Couple J

Couple J
Sabar ya


__ADS_3

Sesampainya dirumah, selesai mandi dan makan malam, Juna langsung memakan Snack nya didalam kamar, tepatnya diatas kasur, sontak membuat Julia naik pitam.


"Junaaaa!!! kebiasaan banget sih! udah dibilangin berulang kali, kalo makan ga boleh dikamar!! kan jadi kotor kasurnya, kasur tuh buat tidur bukan buat makan Junaaaa!!" omel Julia.


'mulai deh mak lampirnya' batin Juna pura pura tak mendengar omelan Julia.


"Lagi seru ih, berisik" jawab Juna dengan nada kecil hampir tak terdengar oleh Julia.


"Kan nonton diluar bisa! kalo mau nonton disini, gak usah bawa makanan!"


"Terlanjur"


"Pokoknya, kamu harus ganti sprei nya, beresin lantainya, terus besok kamu yang cuci sprei nya, titik!" ya beginilah, mbak istri kalo lagi PMS bawaannya emosi terus, tapi meskipun dalam keadaan tidak pms pun Julia akan marah kalau Juna sampai mengotori kasur.


"Siap, mama"


"Ihh mama mama, aku bukan mamamu!"


"Tapi, kan. Mama buat anak anak kita nanti"


"Apaan sih Jun! udah sana keluar kamar kalo masih mau nerusin makan! nonton di ruang tengah aja sono" usir Julia sembari menarik tangan Juna.


"Iya iya, mama muda" usil Juna sembari menggoyangkan pantatnya.

__ADS_1


"Rghhh anaknya siapa sih kamu Jun! ngeselin banget" Julia semakin emosi dibuatnya, ia sangat jijik kalau dipanggil mama oleh Juna.


Untuk menghindari amukan Julia yang sudah bersiap siap melempar bantal ke arahnya, Juna pun cepat cepat berlari keluar kamar dan melanjutkan menonton tv di ruang tengah sambil memakan Snack.


****


Sudah hampir tengah malam, Juna masih betah duduk di sofa ruang tengah, mendengar suara pintu yang terbuka membuat cowok itu menolehkan kepalanya.


'lah kok belum tidur dia? apa dia kebangun?, padahal gue juga gak keras nyetel tv nya' batin Juna terus menatap Julia yang keluar dari kamar mendekat ke arahnya.


Sesampainya didepan Juna, tanpa diduga duga, Julia langsung duduk dipangkuan Juna dan menyenderkan kepalanya didada bidang Juna. Reflex Juna langsung melingkarkan tangannya dipunggang Julia, karena itu memang kebiasaan Julia yang bangun tengah malam kemudian manja ke Juna.


"Yuk pindah ke kamar, aku ngantuk" bisik Juna.


Juna menghela nafas, 'terus kenapa kesini kalo ujungnya gak mau jalan sendiri' batinnya. Meski begitu, Juna tetap menggendong Julia.


"Mau minum dulu" terpaksa, Juna pun menuju ke dapur sambil menggendong Julia, Julia duduk di kursi kemudian Juna mengambilkan air untuk istrinya.


Melihat toples berisi cookies buatan Julia tadi sore, Juna merasa tergoda, ia pun mengambil 1 cookies saat segelas air telah diberikan pada Julia.


Setelah gelas ditaruh, Julia mendekatkan wajahnya ke wajah Juna dengan menjijitkan kakinya karena Juna jelas lebih tinggi dari Julia, cewek itu pun langsung memakan cookies yang hampir separuh masuk kedalam mulut Juna menggunakan bibirnya sendiri, sehingga membuat bibir mereka bersentuhan.


"Gausah mancing mancing gitu, katanya gak mau punya anak dulu"

__ADS_1


"Aku cuma mau ngerasain cookiesnya, soalnya tadi belum sempat ngerasain. Manis gak? soalnya tadi aku kurangin takeran gulanya"


Bukannya menjawab, Juna malah mendekatkan wajahnya ke wajah Julia sehingga membuat Julia menutup matanya, lantas Juna langsung menyelami manisnya bibir itu, walau hanya sebentar.


"Manis kok" bisiknya dengan smirk, saat bibir mereka sudah terlepas, Julia hanya tertawa kecil walau wajahnya sudah merah bagaikan tomat.


Juna melingkarkan tangannya dipinggang Julia, dan menariknya lebih dekat kedalam pelukannya, Julia mendongak menatap mata Juna.


"Lia"


"Mmm?"


"Sekarang, malem Jumat loh"


"Terus?"


"Ya... kita kan udah sah, ayolah. Mau sampe kapan kita ngundur terus" bisik Juna mulai terpancing, ia juga sudah menahan nafsunya selama setahun lebih. Sama sekali Juna belum men unboxing Julia.


"Aku lagi dapet, Minggu depan aja" jawab Julia, padahal sudah sebulan ini Julia tidak datang bulan.


Kemudian, Julia pun berjalan mendahului Juna sambil tertawa puas, Juna hanya terdiam sembari menatap bawahnya.


'sabar ya' batinnya.

__ADS_1


~•~


__ADS_2