
Pagi ini, Julia, Juna dan yang lain sedang merencakan joging bersama sebelum pergi muncak minggu depan.
"Lama banget sih kalian berdua, kita udah dapet 3 putaran nih" Jerome berkacak pinggang melihat kedatangan Juna dan Julia.
Mereka janjian pukul 6 pagi, tapi Juna dan Julia malah datang pukul 06.55
"Si Julia nih bangunnya kesiangan" jawab Juna, Julia hanya menggaruk tengkuknya sembari menyengir merasa bersalah.
"Gimana sih, kan elo yang ngajak, kok malah lo sendiri yang ngaret" timpal Ryena pada Julia.
"Eheh maaf"
"Yaudah, yuk!" Yaya pun langsung menarik tangan Julia, kemudian mereka pun kembali melakukan joging.
"Yura sama Chantika mau kesini katanya" ucap Yaya sembari terus berlari.
"Kok mereka tau?"
"Gue tadi buat story, trus mereka liat... dan berujung mau kesini juga"
"Emang si yoga ga bilang ke chantika kalo mau joging?"
"Ga tau, gue"
Julia berulang kali mengatur nafasnya, padahal masih baru 4 putaran rasanya sudah tidak sanggup lagi karena Julia jarang sekali berolahraga. Jadi Julia memutuskan untuk beristirahat sebentar, sembari melihat Juna yang masih berlari.
"Dapat berapa putaran?" tanya Juna yang menghentikan langkahnya, berdiri disamping Julia yang memainkan ponselnya, duduk di bangku pinggir lapangan.
"Baru empat"
"Itu udah lumayan kok" jawab Juna sembari mengacak rambut Julia, gemas.
"Elo datang kesini bareng siapa chan?" tanya Juna pada Chantika yang terlihat baru saja datang.
__ADS_1
"Dijemput Yoga, masa dia joging gak bilang bilang"
"Terus elo tau dari siapa?"
"Story nya Yaya" saut Yura, yang juga baru saja sampai.
"Maaf ya, gue gak ajak kalian joging karena gue mikir pasti kalian gak mau, kayak biasanya.... kalian mageran" ucap Julia merasa tidak enak pada kedua sahabatnya.
"Aku juga gak bilang ke kamu, karena kamu pasti gak mau, kamu mageran" timpal Yoga.
"Iya sih, tapi kalo bareng bareng gini, aku mau, soalnya seru" jawab Chantika.
"Halah, Chantika mah kerjanya cuma molor" balas Yudis, berhasil membuatnya mendapatkan cubitan spesial dari sepupunya itu.
"Nih, minum dulu Jun" Julia membukakan tutup botol air minum yang ia bawa, kemudian diberikannya pada Juna. Juna pun mengambilnya, dan meminumnya hingga separuh.
"Yaudah, ini gimana? mau lanjut apa udahan? kalo udahan, pulang aja lah. Soalnya makin siang makin rame disini" tanya Yudis.
"Lanjut aja lah, baru joging bentar masa mau udahan" timpal Hayes, kemudian mereka pun melanjutkan jogingnya.
"Iyalah, mau sama siapa?"
"Kirain sama pacar lo, si Hyugo"
"Gue gak semanja itu, gue bisa kali kemana mana sendiri, jadi... gak merepotkan orang lain, meskipun dia pacar gue" jawab Yaya, sembari terus berlari disamping Yoga.
Chantika yang melihat Yoga berlari disamping Yaya, dia bersikap biasa saja, karena ia sudah tau kalau Yoga dan Yaya adalah sahabatan, mereka teman dari kecil bahkan sekarang saja ada di satu grup geng motor yang sama, Chantika sendiri juga percaya pada Yaya, kalau sahabatnya itu tidak akan merebut pacarnya.
Kondisi lapangan semakin ramai, beberapa anak muda, hingga paruh baya pun datang untuk olahraga disana, benar seperti ucapan Yudis, semakin siang akan semakin ramai.
Hingga akhirnya, jam sudah menunjukkan pukul 10, matahari juga sudah mulai menyengat, lapangan semakin ramai, akhirnya mereka pun memutuskan untuk bubar dan kembali ke rumah masing masing.
****
__ADS_1
Sesampainya dirumah, Julia duduk sofa sembari meluruskan kakinya, biasanya selesai ada kegiatan diluar rumah, Julia langsung mandi tapi kali ini tidak, kakinya merasa sangat pegal, efek jarang olahraga.
Juna yang mihat Julia duduk santai disofa, ia pun ikut gabung disebelah Julia, Juna merebahkan badannya, dan paha Julia menjadi bantalnya.
"Jangan tidur, mandi dulu" tetapi Juna tetap tak menggubris omongan Julia.
"Jun" Julia mengelus pelan pipi Juna.
"Jangan gitu ih, ntar tambah nyenyak aku tidurnya" ucap Juna, yang sangat lemah dengan usapan tangan lembut Julia.
Julia pun tertawa kecil, kemudian mencium kening Juna, entah tiba tiba perlakuan Julia jadi soft ke Juna, padahal biasanya bawaannya emosi terus.
"Lagi dong, tapi disini" Juna menunjuk bibirnya.
"Ga mau, kamu belum mandi"
"Tapi kan udah sikat gigi"
"Gamau" Juna pun akhirnya membuka matanya, dan beranjak bangun, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Julia, dan menempelkan bibirnya ke bibir Julia, Julia yang awalnya menolak tetapi ujungnya, melingkarkan tangannya dileher Juna.
"Gimana?" tanya Juna setelah tautan bibir mereka dilepas.
"Not bad" jawab Julia sembari tertawa.
Juna yang melihat Julia tertawa, ia begitu gemas dengan tingkah istrinya itu, cowok itupun menghujani wajah Julia dengan kecupan manisnya, kemudian mereka kembali mengulangi kegiatannya barusan, Juna kembali menautkan bibirnya ke bibir Julia.
Namun aktivitas tersebut, tiba tiba terhenti akibat dari getaran yang berasal dari kantong celana Julia membuat mereka memberhentikan kegiatan tersebut karena kaget.
Julia melihat notif yang muncul dari handphonenya.
"Siapa yang nelfon?" tanya Juna.
"Yura" jawab Julia singkat, karena tak biasanya Yura meneleponnya lebih dulu, Julia dan Yura tidak terlalu dekat, bahkan chttingan saja cukup yang penting penting saja, atau kalau digrup pertemanan mereka.
__ADS_1
"Udahlah biarin dulu, lanjut ajalah" Juna menyaut hp Julia dan mensilent nya, dan melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda tadi, karena rasanya begitu candu.
~•~