
Setelah mendapat tempat yang strategis untuk membangun tenda, mereka pun cepat cepat membangun tenda. Udara di Ranu Kumbolo saat malam hari benar benar dingin menusuk hingga tulang.
"Lia, lapisin sweaternya sama jaket, pake sarung tangan juga" ucap Juna sembari melepas ransel yang masih berada dipunggung Julia, dan dimasukkannya kedalam tenda cewek.
"Ayo guys, ganti baju dulu, abis itu kita makan" titah Hayes, semua pun masuk ke tenda masing masing untuk mengganti baju.
Setelah semua selesai berganti baju, kini mereka semua duduk diatas terpal dialasi karpet tipis depan tenda, mereka sedang menunggu air mendidih untuk menyeduh teh dan kopi, mereka tidak perlu repot repot masak malam ini, karena ternyata Ryena membawa ayam bumbu Bali sama sambel ijo, tinggal menghangatkannya saja.
"Penyelamat deh lo. Meskipun digunung, kita bisa makan enak" ucap Mahesa riang, reflex langsung memeluk Ryena yang duduk di sampingnya, sedangkan Ryena hanya meringis melirik ke arah Mahesa.
"Lo gak mau ikutan meluk Ryena?" tanya Hayes pada Devano.
"Dih ogah! belum mandi" jawabnya sewot.
"Lagian siapa yang mau dipeluk sama elo wleee, elo juga belum mandi" ketus Ryena. "Btw, lo ga mau lepas gue?" Ryena memberikan tatapan tajam pada Mahesa yang masih belum melepas pelukannya.
"Hehe maaf, ga sadar soalnya. Anget sih peluk elo" jawabnya cengengesan.
"Ciee elo naksir Ryena ya? adudu cinlok nih!! pasti ntar lo kepikiran Ryena terus" goda Jinnar.
"Pasti gak bisa tidur" sahut Jayden.
"Yeee sinting lu pada" Mahesa rolleye dengan wajah julidnya.
"Udah jangan baper sama Ryena, ati ati di gaplok bang Haikal loh" ucap Yaya.
"Haikal saha?" tanya Devano.
"Haikal ketua BEM itu kali" timpal Yudis.
"Bukaaan, Haikal itu pacarnya si Ryena, kuliah di Bandung" jawab Yaya.
"Yeee LDR nih" ejek Juna.
"Bodoamat! daripada jomblo, jomblo abadi!!" balas Ryena dengan tertawa puas.
Juna langsung melirik ke arah Julia dengan senyum smirk, sedangkan Julia tertawa kecil sembari menggeleng.
"Jomblo berkelas gue mah! diem diem gini ada yang naksir" Juna menyilangkan tangannya didada.
"Kita nyampe jam 8 tadi kelamaan ya?" tanya Julia mengalihkan pembicaraan, ia merasa bersalah.
"Engga sih, standar lah" jawab Aksha.
"Gak boleh buat api unggun ya, disini?" tanyanya lagi.
"Ga boleh lah, kecuali kalo warga sekitar, itu aja ga boleh sembarangan, takut terjadi kebakaran hutan" jawab Jerome, Julia hanya mengangguk angguk paham.
Setelah air mendidih dan lauk pun juga sudah dihangatkan, mereka pun mulai makan bersama.
****
__ADS_1
Selesai makan, Julia berdiri dari duduknya dan kembali ke tenda.
"Mau kemana?" tanya Juna.
"Ambil sesuatu" jawabnya kemudian kembali dari tenda membawa pouch yang berisi skincare.
"Nih, bersihin muka kalian pake ini ya. Pasti kotor banget muka kalian kena debu" titah Julia memberikan kapas dan cleaning pada teman temannya.
Julia pun duduk didepan Juna, menyibakkan rambut Juna ke atas dan disanggahnya rambut lembut itu dengan bandana berwarna biru milik Julia agar rambutnya tidak mengenai dahi.
"Nih, kotor banget kan?" Julia memperlihatkan kapas yang telah diusapkan ke wajah Juna.
"Gue boleh pake itu juga gak?" tanya Hayes.
"Iya, pake aja guys gapapa" yang lain pun ikut mengambil kapas dan cleansing, Yaya dan Ryena menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku teman teman cowoknya.
"Lebih fresh lebih plong" ucap Jinnar bersikap bak artis iklan.
"Dingin ya? pas diusapin di pipi" timpal Devano.
"Anjir!! Kotor banget muka gue" shock Junko melihat kapas yang banyak terdapat debu.
"Btw, ini diusapin di ketek bisa gak sih?" tanya Yudis dengan polosnya. Ya begitulah komentar para bujang bujang yang kurang perawatan tapi wajahnya tetep ganteng.
Julia, Yaya dan Ryena menepuk keningnya secara bersamaan.
"Gila! ga sekalian buat mandi aja"
"Buat kumur kumur juga bisa, kok dis" ucap Yaya dengan tersenyum.
Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow
Your heart is all i own
And in your eyes, you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
Listening to our favourite song
When you said you looked a mess
__ADS_1
I whispered underneath my breath
But you heard it
Darling, you look perfect tonight
Entahlah masih sempat sempatnya, Yoga membawa gitar, dengan bermodal suara pas pasan, Juna bernyanyi dengan nikmat, sembari menikmati pemandangan alam yang begitu indah didampingi dengan seorang wanita yang begitu ia cintai, meski masih belum berani untuk mengungkapkan perasaannya.
Well, i found a woman
Stronger than anyone i know
She shares my dreams, i hope that
Someday i'll share her home
I found a lover, to carry more
Than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
Tanpa sadar, Juna meraih tangan Julia dan menggenggamnya erat, seolah tubuh Julia yang sebelumnya dingin menjadi begitu hangat. Sedangkan yang lain tak menyadarinya, mereka asik menatap danau dan bintang bintang dengan menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan pelan menikmati nyanyian Juna dan genjrengan gitar Yoga
Darling just hold my hand,
Be my girl, i'll be your man
I see my future in your eyes
Julia serius menatap wajah Juna yang begitu menghayati bernyanyi, ia baru bersyukur sekarang karena orangtuanya telah menjodohkannya dengan Juna, orang yang kini amat ia cintai, meski terkadang menjengkelkan.
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
Listening to uor favourite song
I have Faith in what i see
Now i know i have met
An angel in person
And she looks perfect
I don't deserve this,
You look perfect tonight
__ADS_1
Sungguh malam yang indah. Hingga dinginnya udara kalah dengan rasa hangat kebersamaan mereka.
~•~