Couple J

Couple J
Rencana Muncak


__ADS_3

Malam ini adalah malam Minggu, pasutri muda itu malam ini hanya duduk bersantai didepan teras rumah, bersama Juna yang memainkan gitarnya dan Julia yang duduk anteng disebelah Juna, sembari bernyanyi diiringi genjrengan gitar akustik milik Juna.


Awalnya mereka berniat ingin berjalan jalan walau hanya berkeliling dijalanan sembari street food an naik motor, tetapi tiba tiba rasa mager mereka keluar memaksa keduanya untuk tetap dirumah.


...Komang - Raim Laode...


Dari kejauhan tergambar cerita tentang kita


Terpisah jarak dan waktu


Ingin kuungkapkan rinduku lewat kata indah


Tak cukup untuk dirimu


Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata


Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu


Dan apabila tak bersamamu


Ku pastikan kujalani dunia tak seindah kemarin


Sederhana tertawamu sudah cukup


Lengkapi sempurnanya hidup bersamamu


Jika hari kulalui tanpa hawamu


Percuma senyumku dengan dia, oooh


Dan apabila tak bersamamu


Ku pastikan kujalani dunia tak seindah kemarin


Sederhana tertawamu sudah cukup


Lengkapi sempurnanya hidup bersamamu


Apabila tak bersamamu


Ku pastikan kujalani dunia tak seindah kemarin


Sederhana tertawamu sudah cukup


Lengkapi sempurnanya (sempurnanya)


Hidup bersamamu


Hu-uuuu, hu-uuuu


Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata


Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu


Selain Juna menggenjreng gitar dan bernyanyi, Julia ikut bernyanyi dengan riang menikmati bulan purnama dimalam minggu yang indah.


Tepat disaat lagu telah habis, tiba tiba terdengar suara dering telfonnya yang mengganggu, dihandphone nya tertera nama Jinnar yang sedang menelefonnya sekarang.


'ganggu suasana lagi romantis aja ni curut' batin Juna kesal.


πŸ“ž Jun, lo dimana?


πŸ“ž Dirumah, emang kenapa?


πŸ“ž Kita mau kesana sekarang, gabut nih


πŸ“ž Yaudah sini, tapi bawa makanan ya!


πŸ“ž Njir! Julia gak buat apa gitu?


πŸ“ž Hadehh, jiwa pengemis lo ngabisin stok gue anjir!!


πŸ“ž Iye iye, yaudah kita otw


Jinnar pun memutuskan sambungan telefonnya.


"Temen temen kamu mau kesini?" tanya Julia, merasa senang karena rumah mereka jadi ramai di malam minggu ini, Julia suka bergabung sama temen temannya Juna, karena mereka asik, tingkah random dan lawakan mereka seolah menjadi hiburan bagi Julia.


"Iya, kamu mau ikutan gabung apa didalem aja?"

__ADS_1


"Ikut gabung dong, didalem terus bosen"


"Yaudah ganti baju dulu gih, jangan terbuka gitu didepan temen temen aku" titah Juna yang tak ingin badan istrinya menjadi bahan tontonan teman temannya.


"Oke" Julia pun masuk kedalam kamar untuk berganti baju.


****


"Jun, Junaaa bukain gerbangnya" teriak mereka dari luar.


"Berisik! iya iya sabar monyet!" Juna berjalan ke arah gerbang dan membuka gembok, mempersilahkan teman temannya masuk kedalam rumahnya.


Mereka pun memarkir motor masing masing, Hayes & Devano, Jinnar & Junko, Jerome & Hans, Aksha & Jayden, Mahesa & Yudis, sedangkan Yoga mengajak Chantika.


"Nih, kita bawain martabak" Yudis memberikan 2 kotak martabak pada Juna.


"Nah gitu dong, jangan bebanin mulu" balas Juna.


Mereka pun mulai memakan camilan yang sudah disiapkan oleh Julia, juga memakan martabak yang barusan dibawakan. Yoga yang melihat gitar nganggur didepannya, ia pun langsung mengambilnya dan memainkannya dengan lagu kebangsaan mereka.


Masa-masa SMA adalah babak hidup yang paling tidak bisa dilupakan. Beratnya perjuangan menghadapi ujian, masa pencarian jati diri, hubungan cinta dan persahabatan, semua campur aduk jadi satu.Β 


Setiap hari bertemu, bercanda, belajar bersama menjadikan perpisahaan saat SMA adalah momen tersedih dalam hidup kita. Kita kadangkala tak hanya kehilangan teman, tapi juga masa-masa muda yang penuh kebebasan sebelum benar-benar menjadi dewasa.Β Lagu dimana kembali mengenang masa-masa indah putih abu-abu.


...Tujuh Belas - Tulus...


Masihkah kau mengingat di saat kita masih 17?


Waktu di mana tanggal-tanggal merah terasa sungguh meriah


Masihkah kau ingat cobaan terberat kita, Matematika?


Masihkah engkau ingat lagu di radio yang merdu mengudara?


Kita masih sebebas itu


Rasa takut yang tak pernah mengganggu


Batas naluri bahaya


Dulu tingginya lebihi logika


Walau kini kita terpisah, namun, jiwaku tetap di sana (hey)


oh, di masa


Rasa takut yang tak pernah mengganggu


Di masa naluri bahaya


Dulu tingginya lebihi logika


Muda jiwa, selamanya muda


Kisah kita abadi selamanya


kita masih sebebas itu


(Rasa takut yang tak pernah mengganggu)


Rasa takut yang tak pernah mengganggu


(Batas naluri bahaya, oh-oh)


(Dulu tingginya lebihi logika)


Sederas apa pun arus di hidupmu


Genggam terus kenangan tentang kita


Seberapa pun dewasa mengujimu


Takkan lebih dari yang engkau bisa


Dan kisah kita abadi untuk s'lama-lamanya


Disaat para cowok cowok bernyanyi dengan menghayati sekali, Julia dan Chantika hanya tertawa melihat mereka. Hingga akhirnya, selesai bernyanyi, tiba tiba Yoga mengelus tenggorokannya sembari berulang kali berdehem.


"Jun, dirumah lo gak ada air ya?"

__ADS_1


Julia tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaan Yoga, si kulkas 10 pintu ternyata bisa ngelawak juga. Juna pun memutar bola matanya.


"Sorry, gue lupa ambil air minum. Bentar ya" Julia pun beranjak dari duduknya dan mengambilkan air minum ke dapur.


"Eh guys, bentar lagi liburan nih. enaknya kemana ya?" tanya Jayden saat tiba tiba suasana hening sebentar.


"Ke pantai" usul Junko.


"Pantai mah meskipun gak nunggu liburan juga bisa jun" jawab Jinnar.


"Dahlah, terus enaknya kemana?" tanya Aksha.


"Emangnya, elo gak pulang ke Surabaya sa?" timbrung Julia.


"Pulang sih. Tapi ya nyempetin bentar buat liburan sama para monyet"


"Kalo bisa jangan yang deket deket, nanggung tau. Mending yang jauh sekalian" ucap Yudis.


"Kalo muncak gimana? di daerah Jawa timur? Ke Bromo, pulangnya mampir ke rumah Aksha?" usul Jerome.


Aksha melirik ke arah Jerome, "gue tuan rumahnya aja belum kasih kepastian, kalian boleh kerumah gue apa enggak"


"Njir pelit, ntar kuburan lo sempit" cibir Juna.


"Bodoamat, orang kuburan gue yang nempatin gue sendirian" jawab Aksha.


"Ntar kita campingnya di Ranu Kumbolo gimana?" antusias Jerome. Sedangkan Julia dan Chantika hanya diam menyimak pembicaraan mereka.


"Bener bener, kayaknya asik deh. Bagus juga tempatnya gue pernah liat di Instagram, sambil liat sunrise wahh keren sih!" balas Hayes.


"Jadi gimana yang lain? setuju gak? mumpung masih 2 Minggu lagi, kita bisa jaga fisik dan persiapan yang lain"


"gue deal"


"gue setuju"


"gasskeun wae lah"


"yok lah"


"let's go"


Semua menyetujuinya, kecuali Juna dan Yoga yang belum pasti, ia harus meminta izin dulu pada Julia yang statusnya sebagai istrinya. Begitu juga dengan Yoga, ia harus meminta izin dulu pada Chantika, kekasihnya.


"Kamu gimana? nginep dirumah temen? pulang kerumah? atau ngajak temen nginep disini?" tanya Juna pada Julia.


"Aku boleh ikut gak?" pintanya dengan wajah dibuat se imut mungkin.


"Hah? yang bener? Ini naik gunung loh, jauh lagi. Kamu kuat?"


"Aku pingin ikut. Denger cerita kalian sepulang dari muncak, jadi kepingin"


"Cewek sendiri mau?" tanya Juna lagi meyakinkan.


"Iya loh, Chantika aja gak gue bolehin ikut" saut Yoga yang mendengar percakapan Juna dan Julia.


"Sebenernya, aku mau ikut... tapi aku juga sadar diri sih, kalo fisikku gak kuat buat muncak muncak gitu, aku gampang sakit, yang ada nantinya bakal ngerepotin yang lain" ucap Chantika.


"Hmmm... kalo Chantika gak ikut, aku boleh ajak Yaya sama Ryena gak? mereka berdua kan kuat? kalo Yura sih gak mungkin, dia strict parents banget kayak Chantika" balas Julia.


"Gimana guys?" tanya Juna.


"Gue sih iya iya aja"


"Sama"


"Boleh"


Jawab mereka, menyetujui permintaan Julia, Julia pun langsung mengkonfirmasi kan berita ini pada Yaya dan Ryena, sebenarnya ia ingin sekali muncak bersama Yaya, Ryena, Chantika dan Yura, tapi... ya itulah kendala Yura dan Chantika tidak bisa ikut.


"Makasih ya guys" jawab Julia tersenyum begitu manis, sepertinya ini adalah kali pertama mereka melihat senyum Julia yang paling hangat dan manis.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing.


"Juna, makasih ya. Udah ngebolehin aku ikut muncak" Julia memeluk erat Juna.


Juna pun tersenyum, kemudian mengecup tengkuk Julia, dan memberinya tanda kecil disana.


~β€’~

__ADS_1


__ADS_2