Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Rencana


__ADS_3

..." Tunggu mereka bergerak . Dan aku akan segera memberi hadiah yang cukup besar untuk kedua nya " ucap Zhu Que menyeringai...


...--------------------------------...


Disisi lain , seorang pria dengan iris hitam pekat nya , sedang bergelut dengan gulungan laporan yang baru saja dia terima .


" Bagaimana , apa semua nya sudah siap seperti yang di rencanakan ? " tanya nya yang masih fokus membaca gulungan laporan itu .


" Menjawab Tuan , semua sudah tersusun seperti yang Tuan inginkan " ucap Pria yang sedaritadi hanya berdiri dan memperhatikan Tuan nya itu


" Bagus . Saat Pengangkatan Permaisuri nanti aku harap semua sudah siap "


" Mengerti Tuan "


" Oh ya , awasi putri pertama kediaman jendral besar , aku tidak ingin dia membuat kesalahan dan mengakibatkan rencana kita gagal . Dan katakan padanya jika aku ingin dia secepatnya mengambil token itu . "


" Baik Tuan "


" sebentar lagi , sebentar lagi aku akan membalaskan kematian mu ibu . Aku sudah tidak sabar melihat kehancuran Zhao Xu An "


******


" Kalau begitu aku akan kembali ke istana , aku takut mereka menyadari bahwa aku tidak ada di kediaman " ucap Zhu Que


" Dan , jangan lupakan apa yang aku katakan padamu . Aku ingin semua nya berjalan dengan mulus " lanjut nya


" Kau tenang saja Que'er , aku akan mengatur semua nya " ucap Chen


" Baiklah aku pergi , kau jaga dirimu baik baik disini dan juga terimakasih sudah membantuku mengurus segala hal di sini "


Setelah berpamitan dengan Chen , kini Zhu Que kembali istana , tepat nya kembali ke Kediaman nya .


" Ah lelah sekali , padahal cuma pergi ke markas " gumam Zhu Que sembari merenggangkan otot otot nya .


syuuttt


Sebuah panah melesat sempurna dari arah jendela . Zhu Que dengan sigap menangkap panah itu . Dia sangat kesal , siapa yang begitu berani melakukan hal seperti ini kepada nya . Zhu Que melihat sebuah kertas yang tergulung diantara panah tersebut . Tanpa menunggu lama , Zhu Que mengambil dan membuka isi dari kertas itu .


'*Besok T**emui Ayah di rumah makan Underground*'


Zhu Que mengernyitkan dahi saat membaca isi surat itu .


" kenapa ayah memintaku menemui nya ? . Bukan kah kemarin sudah bertemu , apa ayah dalam masalah " batin Zhu Que


Zhu Que segera melenyapkan surat itu dengan elemen api nya . Zhu Que merasakan jika hal buruk akan segera terjadi dalam waktu dekat .


" Hufthh .. Apalagi yang akan aku lalui di kehidupan yang melelahkan ini " guman Zhu Que


" Apapun kesulitan nya aku akan selalu melindungi mu Que'er "


Zhu Que mengalihkan pandangan ke asal suara yang tidak asing baginya .


" Jinxing ? sejak kapan kau masuk " tanya Zhu Que


" Aihh , sudah sedaritadi aku mengetuk pintu dan tidak ada jawaban , aku khawatir lalu aku masuk . Dan kau masih belum sadar akan keberadaan ku " Jinxing terkekeh .


" Ah benarkah ? , aku terlalu asik melamun rupanya " ucap Zhu Que


" En , aku membawakan kue kesukaan mu "


" Duduklah kemari " ucap Zhu Que


Jinxing pun duduk berhadapan dengan Zhu Que .


" Tadi sewaktu aku pergi kepasar untuk membeli bahan makanan dengan pelayan lainnya , aku bertemu Chui " ucap Jinxing


" Pelayan Putri Mahkota ? " tanya Zhu Que


" Iya , dia bilang kalau Putri Mahkota merindukan mu . Dan dia berhatap kau bisa mengunjungi Putri Mahkota " ucap Jinxing


" Aku akan mengunjungi Youlian segera " ucap Zhu Que


" Oh iya , aku lupa memberitahu mu . Di dekat meja rias ku ada kotak yang berisi krim kecantikan dari Fengjiu , aku ingin kau membuang krim sampah itu " ucap Zhu Que


" Trik kotor apalagi yang dia ingin lakukan " geram Jinxing


" Satu lagi , bunuh setiap pelayan dan pengawal yang mencurigakan . Aku merasa banyak mata-mata di kediaman ku " ucap Zhu Que


" Baik Que'er , kalau begitu nikmatilah kue nya . Aku masih ada pekerjaan "


" En . Pergilah " ucap Zhu Que


****


Hari sudah semakin larut ..


Di Kediaman Jendral Besar , terlihat seorang perempuan yang kini berjalan dengan pandangan waspada . Setiap detik dia akan melihat kesekitar untuk memastikan jika tidak ada orang yang melihat nya .


tak tak tak


Terdengar suara langkah kaki yang bisa di pastikan itu adalah penjaga yang kini berkeliling menjaga keamanan . Dengan langkah cepat , perempuan itu bersembunyi .


Krekk


" siapa di sana " tanya salah satu penjaga


" sial , kenapa harus ada ranting disini " batin perempuan itu


Pengawal semakin mendekati persembunyian perempuan itu yang tidak lain adalah Fengjiu .


Fengjiu menahan nafas nya saat pengawal itu semakin mendekat .


" Kau sedang apa " tanya pengawal lain


Pengawal yang hampir memergoki Fengjiu menoleh kebelakang . " aku mendengar bunyi ranting yang terinjak " jawab nya


Saat Pengawal itu ingin melanjutkan langkah nya , seseorang berteriak ke arahnya .


" Hey , ayo berkumpul . Tuan Muda Shen Zhi memerintahkan kita berbaris di halaman "


" Ada apa ? tumben sekali " tanya pengawal yang akan memergoki Fengjiu


" entahlah , ayo pergi " ucap pengawal lain

__ADS_1


Mereka pun pergi ke halaman utama .


" Hufthh akhirnya " gumam Fengjiu .


Fengjiu keluar dari persembunyian nya dan bergegas masuk kedalam ruang kerja Jendral Liu .


"Dewa sedang memihak ku " Fengjiu bersorak dalam hati .


krieetttt


Pintu ruangan kini terbuka . Dengan perlahan Fengjiu masuk mengendap-endap . Tanpa ba bi bu , dia segera menggeledah setiap sudut ruangan .


10 menit telah berlalu ... Dan Fengjiu masih sibuk mencari Token yang dimaksud Pangeran Ketiga


" dimana aku harus mencari nya lagi , apa token itu berada di kamar ayah " batin Fengjiu


Fengjiu terus mencari kesemua sudut hingga dia melihat sebuah laci yang berada di meja kerja Jendral Liu .


" mungkin di laci itu " batin Fengjiu


Fengjiu mencoba menarik laci itu " Ck , di kunci " batin nya .


Fengjiu mengeluarkan elemen angin nya dan mencoba membuka laci tersebut hingga akhirnya terbuka dan menampilkan sebuah kotak yang cukup mewah . Tanpa menunggu lama , Fengjiu membuka kotak itu yang ternyata terkunci oleh segel formasi tingkat 3 .


" sial , ternyata terkunci " . Fengjiu mencoba membuka segel Formasi itu . Beruntung dia adalah ahli Formasi Tingkat 4 , jadi bukan hal yang terlalu sulit untuk nya membuka segel itu .


Klikk


Kotak itu akhirnya terbuka . Mata Fengjiu membelalak saat melihat apa yang berada di dalam kotak tersebut .


" Token Militer " batin nya . Fengjiu mengambil Token itu dan menyimpan nya di balik hanfu yang dia gunakan . Fengjiu membereskan semua kekacauan yang disebabkan oleh nya agar Jendral Liu tidak curiga jika Token Kemiliteran telah di curi . Setelah semua nya selesai seperti sediakala , Fengjiu menyeringai .


" Maafkan aku Ayah , aku mengecewakan mu tapi aku tidak akan pernah menyesal " gumam Fengjiu .


Perlahan Fengjiu keluar dari ruangan itu , saat situasi terasa aman . Dia langsung pergi menjauhi ruang kerja Jendral Liu .


Tanpa Fengjiu sadari , seseorang kini sedang menyeringai melihat kepergian Fengjiu .


" gadis bodoh " gumam nya


*


Setelah berhasil mencuri Token Kemiliteran dari ruang kerja Jendral Liu . Fengjiu berdebat dengan pengawal bayangan Hua Yun yang sedari kemarin mendesak nya agar segera mengambil Token itu .


" katakan pada pangeran untuk menemuiku " ucap Fengjiu


" Pangeran sibuk , harap Putri bekerja sama dan memberikan token itu kepada saya " ucap pengawal bayangan Hua Yun .


" Tidak , tunggu sampai Hua Yun tidak sibuk saja " ucap Fengjiu


Pengawal itu menggeram , jika saja wanita di depan nya tidak menyimpan sesuatu yang di butuhkan Tuan nya , terlebih Kultivasi nya lebih tinggi dari diri nya , mungkin sudah dia bunuh sedaritadi . Dengan sabar Pengawal itu pergi untuk melaporkan keinginan Fengjiu . Fengjiu bersorak kemenangan , dia sudah tidak sabar untuk menghabiskan malam yang panjang bersama Hua Yun .


Setelah menunggu beberapa menit , Hua Yun akhirnya datang ke Kediaman Fengjiu .


" Ada apa Jiu'er , aku dengar kau memintaku datang " ucap Hua Yun yang kini berdiri di dekat Jendela .


Mata Fengjiu berbinar , langsung saja dia berhambur kepelukan Hua Yun .


" Aku sangat merindukan mu Yun'er " ucap Fengjiu


Fengjiu melepaskan pelukan nya . Tanpa aba aba , Fengjiu menciu* bibir Hua Yun dengan rakus dan itu membuat empu nya membelalakan mata nya karena terkejut akan perlakuan Fengjiu yang tiba-tiba . Perlahan Fengjiu membuka lapisan baju pertama yang Hua Yun pakai . Hua Yun dengan pasrah membiarkan Fengjiu yang entah kerasukan apa sehingga berlaku sangat agresif . Hingga terjadilah malam yang penuh gairah di kamar Fengjiu .


Setelah menuntaskan semua hasrat diantara mereka . Fengjiu kini tertidur dengan memeluk erat tubuh Hua Yun . Perlahan Hua Yun menyingkirkan tangan Fengjiu dari atas tubuh nya dan memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai lalu pergi untuk memakai pakaiannya kembali . Setelah memakai pakaiannya kembali , Hua Yun mencari Token yang Fengjiu sembunyikan .


" Dimana dia menyembunyikan nya " gumam Hua Yun .


Hua Yun terus mencari di setiap sudut kamar Fengjiu tapi dia tidak menemukan nya , saat Hua Yun tidak sengaja menginjak Hanfu yang berserakan di lantai , dahi nya mengernyit dan segera memeriksa hanfu itu .


Hua Yun menyeringai saat menemukan Token itu di sembunyikan di saku yang ada di hanfu Fengjiu .


" Kenapa tadi aku tidak menyadari token nya berada di sini " ucap Hua Yun .


Setelah mendapatkan token nya , Hua Yun menuliskan sesuatu di kertas dan menyimpan nya di samping Fengjiu . Tanpa berlama-lama lagi , Hua Yun segera pergi dari Kediaman Jendral Besar .


***


" Que'er "


" Que'er ayo bangun "


" Que'er , ini sudah pagi "


Sang Empu yang mendengar nama nya di panggil hanya menjawab "iya" .


" Que'er ayoo bangun , aku sudah menyiapkan air untuk mandi dan juga sarapan " Jinxing mulai kesal dengan Zhu Que yang tidak kunjung bangun .


" Atau aku akan panggilkan pangeran ketiga agar membangunkan mu " ucap Jinxing


Mendengar nama seseorang yang membuat nya muak , Zhu Que akhirnya memaksakan diri untuk bangkit dari tempat tidur .


" iya iya aku bangun " dengan sempoyongan , Zhu Que berjalan ke kamar mandi .


Jinxing terkekeh melihat wajah bantal Zhu Que yang menahan kekesalan .


1 jam kini berlalu ..


Zhu Que sudah menyelesaikan ritual wajib nya yang setiap pagi akan dia lakukan .


Kini seperti biasa , Zhu Que akan duduk dengan buku yang selalu menemaninya .


" Apa kau tidak akan mengunjungi Pangeran Que'er " ucap Jinxing


" Tidak " singkat Zhu Que


" Baiklah " ucap Jinxing


" Aku akan pergi " Zhu Que meletakan buku yang dia baca , lalu bangkit dari duduk nya.


" Kau akan pergi kemana ? " tanya Jinxing


" Menemui seseorang , tolong jagalah kediaman ku . Jika pangeran itu ingin menemuiku katakan saja aku sedang tidak ingin di ganggu " ucap Zhu Que kemudian pergi dengan berteleportasi .


Jinxing hanya menggelengkan kepalanya saat melihat sikap Zhu Que yang semakin dingin .

__ADS_1


*


Di sisi lain , seorang pria yang berumur sekitar 40 tahun sedang duduk di salah satu ruangan khusus sebuah restoran . Meskipun umurnya sudah kepala empat , tapi masih terlihat awet muda dan tampan .


Cklek


Pria itu tersenyum saat melihat seorang gadis cantik yang kini berdiri di ambang pintu .


" Apakah ayah menunggu lama ? "


" Tidak , ayah baru saja tiba Que'er " ucap Pria itu yang tidak lain adalah Jendral Liu


" Ada apa ayah ingin menemuiku , tumben sekali " ucap Zhu Que yang kini duduk di sebrang Jendral Liu .


" Ada yang ingin ayah sampaikan "


" Sepertinya masalah serius " ucap Zhu Que


" Ya , ini menyangkut pernikahan mu juga " Jendral Liu memandang Zhu Que lekat , tersirat kesedihan di matanya .


" Apa ayah sudah tahu " tanya Zhu Que


" Apa kau juga sudah tahu " Jendral Liu balik bertanya


" Tentang hubungan gelap Pangeran Ketiga aku sudah tahu " ucap Zhu Que enteng


" Jadi kau sudah tahu tentang hubungan suami mu dan kakak mu " ucap Jendral Liu memastikan


" Kakak ? maksud ayah Fengjiu ? " tanya Zhu Que


" Ya , mereka memiliki hubungan dan ayah baru tahu akan hal itu . Mereka bahkan merencanakan pemberontakan dan berniat mencuri token militer . Maafkan ayah yang tidak mendidik kakak mu menjadi pribadi yang baik . Ayah sangat kecewa saat kakak mu bersekongkol untuk mengkhianatimu . Ayah juga menyesal telah membiarkan mu menikah dengan pria licik seperti itu " ucap Jendral Liu sendu .


Zhu Que tersenyum hangat dan meraih tangan Jendral Liu .


" Ayah tidak usah menyalahkan diri ayah sendiri , semuanya akan baik-baik saja , aku tidak apa-apa . Dan untuk Fengjiu yang mengkhianatiku , aku juga tidak apa-apa . Mungkin ini sudah menjadi takdir yang menyeretku untuk terlibat di dalam permainan Hua Yun " ucap Zhu Que yang meyakinkan Jendral Liu


" Maafkan Ayah Que'er , Ayah akan melakukan apapun yang terbaik untuk mu " ucap Jendral Liu


" Ayah jangan khawatir , aku sudah membuat rencana untuk membalaskan mereka . Tapi sepertinya aku perlu bantuan ayah dan prajurit elit di bawah kendali Ayah " ucap Zhu Que


" Kau tenang saja , semua akan ayah persiapkan "


" Aku dengar , kaisar akan mengangkat permaisuri baru . Aku pikir itu adalah waktu yang tepat untuk mereka bergerak . Saat fokus semua orang tertuju kepada acara yang sedang berlangsung , maka mereka akan memiliki celah saat semua orang lengah . Dan disitulah kita juga akan bergerak " ucap Zhu Que dengan seringaian nya


" Baiklah , ayah akan atur segala nya "


" Aku akan bergantung kepada ayah , tapi aku harap ayah tidak membicarakan rencana pemberontakan mereka kepada kaisar . Aku takut rencana kita akan gagal " ucap Zhu Que


" Baik ayah setuju dengan saran mu , tapi bagaimana jika pangeran ketiga menyewa anggota underground " ucap Jendral Liu


" Ayah tidak perlu khawatir , anggota underground akan memihak kita " ucap Zhu Que


" syukurlah jika memang seperti itu , kita tidak akan terlalu kewalahan " ucap Jendral Liu


" ayah bisa mempercayakan masalah anggota organisasi itu kepadaku . Aku yakin mereka akan membantu kita , karena yang ku tahu bahwa anggota underground hanya akan membela yang benar ." ucap Zhu Que


" Ya kau benar , ayah sebenarnya sangat kagum kepada Demon Queen . Di usia nya yang ayah kira mungkin masih belasan tahun , dia mampu membentuk organisasi yang hebat seperti itu " ucap Jendral Liu yang membuat Zhu Que mati-matian untuk tidak tertawa .


" orang yang sedang ayah bicarakan ada di depan mu sendiri " batin Zhu Que


" Ahh baiklah ayah , aku harus kembali . Aku takut Hua Yun mengunjungi ku di kediaman " ucap Zhu Que


" Hati hati Que'er , kau harus selalu waspada jika dia menemui mu " ucap Jendral Liu


" Ayah tenang saja aku tidak akan mati cepat " ucap Zhu Que


" Kau ini " Jendral Liu terkekeh


" Baiklah ayah jangan menertawakan ku , jagalah kesehatan mu dan jangan terlalu lelah karena gulungan kertas menyebalkan itu " omel Zhu Que


Jendral Liu mengusap puncak kepala Zhu Que


" baik , ayah akan mendengarkan mu . Pulang lah tapi ingat harus waspada "


" En , siap boss "


Zhu Que meninggalkan Jendral yang masih mengernyitkan dahinya


" Apa itu bo..bo apa tadi bo .. boss ? apa maksud dari boss ? apa sejenis makanan " gumam Jendral Liu


***


" Ayah sangat lucu sekali ekspresinya tadi " kekeh Zhu Que yang kini membayangkan raut wajah kebingungan Jendral Liu yang di panggil Boss oleh nya .


Setelah pergi meninggalkan Jendral Liu , Zhu Que masuk ke salah satu ruangan yang khusus yang di siapkan untuknya dan segera berteleportasi untuk kembali ke kediamannya .


Kini Zhu Que sedang duduk menyender di kursi yang berada di kamar nya . Sembari mengingat tentang pembicaraan dia dan Ayah nya .


" ehh aku lupa menanyakan hubungan fengjiu dan hua yun " gumam Zhu Que


" Bisakah kau menemuiku sekarang " Zhu Que bertelepati kepada salah satu penjaga bayangan nya .


" Hormat Queen " seorang pria berbaju hitam kini berdiri di hadapan Zhu Que , Ya dia salah satu penjaga bayangan yang dipekerjakan Zhu Que untuk menjaga kediaman Jendral Liu .


" Apa kau tahu tentang hubungan Hua Yun dan Fengjiu " tanya Zhu Que


" Menjawab Queen , mereka memang memiliki hubungan . Maafkan saya yang tidak segera memberitahu Queen " ucap penjaga bayangan itu


" Tidak apa-apa , sudah sejauh mana hubungan mereka ? "


" Mereka sudah berhubungan badan , Queen . Semalam hamba melihat penjaga bayangan pangeran ketiga keluar dari kediaman Putri pertama , setelah itu Pangeran ketiga datang dengan menyamarkan dirinya , karna saya merasa penasaran , saya mendekati kamar dimana putri pertama dan pangeran ketiga berada . Dan mereka melakukan nya Queen " jawab penjaga bayangan itu


" Apa mereka menyadari keberadaan mu " ucap Zhu Que memastikan


" Saya rasa tidak , Queen . Saya selalu meminum pil yang Queen berikan agar keberadaan saya tidak mudah diketahui oleh para kultivator hebat "


" Bagus .. Ini semakin menarik "


" Baiklah terimakasih , kau boleh kembali " ucap Zhu Que


Pengawal bayangan itupun pamit undur diri kepada Zhu Que dan kembali melakukan tugas nya untuk selalu mengawasi setiap pergerakan di kediaman Jendral Liu .


Zhu Que kini tersenyum dengan penuh arti .

__ADS_1


" Sebentar lagi sesuatu yang menarik akan terjadi " gumam Zhu Que .


__ADS_2