
Saat berada dikantin, Julia dan teman temannya sedang berkumpul sambil ngerumpi seperti kerjaan ciwi ciwi biasanya.
"Lia, coba lo liat cewek yang duduk di bangku depan lo deh" bisik Yura.
Julia yang sedang melihat instastory orang orang di akunnya, sempat menghentikan aktivitasnya untuk melihat siapa cewek yang dimaksud Yura, cewek itu duduk di bangku depannya.
"Emang kenapa?"
"Terus liatin aja" ucap Yura, benar saja. Cewek itu mengalihkan pandangannya saat Julia terus menatap cewek tersebut.
"Gue risih sih, daritadi dia ngeliatin kita terus" bisik Chantika.
"Itu Cyra namanya, anak baru, sekelas sama gue, lompat semester karena pinter. Dia naksir sama si Juna" terang Yura.
"Kok lo tau?" Yaya mengernyit.
"Pas itu, dia lagi ngobrol sama beberapa temen temannya yang lain, nah gue ikutan kumpul tapi cuma nyimak doang, dia gak tau kalo gue temen lo, dia terus bicarain si Juna, Juna ramah lah, Juna baik lah, Juna pernah nolongin dia lah, terus dia juga cari cari tau tentang elo, kalo elo itu siapanya Juna, dia juga terus caper ke Juna" ucap Yura menjelaskan, membuat Julia terkekeh diikuti oleh yang lain.
"Posesif banget ya" cibir Ryena.
"PANTAU AJA TERUS" timpal Yaya dengan nada keras, jelas menyindir Cyra. Mendengar sindiran Yaya, Cyra pun langsung menunduk.
"KAYAKNYA KALAH SAING DEH, MAKANYA MANTAU TERUS" saut Chantika lagi.
"CENTIL!" ucap Ryena diramaikan tawa teman temannya.
"Banyak ya yang suka sama Juna, padahal mah orangnya gesrek, temen temennya juga pada ganteng ganteng padahal, kok ngga milih suka sama yang lain aja" ucap Ryena, menatap tajam Cyra.
"Tapi sama gesreknya" timpal Yaya.
"Ehhh no no, kecuali pacar gue, kayaknya cuma pacar gue doang deh yang normal" sangkal Chantika membela pacarnya.
Julia dan Yura hanya menyimak sembari tertawa, "Capek gue ketawa mulu, udahlah yuk pindah. Kantin udah mulai rame, males gue" ajak Julia yang langsung di angguki oleh teman temannya, mereka pun pindah ke taman.
Mereka pun berdiri dari kursi masing masing, dan berjalan melewati meja Cyra dan teman temannya yang masih makan, Julia menatap Cyra lebih lama, tatapannya begitu dalam dan dingin.
Merasa ada yang memperhatikannya, Cyra pun mendongak dan ikut menatap Julia, Julia menaikkan satu alisnya dan tersenyum smirk.
'Lo gak akan bisa ambil Juna, Juna itu milik gue' batin Julia seolah sedang bertelepati pada Cyra.
"Kak Julia tuh cantik banget ya, tapi jutek banget" bisik adik tingkatnya yang duduk di sebelah kanan Cyra, sontak Cyra langsung mengalihkan pandangannya ke arah kanannya.
__ADS_1
Meskipun, mereka berbisik tetapi Julia dan yang lain masih bisa mendengarnya saat melewati meja mereka, sontak mereka berlima pun menoleh ke arah meja itu dengan tatapan yang sama sama dingin.
Julia menghentikan langkahnya, kemudian sedikit menoleh ke belakang, ke meja Cyra dan teman temannya.
"Mampus, masih ada orangnya" bisik Cyra pada cewek disebelahnya, yaitu adik sepupunya.
"Julia, ayo" Ryena menarik tangan Julia, kemudian mereka berdua berjalan menyusul ketiganya yang sudah berada didepan.
****
"Lia, elo ikut ke rumah gue gak?" ajak Ryena. Biasanya Julia akan ikut kerumah Yaya atau Ryena sembari menunggu Juna yang masih ada kelas, karena rumah Ryena dan Yaya lah yang paling dekat dengan kampus, meski rumahnya masih masuk masuk gang.
"Engga deh, soalnya Juna udah kelar kelas. Sekarang lagi di kantin belakang" tolak Julia.
"Lo mau kesana?" tanya Yaya, Julia hanya mengangguk.
"Berani sendirian?" tanya Yaya meyakinkan, karena biasanya kantin belakang adalah basecamp nya cowok cowok.
"Berani, gue duluan ya" Julia melambaikan tangan ke teman temannya, karena mereka pasti akan beda arah. Kemudian Julia pun berjalan menuju ke kantin belakang.
Sesampainya di kantin belakang, Julia menghela nafas karena harus melewati banyaknya gerombolan cowok cowok, tetapi Julia tetap memasang wajah datarnya dan melangkahkan kakinya tanpa melirik ke kiri dan kanannya, karena tujuannya cuma satu yaitu pada Juna yang biasnya duduk di meja paling belakang.
"Wihh ada Julia, ada Julia"
"Julia, follback dong"
"Julia, senyum dong"
"Julia woi, gua suka sama elo!!"
Bagaikan artis dadakan, itulah yang Julia rasakan saat ini, tetapi cewek itu tetap memasang wajah datarnya tak menggubris ucapan mereka.
"Yoga!" panggil Julia, karena Yoga hanya satu satunya teman Juna yang Julia lihat saat ini.
"Lo ngapain kesini?" tanya Yoga.
"Juna mana?"
Es ketemu Es.
"Lagi mesen mie"
__ADS_1
"Di Mbok Darmi ya?"
"Hmmm... udah sini aja, bentar lagi balik kesini anaknya"
Julia menggeleng kecil, "thanks, gue mau nyamperin Juna"
Setelah sampai ditempat Juna, Julia berkacak pinggang menatap tajam ke arah Juna yang duduk tenang sembari memainkan ponselnya menunggu pesanan mie nya.
"Juna!" panggil Julia, Juna pun mendongak lalu bertingkah sok imut saat tau siapa yang datang.
"Siapa yang nyuruh beli mie?" ucapnya dengan tatapan galak seperti biasa, padahal Julia melarang keras Juna makan mie instan, tetapi Juna tetap saja susah dibilangin.
"Hehe, bukan aku yang makan kok. Aku cuma mesenin mie punya Esa, bentar lagi dia kelar kelasnya" ucap Juna beralasan.
"Ohh gitu?" Julia menaikkan satu alisnya, Julia tak semudah itu dibohongi Juna.
Juna menunduk, "eheh, maaf Lia. Soalnya aku kepingin banget mie instan, bahkan aku sampe lupa gimana rasanya mie instan, saking lamanya aku gak makan mie isntan"
"Oh kamu mau makan mie instan? silahkan" Julia tersenyum, kemudian melenggang pergi.
"Waduh ngambek lagi nih, bisa bisa gue tidur diluar" Juna pun langsung membayar mie instan tersebut.
"Mbok, mie nya buat si Esa aja ya. Ini uangnya, kembaliannya ambil aja" ucap Juna buru buru mengejar Julia.
Esa, Gilingan Tai
Gue udah beliin Lo mie, udah gue bayarin juga. Tinggal ambil aja di Mbok Darmi
Juna memberi pesan chat pada Mahesa yang sebentar lagi keluar dari ruang kelasnya. Mahesa yang membaca pesan dari Juna, ia langsung mengernyit kebingungan.
"Tumben ni anak, kesambet apaan" gumam Mahesa, langsung menuju ke kantin belakang.
Juna terus mengejar Julia yang berjalan didepannya, lebih jauh.
"Juliet!!" teriak Juna tak sadar kalau sekarang ada dikampus, biasanya Juna akan memanggil Julia dengan nama Juliet kalau ada dirumah.
Juna terus berlari, akhirnya ia dapat mensejajarkan langkahnya dengan Julia.
"Maaf, gak lagi deh" ia mengangkat dua jarinya. "Yuk kita pulang"
"Aku udah masakin kamu, tapi kamu malah makan diluar. Aku tun capek!" omel Julia.
__ADS_1
"Iya, aku minta maaf. Jangan ngambek ah, ntar cantiknya ilang"
~•~