
..." Baiklah kita akan mengikuti permainan bocah itu "...
...--------------------------------...
Setelah kembali dari Kediaman Mentri Wu . Zhu Que segera bergegas menuju Paviliun Teratai .
" Que'er apa kau menginginkan sesuatu ? " tanya Jinxing
" Tidak , aku akan istirahat . Jika ada yang ingin menemui ku katakan saja aku tidak ingin di ganggu " ucap Zhu Que
" Baiklah , kalau begitu aku pamit undur diri " ucap Jinxing yang di angguki Zhu Que .
Jinxing pun pergi meninggalkan kamar Zhu Que dan kembali menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda .
" Bosan sekali " gumam Zhu Que
" Apakah Pangeran menyebalkan itu benar benar pergi ? biasa nya dia selalu datang . Ahh kenapa juga aku memikirkan nya "
" Ayolahh Vheeronica kenapa kau jadi gila seperti ini tidak mungkin kau menyukai pangeran aneh seperti itu tapi dia tidak buruk juga . Ahh tapi tetap saja aneh "
Zhu Que sibuk merutuki dirinya yang memikirkan Pangeran Ketiga . Setelah bosan merutuki diri sendiri Zhu Que memutuskan untuk mengunjungi Trotter dan Zeus . Sudah lama dia tidak pergi ke ruang dimensi .
Sesampai nya di depan Mansion . Zhu Que langsung menerobos masuk . Dia mencari keberadan Zeus dan Trotter .
" Zeus'ge Trotter'ge " Panggil Zhu Que yang masih mencari keberadaan mereka . Sampai dia melihat dua pria tampan yang kini sedang duduk di gazebo belakang mansion
" Gegeee " Zhu Que berlari kecil menghampiri mereka . Sampai langkah kaki nya berhenti Zhu Que mengernyitkan dahi saat melihat raut wajah datar Zeus dan Trotter . Dia tidak heran dengan Trotter yang notaben nya selalu memasang wajah datar tapi kenapa Zeus memasang raut wajah seperti itu . Biasanya dia selalu antusias saat Zhu Que datang .
" Ge " panggil Zhu Que yang tidak di indah kan oleh mereka
Zhu Que terus berpikir apa yang dia perbuat . Apa mereka marah pada nya tapi kenapa ? Zhu Que terus berpikir apa yang membuat kedua gege nya terlihat marah .
" Sebenar nya kalian itu kenapa " tanya Zhu Que memelas
Mereka hanya diam tanpa melihat ke arah Zhu Que . Sebenar nya mereka tidak marah . Mereka hanya kesal kepada Zhu Que . Semenjak 4 bulan terakhir Zhu Que tidak pernah mengunjungi mereka . Bukan mereka egois hanya saja mereka terlalu sering di abaikan Zhu Que jadi mereka memutuskan untuk mengerjai nya .
" Ge apa kalian marah karna aku baru mengunjungi kalian " Zhu Que masih berusaha membujuk Zeus dan Trotter agar berhenti bersikap seolah olah dia tidak ada
" Pergilah kau pasti sibuk " ucap Zeus dingin
Zhu Que langsung peka dan tahu alasan kenapa para gege nya itu marah .
" Ge kau mengusir ku ? aku minta maaf . Sebenar nya aku sangat ingin mengunjungi kalian tapi Pangeran ketiga selalu mengikutiku . Aku tidak mungkin membiarkan dia tahu ruang dimensi ini hiks jangan marah " Zhu Que terisak
Zeus dan Trotter masih diam tanpa memandang Zhu Que . Mereka ingin sekali memeluk Zhu Que dan mengatakan berhentilah menangis . Tapi mereka masih merasa kesal dengan Zhu Que .
Melihat kedua gege nya masih diam . Zhu Que pergi dari hadapan mereka . Setelah Zhu Que pergi Zeus membuka suara nya
" apakah kita terlalu berlebihan " ucap Zeus
" tidak tau . Itu ide mu "
" tapi kau juga setuju " geram Zeus
" aku tidak mengatakan nya " ucap Trotter dingin
" kau sangat menyebalkan pria tua " dengus Zeus
" kau lebih tua " sarkas Trotter
" tapi aku tampan " ucap Zeus
" aku bahkan lebih tampan " ucap Trotter enteng
Zeus yang mendengar perkataan percaya diri dari Trotter menggelengkan kepala nya
" Kau terlalu percaya diri " ucap Zeus
" Kau bahkan tidak tau malu " sarkas Trotter
" Dasar naga idiot "
" Cih.. burung bodoh "
" hey aku bukan sembarang burung . Aku adalah Phoenix derajat ku lebih tinggi dari burung burung yang lain " Protes Zeus
" Burung tetap saja burung " ucap Trotter
" Terserah kau saja lebih baik kita lihat apa Que'er sudah pergi atau belum "
Trotter bangkit dari duduk nya dan berjalan melewati Zeus
" yaa kau mau kemana ? " ucap Zeus
" Bodoh , kau tadi mengajak ku "
__ADS_1
" hehe maaf "
Zeus merutuki kebodohan nya
Trotter dan Zeus mengelilingi Mansion untuk mencari keberadaan Zhu Que . Tapi ternyata nihil mereka tidak menemukan keberadaan nya . Mereka berpikir mungkin Zhu Que sudah pergi .
Brugghhh
awhh
Langkah kaki Zeus dan Trotter berhenti saat mendengar rintihan seseorang yang sangat familiar
" Bukan kah itu Que'er ? arah suara nya dari ruang senjata" ucap Zeus
" Periksa " Trotter berjalan mendekati ruang persenjataan di ikuti Zeus
Saat mereka membuka ruangan itu . Terlihat Zhu Que yang masih terduduk di lantai
" Apa yang kau lakukan " ucap Trotter dingin
Zhu Que mengalihkan pandangan nya ke arah pintu masuk
" T..tidak ada aku tidak sengaja terpeleset " ucap Zhu Que
" Apa kalian sudah tidak marah " lanjut nya
" Ikuti kita " Trotter berbalik dan pergi tanpa membantu Zhu Que berdiri begitupun juga Zeus .
Zhu Que akhir nya berdiri dan mengikuti mereka . Sampai langkah nya berhenti di Aula utama mansion . Mereka bertiga memutuskan untuk duduk .
Keheningan terjadi saat tidak ada seorang pun diantara mereka yang membuka suara nya
" Maaf " Zhu Que memecahkan keheningan
" Lalu " ucap Trotter
" Aku minta maaf karna tidak pernah mengunjungi kalian . Aku tidak bermaksud melupakan kalian . Aku tidak akan melakukan nya lagi " Zhu Que tertunduk . Dia merasa bersalah kepada dua orang ralat dua hewan kontrak nya karena tidak pernah mengunjungi mereka .
" Aku tidak peduli " ucap Trotter
Ucapan Trotter sontak membuat hati Zhu Que sakit . Bukan , bukan Zhu Que membenci Trotter tapi dia membenci diri nya sendiri . Selama ini Zeus dan Trotter lah yang paling mengerti diri nya tapi bodoh nya dia yang telah mengabaikan mereka selama 4 bulan seperti membuang mereka . Meskipun mereka hanya hewan kontrak tapi mereka sangat berarti bagi Zhu Que .
Zeus yang melihat Zhu Que mulai menangis mengkode Trotter agar jangan berlebihan . Tapi melihat Trotter yang semakin dingin nyali Zeus menjadi Ciut . Entahlah padahal mereka sama sama kuat tapi Zeus selalu mati kutu jika berhadapan dengan Trotter si gunung es .
" hey kau tidak marah sungguhan bukan . Berhenti lah kasian Que'er " Zeus bertelepati kepada Trotter
" Kauu bercanda bukan " Zeus memastikan
" Tidak " Trotter memutuskan pembicaraan mereka dan kembali menatap Zhu Que yang tertunduk
Zhu Que tidak mengerti kenapa dia bisa sesedih ini . Mungkin Zhu Que memang sudah menganggap mereka seperti kakak kandung nya sendiri .
" Kau tau aku sangat tidak menyukai sikap mu " ucap Trotter
Zhu Que mendongak " Maaf " lirih nya
" Kau selalu membuat ku cemas "
" Aku tau " cicit Zhu Que
" Kalau kau tau kenapa kau pergi ke ruang senjata dan tidak berhati hati . kalau kau jatuh lalu tergores salah satu senjata di sana bagaimana " ucap Trotter dingin
Zeus dan Zhu Que yang mendengar perkataan Trotter mengerjapkan mata . Apa ini benar benar Trotter ? setelah sekian lama akhir nya dia mau mengurangi kadar irit bicara nya , pikir mereka .
" Ge kau tidak marah karna aku tidak mengunjungi kalian selama ini ? " mata Zhu Que berbinar
" Kau pikir kita marah pada mu . Kita hanya kesal saja " ucap Zeus enteng
" Jika kau ceroboh aku tidak akan memaafkan mu " ucap Trotter
Zhu Que tersenyum saat mengetahui baru saja Trotter marah karna mengkhawatirkan nya . Zhu Que memeluk kedua Pria itu dengan sayang
" Kalian yang terbaik . Tadi aku hanya ingin melihat lihat persenjataan saja hehe maaf telah membuat gege khawatir dan aku janji akan selalu mengunjungi mansion ini " ucap Zhu Que
" Kau harus berjanji Que'er . Aku sangat bosan jika kau tidak datang kesini . Tinggal dengan gunung es hampir membuat ku mati membeku "
Zhu Que tidak bisa menahan tawa nya saat melihat raut wajah memelas Zeus .
Mereka terus membicarakan banyak hal sampai terhanyut dalam pembicaraan .
*****
Keesokan hari nya ..
Kabar kematian Wu Lijing dan Bai Lige yang di eksekusi mati sudah menyebar di Kekaisaran Zhao . Kini semua orang sudah tahu dalang di balik kematian Sujin adalah Pasutri itu . Mereka semua tidak tau kalau Sujin yang telah memanipulasi kematian nya seolah olah Wu Lijing yang salah . Mengenai Bai Lige yang di eksekusi juga , itu karena desakan Zhu Que yang terus menyudutkan Mentri Wu dan mengharuskan nya mengeksekusi 2 nyawa . Hingga Mentri Wu membuat rumor jika Bai Lige juga terlibat dalam kasus pembunuhan Sujin .
__ADS_1
Kabar kematian itu terdengar juga ke Kediaman Mentri Bai . Mentri Bai begitu murka saat mengetahui Putri kedua nya di eksekusi mati oleh Mentri Wu tanpa memberi tahu nya . Dia benar benar ingin menghancurkan Kediaman Mentri Wu itu .
" Kurangajar berani nya Mentri Wu mengeksekusi anak ku " marah Mentri Bai
" Ayahanda redakan emosi mu . Xu'er mendengar bahwa meimei ikut membunuh Sujin . Mungkin Mentri Wu terpaksa membunuh nya juga " Bai Lexu mencoba menenang kan Ayah nya
" Tapi dia tidak menghargai ku sama sekali . Bai Lige adalah anak ku . Jika harus di hukum maka aku sendiri yang akan menghukum nya . Aku akan membuat perhitungan dengan Mentri Wu "
" Ayahanda jangan gegabah Mentri Wu memiliki Permaisuri di belakang nya . Kita harus membuat rencana yang matang untuk balas dendam atas kematian meimei "
Mentri Bai berpikir sejenak
" Kau benar Xu'er kita harus membuat rencana yang matang untuk menyingkirkan mereka . Tidak salah aku mendidik mu selama ini " puji Mentri Bai
" Ayah terlalu memuji "
" Xu'er kau adalah putri ayah yang bisa di andalkan . Cepat atau lambat ayah akan membantu mu memasuki istana "
" Baiklah ayah harus berjanji " Bai Lexu tersenyum manis . Dia memang berambisi untuk menjadi salah satu wanita favorite Putra Mahkota agar kelak dia bisa menjadi Permaisuri Kekaisaran Zhao .
*
Saat semua orang sedang membicarakan Kematian Wu Lijing dan Bai Lige . Beda hal nya dengan Kaisar Zhao yang kini tengah berdiskusi bersama Jendral Liu dan Shen Zhi
" Zhen baru saja mendapat laporan jika Kekaisaran Jing mulai bergerak . Kita harus segera memperkuat pertahanan di Perbatasan . Zhen berencana akan mengirim Pangeran Ketiga keperbatasan bersama kalian . Akan tetapi satu hari yang lalu Pangeran Ketiga meminta Izin kepada Zhen untuk pergi dari istana beberapa minggu . Putra Mahkota menawarkan diri nya untuk pergi keperbatasan tapi Zhen keberatan . Menurut Jendral Besar siapa kira kira yang cocok untuk tugas kali ini " ucap Kaisar Zhao
" Kalau saya boleh saran mungkin Pangeran Kedua Zhao Xiao Xi , mengingat Pangeran Keempat Zhao Xu Qiu masih belum cukup berpengalaman untuk kasus yang cukup besar seperti sekarang ini tetapi apapun keputusan Kaisar adalah yang terbaik " ucap Jendral Liu
" Zhen setuju . Nanti Zhen akan berbicara kepada Xi'er . Besok kalian akan segera berangkat ke perbatasan "
" Baik Yang Mulia " ucap Jendral Liu
" Kalau begitu saya dan Shen'er pamit undur diri "
" En "
*
Di sisi lain . Terlihat seorang pria dan gadis muda yang kini tengah berpelukan seperti menyalurkan semua kerinduan diantara mereka
" Kau lama sekali menemui ku " ucap gadis itu dengan nada manja
" Maaf . Kemarin saat aku mendengar kau tidak mau makan aku langsung menemui mu kesini " Pria itu masih memeluk gadis nya seolah takut jika gadis itu lari
" Aku sangat kesal , kau sudah lama tidak mengunjungi ku . Apa karena wanita itu ? katakan pada ku apa kau mulai mencintai nya ? " selidik gadis itu
" Aku hanya mencintai mu . Tunggu saat aku mendapatkan posisi Kaisar maka aku akan menjadikan mu Permaisuri ku "
" Kau tidak sedang membohongi ku kan ? "
" Tidak , kau adalah gadis yang ku cintai mana mungkin aku membohongi mu "
" Aku mencintai mu " rengek gadis itu
" Aku lebih mencintai mu sayang . Tunggulah sampai wanita itu mencintai ku . Segera aku akan merebut tahta dan membunuh Kaisar Zhao " Ucap Pria itu dengan seringaian penuh arti .
****
Di Pavilliun Teratai . Terlihat Zhu Que yang kini sedang duduk di sebuah Gazebo
" Que'er apa kau sudah mendengar berita hari ini " tanya Jinxing yang kini sedang menuangkan teh untuk Zhu Que
" Kematian suami istri itu ? "
" Ya . Berita itu menjadi topik hangat hari ini "
" Aku sudah menduga nya " ucap Zhu Que santai
Saat sedang asik asik nya menikmati teh di temani kue kue yang Zhu Que suka . 10 Pria berpakaian hitam mengepung nya . Semua pengawal kediaman Zhu Que terkejut dan bergegas akan menghadang 10 orang itu . Tapi Zhu Que memberi kode agar mereka mundur .
" Seperti nya kita sedang kedatangan tamu " Zhu Que terkekeh " Katakan siapa yang mengirim mu . Ohh apakah Mentri Wu ? " ucap Zhu Que enteng
Salah satu dari mereka terkejut saat Zhu Que mengetahui siapa yang mengirim mereka
" Bukan urusan mu " ucap salah satu Pria yang Zhu Que yakini adalah Ketua dari mereka . Melihat Baju yang di gunakan nya berbeda dan lebih mewah dari yang lain .
" Tunggu apa lagi serang wanita ituu " Pria itu mengeluarkan Pedang yang sedari tadi menggantung di sebelah kiri pinggang nya .
Zhu Que hanya menyeringai melihat mereka . Sorot mata nya yang tajam membuat 10 Pria itu bergidik ngeri .
.
.
.
__ADS_1
Holla guys .. Makasih sudah membaca cerita yang amatiran ini :v
Aku agak ngerasa klo Ini cerita makin gak jelas gak sih ? :v klo ada saran boleh kasih tau di komen ya :)