salah ku yang telah memancing seorang singa yang kini terlihat kelaparan . Shit , padahal aku hanya ingin bertemu gege- gege ku . Siapapun tolong keluarkan aku dari terkaman singa ini . Rutuk Zhu Que dalam hati .
Yuan ZhouXu menyeringai saat melihat Zhu Que yang kini terlihat gelisah dengan bibir bawah yang terus digigitnya . Sial , Yuan ZhouXu semakin lepas kendali .
Tanpa bisa menunggu lagi , Yuan ZhouXu segera mel**at bibir manis yang entah sejak kapan menjadi candu baginya .
" enghhh " Zhu Que melengguh tertahan karena ci*man serta lum*tan Yuan ZhouXu yang semakin dalam dan menuntut . Kedua tangan Yuan ZhouXu kini tidak tinggal diam dan terus bergerak secara acak membuat Zhu Que kewalahan dan merasakan bahwa dirinya benar-benar menginginkan lebih .
Yuan ZhouXu melepaskan Ci*man nya setelah melihat Zhu Que yang kehilangan oksigen . Nafas keduanya memburu dan dengan rakus menghirup oksigen .
" Sayang " panggil Yuan ZhouXu dengan berat
Zhu Que melihat keringat yang membanjiri pelipis Yuan ZhouXu tersenyum manis , entah keberanian darimana Zhu Que mengalungkan kedua tangan nya di leher Yuan ZhouXu dan kembali menempelkan kedua benda kenyal itu . Dengan senang hati Yuan ZhouXu segera memulai aksinya .
Dan terjadilah kegiatan panas di siang hari yang begitu memabukan untuk keduanya . Bahkan suara desahan mereka terdengar hingga keluar membuat pengawal yang berjaga di depan pintu kediaman itu merona saat mendengar suara-suara aneh yang keluar dari ruangan itu .
" Kau benar , tidak sabar menunggu putra sang penguasa lahir " ujar Pengawal B
" Jika laki-laki pasti akan sangat tampan , jika perempuan pasti sangat cantik seperti Yang Mulia Dewi " timpal Pengawal B
" Hey , apa yang kalian bicarakan " salah satu pelayan tidak sengaja mendengar pembicaraan para pengawal tersebut
" Kau sudah tahu tapi masih bertanya " ucap Pengawal D
" Ish , suka - suka saya " dengus pelayan itu
" aahh Yuannnn " Pekikan Zhu Que kembali terdengar . Seketika orang - orang yang mendengarnya langsung tertunduk menyembunyikan semburan merah di wajah nya (--pelayan yang tadi )
" kenapa aku jadi malu sendiri " batin pengawal A
" sepertinya harus segera menikah " batin pengawal C
" Yang Mulia Dewi kenapa ? " Semua orang kini mengalihkan perhatiannya ke pelayan tadi yang diduga berumur sekitar tujuh belas tahun .
" kenapa menatap ku ? , aku harus melihat Yang Mulia Dewi . Aku takut dia kenapa-kenapa , bisa-bisa Yang Mulia Dewa marah " ucap Pelayan tersebut yang merupakan pelayan pribadi Zhu Que yang kemarin baru saja di angkat .
" Hey bocah , mau kemana kau ? " cegat pengawal D
__ADS_1
" Ish aku bukan bocah paman , aku mau melihat Yang Mulia Dewi "
" Benar - benar polos " gumam pengawal A
" Kalian aneh " ucap pelayan itu
" Kau jangan macam-macam . Didalam ada Yang Mulia Dewa " ujar Pengawal B
" Tapi kenapa Yang Mulia Dewi berteriak ? "
" Kau akan tahu saat dewasa nanti sekarang sana pergi , anak kecil dilarang mendengar " ucap Pengawal D
" Ish " Dengus pelayan itu kemudian pergi dengan berbagai pertanyaan di pikiran nya
" Yang mulia dewi kenapa ? "
" kenapa berteriak , apa yang mulia dewa memukulnya ? "
" kenapa juga paman itu bilang kalau anak kecil jangan mendengar ? "
" apa jangan - jangan iya , jika yang mulia dewa memukul yang mulia dewi , tapi kenapa ? "
Begitulah isi pikiran pelayan muda itu .
***
Di ruangan yang begitu gelap tanpa pencahayaan lilin sedikitpun , seorang pria kini mengepalkan tangannya .
prankkk
" Sial , kenpa harus yang kedua kalinya "
prankkk
" Akan ku bunuh si bodoh itu secepatnya ,, arghhhh " teriakan menggema di ruangan tersebut , membuat para bawahan yang berjaga di luar bergidik ngeri .
prankkk .
Suara pecahan terus terdengar , tapi tidak ada satupun dari mereka yang berniat menenangkan tuan nya itu . Bukan apa-apa , mereka masih menyayangi nyawa nya sendiri .
" Kumpulkan prajurit yang paling kuat sekarang "
Suara berat itu menggema kembali di ruangan gelap tersebut .
" Baik Yang Mulia " ucap bahawanya serempak , kemudian melenggang pergi untuk melaksanakan titah Tuan nya itu .
Dibalik kegelapan yang bahkan wujudnya saja tidak dapat terlihat , pria dengan perawakan tinggi itu melangkah mendekat ke arah jendela , lalu di tatapnya langit yang begitu gelap tanpa adanya sang rembulan maupun bintang disana .
" Akan ku rebut kembali dirimu sayang " ujarnya seraya memejamkan mata , membayangi wajah cantik yang tidak pernah hilang dari benaknya .
.
__ADS_1
.
.