Consort Of The God Of Death

Consort Of The God Of Death
Keresahan


__ADS_3

**


Mata lentik itu kini perlahan terbuka, pandangannya mengedar kesetiap sisi ruangan , helaan nafas terdengar begitu gusar karena tidak mendapati sosok yang dia inginkan berada di sampinya. Dengan sedikit malas dia mengubah sedikit posisinya menjadi duduk dengan sandaran kepala ranjang .


Terdengar pintu di ketuk tiga kali dari luar. Netra itu kini menatap lekat ke arah pintu .


" siapa ?"


" Ampun dewi saya xia lin pelayan baru untuk membantu ada , apakah saya boleh masuk" sahut seseorang di balik pintu


"masuklah "


Perlahan pintu terbuka memunculkan seorang gadis muda berusia sekitar 17 tahun yang kini berdiri di ambang pintu dengan kepala menunduk


" apakah kau akan terus berdiri disitu ? , kemarilah xia lin aku tidak menggigit " Zhu Que sedikit terkekeh melihat gadis yang baru dia lihat selama tinggal di kediaman ini , menurutnya sikap pemalu itu sangat menggemaskan


Xia Lin yang mendengar kekehan Zhu Que langsung mendongak menatap takjub Dewi nya yang begitu cantik , entah kemana rasa malu dan takut yang tadi sempat menyerang nya kini dia terpaku tanpa berkedip .


" Dewi kenapa begitu cantik "


pertanyaan itu keluar dari bibirnya tanpa disadari


" oh ayolah apa kau kesini hanya untuk mengagumiku Xia Lin " goda Zhu Que yang berhasil menyadarkan Xia Lin dari keterpesonaannya .


Mood Zhu Que yang tadi buruk kini sedikit terobati dengan tingkah lucu pelayan barunya .


" ampun Dewi saya telah lancang , dengan banyak penyesalah saya tidak akan mengulangi kebodohan seperti itu lagi " raut panik kini tercetak jelas di wajah Xia Lin


Zhu Que tersenyum lalu beranjak dari ranjang mendekati Xia Lin


" hey tak apa aku tak keberatan , apa kau bisa membantuku membersihkan diri "


Xia Lin mengangguk dengan binar senang


" mari Dewi saya bantu "


*


Setelah beberapa menit membersihkan diri , kini Zhu Que dibantu Xia Lin menata rambut


"Xia Lin apa kau tahu dimana suamiku , sedari tadi aku belum melihatnya kembali kesini ?"


Gerakan tangan Xia Lin yang sedang menata rambut Zhu Que terhentik seketika


" sedari tadi saya tidak melihat Lord , mungkin Lord sedang sibuk di tempat kerja nya "


Sekali lagi helaan nafas berat Zhu Que hembuskan , mood nya kini kembali menurun . Entahlah kenapa dia sangat ingin melihat Yuan ZhouXu apa mungkin efek kehamilannya juga .

__ADS_1


Xia Lin merasa iba melihat raut wajah Dewi nya yang sedih , apakah sebegitu rindunya Dewi pada Lord .


" sudah selesai Dewi "


" baik terimakasih Xia Lin "


" apakah Dewi ingin mengunjungi Lord " tawar Xia Lin


" Aku takut mengaggu kalau dia sedang sibuk " berbeda dengan hatinya yang meronta ingin melihat


Xia Lin yang melihat tingkah Zhu Que begitu gemas sebab Dewi nya itu tidak ingin jujur mengenai isi hatinya sendiri , ayolah siapa yang tidak tahu melihat tingkah nya saja semua orang yang berada di posisi Xia Lin akan langsung menebak bahwa Dewi nya sangat ingin bertemu dengan Lord meskipun lisannya mengatakan tidak


" Menurut saya Lord akan senang jika Dewi berkunjung . Dewi bisa menjadi obat penat yang dirasakan Lord "


" Apa begitu ? "


Xia Lin mengangguk .


Entah kenapa rasanya Zhu Que sangat merindukan suaminya itu . Padahal mereka berpisah mungkin baru beberapa jam saja .


**


Disisi lain , seorang pria kini tengah mengepalkan tangan setelah salah satu orang kepercayaan nya melaporkan bahwa pihak musuh kini telah bersiap untuk menyerang wilayahnya .


Meskipun besar kemungkinan dia yang akan menang tapi kekhawatiran itu masih sama besarnya . Dia takut kejadian dahulu akan terulang lagi , dimana dia harus rela berpisah dengan pujaan hatinya . Tidak , tidak akan pernah dia biarkan . Apapun akan dia pertaruhkan untuk istri dan calon anak nya nanti .


" Yuan ?." Lamunan nya buyar saat suara merdu itu mengalun di telinganya .


" Apa kamu baik-baik saja ? " tanya Zhu Que yang kini berjalan mendekat .


" Maaf , aku tidak mendengar kamu masuk "


Yuan ZhouXu menuntun Zhu Que untuk duduk di salah satu kursi .


" Kamu memikirkan apa ? " tanya Zhu Que


Yuan ZhouXu hanya tersenyum sembari menuntun tangannya untuk mengelus perut Zhu Que .


" Yuann.. " kesal Zhu Que yang diabaikan.


" Aku tidak apa-apa sungguh . Aku hanya memikirkan masalah kecil yang terjadi ."


Zhu Que memandang lekat , "benarkah?" tanya nya menyelidik.


" Benar sayang , bagaimana kabar anak Ayah hm " ujar Yuan ZhouXu .


" Sepertinya dia merindukan mu "

__ADS_1


" Benarkah ..? Ayah juga tidak sabar melihat mu lahir ."


Tanpa sadar Zhu Que menguap karena merasa nyaman saat Yuan ZhouXu mengelus perutnya , sesekali mengelus surai panjang nya juga. Yuan ZhouXu yang sadar bahwa Zhu Que mengantuk segera memindahkan nya keranjang yang berada di ruangan itu .


" Tidurlah , aku akan menyelesaikan pekerjaanku "


Zhu Que hanya mengangguk kecil dan mencari posisi nyaman .


Yuan ZhouXu terkekeh melihat tingkah menggemaskan istrinya . Dia sangat bahagia sekarang . Dia berharap kebahagiaan ini akan terus dirasakannya dan tidak memudar sedikitpun .


Setelah dirasa Zhu Que sudah tidur , Yuan ZhouXu menempatkan beberapa penjaga bayangan untuk menjaga Zhu Que , sementara dia pergi keruang rapat untuk mendiskusikan tentang laporan yang baru dia dapat .


**


"Bagaimana dengan persiapannya." Aura penuh wibawa itu menekan semua orang yang berada di dalam aula.


" Sudah 92% Lord ."


"Persiapkan rencana nya dengan matang , makhluk menjijikan itu kini telah menuju ke dunia atas untuk menyerang ."


"Kami mengerti Lord." ujar semua orang dengan serempak


Dalam hati Yuan ZhouXu telah bertekad untuk membunuh penghianat ribuan tahun lalu yang sempat gagal dia bunuh.


Dia tidak akan pernah membiarkan makhluk menjijikan itu bebas berkeliaran apalagi sampai menyentuh Que'er nya . Cukup dulu dia lengah , sekarang dia akan mempertaruhkan segalanya untuk melindungi semua orang dari penghuni dunia bawah.


***


Seharian ini , Zhu Que menghabiskan waktu bersama para penghuni istana . Seperti saat ini , dirinya kini sedang menanam bunga di belakang kediaman nya ditemani banyak pelayan dan pengawal . Senyuman tidak pernah luntur di wajahnya .


Berbanding terbalik dengan Zhu Que , Yuan ZhouXu justru kini sedang kesal melihat banyak orang yang seperti mengerumuni istrinya . Mata tajam nya sedari tadi menghunus kearah para pengawal sebagai tanda harus menjaga jarak dengan istrinya.


Tidak tahan , Yuan ZhouXu mendekati Zhu Que dan langsung memeluknya manja . Sedangkan Zhu Que hanya tersenyum geli melihat reaksi suaminya , terlebih dia sudah mengetahui kekesalan Yuan ZhouXu sejak tadi.


Berbeda dengan para pelayan dan pengawal yang langsung menundukan kepala . Sedikit canggung berada dalam posisi sekarang.


" Ayo kembali ."


Zhu Que tersenyum miring berniat menjahili suaminya. "Aku ingin tetap disini."


Yuan ZhouXu refleks mendongak menatap tajam istrinya. Seketika Zhu Que hanya tersenyum jenaka , sedikit takut melihat tatapan tajam suaminya.


"Baikl__" belum sempat menyelesaikan ucapan nya , tubuh Zhu Que seperti melayang dan pelakunya tak lain adalah suaminya . Dalam gendongan Yuan ZhouXu dia mendelik sebal membuat kekehan lolos dari pria yang menggendongnya.


___


Halloo .. Udah lama ya , sebenar nya aku udah lupa sama alur cerita ini . Masih bimbang mau di gantung atau di tamatin aja . Cuma sayang klo gak di tamatin , maaf ya kalau sedikit gak nyambung .

__ADS_1


__ADS_2