Couple J

Couple J
Dibohongin


__ADS_3

"Juliaaaa" Yaya, Chantika, san Yura masuk ke kamar Julia yang berada di rumah mama Rose.


"Hello" Julia membalas sapaan mereka, ia begitu terkejut sekaligus senang, teman temannya datang menemuinya.


Karena selama dirumah sakit, mereka cuma datang di hari pertama. Maklum, mereka juga merasa tidak enak, melihat kondisi Juna dan Julia yang sedang kacau seperti itu.


Yaya memeluk Julia lebih dulu, lalu diikuti oleh 2 lainnya, hanya Ryena saja yang tidak ikut menjenguk Julia. "Gimana kondisi lo sekarang?" tanya Yaya, begitu pelukan mereka telah dilepas.


"Udah mendingan kok" jawab Julia.


"Juna mana?" tanya Chantika.


"Lagi pulang kerumah. Ambil baju" yang lain hanya mengangguk, mendengar jawaban Julia. "Oh iya, Ryena mana?" ia baru tersadar, kalau temannya kurang satu.


"Uhm... Dia lagi sibuk ngurusin event, fakultas ilmu kan ngadain gebyar parade budaya, dia salah satu panitianya" jawab Yura, karena itu memang faktanya. Mereka juga tidak tau, kalau Ryena memiliki perasaan lebih pada Juna.


"Oh gitu ya. Bisa bisanya, Juna gak bilang kalo ada event"


"Mungkin dia gak sempet bilang, karena masih ricuh pikirannya" Julia mengangguk, menanggapi ucapan Chantika.


"Oh iya btw, gue kira yang bakal nikah terakhir tuh Julia, soalnya kayak gak pernah tertarik sama cowok. Oh ternyata ada alesannya" Yura melirik ke arah Julia.

__ADS_1


"Suami sendiri ganteng, masa mau cari yang lain, ya kan?" timpal Yaya dengan menaikkan kedua alisnya. Julia tertawa kecil mendengar celotehan Yaya.


Kemudian, Julia menunjukkan jari manisnya yang sudah dipasang cincin, cincin yang selama ini hanya ia simpan di kotaknya.


"Ih! tuh kan! baru dipake" kesal Chantika.


"Gue masih gak percaya tau! elo udah married. Sama Juna lagi, si cowok gesrek! tapi katanya sepupu, ****!" Yaya memutar bola matanya.


"Ehh tapi beneran! gue emang masih sepupuan sama Juna, gue awalnya terikat perjodohan, tapi yaudahlah, udah kenal dari kecil juga, ya gue happy aja sama Juna"


"Hah?! jadi beneran masih ada ikatan saudara? perjodohan?" ketiganya membelalak terkejut.


"Ya nggak sedarah gitu, kita udah beda kakek nenek"


"Udah terbiasa aja. Lagian gue juga nyaman sama Juna, malahan, kalo gak ada dia tuh rasanya aneh" jawabnya, dengan malu malu.


"Ihh lucunya" Chantika mencubit gemas pipi Julia.


"Enak ya, udah ketemu jodoh dari lahir" Yaya tertawa kecil.


"Maaf ya... gue sering buruk sangka sama kalian berdua" ucap Yura.

__ADS_1


"Ya gapapa lah, sans. Lagian kalian kan belum pada tau" jawab Julia tersenyum simpul.


"Jadi, pas gue bilang kalo gue ditolak Juna, elo cemburu gak? terus gue juga gak habis pikir, kenapa elo malah nyuruh gue perjuangin cinta gue ke Juna waktu itu?" tanya Yura.


"Cemburu sih ada. Nah! gue nyuruh lo gitu, supaya gue tau sedalam apa cinta Juna buat gue? kalo elo bisa dapet hatinya Juna, berarti Juna emang gak cinta sama gue, tapi buktinya? Juna nolak elo, berarti dia beneran cinta sama gue" jawab Julia.


"Tapi, mereka pinter banget ya nyembunyiin semuanya? sandiwara lo bagus sih emang! Kadang, gue sampa gedek sendiri, liat si Juna clingy ke elo, padahal kan kalian cuma sebatas sepupu, gitu pikir gue dulu" Yaya mengacungi jempol.


Julia tertawa terbahak bahak, mengingat semua kebohongannya pada teman temannya, ia merasa berdosa telah membohongi banyak orang.


"Maaf ya, udah nutupin soal ini ke kalian"


"Gak masalah sih, ini hidup lo. Lo berhak atas hidup lo sendiri" jawab Chantika dengan tersenyum dan mengusap lengan Julia.


"Gue jadi malu sendiri tau, inget pas gue kejar kejar Juna dulu" ucap Yura, lagi lagi Julia tertawa terbahak bahak, seolah ia puas mengerjai teman temannya. "Emang enak dibohongin" cibir Yaya.


Saking asiknya mengobrol, sampai sampai mereka tidak sadar, akan kehadiran Juna yang sedari tadi mengintip dibalik pintu kamar Julia yang sedikit terbuka, bahkan Juna tau semua obrolan mereka.


Juna begitu lega melihat istrinya yang sudah bisa tertawa bebas seperti itu, cukup 2 hari kemarin saja, Juna melihat Julia murung, dan itu benar benar menyesakkan dadanya.


Dengan senyum tipis, Juna membalikkan badannya, memberikan kesempatan untuk Julia dan teman temannya berbincang lebih lama, karena melihat mereka yang begitu asik, tidak enak untuk menganggunya.

__ADS_1


~•~


__ADS_2