Couple J

Couple J
Nyinyir


__ADS_3

Pada akhirnya, Julia memutuskan untuk tetap pergi ke kampus karena Chantika memberitahukan kalau ada kuis dadakan. Takut nilai kuisnya kosong dan mempengaruhi nilai akhir.


Dari sepanjang parkiran hingga ke kelas, keduanya merasa menjadi sorotan orang orang. Walaupun tidak ada yang berani nyinyir secara langsung didepan mereka, Julia merasa sangat risih jika terus diliatin.


"Tuh ada Chantika" Juna menunjuk keberadaan Chantika menggunakan dagu nya yang sedang berjalan menghampiri mereka berdua. Meskipun beda fakultas, Juna tetap bersedia mengantar Julia sampai ke kelasnya, ia takut anak anak kampus mengeroyok Julia.


"Ya ampun, Julia... terus itu gimana?" tanya Chantika ikut panik, mereka berdua satu kelas.


"Ga tau, pusing gue" keduanya pun masuk kedalam kelas, sama seperti keadaan diluar, anak anak didalam kelas pun sama menjadikan Julia sebagai sorotan mereka.


"Tadi waktu gue ke toilet, mereka pada bahas itu, kayak gak yakin aja lo sama si Juna, karena status kalian kan emang sepupu, mereka belum pada tau" bisik Chantika.


"Lo inget Cyra kan?" Julia hanya mengangguk, keduanya duduk bersebelahan. "Dia bilang gini, najis kayak ga ada cowok lain aja sampe sepupu sendiri diembat juga. Sumpah! pengen gue tampol tu mulut biawak! pas gue keluar dari bilik, mereka pada kaget liatin gue. Mampus! gue langsung nyolot aja, jangan sok tau deh, jangan sampe lo tau kebenarannya dan lo malu sendiri! gue udah gemes mau tabok tu mulut pake sepatu" Chantika bercerita dengan nada berapi api sambil berbisik.


"Cyra? dia pernah sok akrab gitu ke gue waktu di toilet. Tapi ini keliatannya bakal seru deh, keliatan menarik" Julia tersenyum miring seperti sedang merencanakan sesuatu.


"Kok lo jadi serem gitu sih?" Chantika membelalak, sedangkan Julia hanya terkekeh kecil.


Beberapa mahasiswa pun mulai berdatangan satu per satu mengisi kelas ketika jam mata kuliah mereka akan segera dimulai. Dan setiap seseorang masuk kedalam kelas, pandangan mereka selalu tertuju pada Julia yang utama, Julia benar benar risih.


Sepanjang kelas berlangsung, Julia tidak fokus pada penjelasan dosen, di kepalanya, ia merangkai sebuah rencana, sehingga membuatnya sangat excited.


Setelah sekitar 1 jam duduk mendengarkan materi dari dosen, akhirnya kelas pun dibubarkan.


Entah, mulai sejak kapan, Juna sudah menunggu Julia diluar kelasnya, sehingga kedekatan mereka menjadi sebuah tanda tanya besar, bahkan banyak nyinyiran yang didengar mereka berdua.

__ADS_1


"Aku ke tempat biasa ya?" ucap Juna, mana lagi kalau bukan kost nya Aksha yang dekat dengan kampus. Julia hanya mengangguk, lalu Juna pun mengusap kepala Julia sebelum akhirnya ia meninggalkan Julia bersama Chantika.


Masa sih sepupu gitu banget?


Fix sister complex si ini


Tapi mereka sweet juga


Geli liat mereka


Gimana gak baper punya sepupu se cakep Juna


Beberapa teman teman sekelas Julia mencibir melihat perlakuan Juna terhadap Julia.


****


"Julia emang cantik banget ya jun, sampe lo yang sepupunya sendiri gak bisa nahan nafsu?" sindirnya.


"Mulut lo kayak cewek ya?" jawab Juna dengan wajah meremehkan.


Mendengar ucapan Juna, seketika emosinya meningkat, satu tinjuan berhasil mendarat di pipi Juna, belum puas, Hansol kembali mengepalkan tangannya yang siap menghantam wajah Juna, bahkan Juna saja sudah berancang ancang untuk membalas tinjuan kakak tingkatnya itu.


Seketika parkiran menjadi riuh, beberapa orang mencoba memisah mereka.


"ANJ*NG LO JUNA!" Hansol memberontak, belum puas menghabisi wajah ganteng Juna.

__ADS_1


"Segitu doang tenaga lo? bener bener kayak cewek" sahut Juna.


"Juna lo tolol anj*ng! malah dipancing" ucap Yoga yang datang menahan Hansol di bantu yang lain.


"Udah woi! kalo mau ribut jangan diarea kampus! keluar lo berdua, berantem sono di kuburan!" ujar Jinnar melerai mereka.


Akhirnya setelah beberapa saat berada pada suasana tegang, Hansol pun berhasil dibawa oleh temannya keluar dari area parkiran.


"Perih anjir" Juna mengusap ujung bibirnya yang berdarah.


"Tolol sih lo malah mancing mancing"


"Seneng gue liat dia emosi haha lo tau anjing? Semakin diganggu semakin menggonggong, persis kayak si Hansol" Juna tertawa.


"Gue kelenger nahan dia, bego" Jinnar memijit pergelangan tangannya yang terkilir akibat menahan Hansol yang terus memberontak dengan kasar.


"Dahlah, gue pulang aja lah... malu liat muka gue kayak gini, gak ganteng, memperjelek look" Juna pun menghidupkan motornya dan melenggang pergi meninggalkan Yoga dan Jinnar berdua.


Sedangkan Julia, cewek itu sudah berada di rumah Yaya sekarang, bersama dengan, Chantika, Yura dan Ryena.


~•~


Visual Hansol


__ADS_1



__ADS_2