Couple J

Couple J
MAAFIN GUE


__ADS_3

Kini, Juna dan teman teman gesreknya sedang berada di basecamp, mana lagi kalau bukan kost kost an Aksha.


"Si Jinnar, seminggu ga ngampus tau tau buat story ig di Canada, tapi chat gue gak dibales" gerutu Hayes sembari melihat update postingan instagram Jinnar.


"Dia tuh ada hubungan apa sih sama Yura? kok tau tau post foto traveling bareng si Yura" tanya Devano.


"Mana gue tau" Juna mengendikkan bahunya sembari terus mencari referensi tugas di laptopnya.


"Gue kemarin jalan sama Kirana" ucap Yudis mengalihkan topik.


"Kirana siapa lagi? baru kemarin pagi gue liat lo jalan ama Dhea, trus lo jalan sama Kirana kemarin jam berapa?" timpal Junko.


"Cewe gue kan banyak"


"Iyadeh, si pawang buaya betina" cibir Jayden.


"Dih! Kayak lo engga aja"


"Gue sekarang lagi fokus sama satu cewek, gue jatuh cinta sama Gayatri" Jayden tersenyum miring.


"Emang Gayatri nya suka sama elo?" tanya Juna dengan wajah julidnya.


Jayden menyengir sembari menggaruk rambutnya yang tak gatal, "engga sih, tapi kan berusaha lah!"


"Udah deh, Gayatri tuh kelas tinggi, mana mau sama lo" timpal Hans, sekali berbicara, ucapannya sangat pedas.


"Gue berambisi pengen milikin dia! biar mak gue seneng, soalnya dia fans beratnya si Gayatri" jawab Jayden dengan pedenya. Gayatri adalah penyanyi jebolan indonesian idol. Rupanya, Jayden mulai mendekati gadis itu, dengan wajah pas pas an, Jayden benar benar berambisi mendapatkan Gayatri.


"Kenapa lo gak sama si putri aja? dia kan ngejar ngejar lo"


Jayden bergidik geli, "ogah! culun anying!"


"Mandang fisik anying! Inget, muka lo pas pasan!" ucap Hans sontak membuat yang lain langsung tertawa terbahak bahak.


"Keadilan bagi rakyat good looking sangat lah nyata ya kawan kawan" timpal Jerome.


"Untung gue cakep" balas Junko.


"Hueek" Yudis pura pura mual mendengar bualan Junko.

__ADS_1


"Nih ya, gue kasih tau. Si Gayatri tuh udah punya cowok, cowoknya fakultas ekonomi, kating ketua BEM" ucap Yoga.


"Oh si Adinata" timpal Yudis.


"Gila! emang cewe mana sih yang gak mau ama dia, ganteng anying, tapi masih gantengan gue sih" jawab Devano dengan pede nya.


"Gantengan gue jauh lah" saut Hans.


"Kok gue bingung ya bedain Gayatri sama Gayana" Hayes hanya diam tak ikut menimbrung sedari tadi, karena Hayes masih bingung antara Gayatri dan Gayana. Keduanya adalah saudara kembar, sama sama cantik, yang membedakan hanya gaya rambut dan style berpakaiannya.


"Bentar, gue cariin akunnya" ucap Jayden, mencari di Instragram. "Nih!" lantas, ia langsung menyodorkan handphone nya ke arah Hayes dan kawan kawannya, untuk membedakan antara Gayatri dan Gayana.


"Gayana tuh look nya lebih ke tomboy, dia gak pernah manjangin rambut, kalo si Gayatri, cewek feminim" Junko menjelaskan.


"Cakep sih, dua duanya" jawab Hayes.


"Emang siapa yang bilang jelek? kalo boleh milih dua, gue mau dua duanya" Jerome menggeleng mendengar ucapan Yudis. Dasar buaya satu ini.


"Tapi masih cakepan Julia" gumam Juna.


"Yaelah Jun" Jayden memutar bola matanya.


****


"Julia! ngapain diem aja disitu? ayo buruan masuk!" Chantika menarik tangan Julia yang masih terpaku didepan rumah Ryena.


Chantika dan Yaya masih belum tau akan permasalahan yang dialami Ryena, Juna dan Julia. Julia memilih untuk merahasiakan ini semua pada ketiga sahabatnya, daripada memperkeruh masalah.


Entah kenapa Julia sangat deg deg an saat akan bertemu Ryena setelah lumayan lama tidak kontakan dan bertemu hanya sekedar saling senyum tanpa percakapan sedikit pun.


Julia tidak bisa membayangkan bagaiman respon Ryena saat tau mereka bertiga muncul di depan rumahnya, Julia hanya terus berharap, Ryena tidak ada dirumah.


"Rye!!! Ryena!!" Yaya terus menggedor pintu rumah gadis itu itu. Setelah 3 kali memencet bel, tidak ada balasan, maka Yaya memilih untuk menggedor pintunya saja.


Begitu panggilan ke lima, mereka mendengar bunyi kunci rumah yang dibuka. Serius! Julia semakin deg deg an, takut nanti canggung, dan ga tau lagi mau mulai buka percakapan bagaimana.


Ryena terdiam di depan pintu saat tau ada Julia ikut datang kerumahnya, tanpa sepatah katapun, Ryena hanya memandang Julia, hingga membuat keduanya saling tatap.


"Gak, disuruh masuk nih kita?" tanya Chantika langsung nyelonong masuk kedalam rumah Ryena, dan menjatuhkan pantatnya diatas sofa ruang tamu. "Seperti yang Ryena bilang waktu itu, anggap rumahnya seperti rumah kita sendiri" lanjutnya, dengan seenaknya.

__ADS_1


"Hai, Rye" sapa Julia dengan senyum simpul.


"Hai, Lia" Ryena membalas senyum Julia.


"Ini nih! yang sok sibuk" cibir Yaya dengan menyilangkan kedua tangannya didada.


"Emang sibuk, gue kan jadi panitia event" sanggah Ryena.


Mereka berempat kemudian terdiam untuk beberapa menit, rasanya canggung sekali.


"Kok kita jadi awkward gini sih!" ucap Yaya melihat Ryena dan Julia canggung, sedangkan Chantika tertawa melihat keduanya.


"Ini, efek lama gak kumpul kali. Julia lama gak ngampus, dan si Ryena sibuk jadi panitia event" Chantika menimpali.


Julia benar benar sibuk dengan pikirannya, ia tidak bisa mencairkan suasana, ingin sekali ia menelefon Juna untuk segera menjemputnya, tetapi sepertinya ini bukan cara terbaik untuk kembali memperbaiki hubungan persahabatan mereka berdua.


"Gue, minta air minum dong" ucap Yaya. "Sama" Chantika mengikuti langkah Yaya yang berjalan menuju dapur.


"Camilan banyak dilemari, cari aja sesuka lo" ucap Ryena sedikit meninggikan nada, agar kedua temannya dapat mendengar.


"Ihh pengertian deh" teriak Chantika dari dapur.


Diruang tamu, tinggalah Ryena dan Julia saja. Keduanya hanya saling tatap, suasana benar benar canggung.


"JULIAAA MAAFIN GUE" Ryena langsung memeluk Julia begitu erat, matanya berkaca kaca. "Juna pasti udah cerita semuanya, ke elo kan?"


Julia hanya mengangguk dan membalas pelukan Ryena.


"Gue gak tau kenapa tiba tiba gue bersikap seperti itu, kenapa gue langsung speak up ke Juna, waktu itu gue bener bener messed up"


"Gue juga minta maaf, gue udah bohongin elo, dan secara tidak langsung nyakitin perasaan lo" gumam Julia ikut berkaca kaca.


"Engga engga, bukan salah lo. Itu hak pribadi lo, dan seharusnya gue gak biarin perasaan ini tumbuh buat Juna, karena gue sendiri udah punya Haikal yang selalu ada buat gue, gue yang egois" jelas Ryena.


"Dan alasan gue selama ini selalu gak bisa diajak main dan gak pernah jenguk elo bukan karena gue benci ke elo, tapi karena gue malu ketemu sama elo. Gue bener bener malu" lanjutnya, masih enggan melepas pelukannya.


"Udah Rye, gapapa. Skip aja masalah ini, anggap gak pernah terjadi apa apa diantara kita. Gue kangen banget sama lo, gue bener bener gak enak banget sama perubahan sikap lo" balas Julia, juga enggan melepas pelukan, karena Julia benar benar merindukan sahabatnya itu.


Meski sebenarnya, ada satu hal yang masih janggal di hati Julia, tapi ia memilih untuk diam. Biarlah Ryena simpan sendiri dan mungkin perlahan menghilang dengan sendirinya, karena perihal perasaan seseorang memang kadang menjadi masalah rumit.

__ADS_1


~•~


__ADS_2