
"Jun, bangun" Julia menepuk pelan pipi Juna yang masih terjebak di alam mimpi, cowok itupun perlahan membuka matanya.
"Loh kok udah bangun?" tanyanya sembari meregangkan badannya.
"Aku gak jadi ke salon sama kamu, aku ngajak Chantika sama Yura aja" jawab Julia sembari berjalan ke arah meja riasnya dan ber make up tipis.
Julia melirik Juna dari cermin, "Bangun ih Jun! mandi terus sarapan! liat tuh udah jam 10" Julia kembali berjalan ke arah kasur, menarik tangan Juna karena Juna kembali tertidur.
"Masih sakit gak?" tanya Juna, soal yang tadi malam.
"Dikit, tapi gapapa lah" jawabnya dengan senyum tipis. "Ada flek lagi, kayaknya aku mau dapet"
"Makasih ya, kamu udah mau" Julia hanya mengangguk membalasnya.
"Kayaknya jadwal dapet kamu lagi gak teratur ya? kayaknya masih barusan berhenti dapet, eh kok udah dapet lagi?"
"Iya, ga tau nih, lagi setres kali" jawab Julia kembali ke meja riasnya, sembari membalas pesan chat dari main Chantika.
"Setres kenapa sih sayang?" Juna menatap lekat wajah istrinya. Sedangkan Julia hanya mengangkat kedua bahunya.
"Kamu mainnya besok aja, di rumah aja yok seharian ini, santai santai gitu berdua" ucap Juna duduk disebelah Julia sambil ngedusel.
"Ga enak, udah janjian sama Chantika sama Yura, kamu main juga gapapa ih"
"Iya sih, daripada dirumah sendirian" Juna melenggang pergi, menyahut handuk dan masuk kedalam kamar mandi. "Oh ya, suruh Yura jemput kamu ntar aja!! Temenin aku sarapan dulu!!" teriak Juna dari dalam kamar mandi.
Julia hanya menghela nafas, 'lagi kumat, manjanya' batinnya.
Setelah Juna selesai mandi dan berganti baju, keduanya pun langsung menuju ke ruang makan, Julia sudah menyiapkan lauk yang amat lezat, apa itu? Cewek itu menyiapkan udang saus tiram.
"Nanti kalo mau pulang kabarin, biar aku yang jemput"
"Iya" Julia menuangkan air putih ke gelas, dan diberikannya pada Juna yang masih sibuk mengunyah.
Tepat, setelah Juna selesai makan, Yura dan Chantika telah tiba didepan rumah, mereka siap dengan mobil brio nya.
"Eh itu mereka udang dateng" ucap Julia saat mendengar suara deru mobil berhenti didepan rumah mereka.
"Aku pergi dulu ya" Juna mencium punggung tangan Juna.
"Jangan malem malem pulangnya!" teriak Juna saat Julia sudah berlari membuka pintu.
"Iya!!" balasnya berteriak.
****
__ADS_1
Juna yang merasa kesepian dirumah sendirian, ia pun memutuskan untuk bermain ke rumah Jinnar. Sesampainya disana, tanpa basa basi lagi Juna langsung menuju ke kamar Jinnar saat pak satpam membukakan gerbang dan menyuruh Juna langsung masuk ke kamar Jinnar.
Suasana rumah Jinnar amat sepi, maklum, orangtua Jinnar memang orang sibuk makanya jarang dirumah, Jinnar selalu bertiga bersama satpam dan ART nya, sedangkan kakak laki laki nya, bekerja diluar negeri sebagai dokter. Ayahnya bekerja sebagai pengacara yang cukup terkenal, dan ibunya adalah seorang dokter.
Saat membuka pintu kamar Jinnar yang tidak dikunci, nampaklah sebuah pemandangan Jinnar yang masih tidur terlentang hanya mengenakan boxer, kamarnya begitu berantakan, memperlihatkan cup pop mie dan bungkus jajan berserakan dilantai, bahkan laptop juga masih menyala. Juna menggeleng kan kepalanya, jika dia yang seperti ini pasti Julia akan mengomelinya setiap hari.
"Woi!! Nar!" Juna menendang kaki Jinnar lumayan keras, tapi Jinnar masih tetap tidak bangun.
"Jangan jangan mati nih orang" gumam Juna.
"Nar!! Jinnar!! woi bangun bangk*!!" Juna terus berusaha membangunkan Jinnar dengan segala cara, sampai sampai ia mengambil air dan dipercikin ke muka Jinnar.
"Anj*ng!" Jinnar langsung terbangun kesal saat melihat Juna didepannya. "Siapa yang nyuruh lo kesini nyet?!! gue lagi mau hibernasi, ganggu aja!"
"Gabut gue dirumah" Juna mengalihkan pandangannya ke layar laptop yang menampilkan website pembelian tiket online.
"Lo mau traveling?" Jinnar hanya mengangguk, menjawab pertanyaan Juna.
"Kemana? sama siapa?" tanyanya lagi.
"Kenapa posesif gitu pertanyaan lo? emang lo pacar gue?"
"Ya gak gitu, gue kan cuma kepo aja" Juna berjalan, membuka kulkas mini yang berada didalam kamar Jinnar, mencari camilan.
"Kagak ada camilan, harusnya lo dateng kesini bawa bawa, jangan cuma jadi tikus, ngabisin makanan orang mulu!" Jinnar beranjak dan langsung menutup kulkasnya, ia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
"Ke Canada, kenapa?"
"Sama siapa?"
"Dih kepo!"
"Berapa lama di Canada?"
"Seminggu kali"
"Skip kuliah jadi?" Jinnar hanya mengangguk.
"Solo traveling, atau ada temen?"
"Sama Yura, sttt jangan bilang siapa siapa"
"Hah? gue gak salah denger?" Juna membelalak terkejut, ia tak tau kalau selama ini Jinnar dekat dengan Yura.
"Gak lah, kenapa emang?"
__ADS_1
"Ya gapapa sih, cuma kaget aja. Sejak kapan lo deket sama Yura?"
"Sebulan"
"Lo yakin sama Yura?"
Lagi lagi Jinnar hanya mengangguk.
Setelah Jinnar selesai sarapan, mereka tak tau lagi mau ngapain, akhirnya mereka pun memutuskan untuk bermain PS bertambah satu anggota lagi yaitu Hayes.
Sedangkan yang lain, banyak yang tidak bisa ikut datang kerumah Jinnar, pahamlah, waktu libur panjang, mereka sempatkan untuk istirahat dan healing, bahkan Aksha pun sudah kembali ke Surabaya, menikmati libur panjang.
"Nar, kok kulkas lo kosong sih! gue laper nih" ucap Hayes saat membuka kulkas mini Jinnar.
Juna menahan tawanya, "tadi tuh masih ada satu snack, eh malah dihabisin sama si curut!"
"Parah!"
"Emang lo kira, rumah gue tampungan gembel!" ucap Jinnar terus asik dengan game nya.
"Bangk*! kayak lo gak pernah gitu aja dirumah gue!" balas Hayes menggeplak kepala Jinnar dari belakang.
Saat mereka sedang asik bermain, tiba tiba sebuah notif muncul di handphone Jinnar, Jinnar hanya meliriknya.
"Jun hp lo mati?" tanya Jinnar.
"Engga kayaknya, napa?" Juna menggeleng.
"Coba cek dulu deh" titah Hayes, Juna pun memberhentikan permainannya dan mengambil handphone nya yang tergeletak diatas kasur.
"Anjir!" Juna menepuk keningnya cukup keras, mendadak panik.
"Yura ngechat gue, katanya dia telfon lo bolak balik gak diangkat angkat" timpal Jinnar.
"Iya gue lupa! mampus! padahal gue bilang mau jemput dia" Juna mengacak acak rambutnya.
"Kata Yura, Julia masuk rumah sakit" Jinnar memelankan suaranya sedikit shock saat membaca pesan chat dari Yura.
Juna mendadak lemas, jantungnya berdegup kencang, rasa khawatir memenuhi pikirannya, dadanya terasa sesak, tadi pagi Julia masih baik baik saja, ada apa dengan istrinya sekarang?
"Julia kenapa?" tanya dengan suara bergetar, Jinnar dan Hayes yang melihat Juna kayak orang linglung, langsung menghentikan permainannya dan berlari merangkul Juna.
"Ga tau" jawab Jinnar.
"Coba lo tanya, rumah sakit mana" titah Hayes, Jinnar pun langsung bertanya pada Yura.
__ADS_1
Mereka bertiga pun langsung menuju kerumah sakit yang sudah di sharelock oleh Yura, dengan menaiki mobil Jinnar, Hayes yang menyetir, karena dengan keadaan seperti ini, tidak memungkinkan untuk Juna yang menyetir, pasti akan sangat membahayakan.
~•~