Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Mengunjungi Mansion


__ADS_3

..." Baiklah kita akan mengikuti permainan bocah itu "...


...--------------------------------...


Setelah kembali dari Kediaman Mentri Wu . Zhu Que segera bergegas menuju Paviliun Teratai .


" Que'er apa kau menginginkan sesuatu ? " tanya Jinxing


" Tidak , aku akan istirahat . Jika ada yang ingin menemui ku katakan saja aku tidak ingin di ganggu " ucap Zhu Que


" Baiklah , kalau begitu aku pamit undur diri " ucap Jinxing yang di angguki Zhu Que .


Jinxing pun pergi meninggalkan kamar Zhu Que dan kembali menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda .


" Bosan sekali " gumam Zhu Que


" Apakah Pangeran menyebalkan itu benar benar pergi ? biasa nya dia selalu datang . Ahh kenapa juga aku memikirkan nya "


" Ayolahh Vheeronica kenapa kau jadi gila seperti ini tidak mungkin kau menyukai pangeran aneh seperti itu tapi dia tidak buruk juga . Ahh tapi tetap saja aneh "


Zhu Que sibuk merutuki dirinya yang memikirkan Pangeran Ketiga . Setelah bosan merutuki diri sendiri Zhu Que memutuskan untuk mengunjungi Trotter dan Zeus . Sudah lama dia tidak pergi ke ruang dimensi .


Sesampai nya di depan Mansion . Zhu Que langsung menerobos masuk . Dia mencari keberadan Zeus dan Trotter .


" Zeus'ge Trotter'ge " Panggil Zhu Que yang masih mencari keberadaan mereka . Sampai dia melihat dua pria tampan yang kini sedang duduk di gazebo belakang mansion


" Gegeee " Zhu Que berlari kecil menghampiri mereka . Sampai langkah kaki nya berhenti Zhu Que mengernyitkan dahi saat melihat raut wajah datar Zeus dan Trotter . Dia tidak heran dengan Trotter yang notaben nya selalu memasang wajah datar tapi kenapa Zeus memasang raut wajah seperti itu . Biasanya dia selalu antusias saat Zhu Que datang .


" Ge " panggil Zhu Que yang tidak di indah kan oleh mereka


Zhu Que terus berpikir apa yang dia perbuat . Apa mereka marah pada nya tapi kenapa ? Zhu Que terus berpikir apa yang membuat kedua gege nya terlihat marah .


" Sebenar nya kalian itu kenapa " tanya Zhu Que memelas


Mereka hanya diam tanpa melihat ke arah Zhu Que . Sebenar nya mereka tidak marah . Mereka hanya kesal kepada Zhu Que . Semenjak 4 bulan terakhir Zhu Que tidak pernah mengunjungi mereka . Bukan mereka egois hanya saja mereka terlalu sering di abaikan Zhu Que jadi mereka memutuskan untuk mengerjai nya .


" Ge apa kalian marah karna aku baru mengunjungi kalian " Zhu Que masih berusaha membujuk Zeus dan Trotter agar berhenti bersikap seolah olah dia tidak ada


" Pergilah kau pasti sibuk " ucap Zeus dingin


Zhu Que langsung peka dan tahu alasan kenapa para gege nya itu marah .


" Ge kau mengusir ku ? aku minta maaf . Sebenar nya aku sangat ingin mengunjungi kalian tapi Pangeran ketiga selalu mengikutiku . Aku tidak mungkin membiarkan dia tahu ruang dimensi ini hiks jangan marah " Zhu Que terisak


Zeus dan Trotter masih diam tanpa memandang Zhu Que . Mereka ingin sekali memeluk Zhu Que dan mengatakan berhentilah menangis . Tapi mereka masih merasa kesal dengan Zhu Que .


Melihat kedua gege nya masih diam . Zhu Que pergi dari hadapan mereka . Setelah Zhu Que pergi Zeus membuka suara nya


" apakah kita terlalu berlebihan " ucap Zeus


" tidak tau . Itu ide mu "


" tapi kau juga setuju " geram Zeus


" aku tidak mengatakan nya " ucap Trotter dingin


" kau sangat menyebalkan pria tua " dengus Zeus


" kau lebih tua " sarkas Trotter


" tapi aku tampan " ucap Zeus


" aku bahkan lebih tampan " ucap Trotter enteng


Zeus yang mendengar perkataan percaya diri dari Trotter menggelengkan kepala nya


" Kau terlalu percaya diri " ucap Zeus


" Kau bahkan tidak tau malu " sarkas Trotter


" Dasar naga idiot "


" Cih.. burung bodoh "


" hey aku bukan sembarang burung . Aku adalah Phoenix derajat ku lebih tinggi dari burung burung yang lain " Protes Zeus


" Burung tetap saja burung " ucap Trotter


" Terserah kau saja lebih baik kita lihat apa Que'er sudah pergi atau belum "


Trotter bangkit dari duduk nya dan berjalan melewati Zeus


" yaa kau mau kemana ? " ucap Zeus


" Bodoh , kau tadi mengajak ku "

__ADS_1


" hehe maaf "


Zeus merutuki kebodohan nya


Trotter dan Zeus mengelilingi Mansion untuk mencari keberadaan Zhu Que . Tapi ternyata nihil mereka tidak menemukan keberadaan nya . Mereka berpikir mungkin Zhu Que sudah pergi .


Brugghhh


awhh


Langkah kaki Zeus dan Trotter berhenti saat mendengar rintihan seseorang yang sangat familiar


" Bukan kah itu Que'er ? arah suara nya dari ruang senjata" ucap Zeus


" Periksa " Trotter berjalan mendekati ruang persenjataan di ikuti Zeus


Saat mereka membuka ruangan itu . Terlihat Zhu Que yang masih terduduk di lantai


" Apa yang kau lakukan " ucap Trotter dingin


Zhu Que mengalihkan pandangan nya ke arah pintu masuk


" T..tidak ada aku tidak sengaja terpeleset " ucap Zhu Que


" Apa kalian sudah tidak marah " lanjut nya


" Ikuti kita " Trotter berbalik dan pergi tanpa membantu Zhu Que berdiri begitupun juga Zeus .


Zhu Que akhir nya berdiri dan mengikuti mereka . Sampai langkah nya berhenti di Aula utama mansion . Mereka bertiga memutuskan untuk duduk .


Keheningan terjadi saat tidak ada seorang pun diantara mereka yang membuka suara nya


" Maaf " Zhu Que memecahkan keheningan


" Lalu " ucap Trotter


" Aku minta maaf karna tidak pernah mengunjungi kalian . Aku tidak bermaksud melupakan kalian . Aku tidak akan melakukan nya lagi " Zhu Que tertunduk . Dia merasa bersalah kepada dua orang ralat dua hewan kontrak nya karena tidak pernah mengunjungi mereka .


" Aku tidak peduli " ucap Trotter


Ucapan Trotter sontak membuat hati Zhu Que sakit . Bukan , bukan Zhu Que membenci Trotter tapi dia membenci diri nya sendiri . Selama ini Zeus dan Trotter lah yang paling mengerti diri nya tapi bodoh nya dia yang telah mengabaikan mereka selama 4 bulan seperti membuang mereka . Meskipun mereka hanya hewan kontrak tapi mereka sangat berarti bagi Zhu Que .


Zeus yang melihat Zhu Que mulai menangis mengkode Trotter agar jangan berlebihan . Tapi melihat Trotter yang semakin dingin nyali Zeus menjadi Ciut . Entahlah padahal mereka sama sama kuat tapi Zeus selalu mati kutu jika berhadapan dengan Trotter si gunung es .


" hey kau tidak marah sungguhan bukan . Berhenti lah kasian Que'er " Zeus bertelepati kepada Trotter


" Kauu bercanda bukan " Zeus memastikan


" Tidak " Trotter memutuskan pembicaraan mereka dan kembali menatap Zhu Que yang tertunduk


Zhu Que tidak mengerti kenapa dia bisa sesedih ini . Mungkin Zhu Que memang sudah menganggap mereka seperti kakak kandung nya sendiri .


" Kau tau aku sangat tidak menyukai sikap mu " ucap Trotter


Zhu Que mendongak " Maaf " lirih nya


" Kau selalu membuat ku cemas "


" Aku tau " cicit Zhu Que


" Kalau kau tau kenapa kau pergi ke ruang senjata dan tidak berhati hati . kalau kau jatuh lalu tergores salah satu senjata di sana bagaimana " ucap Trotter dingin


Zeus dan Zhu Que yang mendengar perkataan Trotter mengerjapkan mata . Apa ini benar benar Trotter ? setelah sekian lama akhir nya dia mau mengurangi kadar irit bicara nya , pikir mereka .


" Ge kau tidak marah karna aku tidak mengunjungi kalian selama ini ? " mata Zhu Que berbinar


" Kau pikir kita marah pada mu . Kita hanya kesal saja " ucap Zeus enteng


" Jika kau ceroboh aku tidak akan memaafkan mu " ucap Trotter


Zhu Que tersenyum saat mengetahui baru saja Trotter marah karna mengkhawatirkan nya . Zhu Que memeluk kedua Pria itu dengan sayang


" Kalian yang terbaik . Tadi aku hanya ingin melihat lihat persenjataan saja hehe maaf telah membuat gege khawatir dan aku janji akan selalu mengunjungi mansion ini " ucap Zhu Que


" Kau harus berjanji Que'er . Aku sangat bosan jika kau tidak datang kesini . Tinggal dengan gunung es hampir membuat ku mati membeku "


Zhu Que tidak bisa menahan tawa nya saat melihat raut wajah memelas Zeus .


Mereka terus membicarakan banyak hal sampai terhanyut dalam pembicaraan .


*****


Keesokan hari nya ..


Kabar kematian Wu Lijing dan Bai Lige yang di eksekusi mati sudah menyebar di Kekaisaran Zhao . Kini semua orang sudah tahu dalang di balik kematian Sujin adalah Pasutri itu . Mereka semua tidak tau kalau Sujin yang telah memanipulasi kematian nya seolah olah Wu Lijing yang salah . Mengenai Bai Lige yang di eksekusi juga , itu karena desakan Zhu Que yang terus menyudutkan Mentri Wu dan mengharuskan nya mengeksekusi 2 nyawa . Hingga Mentri Wu membuat rumor jika Bai Lige juga terlibat dalam kasus pembunuhan Sujin .

__ADS_1


Kabar kematian itu terdengar juga ke Kediaman Mentri Bai . Mentri Bai begitu murka saat mengetahui Putri kedua nya di eksekusi mati oleh Mentri Wu tanpa memberi tahu nya . Dia benar benar ingin menghancurkan Kediaman Mentri Wu itu .


" Kurangajar berani nya Mentri Wu mengeksekusi anak ku " marah Mentri Bai


" Ayahanda redakan emosi mu . Xu'er mendengar bahwa meimei ikut membunuh Sujin . Mungkin Mentri Wu terpaksa membunuh nya juga " Bai Lexu mencoba menenang kan Ayah nya


" Tapi dia tidak menghargai ku sama sekali . Bai Lige adalah anak ku . Jika harus di hukum maka aku sendiri yang akan menghukum nya . Aku akan membuat perhitungan dengan Mentri Wu "


" Ayahanda jangan gegabah Mentri Wu memiliki Permaisuri di belakang nya . Kita harus membuat rencana yang matang untuk balas dendam atas kematian meimei "


Mentri Bai berpikir sejenak


" Kau benar Xu'er kita harus membuat rencana yang matang untuk menyingkirkan mereka . Tidak salah aku mendidik mu selama ini " puji Mentri Bai


" Ayah terlalu memuji "


" Xu'er kau adalah putri ayah yang bisa di andalkan . Cepat atau lambat ayah akan membantu mu memasuki istana "


" Baiklah ayah harus berjanji " Bai Lexu tersenyum manis . Dia memang berambisi untuk menjadi salah satu wanita favorite Putra Mahkota agar kelak dia bisa menjadi Permaisuri Kekaisaran Zhao .


*


Saat semua orang sedang membicarakan Kematian Wu Lijing dan Bai Lige . Beda hal nya dengan Kaisar Zhao yang kini tengah berdiskusi bersama Jendral Liu dan Shen Zhi


" Zhen baru saja mendapat laporan jika Kekaisaran Jing mulai bergerak . Kita harus segera memperkuat pertahanan di Perbatasan . Zhen berencana akan mengirim Pangeran Ketiga keperbatasan bersama kalian . Akan tetapi satu hari yang lalu Pangeran Ketiga meminta Izin kepada Zhen untuk pergi dari istana beberapa minggu . Putra Mahkota menawarkan diri nya untuk pergi keperbatasan tapi Zhen keberatan . Menurut Jendral Besar siapa kira kira yang cocok untuk tugas kali ini " ucap Kaisar Zhao


" Kalau saya boleh saran mungkin Pangeran Kedua Zhao Xiao Xi , mengingat Pangeran Keempat Zhao Xu Qiu masih belum cukup berpengalaman untuk kasus yang cukup besar seperti sekarang ini tetapi apapun keputusan Kaisar adalah yang terbaik " ucap Jendral Liu


" Zhen setuju . Nanti Zhen akan berbicara kepada Xi'er . Besok kalian akan segera berangkat ke perbatasan "


" Baik Yang Mulia " ucap Jendral Liu


" Kalau begitu saya dan Shen'er pamit undur diri "


" En "


*


Di sisi lain . Terlihat seorang pria dan gadis muda yang kini tengah berpelukan seperti menyalurkan semua kerinduan diantara mereka


" Kau lama sekali menemui ku " ucap gadis itu dengan nada manja


" Maaf . Kemarin saat aku mendengar kau tidak mau makan aku langsung menemui mu kesini " Pria itu masih memeluk gadis nya seolah takut jika gadis itu lari


" Aku sangat kesal , kau sudah lama tidak mengunjungi ku . Apa karena wanita itu ? katakan pada ku apa kau mulai mencintai nya ? " selidik gadis itu


" Aku hanya mencintai mu . Tunggu saat aku mendapatkan posisi Kaisar maka aku akan menjadikan mu Permaisuri ku "


" Kau tidak sedang membohongi ku kan ? "


" Tidak , kau adalah gadis yang ku cintai mana mungkin aku membohongi mu "


" Aku mencintai mu " rengek gadis itu


" Aku lebih mencintai mu sayang . Tunggulah sampai wanita itu mencintai ku . Segera aku akan merebut tahta dan membunuh Kaisar Zhao " Ucap Pria itu dengan seringaian penuh arti .


****


Di Pavilliun Teratai . Terlihat Zhu Que yang kini sedang duduk di sebuah Gazebo


" Que'er apa kau sudah mendengar berita hari ini " tanya Jinxing yang kini sedang menuangkan teh untuk Zhu Que


" Kematian suami istri itu ? "


" Ya . Berita itu menjadi topik hangat hari ini "


" Aku sudah menduga nya " ucap Zhu Que santai


Saat sedang asik asik nya menikmati teh di temani kue kue yang Zhu Que suka . 10 Pria berpakaian hitam mengepung nya . Semua pengawal kediaman Zhu Que terkejut dan bergegas akan menghadang 10 orang itu . Tapi Zhu Que memberi kode agar mereka mundur .


" Seperti nya kita sedang kedatangan tamu " Zhu Que terkekeh " Katakan siapa yang mengirim mu . Ohh apakah Mentri Wu ? " ucap Zhu Que enteng


Salah satu dari mereka terkejut saat Zhu Que mengetahui siapa yang mengirim mereka


" Bukan urusan mu " ucap salah satu Pria yang Zhu Que yakini adalah Ketua dari mereka . Melihat Baju yang di gunakan nya berbeda dan lebih mewah dari yang lain .


" Tunggu apa lagi serang wanita ituu " Pria itu mengeluarkan Pedang yang sedari tadi menggantung di sebelah kiri pinggang nya .


Zhu Que hanya menyeringai melihat mereka . Sorot mata nya yang tajam membuat 10 Pria itu bergidik ngeri .


.


.


.

__ADS_1


Holla guys .. Makasih sudah membaca cerita yang amatiran ini :v


Aku agak ngerasa klo Ini cerita makin gak jelas gak sih ? :v klo ada saran boleh kasih tau di komen ya :)


__ADS_2