
..." ya , melibatkan si bodoh ini mungkin akan sedikit menguntungkan bagiku . Jangan salahkan aku jika dia terluka , tapi salahkan dirimu karena tidak berperasaan "...
......................................
Setelah bergelut dengan laporan-laporan yang menumpuk , Zhu Que merenggangkan otot-otot nya .
" Ahh melelahkann " batin nya
Zhu Que mengedarkan pandangan nya mengamati ruangan yang cukup lama tidak dia kunjungi . Desain Klasik bernuansa Modern mengingatkan dia kepada kehidupan terdahulunya .
" Apa masih ada kesempatan untuk aku kembali ? "
Kenangan semasa di dunia modern memenuhi benaknya , sesungguhnya dia ingin sekali kembali . Tapi dia sendiri tidak yakin bagaimana dengan tubuhnya di dunia modern . Mungkin saja sudah terbungkus peti mati , pikir Zhu Que .
" Que'er "
Lamunan Zhu Que terbuyarkan saat seseorang memanggil namanya . Dilihatnya Chen seraya membawa cemilan kesukaan Zhu Que .
" Istirahatlah , aku tahu kau lelah . Biar sisanya aku saja yang memeriksa laporan itu , sekarang kau harus mengisi perutmu " ucap Chen
" Aku belum terlalu lapar ge , tapi aku tidak bisa menolak kebaikanmu " ucap Zhu Que dengan mata berbinar menap cemilan yang di bawa Chen
Chen tersenyum melihat tingkah menggemaskan Zhu Que . Dia berharap senyuman itu akan selalu menghiasi wajah cantik itu . Chen duduk di kursi sebrang Zhu Que , dia melihat Zhu Que begitu lahap memakan cemilannya .
" Aku senang kau kembali Que'er . Aku pernah berpikir bagaimana jadinya jika kau tak kembali " ucap Chen
" terimakasih sudah kembali " lanjutnya
Zhu Que tersenyum , dia tidak menyangka akan sedekat ini dengan Chen yang pernah berniat membunuhnya . Penilaian Zhu Que terhadap Chen memang tidak salah . Chen menjadi sosok kakak laki-laki setelah Shen Zhi yang Zhu Que sayangi .
" Aku sangat bersyukur atas kesehatanku sekarang . Seharusnya aku yang berterimakasih padamu Ge , karena telah membantu ku dalam segala hal " ucap Zhu Que
" Kau terlalu sungkan " ucap Chen
" Oh iya , bagaimana dengan adik mu Ge ? apakah dia sudah sembuh total ? "
" Ya , dia bahkan sudah menjadi anggota Underground dan kini mengelola bisnis yang ada di Kekaisaran sebrang "
" Syukurlah "
" Tapi Ge , ada yang ingin aku sampaikan padamu "
" Ada apa Que'er ?"
" Aku ingin kau menggantikan posisiku "
Pergerakan Chen terhenti sejenak
" Apa maksud mu Que'er ? "
" Tidak ada penolakan "
" Tapi kenapa ? "
" Aku ingin melanjutkan perjalanan hidup ku Ge "
" Tidak bisakah kau tetap disini ? " Raut wajah Chen berubah menjadi murung .
Zhu Que yang menyadari perubahan raut wajah Chen langsung menggenggam tangannya bertujuan untuk meyakinkan Chen .
Bukan Zhu Que tidak mau tinggal di kediaman Jendral Liu dengan status sebagai Putri Ketiga Jendral Besar atau sebagai pemimpin organisasi terbesar di seluruh Kekaisaran , Demon Queen . Hanya saja Zhu Que sudah memutuskan untuk mengikuti Yuan ZhouXu . Ya , Zhu Que telah menyadari bahwa dia menjatuhkan hatinya untuk Pria tersebut . Dia ingin mencoba kehidupan baru bersamanya . Meskipun dia akan meninggalkan banyak orang yang dia sayangi .
" Kau tenang saja Ge aku pasti sesekali akan kembali . Untuk pelantikan mu akan segera rayakan dan jangan menolak "
Chen menghela nafasnya kasar
" Kemana tujuan mu ?" tanya Chen
Zhu Que tidak menjawab , dia hanya memberikan senyuman manis untuk Chen . Entahlah , Zhu Que merasa bahwa Chen tidak perlu tau kemana tujuannya , bukan tidak mempercayai tapi biar saja menjadi konsumsi pribadinya sendiri . Toh selama ini Chen tidak tahu bahwa Zhu Que berada di dunia atas .
" Kapan kau akan pergi ? " tanya Chen
" Setelah ulang tahun A Li dilaksanakan , sekitar dua minggu lagi "
" Aku harap yang terbaik untuk mu . Kemanapun kau pergi jagalah dirimu baik-baik dan juga ,,, jangan lupakan aku " ucap Chen
__ADS_1
Tanpa mereka sadari , di balik pintu seseorang mendengar percakapan mereka dengan tangan yang terkepal .
" Lihatlah cintamu bahkan pergi tanpa ku singkirkan terlebih dahulu . Lalu apa yang kau tunggu ? , apa kau masih mengharapkannya sedangkan yang selalu ada untukmu adalah aku Chen . Bisakah kau mencintaiku ? "
Sedangkan di dalam ruangan Zhu Que sudah selesai dengan keputusannya . Dia pun berpamitan untuk pergi dari markas .
" Baiklah mari Gege antarkan sampai kedepan "
Zhu Que berjalan terlebih dahulu.
Ceklekk
Pintu pun terbuka , menampilkan sosok wanita berparas cantik yang berdiri di depan pintu . Terlihat raut wajah terkejut Zhu Que dan Chen yang kini memandangi sosok di hadapannya .
Bukk
Zhu Que berhambur kepelukan wanita yang tidak lain adalah Huanran .
" Jiejie , kenapa kau tidak mengetuk pintu dan memilih berdiri disini " ucap Zhu Que seraya melepaskan pelukannya .
" Aku hanya tidak ingin mengganggu " ucap Huanran
" Sayang sekali aku harus pergi sekarang . Tapi aku janji , aku pasti akan menemuimu Jie "
" Baiklah " ucap Huanran
" Kenapa tidak memberitahu jika pulang lebih awal , aku bisa menjemputmu Ran'er " ucap Chen
" Tidak apa , aku hanya ingin memberimu kejutan " ucap Huanran seraya bergelayut manja di lengan Chen .
Zhu Que tersenyum melihat keharmonisan hubungan Chen dan Huanran .
" Ahh lihatlahh pasangan serasi ini , sepertinya aku harus segera pergi agar kalian memiliki banyak waktu bersama " goda Zhu Que
" ya itulah yang ku mau "
" Baiklah Ge , Jie , aku pergi dulu .. Dan jangan lupa untuk lukisan ku Ge "
Setelah mengucapkan kata tersebut Zhu Que langsung menghilang di hadapan Chen dan Huanran .
" Ada apa ? " tanya Huanran
" Hentikan obsessi mu Ran'er "
Chen pergi menuju ruangan kerjanya disusul Huanran .
Brak
Chen membanting barang-barang yang berada di atas meja kerjanya , Huanran yang melihat itu terkejut lalu mendekati Chen .
" Maksud mu apa Chen ? " tanya Huanran
Chen menatap Huanran dengan wajah menggelap menahan amarah .
" Jangan kira aku tidak tahu apa yang kau rencanakan dengan wanita itu . Kau pikir aku bodoh yang tidak tahu apa yang telah kau lakukan selama ini di belakangku "
Deg
Huanran mengerjapkan matanya , apakah Chen selama ini mengawasi gerak-geriknya . Tapi kenapa dia tidak tahu ? Bodoh , Huanran lupa bahwa anggota Underground bisa menyamarkan keberadaannya dari oranglain terkecuali Chen dan Zhu Que .
" Aku melalukan semua itu karena mu Chen " kini Huanran tidak ingin kalah .
Memang benar , faktor pertama penyebab Huanran seperti itu adalah Chen sendiri . Jika saja Chen berhenti memikirkan wanita lain , mungkin Huanran tidak akan ada niatan mencelakai orang . Tapi karena Cinta nya yang terlanjur dalam pada Chen , dia tidak ingin kehilangannya . Dia sudah bersabar menunggu Chen , meskipun Chen sangat baik padanya seakan Huanran wanita yang paling Chen cintai , tapi kenyataannya hati pria itu bukan untuknya . Kesabarannya terus di uji , sampai Huanran menahan sakit hatinya saat melihat lukisan - lukisan wanita itu terpajang di ruangan khusus Chen yang bahkan dia sendiri tidak diperbolehkan masuk .
" Apa kau pernah menghargai perasaanku ? aku istri mu Chen , tapi kau bahkan membuat ruangan khusus hanya untuk dijadikan tempat penyimpanan segala hal tentang wanita itu hikss.. "
Huanran tidak bisa lagi menahan emosinya , dia sudah tidak tahan menyimpan semua keluhan yang ada di benaknya .
" Ran'er " Chen belum pernah melihat Huanran seperti ini . Wanita yang biasanya selalu tersenyum manis kini tengah menangis dengan kilatan luka di kedua matanya . Chen merasakan dadanya sesak saat melihat Huanran menangis seperti itu . Di dekapnya tubuh yang kini bergetar .
" Hikss.. tidak bisakah kau mencintaiku , maksudku tidak bisakah kau membuka hatimu untuk ku hikss.. Aku pikir saat kau mengajakku menikah kau benar-benar mencintaiku " ucap Huanran disertai tangis pilunya .
Chen semakin mendekap tubuh Huanran . Sungguh dia merasa bersalah , dia memang bajingan . Tapi Chen tidak bisa mengendalikan hatinya . Dia sudah berusaha melupakan tapi ternyata cinta itu semakin besar . Chen memang tertarik kepada Huanran karena dia merupakan wanita Jenius dan juga ramah , Chen berpikir bahwa dia telah mencintai Huanran , namun Chen tak pernah berpikir bahwa rasa itu hanya rasa sayang dan mengagumi tanpa cinta . Seiring waktu berlalu , Chen tetus memikirkan Pujaannya yang kabarnya saja dia tidak tahu sampai suatu hari dia kembali dan itu membuat Chen amat bahagia . Namun Chen harus menelan kembali pil pahit saat pujaannya berpamitan untuk pergi kembali . Chen tahu bahwa alasan dia pergi adalah pria yang pernah membawanya pergi sampai dua tahun lamanya . Zhu Que , Ya Chen mencintai Zhu Que sejak Zhu Que memberinya kesempatan kedua , mungkin itu bisa dikatakan cinta pandangan pertama . Meskipun awalnya Chen terlihat dekat dengan Jinxing namun kenyataannya wanita yang Chen cintai adalah Zhu Que . Perhatian dan kasih sayang Chen untuk Zhu Que bukan semata-mata karena Chen merasa Zhu Que adalah adiknya . Namun seperti sayang antara pria kepada wanitanya .
Chen tahu itu salah , tidak seharusnya Chen menyianyiakan Huanran . Tidak seharusnya Chen menutup hatinya , Chen menyayangi Huanran tapi tidak mencintainya .
__ADS_1
" maafkan aku ran'er , kau wanita baik "
Chen terus mendekap Huanran seraya mengecup puncak kepalanya . Meskipun Chen kecewa karena Huanran berencana menyakiti Zhu Que , tapi Chen sadar bahwa pemicu nya adalah kecemburuan yang disebabkan oleh dirinya .
" Maafkan aku Ran'er , tidak seharusnya aku menyakitimu " ucap Chen
" Aku tidak bisa melupakannya dengan mudah , kau pun tahu itu . Aku memang egois maafkan aku " lanjutnya
" Aku membencimu " lirih Huanran
" Tapi sialnya aku mencintaimu lebih dari membencimu "
" Terimakasih sudah mencintaiku dan bertahan sampai sekarang " ucap Chen
" Tapi aku mohon hentikan rencana gila mu Ran'er "
" Kenapa ? apa kau akan terus berpihak padanya " Huanran melepaskan diri dari dekapan Chen
" Tentu saja , aku peduli padanya "
" Chen " Huanran menggeram menahan emosi
" terus saja berpihak pada wanita yang bahkan tidak mencintaimu "
" Hentikan Ran'er jangan gegabah , aku akan berusaha melupakannya tapi hentikanlah kegilaan yang kau rencanakan " ucap Chen
" Aku butuh bukti Chen , aku sudah muak berpura-pura bodoh , aku muak bersabar " ucap Huanran seraya meninggalkan ruangan kerja Chen tanpa memperdulikan Chen yang terus memanggil namanya .
Chen menghela nafasnya kasar , dia sangat frustasi dengan keadaannya sekarang ini . Segera dia menyuruh salah satu anggota Underground untuk melaporkan setiap gerak-gerik Huanran .
" apa cinta ini salah " batin Chen
" maafkan aku Huanran , aku akan membuktikan padamu . Kali ini aku berjanji akan melupakannya meskipun sulit"
" Que'er bisakah aku melupakanmu ? "
*****
Hacimmm
" ahh siapa yang menggosipkanku " ucap Zhu Que yang kini berbaring di ranjang kesayangannya . Di sebelah kanan ada Trotter dan Zeus yang kini duduk bersantai seraya menikmati teh dan beberapa cemilan .
" Gosip ? " Zeus mengernyitkan dahinya
" emm seperti dua orang atau lebih sedang membicarakanku " jelas Zhu Que
" Ohh , memangnya siapa yang mengosipkanmu ?" tanya Zeus kembali
" Bodoh " ucap Trotter
Zhu Que terkekeh melihat kedua pria yang tidak pernah akur itu.
" Sudahlah jangan berdebat " ucap Zhu Que disertai kekehannya .
" Apa Dewa itu tidak datang " ucap Zeus yang langsung mendapat toyoran dari Trotter
" Auhh " Zeus memegangi kepalanya
" pfff hahaha... " Zhu Que tidak bisa menahan tawanta saat melihat ketidak akuran mereka
" Yuan sepertinya sedang sibuk " ucap Zhu Que
" Apa kau yakin dengan keputusan mu itu " tanya Trotter
" Ya , aku sudah memutuskan Ge "
" baiklah semoga keputusanmu yang terbaik "
" Trotter benar , kita akan selalu mendukung mu Que'er " timpal Zeus
" En , terimakasih "
.......
Happy Reading...
__ADS_1