
"Udah malem nih guys, bubar yok! besok jam 8 pagi kita lanjut lagi, sekarang kita istirahat" ucap Hayes membubarkan, kebersamaan malam ini.
Julia pun melihat ke ponselnya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Yuk tidur yuk" semuanya pun beranjak bangun dari duduknya.
"Mau pipis gak?" tanya Juna.
"Emang ada toilet?" Julia mengernyit.
"Disini udah disediain"
"Lagi ga kebelet"
"Yaudah, ntar kalo kebelet. Tinggal bangunin aku aja, yaudah sekarang bobo yang nyenyak" ucap Juna sembari mengusap rambut Julia.
"Oke, night Jun"
"Night to, ily" Juna masih berdiri ditempat yang sama, menunggu Julia masuk kedalam tenda.
"Ily to" Julia membalasnya dengan senyuman hangat.
****
__ADS_1
"Julia bangun" Yaya membangunkan Julia dengan mata setengah terpejam, menepuk pipi Julia.
"Dingin banget!" pekik Julia merapatkan jaketnya, kemudian bangun dari tidurnya tetapi dengan mata yang masih terpejam.
Yaya terbangun akibat merasakan tendanya digoyang goyangkan bersamaan dengan mendengar suara Jinnar yang terus memanggil nama mereka bertiga.
"Jam berapa sih?" tanya Ryena yang masih dengan muka bantalnya.
"Ga tau, gue juga baru bangun" Yaya mengangkat kedua bahunya.
Ketiganya menguap bersamaan, sembari mengumpulkan nyawa, kemudian keluar dari tenda satu persatu dan melihat teman teman cowoknya sudah bangun semua sedang meregangkan badan dengan mata sayu.
Belum juga membersihkan wajah, Yaya langsung mengajak Ryena dan Julia memotong cabai, bawang, sayuran dan bahan bahan lain yang diperlukan untuk memasak nanti.
"Jam setengah 5 pagi" jawabnya melirik ke arah ponsel yang tengah ia pegang.
Julia mengangguk kemudian melanjutkan memotong bahan bahan tersebut, bersama Yaya dan Ryena.
Ditengah tengah kesibukan mereka semua, matahari pelan pelan menampakkan diri, semua orang yang ada disana keluar dari tenda masing masing untuk menyaksikan peristiwa alam yang menggetarkan hati, semua pendaki mengabadikan momen tersebut dengan kamera mereka termasuk Juna, Julia dan kawan kawan.
"Wahh indah banget" Julia menyeka air yang keluar dari ujung matanya, ia begitu terharu dengan keindahan sunrise di Ranu Kumbolo.
"Yuk foto berdua, kapan lagi kita naik bareng gini, ntar pasti kamu gak mau lagi karena tau gimana susahnya muncak" ajak Juna.
__ADS_1
"Yuk" Julia mengangguk cepat, kemudian Juna meminta Jerome untuk memfoto kan mereka berdua dengan latar belakang Ranu Kumbolo dan langit yang masih berwarna oranye, Juna memegang pinggang Julia, sedangkan Julia menyenderkan kepalanya di lengan Juna, karena tinggi mereka yang tidak sama.
"Parah!! berdua doang, gak ajak ajak!!" teriak Yaya menodongkan pisaunya ke arah Juna dan Julia.
"Ikutan!!" Ryena berlari, berdiri disamping Julia.
Akhirnya berujung mereka semua ikut berfoto, dengan meminta tolong pendaki lain yang memfotokan.
"Makasih, mas" ucap Juna pada pendaki yang mau memfotokan mereka.
"Sama sama" jawabnya dengan senyum ramah.
"Yuk lanjut siapin sarapan, laper nih!!" ucap Junko.
Mereka pun kembali menyelesaikan masakan yang tadi sempat tertunda, menu sarapan pagi ini adalah mie rebus yang diolah dengan tambahan sosis, kornet, sawi, bakso dan bawang goreng. Semua menikmati sarapan mereka, bukan tentang apa yang mereka makan, tapi tentang dengan siapa mereka makan pagi ini, kebersamaan itulah yang membuat makanan menjadi begitu lezat.
Selesai sarapan, mereka mulai membersihkan diri dan bersiap untuk perjalanan selanjutnya. Tenda sudah dilipat, cewek cewek bahkan menyempatkan mandi tak peduli hawa dingin karena kebersihan adalah nomer satu, berbeda dengan yang cowok cowok yang hanya gosok gigi dan cuci muka saja.
"Masih semangat kan?" tanya Hans, baru bersuara pagi ini, biasanya dia hanya diam dan malas berbasa basi.
"Masih!!" jawab lainnya dengan suara lantang dan ransel yang sudah siap dipunggung masing masing, mereka pun melanjutkan perjalanan dan meninggalkan Ranu Kumbolo dengan semua pesona alamnya yang berkabut dipagi hari.
__ADS_1
~•~