
Didepan studio, ramai sekali motor yang parkir berjajar, dan didepan juga ada beberapa teman Juna yang duduk sambil ngopi dan merokok. Lantas, Juna turun dari motor lalu melepas helm nya.
"Cemberut terus sih neng, bentar doang ih" Juna menarik bibir Julia yang manyun.
"Awas aja kalo lama!" Julia ikut turun dari motor, dan berjalan mengekori Juna.
"Widih, juragan ikan cup*ng dateng nih" sapa Mahesa.
"Pala lo juragan ikan cup*ng!" balas Juna, tangannya menggandeng tangan Julia sambil melangkah masuk kedalam.
"Gimana ternak ikan cup*ng lo jun? lancar?" Devano ikut menimbrung. Kemarin, sepulang dari kost Aksha, Juna membeli banyak ikan cup*ng untuk ia isi di kolam ikannya yang mulai kosong, ikan ikannya pada mati semua.
Terkena hasutan dari Jerome, Juna langsung membeli banyak sekali ikan cup*ng, untuk diternak, katanya.
"Boro boro! yang kemarin gue beli, yang betina mati tinggal satu. Makanya gue kesini, mau minta punya Yoga"
Ternyata alasan Juna ngebet minta mampir ke studio, karena dia mau minta ikan cup*ng milik Yoga. Ia melihat di taman belakang, ramai oleh beberapa para kru editor sedang bersantai.
"Julia, mana cookies lo?" sambut Hayes.
Juna meletakkan kunci motor diatas meja, kemudian ia menuju ke coffee bar untuk meracik kopinya sendiri, walau disana sudah ada baristanya.
Di studio milik Yoga, memang disediakan coffee bar kecil, untuk teman teman dan para kru nya bersantai, di coffee bar itu sendiri, sudah ada 1 barista perempuan.
"Diabisin cewenya Jinnar" jawab Juna. Julia terus memantau Juna yang meracik kopinya sendiri, apalagi disana ada barista perempuan, hatinya benar benar panas melihat Juna dekat dengan cewek lain.
"Yura tadi ke rumah lo?" Jinnar langsung menoleh ke arah Juna.
"Lo beneran sama Yura?!!" tanya sembilan temannya, kecuali Juna dan Yoga tidak bertanya, mereka sudah tau lebih dulu tentang hubungan Jinnar dan Yura.
Jinnar hanya menaikkan kedua alisnya, mendadak studio menjadi riuh ramai sorakan, Julia menggeleng, melihat tingkah mereka.
"Norak lo semua!" umpat Jinnar kesal. "Pada kayak anak sd aja"
"Lo anjir yang kayak anak SMP sok sok rahasiaan segala" balas Junko.
__ADS_1
"Bukan rahasia beg*, emang harus banget ya gue koar koar?" jawab Jinnar dengan wajah sewotnya, bak ibu ibu kompleks yang sedang bergibah.
"Harus lah! kan biar kita bisa rayain pelepasan masa kejomblo ngenesan lo" seru Hayes diikuti tawa yang lain.
Bahkan Julia juga ikut tertawa mendengar obrolan obrolan lucu mereka, setelah Juna selesai meracik kopinya, ia pun duduk disebelah Julia.
"Mau nyicip gak?" tawarnya.
Julia menggeleng, "engga deh"
"Mau aku buatin Americano?"
"Tawarin aja terus, bilang aja mau deket deket baristanya" ucap Julia dengan wajah kesalnya.
"Nggak gitu sayang, aku ini lagi belajar ngeracik kopi, seru tau" Julia hanya memutar bola matanya menanggapi bualan Juna.
"Kalo mau air putih dingin, ambil aja di kulkas Lia. Atau apa yang lo mau, tinggal minta buatin aja sama Aruna" timpal Yoga, Aruna adalah nama baristanya.
"Iya Ga. Mau nyicip aja punya si Juna" tangan Julia langsung meraih gelas Juna yang masih dipegang oleh pemiliknya, lantas ia langsung menyeruputnya.
"Ga boleh nih?" Julia menatap tajam Juna.
"Abisin aja, abisin" balas Juna, lagi lagi, Julia hanya roll eye.
"Bucin bucin" sindir Jayden yang sedari tadi mengamati tingkah pasutri didepannya.
"Anj*ng!!" teriak Yudis tiba tiba, membuat semua orang yang ada disana menoleh ke arahnya. "Lo berdua pernah cip*kan dikampus ya?" tanya Yudis heboh sambil menunjukkan handphone nya pada Juna.
Wajah Julia mendadak pucat, sedangkan Juna mengerutkan keninganya, apapun masih dibuat santai oleh Juna.
"Terus kenapa?" tanya Juna santai sambil meneguk kopinya.
"Belegug sia anying!" bentak Hans.
Katanya sepupu? Sepupu atau sepupu sepupuan nih? (foto)
__ADS_1
Ini cewenya, yang mukanya judes bukan sih? Anak fakultas kedokteran, Julia kalo gak salah namanya
Uwow uwow, berita hot terkini!!
Grup pun mulai heboh dengan berbagai komentar dari anak anak kampus, entah dari yang mengenal Juna dan Julia sampai yang tidak mengenal mereka berdua pun juga ikut menimbrung.
Semua umpatan muncul dikepala Julia, siapa yang memasukkan mereka ke base kampus? Juna menoleh ke arah Julia. Juna baru deg deg an saat melihat Julia yang termenung melihat foto yang mereka kirim di grup tersebut. Tangan Juna pun mengelus lengan Julia pelan, mencoba menenangkannya.
Keduanya pun memilih langsung pulang, dan gagal meminta ikan cup*ng milik Yoga.
****
Semenjak pulang dari studio, Juna dan Julia tidak saling mengobrol, padahal mereka juga tidak bertengkar.
"Pokoknya ini salah kamu Jun!" teriak Julia yang sedang menuruni tangga, melihat Juna bersantai di ruang tengah.
"Lah kok salah aku? Yang salah itu yang nge up foto paparazi kita, lagian ngapain sih tangannya gatel banget, kayak gak ada kerjaan lain aja, ngurusin hidup orang" balas Juna.
"Lagian, tiap hari aku cium kamu tapi kamu juga respon kok" lanjutnya.
Rasa kesal Julia sudah mulai naik level saat melihat Juna yang masih santai santai saja. Ya begitulah Juna, setiap ada masalah, selaku di huat santai, tidak ambil pusing.
"Besok aku gak mau ngampus!"
"Terserah sih, asal jangan nyesel kalo temen temen kamu bilang ada kuis dadakan" sontak, Julia langsung menghentakkan kakinya ke lantai, pikirannya benar benar campur aduk sekarang.
"Gara gara kamu sih!!" bentak Julia kemudian berlalu menaiki tangga dan membanting pintu kamar dengan keras.
Juna menggelengkan kepalanya.
"Iya deh salah gue emang semuanya, anjing tetangga ilang juga salah gue pokoknya" gerutunya sambil terus mengelus bulu halus anjingnya.
Padahal, Juna ingat betul, dia hanya mencium sekilas pipi Julia. Kalau berbicara dengan Julia, Juna sering kalahnya, jadi lebih baik ia memilih diam daripada memperbesar masalah. Untung Juna sabar, itu juga karena terbiasa disalahkan.
~•~
__ADS_1