Couple J

Couple J
Gesrek


__ADS_3

Setelah, selama setengah hari berada dirumah Hans, mereka pun memutuskan untuk pulang, dan berpamitan lebih dulu pada sang pemilik rumah.


"Hans, kita pulang ya. Thanks and sorry, kita udah ngerepotin" ucap Jinnar.


"Sans bro, gue malah seneng kalian datang kerumah gue. Jadi, gue ada temen... rumah jadi rame juga" jawab Hans.


"Airil! abang pulang ya" ucap Jerome sembari melambaikan tangannya dan tersenyum hangat, sontak membuat yang lain menganga.


'kesambet apa nih anak? tumben berani' pikir Jinnar, karena biasanya Jerome yang paling pemalu jika menyangkut soal perasaan pada perempuan.


Airil hanya membalasnya dengan senyuman, kemudian kembali masuk kedalam rumah.


Setelah berpamitan, mereka pun kembali masuk kedalam mobil Juna, sekarang bagian Yoga yang menyetir, cowok itupun mulai menancapkan pedal gas menuju ke kost an Aksha, karena sepeda motor mereka semua ada disana.


"Hans emang tinggal bertiga doang ya dirumah?" tanya Juna.


"Bertiga sama siapa coy?"


"Ya kan sama ART nya juga beg*!"


"Pas dia cerita cerita sih, mereka tinggal berempat sama mamanya, tapi mamanya kan punya butik, jadi kalo siang ya kerja di butiknya" jawab Jerome, karena Jerome memang lebih dekat dengan Hans.


"Lah, papa nya kemana? orangtuanya pisah?" tanya Juna lagi lebih dalam.


Selama diperjalanan, mereka terus mengobrol, seolah tak kehabisan topik pembicaraan.


"Enggak, kata si Hans. Papanya itu kan orang Amerika, dia punya perusahaan disana, jadi harus ngurusin perusahaannya, dan pulangnya cuma sebulan sekali" terang Jerome lagi.


"Jadi, LDR dong bokap nyokapnya Hans"


"Iya lah"


"Cihuy, elo bisa tuh ngapelin Airil tiap hari jer, nyokapnya kan kerja pulangnya malem, trus bokapnya ada di Amerika, punya peluang banyak lo" ucap Yudis.


"Pala lo! kan masih ada abangnya, mau alesan apa gue ke Hans, apalagi gue sama Airil gak ada hubungan apa apa, gue cuma sebatas pengagum rahasianya doang"


"Makanya elo harus gercep, sebelum Airil diambil orang, apa harus gue yang ngomong langsung ke abangnya sama ke bocilnya?" saut Jinnar.


"Lagian, abangnya kan temen lo juga pe'a" saut Junko.


"Iya ya, tapi gue gak enak aja sih"

__ADS_1


"Anjir beg* bener temen lo jun, kalo lo mentingin rasa gak enak lo, keburu Airil diambil orang, terus elo tinggal melongo aja liatin Airil sama pacarnya" timpal Jayden. Memang ada benarnya ucapan Jayden, tapi Jerome tidak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya apalagi pada adik temannya sendiri.


"Gue malu anjir"


"Malu? elo ganteng, malu darimananya? elo boleh malu kalo muka lo mirip Sempol! elo itu harus ngaca, harus PD. Kalo lo itu ganteng, tajir, pinter lagi, kurang apa coba?" Mahesa membelalak saat mendengar jawaban Jerome.


"Tauk lah, gue pusing!! gue mau tidur aja"


"Beg* ini udah nyampe depan kampus anji** elo mau tidur? telat, 1 detik lagi udah sampe kosnya Aksha" celetuk Juna.


"Cepet banget anjir!" Jerome langsung melihat keluar jendela mobil.


"Orang daritadi lo ngoceh mulu, lagian perjalanan dari rumahnya Hans ke kost nya Aksha cuma 15 menit"


"Kayak burung abis dikasih pisang, ngecewes terus!" timpal Junko.


****


Setelah semua pamit pulang, Juna pun menuju pulang kerumah, namun saat diperjalanan hendak pulang kerumah, tiba tiba Julia menelfon.


📞 Apa?


📞 Anterin ke minimarket yuk, beli persediaan bahan makanan, stok kulkas udah mau habis. Kamu sekarang udah pulang belum? apa masih dirumah Hans?


📞 Aku gak ada dirumah, aku dirumahnya Chantika, nanti aku share lock alamatnya


📞 Oke


Julia pun mematikan sambungan telefonnya, kemudian Juna langsung menuju ke rumah Chantika sesuai dengan hasil share lock Julia. Untuk sampai dirumah Chantika hanya membutuhkan waktu 5 menit saja.


"Chan makasih ya. Gue pulang dulu, byee"


"Hati hati" Chantika melambaikan tangannya pada Julia.


Mereka berdua pun langsung mampir ke minimarket terdekat. Juna mendorong troli dibelakang Julia, sambil terus mengikuti langkah istrinya.


"Jun, pingin nyemil gak?" tanya Julia sembari menoleh ke belakang, melihat Juna yang asik bermain hp.


Juna hanya mengangguk, dan terus asik dengan handphone nya, tapi Julia tak ambil pusing dengan sikap Juna yang seperti itu, memang sudah biasa.


"Mau dessert apa cookies?"

__ADS_1


"Dessert aja lah"


"Okee, rasa apa?"


"Mmmm.... red Velvet, matcha, sama coklat"


Kemudian, Julia pun memasukkan 3 macam dessert yang dipinta Juna kedalam troli, mereka pun lanjut berjalan mencari bahan makanan yang lainnya, sedangkan Juna masih tetap asik memainkan handphonenya sambil mendorong troli tersebut.


Tiba tiba, langkah Juna terhenti saat melihat jajanan Snack yang amat disukainya.


"Lia, aku ambil ini ya? buat nyemil" ucap Juna membuat Julia terkejut saat Juna tiba tiba muncul membawa beberapa jajanan ditangannya, karena tadi Juna sempat berpencar ke bagian Snack.


Julia hanya mengangguk. Kemudian Juna pun memasukkan semua jajanan yang ia pilih kedalam troli, dan melanjutkan mencari bahan bahan stok kulkas lainnya.


"Loh!" ucap Juna dan seseorang secara bersamaan, saling tunjuk.


"Ngapain lo disini?" tanya Juna pada seseorang tersebut. Siapakah dia?


"Numpang kencing" jawabnya dengan santai.


"Jauh amat lo kesini cuma numpang kencing, emang kosan lo lagi kemarau ya? kehabisan air?" ucap Juna.


"Tololnya kelewatan lu mah Jun. Ya kali, gue numpang kencing jauh jauh kesini, gak sekalian numpang mandi aja, gue kesini karena mau beli sesuatu lah nj*ng!" jawab Aksha, seseorang itu adalah Aksha, yang tiba tiba bertemu dengan Juna dan Julia di minimarket. Juna tertawa mendengar penjelasan Aksha.


"Agak agak ya sepupu lo ini" ucap Aksha pada Julia.


"Temen lo"


"Ya elah, lagian gue cuma basa basi doang, biar lucu" celetuk Juna.


"Bukan lucu, tapi emang lu tolol!" ucap Aksha menekan kata terakhir. "Yaudah gue duluan ya, mau bayar"


"Emang lu beli apaan?" Juna melirik ke arah troli kecil milik Aksha.


"Anjir! lo beli kon*om?" bisik Juna.


"Bangk* bukan njir! ini permen karet beneran, coba lo melek deh... liat bener bener"


"Iya sih, yaudah sono. Bye bye sayangku" ucap Juna sembari melayangkan kiss byee nya.


"Gue gak kenal, gue gak kenal" Aksha bergidik geli lantas mencepatkan langkah kakinya. Emang rada gesrek ya otaknya si Juna.

__ADS_1


~•~


Maaf ya guys, kalo bahasanya kasar 🙏


__ADS_2