
Selesai buang air kecil, Julia berdiri didepan cermin besar yang ada ditoilet wanita, ia melakukan touch up agar penampilannya terlihat lebih fresh.
Saat masih sibuk mengoleskan liptint di bibirnya, tiba tiba ada seseorang keluar dari bilik toilet dan berdiri didepan kaca besar, tepatnya disamping kanan Julia, cewek itu sedang membenarkan rambutnya.
Cewek itu membenarkan rambutnya dengan sedikit kikuk, Julia melihat wajah cewek itu dari pantulan kaca, yang ternyata dia adalah Cyra, anak baru yang kemarin ia dan teman temannya bicarakan.
"Julia" panggilnya, Julia menolehkan kepalanya melihat ke arah Cyra tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Cyra terlihat begitu gugup tetapi ia sudah terlanjur memanggil Julia. Ia tau dari anak anak kampus, kalau Julia terkenal jutek, bahkan dapat dilihat dari raut wajahnya saja, sudah menjadi ikon Julia.
"Kamu sepupunya Juna?"
Julia menaikkan satu alisnya, "Emang kenapa?"
Julia memang terkenal dengan tingkahnya yang gak suka basa basi dan kurang ramah kalau sama orang yang gak terlalu dekat dengannya. Cyra menyesal telah bertanya pada cewek didepannya itu, tadinya Cyra ingin mencoba mendekati Julia agar lebih detail mencari tau semua tentang Juna, tapi sepertinya tidak jadi saat melihat tatapan Julia yang seolah mengintimidasi, auranya terlihat menyeramkan.
"Oh, gapapa. Cuma tanya"
Julia geming sembari menggelengkan kepalanya lalu keluar dari toilet, sedangkan Cyra masih didalam toilet menyesali tingkah lakunya barusan.
"Pasti dia mikir, gue caper banget ya" gumamnya sembari meringis.
****
__ADS_1
Gara gara kejadian di toilet tadi siang, Julia hari ini menjadi posesif pada Juna, kini ia sedang mengotak ngatik handphone Juna, melihat isi chat di WhatsApp nya dan melihat isi DM an di Instagram Juna. Bukan Julia gak percaya, tapi ia hanya penasaran saja.
"Kenapa? tumben buka hp aku" tanya Juna yang sedang menonton TV disebelahnya. karena biasanya kan kerjaan Juna mengecek handphone Julia, tapi kenapa sekarang malah terbalik, biasanya Juna suka memblokir akun cowok yang ganjen bales instastory Julia.
"Emang ga boleh? atau ada yang ga boleh aku liat? kamu nutupin sesuatu dari aku?" tanyanya dengan tatapan tajam.
"Ih kamu mah, ya gapapa lah. Emangnya aku nutupin apa dari kamu? orang aku cuma nanya doang, soalnya tumben kamu begini" jawabnya sembari mencubit hidung Julia.
Julia geming. Dia tetap melanjutkan men scrol isi DM Juna, ia memperhatikan satu akun dengan username Cyraaaa Kheil yang rutin sekali membalas instastory Juna, meskipun story yang ga jelas pun tetap dibalas.
"Cyra Kheil itu siapa?" tanya Julia, walau aslinya dia sudah tau, hanya saja ia ingin dengar langsung jawaban dari Juna.
"Gak tau, gak kenal. Tiba tiba dia follow aku dan bales bales instastory ku gak jelas"
"Heem, lumayan"
"Chatnya panjang ya?" Julia benar benar kesal pada Cyra, tapi ia malah melampiaskannya pada Juna, Julia terus men scroll chat dari Cyra.
"Coba baca deh, panjang itu bahas apa aja" Juna menatap Julia. Julia memutar bola matanya kemudian mengembalikan handphone itu pada pemiliknya, moodnya benar benar berantakan.
"Kamu kenapa sih?" Juna sempat bingung dengan sikap Julia yang sedari pulang kuliah berbeda dari biasanya.
__ADS_1
Julia berdecak kesal, "Cyra tuh naksir ke kamu"
"Ya terus kenapa? normal lah, lagian bukan aku yang naksir ke dia, terus masalahnya dimana?"
Julia menghela nafasnya, keningnya mengerut dan alisnya mulai runcing, meskipun isi chatnya Juna hanya membalas seadanya, singkat, padat dan jelas, tetapi Julia tetap saja ingin marah.
"Ohh gitu, Cyra bukan masalah. Tapi kenapa Mark jadi masalah? lagian aku juga gak nanggepin Mark kan? tapi kenapa kamu blok dia?"
"Lah, kok jadi bawa bawa Mark sih?"
Julia memilih diam, malas sekali menanggapi sikap Juna yang menurutnya begitu posesif. Melihat Julia yang hanya diam tanpa membalas ucapannya, Juna pun mengusap wajahnya frustasi dan menatap Julia, menggenggam tangannya sembari melanjutkan ucapannya.
"Kita percaya satu sama lain kan?" tanya Juna, tetapi Julia masih tetap diam.
"Julia, dengerin aku. Kita kan udah setuju jalani hubungan ini, meskipun itu atas paksaan dari keluarga kita, kita udah saling kenal dari kecil kan? kita udah saling tau sifat masing masing, gak mungkin perasaanku biasa aja ke kamu, dan aku gak mungkin nyakitin kamu Lia... percaya sama aku"
Julia sudah tidak bisa membendung air matanya meskipun mati matian ia mencegah air matanya untuk terjatuh. Melihat istrinya menangis, Juna benar benar merasa tidak tega, ia menarik Julia kedalam pelukannya, tangan Juna mengusap rambut Julia sedangkan Julia mengeratkan pelukannya dipinggang Juna.
"Aku tuh sayang banget sama kamu Lia, aku ngeblokir Mark bukan karena gak percaya sama kamu, tapi karena aku gak percaya sama Mark... kamu tau sendiri kan, aku pernah punya masalah sama dia pas waktu maba? makanya aku gak ikhlas dia ngehubungin kamu terus, apalagi dia naksir sama kamu" terangnya sembari menghapus air mata Julia. "Aku baru ngeh, kalo kamu jealous ternyata"
Julia mengangguk kecil, " Jun, aku juga sayang sama kamu"
__ADS_1
"Ya harus dong, mau sayang sama siapa lagi coba? orang kamu udah jadi punya aku, sampai kapanpun aku maunya sama kamu" Juna menempelkan hidungnya di hidung Julia, Julia terkekeh mendengar jawaban manis dari Juna.
~•~