
***
hoekk .. hoekk
Yuan ZhouXu yang masih setia dengan ranjangnya enggan untuk membuka mata
hoekk
dengan kesadaran yang mulai pulih Yuan ZhouXu segera bangkit dengan raut wajah khawatir . Pasalnya dia tidak mendapati istri tercinta di sampingnya .
" Que'er " Yuan ZhouXu panik saat mendapati Zhu Que yang kini berada di pemandian sedang memuntahkan cairan bening . Dengan telaten dia memijat pelan tengkuk istrinya .
" Aku akan panggilkan Amerra , biarkan dia memeriksa keadaanmu" ucap Yuan ZhouXu
" aku tidak apa-apa , hanya pusing saja "
" apa masih mual ? " tanya Yuan ZhouXu
" tidak terlalu "
tanpa persetujuan Zhu Que , Yuan ZhouXu segera menggendongnya ala bridal style dan perlahan meletakan tubuh mungilnya di atas ranjang .
" Istirahatlah " ucap Yuan ZhouXu seraya mengecup kening Zhu Que
" jangan kemana-mana " rengek Zhu Que
Yuan ZhouXu terkekeh gemas melihat tingkah Zhu Que yang akhir-akhir ini selalu manja dan terus menempel padanya . Tentu saja Yuan ZhouXu sangat senang dengan perubahan itu .
" Aku tidak akan kemana-mana , sekarang tidurlah " ucap Yuan ZhouXu
Zhu Que mengangguk dan mencoba menutup netra cantiknya . Tidak lama kemudian dengkuran halus terdengar mengalun di telinga Yuan ZhouXu .
" Horus " panggil Yuan ZhouXu
Kabut hitam muncul , bertepatan dengan hilangnya kabut itu sosok tampan kini muncul seraya membungkukan dirinya di hadapan Yuan ZhouXu .
" Hormat Yang Mulia "
" bangunlah " ucap Yuan ZhouXu
" bagaimana ? " pertanyaan ambigu kini Yuan ZhouXu lontarkan .
" Menjawab Yang Mulia , persiapan kita sudah mencapai 90% , jika mereka berniat menyerang dalam waktu dekat kita sudah siap " ucap Horus yang mengerti arah pertanyaan Tuan nya itu .
" Tetaplah waspada " ucap Yuan ZhouXu
" mengerti Yang Mulia "
" Kau boleh pergi , tapi setelah ini tolong panggilakan Amerra untuk datang memeriksa keadaan istriku "
" Baik Yang Mulia , kalau begitu saya pamit undur diri "
" hm "
...
Setelah Horus pergi , beberapa menit kemudian ketukan pintu terdengar , Yuan ZhouXu yang tengah memperhatikan wajah polos Zhu Que kini beralih pandang ke arah pintu .
" Masuk lah Amerra "
pintu kini terbuka menampakkan wanita cantik yang kini berjalan menghampiri Yuan ZhouXu .
__ADS_1
" Amerra memberi salam terhadap Lord " ucap Amerra seraya membungkukan dirinya .
" Bangunlah Amerra "
" Apakah ada yang bisa Amerra bantu ? "
" Tolong periksalah istriku "
Amerra mengangguk mengerti dan langsung memeriksa keadaan Zhu Que . Ada raut keterkejutan saat dia memegang tangan Zhu Que , dengan cepat Amerra menggantikan raut wajahnya kesemula .
Yuan ZhouXu yang menyadari perubahan Amerra mengerutkan keningnya
" Ada apa ? "
Amerra menormalkan detak jantung dan juga ekspresi wajahnya .
" Selamat Lord , sepertinya anda akan segera menjadi seorang Ayah " ucap Amerra tersenyum manis namun ada gurat kekecewaan di wajahnya .
Senyum Yuan ZhouXu mengembang , segera dia menghampiri Zhu Que dan duduk di pinggir ranjang . Amerra tertegun , untuk pertama kalinya Amerra melihat Lordnya tersenyum seperti itu .
" engh " Tidur Zhu Que merasa terusik karena suara di sekitarnya , perlahan Zhu Que mengerjapkan mata .
" Maaf , apa tidur mu terganggu " ucap Yuan ZhouXu seraya mengusap lembut puncak kepala Zhu Que .
" Tidak " ucap Zhu Que dengan suara serak khas bangun tidur
" lanjutkan saja tidur nya " ucap Yuan ZhouXu
" aku ingin di peluk " ucap Zhu Que ragu dengan pipi merah merona .
grep
Zhu Que yang kini menikmati pelukan hangat Yuan ZhouXu tiba-tiba mengalihkan pandangan nya kepada sosok wanita cantik yang kini menatapnya juga . Zhu Que mengurai pelukan nya , dia baru menyadari jika di ruangan ini ada orang lain selain dirinya dan Yuan ZhouXu .
" Kau boleh pergi sekarang " ucap Yuan ZhouXu setelah melihat gelagat istrinya yang merasa tidak nyaman karena keberadaan orang lain .
" B..baik Lord , kalau begitu Amerra pamit undur diri " ucap Amerra merasa gugup karena kebodohannya yang terus menyaksikan interaksi pasutri di hadapan nya .
Tidak ada jawaban dari Yuan ZhouXu , dia kini hanya terfokus pada istrinya yang sedang merah merona . Dengan sedikit tidak rela , Amerra berbalik dan melangkah ke arah pintu keluar . Namun baru saja tiga langkah , suara berat kini membuatnya mematung .
" Beginikah etika mu " sengit Yuan ZhouXu
Amerra membalikan tubuhnya dengan sedikit gemetar , bisa Amerra rasakan aura intimidasi yang Yuan ZhouXu keluarkan . Amerra yang kini tertunduk tidak berani melihat Yuan ZhouXu yang memasang ekspresi seakan ingin membunuhnya . Amerra merasa bingung , apa kesalahannya ? bukankah baru saja Yuan ZhouXu memintanya pergi ? .
" Kau bukan lagi anak kecil Amerra "
" A.ampun Lord , bolehkah Amerra tahu dimanakah letak kesalahan Amerra ? . Maafkan Amerra yang bodoh ini "
Yuan ZhouXu menghela nafas , dia ingin sekali memaki Amerra saat ini namun dia urungkan karena sedari tadi Zhu Que memegang erat tangan nya sebagai bentuk peringatan bahwa dia tidak boleh lepas kendali .
" Apa kau melihat bahwa aku disini tidak sendiri ? ku rasa mata mu masih sangat berfungsi " ucapan menohok Yuan ZhouXu membuat Amerra seperti di tusuk ribuan jarum .
Salahnya yang melupakan keberadaan Zhu Que dan tidak memberi salam juga berpamitan padanya . Yuan ZhouXu adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi etika , jika kita bertindak tidak sopan secuil saja , maka perkataan pedas yang akan diterima . Meskipun begitu , Yuan ZhouXu sangat menghargai semua orang tanpa membeda-bedakan .
" Ampuni Amerra Lord , Amerra berharap jika Dewi sudi mengampuni Amerra yang bodoh ini " ucap Amerra yang kini berlutut
" Bangunlah Amerra " ucap Zhu Que
" Tap__ " Amerra sedikit melirik Yuan ZhouXu dengan begitu gugup
" Bangunlah , aku berterimakasih padamu karena telah memeriksa keadaan istriku . Kedepan nya aku tidak ingin hal ini terulang lagi " ucap Yuan ZhouXu
__ADS_1
Tanpa sadar Amerra mengepalkan tangan nya di balik pakaian yang dia kenakan . Zhu Que yang menyadari hal itu memicingkan matanya .
apakah ini yang di namakan cinta tak terbalas , pikir Zhu Que .
" Amerra mengerti " ucap Amerra kemudian berpamitan untuk kembali ke kediamannya .
Amerra adalah salah satu Dewi yang memiliki keterampilan di bidang pengobatan . Amerra dulu adalah salah satu sahabat Dewi Kehidupan yang tidak lain adalah Zhu Que sebelum musibah itu datang . Dia sangat mencintai Dewa Kematian namun tidak ada yang tahu karena dia pandai menyembunyikan perasaannya , tapi tidak dengan Zhu Que yang waktu itu sering memergoki Amerra yang selalu mencuri - curi pandang kepada Yuan ZhouXu . Jika Zhu Que tahu kenapa dia tidak melepaskan Yuan ZhouXu dan membiarkannya dengan Amerra ? . Anggap saja Zhu Que egois jika menyangkut pria yang paling dia cintai , Zhu Que tidak ingin mengambil resiko jadi dia pura-pura tidak mengetahui tentang perasaan sahabatnya yang memuja sosok pria yang tidak lain adalah calon suami nya sendiri . Perlahan Amerra mulai merelakan Dewa Kematian dan berharap hubungan dia dan sahabatnya akan selalu bahagia . Namun musibah terjadi , sahabat nya hilang entah kemana . Apakah Dewi Kehidupan telah meninggal ? atau berpindah kelain hati dan menghilang ? , entahlah Amerra tidak tahu . Tapi semenjak Yuan ZhouXu kembali dengan status kesendiriannya , Amerra mencoba peruntukan nya dan perlahan dia mulai dekat dengan Yuan ZhouXu , perhatian kecil selalu di tunjukan Yuan ZhouXu untuk Amerra meskipun dengan ekspresi yang begitu dingin . Dan Amerra sangat bahagia akan kedekatannya itu . Perlahan mereka semakin menjauh lagi , entah kenapa Yuan ZhouXu kini semakin tak tersentuh , Amerra yang penasaran mencoba mencari tahu tapi hasilnya Nihil . Puncaknya saat Yuan ZhouXu membawa gadis fana ke istananya . Dan Amerra menyadari bahwa dia telah kembali . Amerra kalah untuk yang kedua kalinya , semuanya telah sia-sia hati Yuan ZhouXu akan selalu memilih sahabatnya itu .
.....
Setelah kepergian Amerra , Zhu Que menatap Yuan ZhouXu dengan pandangan yang sulit di artikan .
" kenapa ? " tanya Yuan ZhouXu
" kenapa memanggil Amerra ? aku kan baik - baik saja " ucap Zhu Que balik bertanya
" aku memastikan keadaan mu dan kita akan segera memiliki jagoan kecil " .
" oh memastikan keadaan ku dan ja__" perkataan Zhu Que terputus dengan mulut yang menganga serta mata yang membelalak . Yuan ZhouXu yang melihat ekspresi istrinya merasa gemas .
Cup
Kecupan singkat mendarat di bibir tipis nya Zhu Que , seakan menjadi magnet untuk kesadaran nya .
" Yu..Yuann aku hamil ? AKU BENERAN HAMIL ? " pekik Zhu Que dengan mata yang berbinar
OMG , seorang Vheeronica Hidden mau punya anak guys , batin Zhu Que bersorak gembira .
" Iya sayang , kau hamil dan sekarang kau harus berhati-hati dalam segala hal " ucap Yuan ZhouXu
" apa kau senang ? "
" Tentu saja " ucap Yuan ZhouXu yang tidak habis pikir dengan pertanyaan istrinya yang terkesan bodoh . Tentu saja dia senang , akhirnya setelah penantian lama dia akan kembali menjadi seorang Ayah .
" Tapi Yuan , siapa Amerra ? kenapa aku merasa dia menyukai mu dan dia sedikit familiar " ucap Zhu Que
meskipun malas untuk menjawab tapi Yuan ZhouXu tidak punya pilihan . Jika tidak di jelaskan mungkin saja Zhu Que akan curiga dan berakhir marah padanya , apalagi sekarang dia tengah mengandung dan menjadi lebih sensitif .
" Aku tidak bisa menceritakan sejelas mungkin tapi dia salah satu ahli dalam pengobatan , dia sering pergi ke dunia fana jadi bisa saja dulu kau tidak sengaja pernah bertemu dengan nya . Untuk dugaan mu yang mengatakan jika Amerra menyukaiku mungkin saja itu memang benar , dulu dia sering mendekatiku dan pernah suatu hari dia bahkan menggoda ku . Setelah hari di mana dia terang-tetangan menunjukan rasa suka layaknya seorang wanita terhadap pria , aku menjauhinya . Aku menganggapnya sebagai adik ku karena dia dekat dengan mu . Hubungan ku dan Amerra kini hanya sebatas rekan saja " jelas Yuan ZhouXu
" Sepertinya dia masih mengharapkan mu "
" aku tidak peduli "
" tapi tunggu , kau bilang dia dekat dengan ku ? memangnya kita pernah dekat ? " tanya Zhu Que
" itu lain kali saja membahas nya , sekarang kau harus istirahat Que'er "
" tap__"
" istirahat " tekan Yuan ZhouXu
" baiklahh dasar pemaksa " ketus Zhu Que
Yuan ZhouXu terkekeh . Lebih baik tidak membahas terlalu jauh , suatu saat Zhu Que akan mengingat kembali meskipun kemungkinan nya sangat kecil .
Dengkuran halus mulai terdengar . Yuan ZhouXu tersenyum sembari menyingkirkan rambut nakal yang menghalangi wajah istrinya .
" Terimakasih sudah kembali Que'er " lirih Yuan ZhouXu
" sehat - sehat di dalam sana sayang " tangan Yuan ZhouXu beralih mengusap pelan perut Zhu Que yang masih rata .
__ADS_1