Couple J

Couple J
Do u wanna play with me?


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Juna hanya menatap sekeliling selama 5 menit, rumah rasanya sangat sepi, Julia tidak ada dirumah.


"Ahhh sepi banget anjir" Juna pun mengambil kotak p3k lalu mengobati lukanya sendiri.


Setelah luka telah diobati, Juna pun beranjak menaruh kotak p3k tersebut kembali ke tempat asalnya.


Ia melirik arloji ditangannya, "masih jam satu" gumamnya, kemudian kembali keluar rumah, menghidupkan motornya dan mengunci pintu serta gerbang. Cowok itu pun memilih untuk pergi ke tempat teman temannya berkumpul.


Kali ini bukan lagi di basecamp, melainkan, mereka sedang berkumpul di cafe depan kampus, tumben sekali mereka berkumpul disana. Juna pun melajukan motornya menuju cafe Azalea depan kampus. Tongkrongan anak anak kampus.


****


"Jun, emang udah saat nya lo go public deh" Hayes menepuk pundak Juna pelan.


"Apaan go public anjir! kayak Juna artis aja" sewot Jinnar.


"Gue sih bodoamat ya, mau orang orang tau juga gak masalah. Tapi gue belum tau gimana Julia, apa dia nyaman kalo orang orang tau tentang hubungan kita" jawab Juna santai.


"Iya sih, tapi kalo udah gini mau gimana lagi?" Aksha mengeluarkan suara.


"Ntah, gue ga tau. Bodoamat ae lah, lama lama mereka juga bosen sendiri ngeliat kedekatan gue sama Julia" Juna menghela nafas kecil. "Oh ya, Mahesa, Devano sama Yudis mana?" tanya Juna, karena sudah selama 15 menit disini, dia tidak melihat kedua makhluk itu.


"Lagi sholat" timpal Jayden. Yap, di antara 12 cogan itu, hanya Devano, Mahesa dan Yudis yang beragama islam. Dan yang lain rata rata beragama kristen, baik protestan maupun Katolik. Sedangkan yang Hindu dan Budha adalah Jinnar dan Yoga.


"Yahh padahal gue mau nitip doa" ujar Juna.

__ADS_1


"B*ngs*t" Jerome menyentil dahi Juna.


Cafe begitu ramai, lebih tepatnya ramai oleh anak anak kampus. Juna melihat ke sekeliling, matanya tak sengaja mengkap sosok Julia bersama teman temannya yang duduk di bangku paling pojok.


'what jadi daritadi ada Julia? kok gue baru sadar sih' batin Juna. Juna pun langsung beranjak menghampiri Julia, mencari perhatian Julia dengan mengadu karena sudut bibirnya terluka akibat terkena tinjuan Hansol.


"Lo mau kemana?" tanya Yoga.


"Tuh! mau nyamperin istri gue" Juna menunjuk Julia menggunakan dagunya, Yoga pun mengangguk, dan mereka delapan memantau Juna dari kejauhan.


"Juliet" panggil Juna, pemilik nama pun menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.


"Tumben disini?" tanya Julia.


Juna tersenyum tipis sambil mengangguk, "katanya dirumah Yaya?"


"Jun, itu bibir kamu kenapa?" Julia mengerutkan keningnya.


"Abis berantem" Julia semakin dibuat heran. 'berantem sama siapa?' batinnya, namun pertanyaan itu akan ia lontarkan sewaktu dirumah saja, dan saat ini yang harus ia lakukan adalah...


Cewek itu menatap ke sekeliling, kini mereka tengah menjadi pusat perhatian, semua mata benar benar terfokus kepada mereka, padahal keduanya hanya mengobrol.


'bagus' batinnya sembari tersenyum miring. "Aku tau cara ngobatinnya jun" ucap Julia dengan nada suara yang sengaja ia tinggikan.


"Ehh udah udah, udah aku obatin dirumah kok" namun, entah apa yang dilakukan Julia, gadis itu langsung berdiri dari duduknya, mendekatkan wajahnya ke wajah Juna.

__ADS_1


What the hack! kenapa Julia bertingkah seperti ini? Ini Julia kan? Ini istrinya yang gengsinya minta ampun itu kan? Juna masih diliputi rasa kebingungan.


Belum juga pulih dari rasa bingungnya, tiba tiba tubuh Juna membeku saat merasakan bibir Julia menempel di ujung bibirnya, gadis itu mengecupnya pelan tapi cukup lama, tepat dimana lebam bekas pukulan tadi berada.


Sontak orang orang disana langsung membelalak terkejut. S**t! mereka melakukannya didepan banyak anak anak kampus. Tepat sekali, disana ada Hansol yang memantau Julia sedari tadi dan Cyra yang baru saja duduk bersama kawan kawannya.


Keduanya begitu terkejut dengan pemandangan yang baru saja terjadi, what? Seorang Julia, si ice princess mencium Juna? Si pangeran gesrek itu.


Bahkan teman teman Juna dan teman teman Julia ikut terkejut, mereka sama sama membeku melihat kejadian yang baru saja terjadi didepan mata mereka, apalagi Ryena.


Sepertinya, Julia akan go public dengan hubungannya bersama Juna.


Lagi lagi, Juna terus mengumpat didalam hati. Juna gak akan merasakan ini lagi, rasanya sangat beda ketika Julia menciumnya di rumah. Bahkan pupil matanya pun ikut membesar ketika Julia melepas kecupannya, Juna menatap ke arah Julia dengan tatapan tak percaya.


'ini bener bini gue bukan sih?' batin Juna.


'Julia kerasukan apa ya?' batin Yaya. Tanpa sadar sepertinya mereka semua sedang membatin secara bersamaan.


"Yes, i just kissed my cousin. Do you have any problem with that?" Juna lagi lagi terheran, dengan siapa Julia berbicara, tetapi gadis itu terus melirik ke arah Cyra dengan lirikan dan seringai yang begitu mengerikan.


Juna pun menoleh ke belakang, ke arah lirikan mata Julia, ia mendapati Cyra berada disana, ia juga melihat Hansol masih membeku menatap mereka. Juna menghela nafas, apa rencana Julia sebenarnya?


"Yuk pulang" Juna menarik tangan Julia yang tersenyum puas melihat ekspresi Cyra.


"Do u wanna play with me, Cyra?" bisik Julia sembari mengedipkan satu matanya saat berjalan melewati Cyra.

__ADS_1


Semua orang terkejut bukan main, melihat tingkah Julia.


~•~


__ADS_2