Couple J

Couple J
Ketemu mantan


__ADS_3

"pake seatbeltnya" titah Juna pada Julia yang sibuk membalas pesan pesan dari grup WhatsApp persahabatannya.


"Hmm"


"Hmm hmm doang daritadi" akhirnya Juna pun memasangkan seatbelt pada Julia karena kesal dengan pergerakan Julia yang lambat.


Setelah memasangkan seatbelt, Juna tetap tak merubah posisinya, ia masih tetap mendekatkan wajahnya di wajah Julia yang masih sibuk bermain hp.


"Awas" Julia mendorong muka Juna.


"Hp terus!!" Juna semakin memajukan wajahnya, kemudian mengecup bibir Julia sekilas.


Setelah dari gereja, mereka pun langsung berangkat menuju Bogor. Di tengah tengah perjalanan mereka, Julia membuka suara. "Tadi, keran kamar mandi udah dimatiin belum ya?"


Juna yang sibuk menyetir pun akhirnya menoleh ke arah Julia, "lah! kan kamu yang tadi ngunci kamar, masa gak diliat sekalian? aku tadi kan ngunciin pintu belakang sama jendela"


"Aku lupa, Jun"


"Gimana sih! masa muter lagi? udah setengah jalan nih" gerutu Juna.


"Eh tapi boong!! cieee panik!" Julia tertawa terbahak bahak sambil menarik hidung Juna ke atas menggunakan telunjuknya.


"Ngeselin!" Juna menepis tangan Julia.


****


"Udah deket Jun?"


"Iya kayaknya"


15 menit setelah Julia bertanya pada Juna, akhirnya mereka telah sampai. Keduanya turun dari mobil secara bersamaan.


Setelah membayar tiket masuk, mereka mulai menikmati keindahan kebun teh tersebut. Julia mengerutkan keningnya saat menyadari kalau ada yang kurang.


"Jun, perbekalannya mana?"


"Ya ampun! lupa, masih dimobil" Juna menepuk keningnya.

__ADS_1


"Yaudah, ambil sana"


"Oke, tunggu sini bentar. Janji, jangan kemana mana" Juna berlari cepat untuk mengambil perbekalan yang tertinggal didalam mobil.


Julia menghela nafasnya, emang si Juna selalu teledor, Ada aja kelakuan si Juna.


"Yolanda kan?" Julia menoleh saat ada yang menyebut nama Yolanda, kemudian matanya membelalak terkejut.


"Lo! Iqbal kan?"


"Hehe iya, apa kabar? lama gak ketemu" Iqbal mengulurkan tangannya untuk menyalami Julia, kemudian Julia menyambutnya.


Ya, dulu waktu SMA, Julia dipanggil Yolanda oleh teman temannya. Julia benar benar deg deg an bertemu dengan Iqbal, karena Iqbal adalah mantannya dan jadi salah satu penyebab Juna sama Julia berantem waktu SMA.


Saat umur mereka 17 tahun, Juna dan Julia ditunangkan, tapi mereka berdua tak berada di sekolah yang sama, Juna mendengar kabar kalau Julia berpacaran dengan Iqbal padahal dirinya sudah bertungan dengan Juna, jelas Juna marah.


Bodohnya Julia, mengapa dia menerima Iqbal dulu tanpa membicarakannya pada Juna, tapi alasan Julia menerima Iqbal bukan karena dia menyukainya. Melainkan karena, Iqbal siswa pindahan dari Australia, banyak yang suka sama dia, tapi ternyata Iqbal suka sama Julia dan minta cewek itu menjadi pacarnya.


Dan entah kenapa, Julia malah menerimanya. Karena dia sengaja ingin membuat cewek lain iri, demi kepentingan egonya. Julia mengungkapkan alasan dia berpacaran dengan Iqbal pada Juna, akhirnya Juna tidak marah tapi dia pernah bilang. "Jangan pernah membohongi laki laki, kamu akan menyesal, berani menyakiti hati lelaki" ucap Juna kala itu.


"Sama siapa? nda?" baru saja hendak menjawab, dia merasa ada rangkulan dipundaknya.


"Lah, Iqbal?"


"Ohh sama Juna" kali ini, Iqbal bergantian menyalami Juna. Iqbal dan Juna saling kenal meskipun mereka beda sekolah. Karena dulu, waktu ulangtahun Julia, mereka bertemu dan Juna mengatakan kalau dirinya adalah sepupu Julia.


"Apa kabar?"


"Baik"


"Ehh, Yolanda belum masuk grup alumni ya? soalnya kita ngerencanain reunian" Iqbal mengeluarkan handphone nya. "Minta nomer lo dong, biar gue masukin ke grup"


Julia melirik ke arah Juna yang sama sekali tak meliriknya, Julia membuka mulutnya, tapi keburu Juna menyela. "Nomer gue aja"


Iqbal mengernyit, meski Juna memberikan nomernya pada Iqbal dan Iqbal menyimpan nomer Juna di kontaknya, tetapi ia tak memasukkan nomer Juna kedalam grup alumni.


"Instagram lo namanya apa?"

__ADS_1


Sekarang Julia bertambah kebingungan, tapi kan, sekarang Iqbal hanya temannya, kalau teman teman Juna yang meminta nomernya saja tidak keberatan, kenapa kalau Iqbal harus keberatan?


"Arjunajoo" lagi lagi Juna menyela, Iqbal kebingungan.


"Instagramnya Yolanda bego! bukan elo"


"Yolanda udah married"


"HAH?" Iqbal membelalak, Julia meringis melihat Iqbal yang benar benar kaget.


"Ngaco lo! yang bener? sama siapa? kok gak undang undang?" Iqbal mengalihkan pandangannya ke arah Julia.


"Iya bal, hehe. Sama.." Julia melirik ke arah Juna.


"What? serius? bukannya kalian berdua, sepupuan kan?" kepala Iqbal pusing mencerna fakta yang mengejutkan.


"Emang" jawab Juna singkat sambil merangkul Julia.


"Sepupu tapi menikah? kok bisa?"


"Emang ada aturan gak boleh nikahin sepupu?"


"Tauk lah! gue pusing" Iqbal masih susah menerima fakta ini, susah melihat Juna dan Julia yang selama ini dia tau hanya sebagai saudara tau tau married. Kayak masih aneh aja, bahkan dulu, Iqbal selalu bertanya tanya tentang semua kesukaan Julia pada Juna.


"Kita duluan deh" Juna menepuk pundak Iqbal lalu menggandeng tangan Julia untuk melanjutkan perjalanan.


Juna terus memperhatikan raut wajah Julia selama menyusuri jalan, "kenapa? kecewa ya gak jadi di follow MANTAN?"


"Iya loh... padahal aku mau bandingin feed dia sama feed kamu" jawab Julia asal ceplos.


"Dih! yaudah sana, follow duluan aja" sewot Juna.


"Cemburu?" Julia menaikkan satu alisnya.


"Ngapain cemburu sama cowok yang gak dicintai tulus sama kamu, lebih beruntung aku yang bisa miliki kamu seutuhnya" Julia tertawa terbahak bahak, ternyata Juna masih ingat saat Julia mutusin Iqbal waktu hari valentine. Tepat pas mereka berada di cafe, harusnya hanya ada Julia dan Iqbal saja, tapi Julia malah mengajak Juna.


"Udah deh, ngaku aja kalo cemburu" goda Julia terus mengelus dagu Juna. Julia terus tertawa sepanjang perjalanan, melihat raut wajah Juna yang kusut, sepertinya mood cowok itu benar benar rusak setelah bertemu Iqbal.

__ADS_1


~•~


__ADS_2