Couple J

Couple J
Petualangan Dimulai!!


__ADS_3

Pukul 6 pagi, mereka sudah tidak ada lagi distasiun, wajah mereka masih terlihat sayu sebab belum mandi, tidur semalam di emperan rasanya sungguh tidak enak bagi mereka, membuat badan sakit semua.


"Kita langsung cari angkot aja yuk, terus langsung makan di senduro aja" ucap Jerome yang langsung disetujui oleh yang lain.


Tak lama kemudian, mereka mendapat cateran angkot untuk menuju senduro, tapi tidak untuk ke Jemplang, jika hendak kesana lebih baik menaiki mobil atau jeep saja.


"Ntar kita bagi tugas, siapa yang belanja sama siapa yang cari jeep" ucap Hayes.


"Dari senduro menuju Jemplang sekitar 1 jam lebih, lewat ranu pane biasanya jam segini masih kabut tebel, jadi kita agak siangan aja kita kesananya naik jeep" jelas Aksha.


Sekarang mereka masih berada didalam angkut, mengobrol santai sembari menikmati pemandangan jalanan Di Lumajang.


"Dari sini ke senduro lama gak?" tanya Yaya.


"Sekitar 1 jam setengah" jawab Aksha, karena Aksha lebih berpengalaman, dia cukup sering bermain ke Lumajang, dia sering mengunjungi setiap kota di jawa timur.


"Lo pernah treakking ke bromo sha?" tanya Ryena pada Aksha.


"Pernah sekali doang, ke semeru juga pernah, kalo ke semeru kita lewatnya ranu pane kalo ke bromo kita lewatnya jalur jemplang perbatasan malang tapi udah masuk malang sih" jawab Aksha.


"Ouh asik nih Aksha lebih berpengalaman"


****


Sesampainya di senduro, mereka memutuskan untuk sarapan lebih dulu, sama sekali tidak ada obrolan selama mereka makan, mungkin karena capek mereka lebih memilih diam menikmati makanan.


"Gimana nih pembagiannya?" tanya Juna setelah semua selesai makan.


"Yang cewek cewek kan ga tau daerah sini, jadi yang cewek cewek disini aja sekalian istirahat dan jaga barang bawaan kita. Nah kita bagi 6 aja, ada yang ikut gue cari jeep dan ada yang ikut Jerome belanja logistik" ucap Aksha membagi tugas.


"Emang Jerome tau daerah sini?" tanya Juna memastikan.


"Dih, gue tau ya! gue pernah kesini 2 kali" Jerome memukul lengan Juna.


"Yaudah oke, kalo gitu gue ikut Aksha ajalah, gue gak yakin ikut Jerome" jawab Juna.


"Silahkan, gue juga gak maksa elo ikut gue"


"Udah udah!! kok jadi debat sih!" Julia menggebrak meja didepannya, membuat semua jadi diam. "Mending sekarang kalian berangkat deh, biar gak terlalu siang, panas tau"


"Di senduro mah dingin Julia!! segini dinginnya lo bilang panas?" Ryena menggeleng.


"Gue aja sampe pilek" Yaya berulang kali menyeka ingusnya yang hampir keluar.


Setelah berdiskusi tentang pembagian tugas, mereka pun melakukan kegiatan yang sudah dibagi tadi, cowok cowok pun berpencar sesuai tugas dan akan kembali lagi diwarung itu setelah tugas selesai.


Aksha, Juna, Junko, Hayes, Yoga, Jayden, mencari jeep sedangkan sisanya, Jerome, Hans, Devano, Jinnar , Mahesa dan Yudis belanja logistik.


****


Mahesa membuka list belanjaan mereka yang sudah dicatat di kertas kecil, lumayan banyak untuk persiapan selama 4 hari.

__ADS_1


"Nar, lo foto kertasnya biar cepet kita bagi tugas lagi, soalnya ini banyak bahan yang harus kita beli" ucap Jerome.


"Oke" Jinnar mengacungkan jempolnya, kemudian memfoto kertas belanjaan mereka.


"Ini kita beli tabung gas juga? dimana?"


"Ntar tabung gas Aksha yang beli, soalnya dia yang lebih tau daerah sini" jawab Jerome.


"Mulai dari sosis kebawah, gue yang nyari bareng Mahesa sama Devano" ucap Jinnar.


Setelah membagi tugas lagi, kemudian mereka pun berpencar mencari keperluan yang akan dibeli.


Setelah setengah jam lebih, mereka menghabiskan waktu untuk belanja, akhirnya lengkap semua bahan bahan makanan yang dibutuhkan.


"Gimana udah lengkap?" tanya Jinnar pada Jerome saat mereka kembali bertemuan ditempat awal mereka berkumpul.


"Udah, yuk cepet balik ke warung. Kasian yang cewek cewek" ajak Mahesa.


"Yang cari jeep, udah balik belum?" tanya Yudis.


"Belum sih katanya, kurang 1 lagi belum nemu" Devano menggaruk rambutnya yang gatal.


"Mana, gue liat bahan bahan yang kalian beli sama sekalian kertasnya" pinta Jinnar untuk mengecek satu persatu.


Jinnar pun membaca sekalian memastikan bahan bahan apa memang sudah lengkap, ia mencentangi satu persatu list bahan bahan yang sudah ada didalam kantong plastik.


"Minyak ada, sayuran ada, sarden ada, kornet ada, sosis ada, mie instan ada, bawang sama cabe ada, gula garem juga ada, kopi ada, air putihnya belum beli" ucap Jinnar.


"Kita beli yang besar? berapa?" tanya Hans.


"4 cukup kali ya? soalnya cewek ceweknya pasti sering haus"


"Yaudah lah, 4 aja"


Setelah membeli air putih di toko, mereka pun kembali ke warung tempat Julia, Yaya dan Ryena berada. Sesampainya disana, terlihat Yaya dan Julia sedang asik berfoto sedangkan Ryena tidur di atas bangku bambu/amben ( dalam bahasa Jawa ).


"Si Ryena kenapa? dia sakit?" tanya Jinnar cukup terkejut melihat Ryena meringkuk disana, karena terlihat dari awal berangkat Ryena kurang bersemangat.


Julia menggeleng, "Kecapek an aja dia, semaleman gak bisa tidur, lo tau sendiri gimana Ryena, dia diganggu sama makhluk di stasiun"


"Anjir, apalagi ntar kalo di gunung malah tambah banyak" celetuk Yudis.


"Itu mah udah biasa bagi Ryena, tapi yang semalam makhluknya ganggu dia sampe ga bisa tidur, bukan takut tapi makhluknya yang iseng banget katanya" jawab Yaya.


"Yaudah lah, biarin dia tidur dulu. Ntar kalo yang lain udah dateng bawa jeep, baru kita bangunin si Ryena, palingan dia tidur lagi didalem mobil" ucap Jerome membuka jaketnya kemudian menutupi tubuh Ryena menggunakan jaketnya. Sebenarnya Jerome adalah lelaki yang lembut dan sweet terhadap perempuan.


20 menit kemudian, 6 yang lain sudah kembali ke warung menaiki 2 mobil jeep, Yaya dan Julia pun membangunkan Ryena, kemudian mereka berangkat menuju Jemplang.


Mereka mendaki lewat jalur jemplang, menuju Jemplang (pertigaan yang mempertemukan akses Lumajang dan Akses Malang). Dari Jemplang melewati jalan tanah yang menurun, harus ekstra hati hati karena jalannya hanya pas untuk satu kendaraan serta medan yang sangat berat setelah itu sampailah di lautan pasir bromo sebelah selatan ( padang ilalang ) atau lebih dikenal dengan Watu Kutho. 


Sepanjang perjalanan menuju Jemplang, mereka disuguhkan dengan pemandangan yang begitu indah sekaligus menegangkan, saat mulai memasuki gerbang, disisi kanan dan kiri adalah jurang dengan jalanan yang menanjak dan berliku.

__ADS_1


Julia berulang kali mengusap lengannya, karena hawa semakin naik ke atas semakin dingin.


"Dingin?" tanya Juna pada Julia yang duduk disebelahnya, kini Juna yang menyetir mobil jeepnya, Julia hanya mengangguk, Juna pun melepas topi kupluknya dan dipakaikan dikepala Julia.


****


1 jam setengah mereka telah lalui, akhirnya mereka telah sampai di desa terakhir sebelum menuju ke gunung Bromo, mereka langsung dibawa ke pos Jemplang untuk mengurus pendataan sebelum mulai pendakian.


Aksha melihat ke sekeliling pos Jemplang yang sekarang lumayan ramai, mungkin karena sekarang liburan jadi mereka semua memanfaatkan waktu untuk mendaki seperti yang Aksha dan kawan kawannya kini lakukan.


Disana terdapat toilet dan beberapa warung, jadi jika ada bahan logistik yang kurang bisa dibeli disana.


"Udah beli tabung gasnya?" tanya Jerome pada Aksha, cowok itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


Disisi lain, Yoga dan Jinnar sibuk menyiapkan dokumen mereka, seperti bukti pembayaran, foto copy KTP, dan beberapa keperluan lainnya.


"Rame banget nih, bakal selesai jam berapa kita disini? mana udah jam 11 lagi" Yudis melihat arloji ditangannya sebelum masuk ke antrian mengurus perizinan.


"Kalo kesorean, kita bisa nginep dulu semalam disini, baru mulai naik besok pagi" jawab Devano.


"Jagain tuh yang cewek cewek, tapi jangan digodain!" titah Juna pada Hayes, Hayes pun mengacungkan jempolnya.


Yaya, Julia dan Ryena duduk ngemper, sedangkan Hayes mengajak Jerome untuk menjaga mereka bertiga tapi tak terlalu dekat, keduanya mengobrol bersama pendaki lain yang entah sejak kapan tiba tiba mereka begitu akrab.


"Guys, liat tuh cowok yang pake jaket orange deket kita" bisik Ryena, sontak Yaya dan Julia pun menoleh ke arah cowok yang dimaksud Yaya.


"Kenapa emang?" tanya Julia.


"Cakep banget! cuci mata gue disini" Ryena terkekeh, emang sedaritadi mereka nelihat rombongan cowok cowok yang ganteng ganteng dan dari perawakannya juga mereka terlihat masih kuliah, tetapi jika dilihat lihat, teman temannya sendiri juga ganteng ganteng.


"Lu kayak baru ketemu cowok ganteng aja sih! pacar lo kan juga ganteng"


"Fix! gue aduin ke pacar lo" ancam Julia.


"Ih janganlah, meskipun gue muji cowok lain ganteng, tapi yang nomer satu tetep mas Haikal dihati gue" jawab Ryena sembari tertawa kecil, Yaya dan Julia menggeleng keheranan. Haikal adalah kekasih Ryena, tetapi mereka LDR, Haikal kuliah di Bandung dan akan menemui Ryena 1 bulan 2 kali ke Jakarta.


Sedangkan Yaya, kekasihnya adalah Hyugo sama sama anak geng motor, dia bukan anak kuliahan tetapi Hyugo adalah anak dari kalangan orang kaya, dia anak tunggal kaya raya, bisa dibilang konglomerat. Hyugo adalah blasteran Indonesia - Jepang, ayahnya memiliki perusahaan besar di Tokyo Jepang, dan kini Hyugo kerjanya hanya memodif motor dan ikut balapan. Diantara 5 pertemanan cewek cewek ini, hanya Yura yang masih jomblo, padahal dia yang paling cantik diantara lainnya, termasuk di kampus dia disebut sebagai bunga kampus, karena parasnya yang begitu cantik dengan wajah tirusnya.


"Langsung naik nih?" tanya Yaya mendongak, melihat Yoga dan Jinnar yang berdiri tepat dihadapan mereka bertiga.


"Belum, breafing dulu baru naik" Yoga mengulurkan tangannya, kemudian Yaya dan yang lain berdiri melalui uluran tangan Yoga dan Jinnar.


Mereka pun kemudian masuk kedalam aula yang sudah lumayan penuh oleh pendaki lain, mereka diberitahukan tentang kondisi Bromo sekarang, tentang jalur pendakian yang boleh dilewati, tentang binatang apa saja yang masih ada di Bromo dan masih banyak lagi informasi lain termasuk tentang hal spiritual yang ada disana.


"Nih guys, minum madu dulu buat jaga stamina" ucap Hayes membagi madu tersebut kepada teman temannya, sesaat setelah mereka keluar dari aula.


"Petualangan dimulai!!!" sorak mereka setelah bertos ria, kemudian mereka berdoa kepada tuhan, menurut keyakinan masing masing.


Selesai berdoa, mereka pun memanggul tas dan tenda masing masing, kemudian mulai mendaki, Julia amat antusias sekaligus deg deg an, karena ini kali pertamanya.


~•~

__ADS_1


"


__ADS_2